
Aku melangkah maju menuju suatu ruangan dengan cepat. Langkahku terdengar sangat tidak tenang. Emosiku juga demikian.
Aku membuka pintu ruangan yang kutuju. Banyak orang sedang berada di depan komputer, dan semuanya sedang melihatku.
"Cari data tentang klan yang mencuri Mainframe kita beberapa hari yang lalu. Sekarang!" kataku keras kepada semua orang di ruangan itu.
"Dimengerti!" mereka menjawab serentak.
Aku adalah Vice Master dari klan Celestial. IGN-ku adalah Raka. Terserah untuk memanggilku apa pun yang kau mau.
Klan Celestial adalah salah satu klan besar terkemuka yang dulu sering aktif. Namun, semenjak perang besar pertama di CO meledak, kami mulai bekerja di balik bayangan. Banyak rumor tentang kami sudah berhenti beroperasi. Tentu saja, itu hanya pengalihan isu belaka.
Beberapa hari yang lalu, kami sadar kalau Mainframe yang ada di markas lama kami telah dicuri oleh satu klan. Dan, yang tak terduga, Klan tersebut bukanlah klan yang besar. Hanya sekedar klan kecil.
Hal itu membuatku sangat kesal, tentu saja. Setidaknya aku mengharapkan kalau yang akan datang adalah klan yang sedang naik daun saat ini, Suryabima. Kuakui klan tersebut sudah berkembang cukup besar hingga saat ini. Tidak aneh kalau mereka yang membobol markas lama kita.
Tapi ternyata, sebuah klan kecil yang berhasil menerobos masuk ke sana. Maksudku, dari mana kau bisa menduga hal itu?
"Rak, aku sudah menemukan siapa yang ada di CCTV." salah satu orangku, dengan IGN Navyer memanggilku.
"Dapat apa, Fal? Kalau bisa informasinya yang banyak.." aku bahkan memanggilnya dengan nama aslinya karena emosiku tak karuan. Aku masih belum benar-benar menenangkan diri.
"Woi, santai dikit bisa kan. Biar kamu dengerin dengan jelas. Jadi, apa yang kutemukan dari pria itu, IGN-nyaZatfley." jawab Navyer.
"Ada informasi lain lagi?" tanyaku cepat.
"Sori, tapi masih kita selidikin. Soalnya gak bisa secepat kilat seperti 'Bum!' kayak di kartun-kartun." jawab Navyer santai.
"Di saat seperti ini malah becanda."
"Yah, pokoknya, biar aku dan Viqri yang urus. Lima menit beres." kata Navyer dengan nada yang kurang meyakinkan sembari menunjuk temannya, yang mengacungkan jempol.
"Lima menit. Awas kalau lebih." aku menunjuk kedua matanya.
"Iya, iya. Gaksabaran amat sih, Vice Master."
"Sudahlah." aku pun pergi keluar dari ruangan tersebut menuju ruangan lain. Aku melewati koridor dan menemukan pintu yang kuinginkan. Dengan segera, aku membuka pintu tersebut perlahan, dan melihat kursi biru dan sebuah mesin penjual otomatis. Aku membeli sebuah kopi, kemudian duduk diam.
"Sluuurp.." aku meminum kopi dingin itu perlahan. Aku harap bisa menenangkan diri sedikit. Lalu, sebuah notifikasi pesan muncul. Aku melihat siapa pengirimnya, dan aku mengerutkan dahi.
Itu berasal dari pemain dengan IGN KS.
KS merupakan salah satu pemain top di klan Celestial. Sejujurnya, dia lebih terampil daripada aku. Yah, meski kami pernah bertarung sekali satu sama lain karena hal konyol dan hasilnya seimbang.
Walau begitu, aku pernah mendengar rumor bahwa dia berhasil membunuh Beast Level 4 sendirian. Siapa yang tidak terkejut. Beast Level 4 sudah sangat sulit untuk dilawan. Walaupun itu tidak mustahil.
