Class 10 A

Class 10 A
01. Habit


__ADS_3

Manda menyingkirkan ikan mentah dari Namasunya. Meski pun ia tahu bahwa sebagian besar hidangan tersebut terbuat dari campuran makanan laut mentah yang diiris tipis, ia justru tidak menyukainya dan cenderung menyingkirkan campuran makanan tersebut dari Namasunya.


"Ck. Kalau tidak mau dimakan lebih baik kau berikan saja padaku. Lagi pula Namasu itu sendiri memang terbuat dari bahan makanan laut mentah. Jadi kau tidak mungkin menyingkirkan semua irisan ikan mentah tersebut dari Namasumu." ujar Ipeh sembari mengambil irisan daging ikan mentah yang sengaja Manda sisihkan dari mangkuknya.


Manda yang melihat aksi pemindahan irisan ikam mentah dari mangkuknya hanya mendengus kesal.


"Kita orang Melayu cenderung tidak memakan makanan seperti ini. Jujur saja lidahku tidak terbiasa dengan makanan mentah." keluh Manda.


"Yah itu sih tergantung selera masing-masing. Memang sih selama tinggal di Malaysia ibuku sendiri bahkan tidak pernah membuat masakan seperti ini. Tapi... kalau menurut lidahku Namasu sendiri cukup enak untuk disantap." komentar Ipeh. Berbeda dengan Manda yang cenderung tidak terlalu menyukai masakan yang ada ikan mentahnya Ipeh justru malah kebalikannya.


Manda membuang nafasnya dengan kasar setelah itu ia beralih pada minuman air jeruknya untuk menghilangkan rasa kesalnya terhadap menu makan siang kali ini yang tidak cocok dengan lidahnya.


Ipeh melihat kekesalan dari teman serumpunnya itu Ipeh berniat untuk menghiburnya dengan sengaja memberikan jatah hidangan penutupnya pada Manda.


"Sebaiknya kau mencoba yang satu ini. Aku yakin kau pasti menyukainya." Ipeh menyodorkan piringnya ke arah Manda. Di piring yang disodorkan oleh Ipeh terdapat hidangan penutup yang menyerupai jelli berbentuk persegi empat.


Manda yang melihat hidangan penutup tersebut merasa penasaran dengan nama makanan yang disodorkan oleh Ipeh tersebut. Sembari menunjuk ke arah piring, Manda bertanya seperti ini pada Ipeh. "Bisa kau beritahu aku apa nama makanan ini? Jujur saja bagiku makanan ini terlihat kurang lebih seperti potongan jelli biasa yang hanya memiliki ukuran sedikit tebal." tanyanya dengan rasa penasaran cukup tinggi.


Ipeh melirik ke arah hidangan penutup tersebut kemudian ia dengan segera menjawab pertanyaan dari temannya tersebut. "Baiklah teman serumpunku ini namanya Yokan. Yokan adalah makanan penutup dalam bentuk  jelli tebal yang terbuat dari pasta kacang merah, agar, dan gula. Yokan juga sering kali mengandung bubuk teh hijau, kacang chestnut cincang, kacang manis atau bahan lain yang bercampur dalam jelli." jawab Ipeh sembari menjelaskan sedikit informasi tentang hidangan penutup tersebut pada Manda.


Manda yang sudah merasa puas mendengar jawaban dari Ipeh berniat untuk segera mencoba jelli tersebut. Manda pun segera mengampil garpu lalu memotong kecil jelli tersebut lalu dengan segera memasukan potongan jeli tersebut ke dalam mulut kecilnya.

__ADS_1


Melihat Manda yang sudah menyantap hidangan penutupnya itu membuat Ipeh cukup penasaran dengan reaksi yang akan diberikan oleh Manda.


Setelah melihat Manda menyelesaikan satu potongan jellinya, Ipeh dengan segera melontarkan perntanyaan mengenai bagaimana rasa dari jelli tersebut menurut Manda.


"Bagaimana rasanya? Aku sedikit berharap bahwa kau cukup menyukainya." tanyanya Ipeh penuh harap.


"Ah...oh itu, kurasa cukup lumayan untuk di mulutku." jawab Manda sembari mengunyag jelli tersebut di dalam mulutnya.


