Class 10 A

Class 10 A
04. Meeting


__ADS_3

Tuan Newyork meminum Snake Venomnya lalu meletakkan botolnya tersebut ke atas meja. Setelah selesai dengan urusan minum-minumnya Newyork menatapi seluruh anggotanya yang berada di dalam sebuah ruangan khusus tersebut.


"Ginjalmu tak akan kuat jika kau terus mempertahankan kebiasaan minum-minummu terus seperti ini." ujar seorang pria dengan tato naga di lehernya.


Mendengar ujaran pria bertato naga terdengar memberikan isyarat rasa kepedulian pada Newyork membuat pria berkacamata tertawa kencang. "Hahahahaha... ya ampun sejak kapan mantan ketua yakuza menjadi sepeduli ini. Kau jadi semakin lembek Tuan Okyo." katanya penuh dengan rasa penghinaan.


Kembali menemukan rasa tidak hormat dari si pria berkacamata membuat salah satu wanita dalam ruangan tersebut merasa geram.


"Jaga mulutmu Tuan Whincester! Kau benar-benar tidak tahu etika dan sopan santun." tegur wanita itu.


Winchester menaikka sebelah alisnya ia lalu membalas teguran wanita bernama Safranbolu asal Turki itu dengan nada yang terdengar seperti mengejek. "Kau tahu sendiri Nona Safran, Tuan Okyo adalah salah satu bukti kekejaman brutal yang rasa-rasanya ia sama sekali tidak memiliki nilai untuk dihormati." balasnya semakin menjafi-jadi.


"Tapi bukan berarti kau seenaknya merendahkan orang lain. Astaga mulutmu itu benar-benar tidak mencerminkan keanggunan etika orang Inggris." Safran benar-benar setiap kali dia berurusan dengan pria muda asal Inggris tersebut.


Tuan Okyo yang menyaksikan aksi adu mulut tersebut. Tiba-tiba saja turun dari kursinya dan menundukkan tubuhnya. "Safran-san dan Whincester-san tolong jangan berdebat. Saya benar-benar meminta maaf atas ketidaknyamanan kalian di sini." ucapnya. Terlihat Tuan Okyo benar-benar menyesalinya.


Whincester berdecih. "Cari muka dia rupanya. Ya sudah aku sendiri benar-benar tidak berniat untuk membahasmu terus menerus." katanya sarkas.


"WHINCESTER!" Safran menaikkan suaranya dan benar-benar merasa geram dengan kelakuan pria berdarah Inggris tersebu. Bahkan saking kesalnya ia tidak menggunakan kata tuan dan langsung menyebutkan namanya.


Whincester yang melihat reaksi Safran begitu pitam karena ulahnya hendak berniat untuk semakin menyulut. Namun sebelum aksinya itu terjalankan Tuan Newyork telah terlebih dahulu membuka suara.


"Hentikan perdebatan ini! Saya benar-benar tidak mengerti dengan isi kepala kalian yang benar-benar belum matang itu. Saya ingin memperingatkan bahwa kalian yang terutama masih sangat muda untuk lebih menjaga rasa sopan santun pada yang tua. Terlepas dari latar belakangnya seperti apa pun juga." ujar Tuan Newyork.

__ADS_1


"Sulit menghargai seseorang dengan latar belakang yang sangat buruk. Sekali kesalahan tetaplah kesalahan. Terutama untuk pendosa seperti dia." Whincester berdiri dari bangkunya lalu menunjuk Tuan Okyo dengan tidak sopan.


Safran yang sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan buruk Whincester dengan terpaksa menodongkan pistol  Colt 1911 pada pria tersebut. "Diam atau kutembak kepalamu itu!" ancam Safran.


Whincester sama sekali tidak merasa takut ia malah dengan sengaja menyuruh Safran untuk segera menarik pelatuknya. "Safran cempat tembak. Sudah lama aku tidak merasakan timah panas itu mengenai kulit tubuhku. Kau tahu aku selalu merasa penasaran bagaimana rasanya ditembak oleh wanita secantik dirimu." katanya.


Safran menggeram, "Kurang ajar." Rasa-rasanya Safran sudah hampir tak tahan untuk memuntahkan timah panas itu untuk segera mengenai tubuh si pria Inggris.