Aku tidak tahu nama aslinya. Atau sedikit pun tentang identitasnya di dunia nyata. Semua hal tentangnya sangat misterius. Bisa dibilang dia termasuk salah satu dari tujuh misteri klan Celestial.
KS : Sepertinya keadaanmu tidak bagus.
KS jarang mengirimkan pesan kepada anggota mana pun, bahkan Master dari klan Celestial sendiri. Sekali mengirimkan pesan, dia selalu mengawalinya dengan kesan mengejek.
Aku : Apakah perlu untuk mengatakannya?
KS : Aku tidak peduli.
Aku : Akan kugorok lehermu pakai keris.
KS : Oh, aku sangat ketakutan.
Entah kenapa orang ini sangat suka membuat emosi orang lain. Aku sampai terpancing olehnya terus menerus. Aku baru saja hendak menenangkan diri ketika orang ini muncul dengan lagak mengajak perang.
Aku : Cukup basa-basinya. Ada hal yang harus kau beritahu?
KS : Damar akan mengunjungimu beberapa saat lagi.
Aku : Kau serius?!
KS : Apa aku punya alasan untuk berbohong?
Aku sangat terkejut. Damar, Master dari klan Celestial. Ternyata dia masih pergi ke sana kemari. Kukira dia hanya diam di Sektor 23, mengurung dirinya di sebuah markas tersembunyi. Aku tak pernah mendengar kabar tentangnya.
Mengejutkan tentang bagaimana seorang Master dari sebuah klan yang seharusnya sudah nonaktif masih berkelana ke mana-mana. Seharusnya itu cukup berbahaya bahkan untuk pemain sekelas Damar. Orang-orang akan mengetahui kalau kita masih belum hancur.
"..." Navyer mengirimkan pesan padaku. Dia sudah selesai menyelidiki. Aku dengan segera datang ke ruangan komputer.
"Apa yang kau dapat, Fal?" aku langsung bertanya tanpa basa-basi.
"Dia berasal dari klan Great Tomb. Gak pernah dengar, kan?" jawab Navyer sekalian balik bertanya.
"Tidak lah. Tapi, tetap saja, bagaimana kita bisa seceroboh itu..!!" aku menggebrak meja saking kesalnya.
"Woi! Komputer ini gak bisa dibuat seenak jidat kau tahu!" spontan Navyer memeluk layar komputernya.
"cih! Omong-omong, katanya Leader bakal ke sini."
__ADS_1
"Waahh. Nah loh, dimarahin."
"Diam."
Aku sangat kesal sekaligus panik. Di saat seperti ini, Damar malah datang. Dia tahu kalau aku melakukan kesalahan.
"Di luar ada seseorang! Itu klan Master!" kata orang yang mengurus kamera keamanan.
"Ap--?! Secepat ini.." aku cepat-cepat pergi menuju pintu masuk. Aku mendengar ketukan pintu. Setelah sampai, aku langsung membuka pintu dengan tegang. Aku melihat seorang pria dengan wajah menyeramkan, salju menutupi badannya di sana-sini. Di luar sedang badai salju.
Damar, klan Master kami memiliki penampilan layaknya seorang veteran perang. Rumornya dia memang seorang tentara di dunia nyata. Aku tidak tahu apakah itu benar atau tidak, dia tidak pernah mengonfirmasikan hal itu.
"Bisa kita masuk sekarang?" kata klan Master.
"Siap, pak! Lewat sini." aku berjalan di depan.
Kami berjalan melewati lorong. Kemudian kami sampai di sebuah ruangan kerja yang biasa digunakan untuk direktur utama. Kami duduk saling berhadapan.
"Vice Master klan Celestial, Raka. Kamu tahu apa kesalahan yang kamu buat?" tanya klan Master.
"I-Iya pak." jawabku gagap. Aku bisa melihat kalau klan Master kami saat ini sedang marah.
"Bukannya kamu sudah bilang kalau markas lama kita sudah bersih sepenuhnya?"
"Maaf, pak. Saya--"
"Kamu itu Vice Master klan Celestial! Kenapa bisa ceroboh begitu?!" beliau menggebrak meja dengan keras.
