Cluster Online : Great Tomb

Cluster Online : Great Tomb
Chalter 12.7 : Punch Lullaby


__ADS_3

Menatap telur merah yang berukuran besar di Biome Lava dari kejauhan dan tempat ini berada di Sektor 88. Permintaan dari Ketua Klan memang penting, dan mau bagaimana lagi aku harus menjaga telur ini.


Ini ada untungnya bagiku, merawat anak naga dan membuatnya menjadi partnerku, membayangkannya saja sudah ada niat untuk menantang klan-klan yang selalu mengincarku.


Tempat ini jauh dari keramaian, tidak akan mudah untuk mencarinya karena jalan menuju telur ini memasuki bagian bawah tanah dan di dalamnya terdapat tempat yang pas bagi telur merah ini sebagai tempat penetasan dan di atasnya disamarkan menggunakan item hologram.


Dan masalah lainnya adalah aku harus bekerja, berlatih tiap hari sudah tidak aneh bagiku dan bermain Cluster Online sudah kubatasi hanya bermain satu jam lebih. Baiklah, akan kupanggil satu orang lagi untuk mengawasi telur merah itu.


Dengan membuka jendela status, mencari daftar pertemanan yang telah disepakati dua pihak sehingga data informasi mengenai pemain tersebut dapat dilihat. Amou, pemain yang kutemui ketika event zombie menjadi muridku untuk saat ini akan tetapi membimbingnya bukanlah tugasku.


Jika seorang manusia memiliki niat, maka suatu tujuan akan tercapai, namun, jika tidak ada kerja keras maka akan sia-sia hasilnya. Begitu juga dengan latihan yang telah kulalui bertahun-tahun, setelah menemukan permainan Cluster Online ini hidupku cukup berubah dan melawan pemain lain benar-benar menyenangkan.


Pemain dengan nama Amou tidak dalam keadaan daring, mengurungkan niatku dan lebih baik mengiriminya pesan melalui aplikasi. Untuk sekarang, lebih baik pergi ke sektor 85 untuk menempa peralatanku dan digabungkan dengan material yang telah kudapatkan.


Maga Antu, orang tua dari telur yang aku bawa inilah menjadi alasanku mendapatkan barang berharga dan kelangkaannya benar-benar terjamin. Bagian sarung tangan bagian pelindungku tidak bisa menahan tembakan senjata tipe RF lima kali di tempat yang sama, jika digabungkan dengan item sisik langka ini, itu akan menjadi zirah ringan pelindung tangan.


“Gaslah, kapan lagi bisa baku hantam dengan naga.”


* * * * *


Sektor 85 masih berada di wilayah Biome Lava, suasananya cukup hangat dan tempat ini sangat cocok bagi para pengrajin Cluster Online. Di tempat ini pula banyak orang-orang yang telah mengetahui sosokku, padahal aku hanya menghajar setiap pemain yang menantangku dan melenyapkan setiap klan yang mengganggu ketenangan para pengrajin dan dulu sekali aku dipanggil dengan julukan Quest Hunter.


Berjalan seraya mengecek inventarisku di jalanan yang menuju tempat seorang pengrajin, para pemain yang melihatku mulai berjalan di belakangku dan perlahan-lahan mereka telah berjumlah puluhan pemain.


“Bang Sema, apakah ada yang Anda butuhkan saat ini?”


Tanya pemain laki-laki yang membisikkan kata-kata denganpelan di samping kiriku, ia memberiku beberapa informasi mengenai keadaan di sekitar Sektor 80 sampai 90. Wilayah ini adalah milikku, tidak akan ada yang mengusiknya dan jika terjadi maka diriku sendiri yang akan menghadapi mereka.


Langkah kakiku terhenti seraya mengangkat tangan kananku sedangkan tangan kiri menutup jendela inventaris. Berbalik badan lalu terlibat para pemain yang mengikuti dari belakang telah menunggu suatu hal dariku.


