
(Watuk \= Sema, Amou \= Faisal)
Duduk seraya melihat kondisi gantolle* yang ada di dalam inventaris, gantolle ini dirancang agar ketika digunakan akan langsung menempel dengan bentuk tubuh dan cetak biru ini dibuat dari seorang pengrajin di Sektor 84.
(*Layang gantung, olahraga yang menggunakan alat seperti layang-layang besar untuk melayang diatas angin)
Di depanku saat ini terdapat telur merah yang seluruh kulitnya telah retak dan tinggal menunggu kemunculan naga kecil, di antara kedua tanganku terdapat dua pisau yang jarang kugunakan karena dengan kepalan tanganku sudah cukup untuk melawan pemain lain.
Sarung tangan yang kugunakan telah ditempa menggunakan cangkang semut raksasa dari misi kami sebelumnya, pengrajin yang membuat sarung tangan ini benar-benar bangga, bagian dari pergelangan tangan sampai siku dilindungi bahan cangkang tersebut dan bahkan dapat menahan senapan dengan kaliber 7.62mm.
Dengan kata lain, aku hanya harus menutup kedua tanganku jika ditembaki oleh senjata api secara beruntun, cangkang ini telah diperhalus dan diperkuat sekuat mungkin agar pas untuk kondisi pertahanan dan menyerang dalam rentang waktu cukup lama.
Ketika aku terfokus dengan kondisi barang-barangku, terdapat suara perut yang cukup mengganggu dan ketika pandanganku fokus ke depan terdapat anak naga yang kecil dan mungil bahkan cukup imut. Dia perlahan-lahan keluar dari cangkang kosong, tubuhnya berwarna merah dan dia dapat mengeluarkan panas dalam beberapa kondisi.
Amou datang ke tempat penetasan telur merah ini seraya membawa makanan dan daging yang telah dibakar, mengambil bagianku lalu meletakkannya tepat di hadapan naga merah kecil ini yang berputar-putar. Ketika mencium aroma daging bakar, perlahan-lahan ia menjilatinya lalu memakannya sedikit demi sedikit.
“Amou, kau ada saran untuk menamai naga kecil ini?” (Watuk)
“Hah? Lebih baik bertanya kepada Reiga, jika memutuskannya secara sepihak bukankah tidak adil? Dan naga kecil ini akan berbahaya ketika dewasa nanti.” (Amou)
“Begitu ya ... baiklah.” (Watuk)
Menunjuk naga merah kecil yang tengah menjilati kakinya, kini naga kecil itu menjilati jari telunjuk tangan kananku dan hawanya tidak terlalu panas.
“Mulai sekarang kau kunamai Drouga. Ah, tunggu sebentar ... “ (Watuk)
Mengangkat naga merah kecil ini dan beratnya sekitar sembilan kilo, melihat bagian bawah tubuhnya dan terlihat tonjolan kecil, ya naga ini berkelamin laki-laki. Menurunkannya kembali namun naga itu menarik-narik celanaku, ketika kuangkat lagi dia menyemburkan api kecil dan kucoba saja melemparnya ke atas namun naga kecil itu terjatuh tanpa bisa menggerakkan sayapnya.
Naga kecil ini baru keluar dari cangkangnya dan membutuhkan cukup waktu agar dapat beradaptasi, untuk dua jam sekarang ini khusus untuk menemani naga kecil merah ini dan menyerahkan setelahnya kepada Amou.
***
Dua hari kemudian, perkembangan naga ini cukup memuaskan. Naga merah kecil ini dapat menggerakkan sayapnya namun belum bisa dipakai terbang, memakan daging mentah cukup dia sukai dan untuk nutrisi lainnya cukup meminumkannya air segar.
Mengajaknya untuk berlari ke sana kemari, melemparnya ke atas beberapa kali hingga ia terbiasa mengepakkan sayapnya, namun dia masih belum terbiasa.
“Drouga, ke sini ...” (Watuk)
Dengan gerakan tangan kananku yang mengisyaratkan agar naga merah kecil itu mendekat. Ia merespon dengan menghampiriku kemudian menjilati tangan kananku, berguling-guling kemudian menutup sayapnya dan tidur. Kondisi perkembangannya cukup lancar, dengan metode seperti ini naga merah kecil ini akan semakin berkembang jika dapat memicu kondisinya.
Terdapat dua ratus empat puluh laporan masuk ke dalam akun milikku, tiga hari telah berlalu dan pemain dari Sektor 80 sampai 90 yang mengejar bounty yang dibuat olehku telah selesai. Dengan satu ketukan, uangku berkurang banyak dan klan yang diincar benar-benar hancur membuat anggotanya benar-benar kapok dan rehat dari Cluster Online karena setiap kali respawn mereka langsung dibunuh.