"S-Sekali lagi, saya minta maaf. Apa hukuman yang harus saya terima?" aku bahkan tak berani memandang matanya. Aura intimidasinya terlalu luar biasa.
"Kali ini saya akan biarkan kamu lolos. Kamu harus temukan semua informasi tentang klan yang mencuri Mainframe kita. Setelah itu, musnahkan mereka. Saya tidak mau melihat kegagalan. Posisi kamu yang jadi taruhan. Mengerti?"
"L-Laksanakan! Leader!"
"Saya akan kembali ke Sektor 23. Kembali ke tempat." klan Master Damar pun pergi dari ruangan, menyisakanku sendirian.
"Cie dimarahin." dengan refleks aku langsung membanting orang yang mengatakan itu. Ternyata Navyer.
"Aww!" Navyer mengeluh kesakitan. Aku melepaskannya. "Aku tahu kau kesal, tapi gak gitu juga kali."
"Kau sendiri yang datang-datang langsung menggodaku. Ingin merasakannya lagi?" kataku gusar.
"Nggak, makasih." Navyer masih kesal kepadaku. Lalu kemudian aku ingat sesuatu yang terjadi entah kemarin atau dua hari yang lalu.
"Hei, kalau tak salah kemarin kan Secret Boss muncul di Sektor 73, apakah kau ingat?" tanyaku kepada Navyer.
"Naga yang gedenya kebangetan itu?" Navyer bertanya balik. "Semua pemain yang daring dipanggil ke Sektor situ loh. Masa aku gakinget."
"Aku tak sempat menyelidiki bagaimana Beast Level 5 itu bisa keluar dari sarangnya. Ahh, sebelumnya ada pemberitahuan global tentang mereka yang masuk ke Serpent'sShrine?"
"Kalau diingat-ingat, Alan sempat melihat salah satu dari mereka."
"Siapa? Yang mana?!" aku menggenggam kerah bajunya dengan erat lagi.
"Akh--!! IGN-nyaWatuk! Uhukuhuk! Dia sangat dikenal di sektor 80 sampai 90 karena kemampuannya!" Navyer melepaskan diri.
"Informasi yang bagus. Kau boleh pergi." aku menunjuk pintu.
"Kau gak akan membantingku lagi kan?" Navyer berkeringat.
"Cepat pergi sebelum aku melakukannya." aku sudah berdiri sambil mengepalkan tangan.
"Oke, oke!" Navyer berlari menjauh.
Kemudian aku segera membuka daftar pertemanan, mencari nama Mio. Aku memberikan Mio pesan untuk mencari pemain dengan IGN Watuk di daerah Sektor tadi. Aku juga mengirimkan pesan kepada beberapa anggota lain untuk menemani MioseandainyaWatuk tak bisa diatasi.
Aku mendengar deru motor dari luar. Dengan siaga, aku langsung menuju pintu depan dan melihat siapa yang datang. Aku melihat motor yang bentuknya tidak biasa. Jika harus kujelaskan, bentuknya mirip seperti motor-motor masa depan di kisah fiksi sains.
Kemudian, sang pengemudi berhenti dua meter di depanku. Dia mengenakan pakaian serba hitam. Kemudian dia melepas helmnya, memperlihatkan rambut putih dan sebuah topeng yang nampak rumit.
__ADS_1
"KS. Tidak sepertimu." kataku kepadanya.
"Hanya ingin mengobrol empat mata." jawab KS santai.
"Bukannya bisa lewat chat?"
"Nggak akan asik. Aku lebih suka begini."
"Tidak terlalu penting, kan?"
"Tentu saja tidak." KS mengeluarkan sebuah buku kecil dalam bahasa Russia dan membacanya. "Mentalmu?"
"Sedikit tertekan. Tak lebih dan tak kurang." aku menarik napas pelan, memutuskan mengambil rokok dari inventaris-ku. Aku juga mengambil pemantik dan menyalakan rokokku.