“Seperti yang kalian tahu, pemberitahuan Global kemarin membuat seluruh Sektor gempar. Jadi—”


Terdapat Pemain perempuan yang mengangkat tangan kanannya, ia menanyakan masalah kemarin akan diriku yang terlibat dengan Secret Boss dan mereka baru tahu akan hal tersebut.


“Maga Antu, Secret Boss dengan bentuk reptil dan itu benar-benar naga seperti di cerita dongeng. Pemberitahuan secara Global kemarin adalah tandanya, dan juga ... ”


Aku ingin mengatakan kebenarannya seraya mengusap-usap leherku, jika aku mengatakannya, sepertinya akan terjadi situasi yang tidak bisa kutangani. Meski begitu sudah tiga hari tidak ada informasi mengenai diriku yang terbaru.


“Sepertinya Sektor kemarin yang munculnya Secret Boss level 5 dan Sektor itu ... hancur ... hehe ... ”


Mereka semua terdiam lalu mengaktifkan fitur Global chat, ya ... mereka mengabarkan bahwa dirikulah yang telah mengalahkan Secret Boss itu dan informasi ini mengalir dengan cepat. Mengepalkan tangan kananku, dan memukul dada salah satu pemain yang ada di hadapanku dan membuatnya terhempas.


Pemain itu langsung mati dan itemnya diserap olehku, membuang lagi item pemain yang sudah kuhantam. Menjelaskan apa yang terjadi kepada para pemain yang ada di tempat ini, namun mereka tetap tidak percaya dan segera pergi menuju Sektor yang dimaksud untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Pemain yang berkumpul telah pergi menuju Sektor lain. Berbalik badan menuju tempat pengrajin yang selalu menangani keperluanku, namun saat ini terdapat pemain dengan nama yang disembunyikan dan dia memakai sebuah jubah hitam tengah berdiri di belakangku.


Menunjukkan emblem klan besar sebagai salah satu cara untuk mencapai negosiasi, dengan hal tersebut para pemain dapat mengetahui sosok apa yang sedang mereka dihadapi.


“Tuan Watuk, bisakah kita bicara sebentar?”


Pertanyaannya dengan suara yang betul-betul perempuan, tidak salah lagi, dia tidak menggunakan item lain dan instingku menganggap pemain yang ada di hadapanku aman. Untuk berjaga-jaga, mengambil sebuah Artefak dari inventaris dengan pertahanan.


Dalam inventarisku saat ini setidaknya terdapat tiga Artefak yang kudapatkan dengan berbagai cara. Sarung tangan milikku bukanlah sebuah Artefak namun dibuat dengan berbagai material khusus dan dapat diaktifkan menjadi senjata yang benar-benar berbahaya namun hanya dapat digunakan satu kali sehari meskipun sudah dimodifikasi oleh pengrajin terhebat.


“Baiklah, kita pergi ke Sektor Tiga.”

__ADS_1


* * * * *


“Jadi ... ada urusan apa denganku?”


Sebuah pertanyaan kulontarkan kepada sosok yang mengajakku bicara ini. Dia duduk di depanku dan di antara kami berdua terdapat meja besi ringan dengan permukaan berbentuk lingkaran. Pemain perempuan itu menanggapiku dengan senyuman, menjelaskan tentang Global chat yang sangat ramai tadi bahkan menjadi perbincangan sekarang.


“Sekarang kita mengetahui bahwa ada Secret Boss di Cluster Online, kami hanya ingin meminta informasi mengenai apa yang terjadi pada Sektor kemunculan Secret Boss itu.”


Permintaannya memang enteng untuk dilakukan dan dia menawarkan lima puluh juta kredit hanya untuk informasi yang telah kudapatkan. Jumlah yang sangat banyak, namun informasi ini baru terdengar dan mungkin akan menjadi lahan baru bagi mereka.


“Sebelum itu jawab dulu pertanyaanku. Dia yang terlalu jauh tetapi dekat dengan dirimu tanpa disadari, apa yang akan kau lakukan ketika situasi itu datang?”