Hari berikutnya ...
Menggunakan jasa kapal terbang untuk dapat melakukan aktivitas terjun bebas di Sektor 3, kini di bagian dalam kapal pengangkut dan hanya ada Drouga yang telah kukantongi di perutku menggunakan bahan yang nyaman dan tahan bakar. Mengenakan sebuah gantolle dari dalam inventarisku dengan posisi menutup, gerbang ekor belakang kapal terbang pengangkut ini pun terbuka.
“Baiklah, kita mulai, Drouga!” (Watuk)
Drouga menanggapiku dengan semburan nafas api kecilnya, dengan kondisi ini mengenakan kacamata untuk terjun bebas yang berfungsi menahan tekanan angin ketika terjun. Drouga membentangkan sayapnya dan dia mengeluarkan berbagai suara, dia terlihat senang karena ini adalah pengalamannya pertama dalam terbang agar kondisi sayapnya memicu perkembangan yang membuatnya terbiasa.
Ketika ketinggian cukup berkurang, rangka gantolle yang ada di punggungku terbuka dan kini kami melayang ke berbagai tempat dengan Drouga yang membentangkan sayapnya. Mengurusnya membuat pengalaman menyenangkan bagiku, aku tidak tahu program apa yang dapat menciptakan naga ini namun mengurusnya dan membuatnya menjadi monster yang lebih baik dan aman sepertinya sudah menjadi tugasku.
“Saatnya mendarat!” (Watuk)
***
Dua hari berikutnya ...
Berdiri dengan tatapan yang terfokus pada satu pemain, dia tengah melatih Drouga yang kini dapat terbang dengan rendah meskipun beberapa kali dia mengistirahatkan sayapnya, perkembangannya terlalu cepat dan kini berat total tubuhnya mencapai dua belas kilo. Ukurannya sedikit lebih besar dari ukuran ketika dia keluar dari cangkang, habitat serta nutrisi yang cukup membuat perkembangannya stabil.
“Amou, kau urus seminggu ini, aku ada urusan di pekerjaanku.” (Watuk)
“Baiklah, dalam seminggu ini Drouga akan menjadi lebih hebat dari sekarang.” (Amou)
“Ya, akan aku tunggu.” (Amou)
Sebelum keluar dari permainan, aku mengunjungi markas klan di Sektor 51 dan memasuki markas, di dalamnya terdapat Syah, Fajar, Dimas, Zia, dan yang lainnya tengah berkumpul di tempat rapat.
“Bang Watuk? Dari mana saja? Bagaimana perkembangan telur merah itu?” (Fajar)
Tanya Fajar seraya melihatku berjalan memasuki tempat ini, duduk di atas sofa lalu menghela napas sebentar untuk menjawab pertanyaan darinya. Terlihat bahwa keadaan tempat ini belum berubah, sepertinya tidak ada masalah yang terjadi ketika aku pergi.
“Aman, tenang saja ... telur merah itu menetas dan menjadi naga merah kecil, berkelamin laki-laki dan pertumbuhannya stabil. Sekarang ini Amou sedang mengurusnya. Bagaimana dengan kalian?” (Watuk)
Ketika menanyai mereka, aku menyadari hampir waktunya untuk bekerja dengan sistem shift. Tanpa berkata apapun, aku keluar dari permainan di tempat ini meskipun aku belum mendengar jawaban dari pertanyaanku. Melepas peralatan yang menempel pada tubuhku, kondisi tubuh yang ada di dunia nyata sama dengan avatar seperti dalam permainan.
Tenggelam dalam permainan memiliki batasnya, meskipun muak dengan dunia nyata maka bukan berarti semuanya sudah berakhir. Beranjak dari tempat tidurku lalu bersiap-siap menggunakan seragamku, pekerjaanku di dunia nyata ini lebih berisiko.
***
Dalam beberapa hari ini aku tidak bisa bermain Cluster Online, sehabis pulang bekerja maka melatih tubuhku kemudian bertistirahat tanpa menyempatkan bermain game. Inilah yang membuat kondisiku di dunia nyata dan avatar di dalam game mempunyai kemampuan tempur yang tinggi, sistem ini menguntungkan pemain apalagi yang mantan seorang veteran dari dunia nyata.
__ADS_1
Saat masuk ke dalam permainan, membuka kedua mataku dan tempat ini adalah tempat rapat ketika aku berniat menanyakan sesuatu. Akun milikku terdapat banyak notifikasi, yang paling banyak adalah pesan dari Amou sehari lalu dan terdapat puluhan pesan yang sama.