Ipeh merasa bersyukur bahwa Manda tidak memberikan komentar yang buruk untuk hidangan yang satu ini.


"Ngomong-ngomong rasa jelli ini seperti memiliki banyak kandungan air di dalamnya ya." ujar Manda yang masih sibuk mengunyah Yokannya.


"Itu karena Yokan yang kuberikan padamu adalah jenis Mizu Yokan yang berarti Yokan itu lebih banyak menggunakan air pada pembuatannya. Jadi wajar saja saat memakan Yokan yang berjenis Mizu akan terasa lebih berair." terang Ipeh.


Ipeh menarik nafas sebelum menjawab pertanyaan dari Manda. "Yokan ada dua jenis, yakni Neri Yokan dan Mizu Yokan. Neri Yokan punya tekstur lebih lengket, karena dibuat dengan sedikit air. Sementara Mizu Yokan, teksturnya tidak terlalu lengket, karena dibuat dengan air yang cukup banyak." jawab Ipeh.


Manda membulatkan mulutnya berbentuk seperti huruf O. "Oo... rupanya seperti itu. Ngomong-ngomong Ipeh ternyata pengetahuanmu tentang makanan cukup bagus juga ya." puji Manda.


Ipeh menunjukkan cengiran khas kuda lumpingnya penuh dengan rasa bangga. "Jelas. Calon pemandu tur  kuliner makanan tentulah harus memiliki pengetahuan yang luas soal makanan." ucapnya penuh dengan rasa bangga.


Manda mengerutkan dahinya. Sejujurnya ia masih merasa sedikit bingung dengan cita-cita yang dimaksud oleh temannya itu. Karena pada pasalnya ia belum pernah mendengar istilah pemandu tur kuliner makanan yang ia tahu hanyalah pemandu wisata saja. Karena rasa penasarannya itulah Manda ingin kembali bertanya namun sebelum Manda melontarkan pertanyaan itu pada Ipeh, Ipeh sendiri sudah terlebih dahulu menjawab pertanyaan yang bahkan belum sempat dilontarkan oleh dirinya.

__ADS_1


Dengan jari yang bergoyang kesana kemari Ipeh mengatakan hal ini pada Manda. "Ou... ou. Manda sayang sebelum kau melontarkan pertanyaan itu aku sangat yakin bahwa kau pasti ingin bertanya padaku bukan?"


Manda hanya mengangguk-angguk lalu menatap Ipeh dengan wajah bingung.


Ipeh tersenyum melihat reaksi temannya yang terlihat kebingungan seperti itu. Dengan penuh rasa percaya diri Ipeh langsung memberikan jawabannya. "Profesi ini memang masih atau bahkan hampir belum dikenali oleh sebagian orang tapi jangan salah di Vietnam sendiri ada yang namanya  Street Eats Hanoi yang didirikan oleh orang pendatang Australia bernama Mark Lowerson dan foodblogger Vietnam bernama Van Cong Tu. Asal kamu tahu saja ya Manda di Indonesia sendiri, tur kuliner pernah dijalankan oleh komunitas Jalansutra dan Hungerranger." jawabnya penuh dengan rasa bangga.


Manda berdecak kagum ketika mendengarnya. "Ou kalau begitu apa saja syarat yang perlu dikuasai untuk melakoni profesi ini?"


"Syarat yang perlu dikuasai untuk menjadi pemandu tur kuliner adalah memiliki wawasan yang luas untuk daerah yang akan dijelajahi. Setelah itu kau juga harus bisa mendapatkan izin untuk pergi ke dapur tempat pengolahan makanan yang akan kamu kunjungi sebagai bentuk pelayananmu pada wisatawan, tentulah para wisatawan akan mendapatkan kepuasan tersendiri saat mereka mampu melihat secara langsung pengolahan bahan makanan yang mereka santap. Dan selain itu yang terakhir ini sangatlah penting karena seorang pemandu tur kuliner sangat penting memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai sejarah kuliner. Rajin membaca buku serta rutin mencari informasi tentang berbagai kuliner akan menambah khazanah dalam mengisi tur yang lebih atraktif." jelas Ipeh panjang kali lebar.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2