“Hah? Pertanyaan apa itu? Tu-tunggu ... ”


Dia mengetahui bahwa setiap persyaratan yang kulakukan akan kulontarkan permainan kata-kata dan juga sepertinya dia suruhan baru. Tidak bisa ditebak dengan logika, rasional, maupun emosional dan informasi itu sudah tertera jelas di depan mata.


Namun, Pemain yang ada di depanku saat ini kebingungan dan berpikir amat keras bahkan diriku sendiri menunggu satu menit. Dia mencoba untuk menjawabnya meskipun tidak yakin dengan apa yang akan dikatakannya.


“Se-seorang perempuan, kurasa ... ”


Jawabannya sudah tersampaikan kepadaku, tanggapanku tentu saja senyuman kecil yang kuperlihatkan. Ketika secercah harapan muncul dan manusia berada di situasi terdesak, maka dia akan terjebak dan melupakan tujuan awalnya.


“Yang benar itu horny!”


Dengan dua tangan yang memegang bagian bawah meja besi, membaliknya hingga melambung ke atas dan perhatian pemain perempuan itu teralihkan oleh meja yang terbang. Menggunakan gerakan quick step, tangan kananku mengepal lalu memukul wajah pemain perempuan itu hingga langsung mati setelah terhempas.


Di berbagai tempat sekitar kafe ini para pemain yang bersembunyi menunjukkan keberadaan mereka seraya mengarahkan senjatanya. Lima pemain memegang senjata api, dua pengguna RF di dua bangunan yang cukup jauh serta satu orang mengarahkan RPG kepadaku.


Dalam bidang sains, sebuah zona difusi AIM yang ada di sekitarku terdapat sesuatu yang dinamakan vektor. Vektor ini dikendalikan oleh Artefak yang telah diprogram agar memantulkan, menahan, dan mengubah serangan menjadi tidak fatal.


Vektor ini memadatkan udara di sekelilingku dan tentu saja, serangan mereka dapat ditahan. Artefak ini hanya bertahan sepuluh detik, perisai yang tidak terlibat bahkan mereka tidak sadar bahwa perbuatan mereka sia-sia.


“Saatnya pemanasan.”


Dari balik kepulan asap yang terjadi, aku berlari dengan cepat ke arah dua orang yang bersembunyi di gang seberang jalan. Mereka berdua terkejut karena seharusnya aku sudah tewas, namun kenyataannya terbalik membuat mereka panik.


Namun sayang, ketika menekan pelatuk, senjata mereka pelurunya telah habis. Pukulan yang melesat ke wajah salah satu pemain langsung mati sekali pukul, salah satunya menghantamku dengan gagang senjata apinya namun tangan kiri ini lebih kuat.


“Gertakkan gigimu.”


Perkataanku langsung tertanam sugesti, dia benar-benar menguatkan rahangnya seperti yang kukatakan. Namun, tendangan menuju biji kehidupan melesat dan membuatnya tidak bisa berkutik.


Memegang lehernya dengan tangan kanan serta tangan kiri menahan kepala, memutarnya dengan kuat dan cepat agar dirinya mati lebih baik, mungkin. Tiga pemain tersisa dapat kutangani dengan kemampuan tempurku dan orang yang menembakku menggunakan RPG telah pergi.


Yang tersisa hanya dua penembak jitu yang masih mengincarku, mengeluarkan WA2000 dari inventarisku lalu berlari di jalanan seraya menunggu arah tembakan dua penembak jitu sebelumnya.


Dua tembakan melesat meski dapat ditahan menggunakan pelindung kedua tanganku. Mengarahkan WA2000 ke arah sniper yang berada di sebuah bangunan tingkat tiga dengan jarak lima ratus meter, tiga tembakan dan satu kena meski hanya mengenai pundak.


Satu Pemain lagi berada di seberang gedung yang berbeda, memasukkan lagi WA2000 ke dalam inventaris. Berlari ke tempat dia dan membunuhnya sebelum pergi meninggalkan Sektor ini.