“SOS, sial ... kali ini siapa lagi yang mengincar ...” (Watuk)
Terdapat satu pesan yang berisikan sebuah peta, lokasi tersebut berada di Sektor 42 dan memiliki iklim tropis, tempat ini sama seperti kota di Asia Tenggara yang tengah berkembang. Dengan bergegas seraya membawa barang-barang yang kubutuhkan, pergi menuju Sektor tersebut dan melihat hamparan padang rumput lalu lokasi yang ada di peta ada di depan sana ditutupi oleh bagian depan hutan.
Terdapat notifikasi masuk, Amou mengirimkan pesan bahwa dirinya baru saja masuk ke dalam permainan dan dirinya diserang oleh sekelompok pemain lain. Drouga, naga merah kecil itu diculik dan akan dijual dengan harga yang tinggi kepada klan besar yang memperkerjakanku sebelumnya. Setelah menyelidiki sedikit, sekelompok pemain yang menculik Drouga adalah pemain berandalan dengan klan yang berisikan delapan anggota tengah melakukan eksplorasi ke Sektor 88 dan mereka melihat Amou bermain dengan Drouga maka langsung saja mereka membunuhnya lalu mengambil Drouga.
Berjalan melewati pepohonan, memperkecil gesekan dan suara langkah kaki karena terdapat beberapa jebakan kecil seperti jebakan beruang yang disamarkan menggunakan tumpukan daun kering serta jebakan tali yang diikatkan pada benda tajam sehingga tubuh akan dihantam oleh besi tajam.
Amou memasuki Sektor ini, dia mendukungku dari belakang menggunakan drone milik LuckyPro70 yang dipinjam olehnya dan telah dipersenjatai menggunakan dual minigun kecil. Dengan kamera yang ditempel pada drone, Amou memberitahukanku bahwa di depan sana ada sebuah bangunan ditinggalkan dan terdapat dua orang berjaga di bawah serta dua orang berjaga di atas bangunan.
Jebakan yang ada di tempat ini tidak semuanya kuhancurkan, seraya mengambil WA2000 milikku dari kejauhan terlihat empat pemain berjaga di depan dengan persenjataan lengkap serta menggunakan rompi. Satu tembakan melesat ke arah salah satu pemain yang berjaga di atas, tiga sisanya panik dan segera berlindung dari balik tembok tebal.
Memasukkan kembali WA2000 milikku, berlari dengan dua tangan di depan lalu dari balik bayangan gelap pohon menerjang ke depan serta dua senjata api otomatis diarahkan kepadaku. Dengan kondisi berlari zigzag dan dua tangan menutup di depan, peluru yang melesat ke arahku dapat ditahan dan beberapa peluru menyerempet kaki dan perut bagian bawahku.
Peluru dua pemain tersebut habis dan dengan cepat membuangnya lalu menarik pistol yang ada pada holster di pinggangnya. Pistol mengarah padaku, memukul pistol tersebut menggunakan tangan kanan teknik uppercut dan tangan kanan memukul wajahnya secara menyamping. Player yang ada si sampingnya berjarak lima meter dariku mengarahkan pistolnya padaku namun dia tidak bisa menembaknya.
Player yang telah kuhajar ditarik kembali dan dia kujadikan tameng hidup.
“Beritahu di mana naga merah itu berada!” (Watuk)
“Lepaskan dia! Akan kutembak kau!” (Pemain musuh)
Sulit diajak bicara, maju dengan menahan pemain yang ada di hadapanku serta pemain yang satunya lagi panik dan menembaki temannya sendiri hingga mati lalu mayatnya menghilang. Tangan kanan yang sudah meluncur langsung menghantam wajahnya, menabrak tembok bangunan ini dan tewas seketika.
Mengambil dua pistol yang dijatuhkan oleh mereka tadi, satu pemain yang ada di atas pergi ke dalam bangunan ini dan sepertinya memberitahukan kondisi yang terjadi di luar saat ini. Tidak masalah, klan kecil atau klan besar bukan masalah bagiku.
Bagi orang yang kuat maka tunjukkan jalan ke depan, jika lemah maka biarkan jalan terbuka. Berkaca pada diri sendiri lemah atau tidaknya, bukan diri sendiri yang menentukan tapi keinginan tersendiri yang ingin menjadi lebih dari siapapun.
“Baiklah, akan kurebut kembali Drouga.” (Watuk)
***
Tidak ada jebakan, tidak ada tipuan, hanya mendobrak pintu depan yang tidak terkunci sama sekali. Bagian dalam tempat ini rusak, pecahan kaca tersebar dan perabotan di tempat ini rusak.