Whincester merentangkan kedua tangannya meminta agar wanita itu untuk segera menembaknya.


 KLIK


 Safran menekan pelatuknya dan bersiap membidik ke arah kepala pria muda tersebut.


 "Jaga kepala kalian berdua agar selalu tetap selalu dingin. Nona Safran tolong turunkan pistolmu." titah


"Datang juga kau ke sini. Kupikir kau tidak akan peduli. Bila salah satu rekanmu di sini mati tertembak


dengan keadaan mengenaskan." komentar salah satu wanita lainnya dalam ruangan tersebut. Wanita yang berkomentar itu memiliki wajah oriental yang cantik dan khas.


 Pria muda yang muncul di tengah-tengah itu menghela nafas kemudian membalas seperti ini. "Nona


Seouli, anda jelas-jelas berada di dalam ruangan ini namun sama sekali tidak berniat untuk menghentikan keributan ini." katanya.

__ADS_1


 Seouli mendecak. "Ck. Aku terlalu malas untuk berurusan dengan dua makhluk kimchi di sana. Mereka berdua benar-benar cumi kering yang doyan menyulut perkara." komentarnya pedas.


Sungguh benar-benar tajam mulut makhluk yang satu ini. Meski pun wajahnya itu setanding denga aktris yang


begitu terkenal di negara asalnya namun kelakuannya benar-benar berbanding


terbalik dengan wajah cantiknya.


"Kurasa kau cocok menjadi antagonis jika bermain film di negara asalmu Korea Selatan. Kau cocok memerankan tokoh licik. Wajah luarmu terlihat begitu sangat polos namun sifat aslimu sangatlah kasar." Seorang pria berkulit hitam asal Kenya tiba-tiba saja memberikan komentar di luar topik pembicaraan.


Seouli tersenyum kemudian mengibaskan rambutnya dengan centil. "Oh jelas. Lagi pula wajah polosku ini jugalah menjadi senjata utamaku. Jangankan bermain film untuk menjadi tokoh antagonis, berperan sebagai orang jahat juga di kehidupan nyata pun aku mampu menjalankannya." katanya bangga.


Pria asal Kenya yang bernama Nairobi itu hanya bisa menatap jijik ke arah wanita gila tersebut. "Dasar sinting."


Melihat keadaan semakin runyam akhirnya pria yang menjadi penengah tersebut merebut merebut pistol yang dipegang oleh Safran. Setelah merebut pistol itu ia menembakkan isinya ke arah kaca dalam ruangan tersebut.


PRANG


Kaca jendela itu pecah berkeping-keping dan seluruh anggota dalam ruangan tersebut langsung terdiam dan menjaga mulutnya masing-masing. Sudah menjadi pertanda khas bila terjadi sesuatu kekacauan dalam pertemuan haruslah di akhiri dengan sesuatu yang bersifat mengancam keselematan semua anggotanya.


Melihat aksi pemuda tersebut Tuan Newyork yang bertindak sebagai selaku juru bicara kepala sekolah akhirnya memutuskan untuk mengakhiri rapat.


"Baiklah melihat kekacauan dan pertikaian di antara kelompok maka saya putuskan untuk membatalkan rapat hari ini. Silakan untuk tuan dan nona sekalian kembali ke ruangan guru. Dan bagi yang merasa memiliki waktu mengajar dipersilakan untuk segera pergi ke kelas. Sekian dan terima kasih." Tuan Newyork menutup rapat. Yang benar saja Tuan Newyork sama sekali tidak memulai rapat dan hanya menikmati sebotol bir Snake Venomnya saja, sejak awal rapat ini pastilah sudah berjalan dengan tidak beres.

__ADS_1


Pria penengah yang bernama Akarta itu berjalan menuju pintu keluar lalu mempersilahkan anggota lainnya untuk segera pergi meninggal ruangan khusus ini.


"Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.Tuan dan nona semuanya semoga ke depannya kita dapat memulai relasi yang lebih baik dari ini." katanya sembari menahan pintu dan membiarkan satu persatu anggota meninggalkan ruangan tersebut.


__ADS_2