* * * * *


*Kring

__ADS_1


Suara bel yang berdentang ketika membuka pintu disadari oleh seorang Pemain yang membuka sebuah toko dan dia juga seorang pengrajin. Pemain dengan usia kepala dua masih jomblo sampai sekarang ini, menjadi seorang pengrajin khusus untukku dan sebelumnya dia adalah orang yang penting bagiku.


“Tumben datang, barang pesananmu sudah jadi.”



“Serius? Padahal konsepnya sulit.”



“Material yang kau dapatkan benar-benar berguna untuk pembuatannya, lebih baik kutunjukkan.”


Pengrajin itu membuka sebuah brankas yang ada di dekat kakinya, kata sandi dimasukkan sebagai hak akses. Dia mengambilnya dan memasukkannya ke dalam inventaris kemudian menggunakan sistem “Gift” kepadaku sehingga hak pemilik senjata tersebut menjadi milikku.


“Senapan dengan rangka yang disembunyikan hanya menggunakan stainless stell yang telah dimodifikasi sehingga dapat digunakan seperti senapan biasa meski serangannya tidak terlalu fatal, menggunakan peluru udara yang dipadatkan lalu diluncurkan dengan alat pengendali vektor kecil. Material khusus yang digunakan telah diolah sehingga memiliki efek menghisap udara sekitar dan jika dikumpulkan menggunakan pengendali vektor menjadi kesatuan lalu ditembakkan menggunakan laras rangka yang telah dimodifikasi yang akan menjadikannya senapan tak terlihat. Pertama kali ketika melihat cetak biru senjata ini, setelah melihat film yang kau maksud aku mulai mengerti dengan teknologi yang digunakan.”



“Mantap, untuk penggabungan item dan material yang telah aink kumpulkan masih diproses?”


Tanya diriku kepada si pengrajin, aku mengumpulkan material dan item yang memiliki efek saling berkaitan dan membuat sebuah barang orisinil untuk diriku sendiri.


“Proses pemasangan dalam identifikasi pemain masih belum stabil, ketika selesai maka kau dapat menggunakannya dengan baik. Untuk sekarang akan dibuat menjadi bentuk kotak, kau hanya harus mengaktifkannya dan barang itu dapat digunakan dengan leluasa.”



“Baiklah, untuk sekarang akan kuambil senapan angin tersembunyi ini, aku namakan ... Bundo Springfield. Dan juga ... gabungkan saja material ini.”


Menggunakan sistem Gift dan memberikan beberapa material dalam jumlah banyak yaitu sisik Maga Antu, cangkang semut merah raksasa, serta material khusus untuk bahan penempaan.


“Kenapa kau malah menamainya dengan senapan Springfield? Yah sudahlah, material ini akan berguna untuk sarung tanganmu itu, pergilah kau sebelum melibatkanku dengan masalah. Dan material ini ... jangan-jangan kau mengalahkan Boss Sektor lagi?”



“Begitulah, sampai nanti.”


*Kring


Ketika langkah kaki kananku berpijak, sebuah panggilan tiba-tiba masuk dan pemain yang memanggilku adalah Amou. Sepertinya dia membaca pesanku, panggilan tersebut kuterima.


“Bang Watuk, ini benar-benar gawat. Beberapa klan mengincarmu, tadi saja baru log in sudah ditembaki. Apa kau menghajar pesuruh yang dikirim oleh klan besar.”



“Iya, tadi ... ngomong-ngomong kau ada di Sektor berapa?”



“Empat puluh enam, tiba-tiba saja ada yang menyerang dan menanyai lokasimu. Global chat tadi membicarakanmu, sepertinya musuh semakin banyak saja.”



“Tenang saja, aku yang akan menanganinya.”


Tadinya begitu, namun untuk hari ini aku sudahi karena bermain permainan terlalu lama membuat badanku pegal. Setelah log out tentu saja berlatih fisik.

__ADS_1


__ADS_2