"Apa rokok ada gunanya di dunia permainan seperti ini?" tanya KS. Aku tak bisa melihat wajahnya karena tertutup topeng, tapi sepertinya dia memasang ekspresi datar meski sedang melihat ke arahku.
"Setidaknya lebih aman ketimbang di dunia nyata."
"Aku baru tahu kau bisa bercanda."
"Memangnya aku terdengar bercanda?"
"Soalnya buatku lucu sih." seandainya bukan karena kemampuannya yang lebih terampil dariku, aku akan menendangnya sekuat tenaga.
"Bisa kau berhenti memancing emosi orang lain?"
"Gak mau."
Kemudian, suasana menjadi hening. Aku menatap KS. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.
"Apa lagi sekarang?" tanyaku tenang.
"Sebentar." KS mengeluarkan senapan Mosin-Nagant dari inventaris dan memasang pembidik.
"..." aku dengan sigap mengeluarkan teropong dan mengarahkannya ke arah yang sama dengan KS.
"Siapa itu.." aku melihat seorang pemain dengan jarak yang tidak jauh dari sini. Namun, karena sedang ada badai salju, aku terpaksa menggunakan teropong. Pemain tersebut memegang sebuah M4A1. Dia mendekat ke arah markas kami.
"Dia sedang berburu, tenanglah. Apa harus aku beri peringatan?"
"Sebentar lagi... sekarang."
DOR! DOR! DOR! Tembakan tersebut tak mungkin tidak didengar oleh pemain itu meski dalam badai salju begini. Aku melihat pemain tersebut diam membeku. Namun terlihat dia menggelengkan kepalanya dan terus maju.
"Sungguh pilihan yang beresiko, eh?" KS tertawa pelan melihat pemain yang sembrono itu. Kemudian dia mengganti senjatanya dengan Barrett M82 model terkini. KS menembak ke arah kaki si pemain, yang berhasil dihindari.
"Apakah kau meleset karena berada di badai salju seperti ini?" tanyaku tegang.
"Yah, aku tak bisa mengabaikan hal itu. Bisa saja kemampuanku menurun. Bisa saja pemain itu cukup hebat. Atau, itu hanya keberuntungan belaka." jawabnya.
"Kau perhitungan sekali."
"Kemampuan dibutuhkan dalam perang. Tentu saja aku harus bisa memperhitungkan setidaknya beberapa kemungkinan yang akan terjadi."
Aku melihat KS menembak kembali, kali ini dia sengaja meleset. Peluru tersebut menyerempet badan pemain itu. Dia nampak agak panik. Aku tidak menyalahkannya. Kemudian, pemain tersebut berlari menjauh. Aku mencoba mengejarnya, namun KS menghadangku dan menembakkan satu peluru lagi. Kali ini mengenai bagian bawah kakinya. Tapi pemain itu terus kabur dari pandangan kami. Badai saljunya semakin parah.
"Kenapa kau membiarkan dia lolos?!" kataku gusar kepada KS.
"Membuang-buang peluruku, aku malas membunuhnya." jawabnya dengan nada malas.
"Aku jadi tak bisa membayangkan bagaimana kau berhasil membunuh serigala raksasa itu."
"Aku tidak yakin kau akan benar-benar peduli soal hal itu."
Kemudian, aku mendengar seseorang berlari dari belakang.
"Pak Vice Master! Mio dan timnya berhasil diringkus!"
__ADS_1
Kata-kata itu membuatku tercengang. Siapa sebenarnya Watuk ini? Kemampuannya cukup luar biasa. Aku tidak yakin jika KS akan mengalami kesulitan dalam melawannya, tapi meski begitu, aku tetap harus berhati-hati dalam bertindak. Demi klan Celestial.
"Great Tomb.. benar-benar, ya. Kalian ini, sudah menyebabkan banyak masalah bagi klan kami. Jangan harap kalian tidak akan mendapatkan masalah juga!" dengan mengatakan itu, aku kembali ke dalam ruangan, meninggalkan KS yang masih membaca buku di luar.