Berjongkok sebentar, merasakan kedua tanganku diliputi oleh sesuatu yang tidak terlihat lalu mengaktifkan fitur di sarung tanganku. Kedua tanganku kini layaknya tangan naga dengan bagian jarinya yang tajam serta cakarnya tajam serta keras.
Sarung tanganku memiliki dua fitur perubahan, yang satu memunculkan senjata mematikan dengan ujung kepalan tangan lancip untuk menusuk lawan, dan satunya lagi adalah fitur perubahan baru yang digunakan saat ini.
“Sialan, keren sekali ... ” (Watuk)
Merasakan segala hal yang ada di bangunan ini, indera perasaku menyebar ke berbagai lingkup tempat bangunan rusak ini serta mengatur napas perlahan-lahan.
Langkah kaki yang pelan kini menjadi berlari menaiki anak tangga, di belakangku bagian atas terdapat pemain yang lolos tadi menembak secara beruntun. Namun arah selongsong senjatanya tidak mengarah padaku, terlalu lambat dan kecepatanku melebihi refleknya.
Menghampirinya dengan pergerakan zig-zag, bersiap-siap memukul namun ia melempar senjatanya padaku. Sebuah tipuan yang sering kulihat, mundur selangkah seraya menghindari senjata yang melayang ke arahku.
Tusukan pisau tidak terjangkau sama sekali, tangan kanannya menggenggam belati dengan bilah tajam serta kilatan cahaya menyilau. Tidak perlu basa basi, pemain tersebut bergerak maju dengan tangan kanan berniat menusukku.
Dari posisi siap siaga berubah menjadi posisi tubuh menyamping serta kedua tangan berada di posisi bawah. Ya, pertahanan ini hanya berguna ketika ada serangan dari depan dan kini kondisi itu terpenuhi.
“Dasar goblok!” (Watuk)
Berteriak karena kemenangan terlihat di depan matanya dengan mendorong tangannya menusuk ke depan tepat ke arah kepalaku. Tangan kanan yang ada di posisi bawah bergerak searah jarum jam dengan cepat sehingga menjadi pergerakan tiba-tiba dan teknik ini hanya bekerja jika musuh dalam keadaan panik.
Ujung pisau itu tertahan oleh sarung tangan sisik naga milikku kemudian menggenggamnya dengan erat. Menariknya dengan menguatkan tenaga hingga ia menyerah dan melepaskan pisaunya.
Mengangkat kedua tangannya, namun baru saja kusadari terdapat suatu benda yang ia tutupi menggunakan jari tangannya. Tangan kanan itu memegang sebuah granat dan tangan kirinya dengan segera menarik pin pengamannya.
“Kau akan mati bersamaku! Naga itu akan menjadi milik kami!” (Pemain musuh)
Membuka kepalan tangan kiri, setiap jari menusuk perutnya dan rasa sakit itu membuatnya melepas granat yang digenggamnya. Mulutnya menganga, aku langsung saja meraih granat yang terjatuh lalu memasukkannya ke dalam mulutnya.
Dengan tangan kiri yang menancap pada perutnya, mendorongnya sampai pembatas pegangan tangga lalu mengangkatnya hingga terjatuh ke lantai bawah.
*Duarr--!!!
Tidak mungkin dia bisa selamat dengan granat yang ada di mulutnya, jika dia berjaga di tempat ini berarti di suatu ruangan sepanjang lorong terdapat sisa anggota yang berjaga akan jaminan Drouga.
Mengambil pistol dari inventaris milikku yang berada dari pemain yang kubunuh sebelumnya. Berlari di sepanjang lorong ini seraya memeriksa isi ruangan, tidak ada sama sekali dan hanya tersisa satu ruangan.
Berdiri tepat di depan pintu yang sedikit terbuka, menekan gagangnya dan terdengar suara yang tidak asing di telingaku. Terdapat granat yang terjatuh tepat di depan pintu, gagang yang kutekan adalah pemicunya dan kini melayang tepat di hadapanku.
Tangan kanan terbuka lebar, menepak granat tersebut dengan segera lalu menutup kembali pintu ruangan ini. Ledakan tersebut membuat sedikit getaran pada lantai yang kupijak, memasuki ruangan ini dan terlihat dua kaca jendela pecah serta gordennya melambai-lambai oleh angin yang masuk.
Jika tidak ada jebakan berarti ini hanya ruangan biasa, namun jika ada jebakan berarti ruangan ini pernah ditempati. Dengan hati-hati, memeriksa berbagai sudut ruangan ini untuk mencari jika saja ada jalan rahasia.
Hanya saja tidak ada sesuatu yang mencurigakan sama sekali, hal yang membuatku tertuju saat ini adalah dua kaca geser yang pecah padahal tempat ini ada di lantai tiga. Berjalan pelan tanpa menimbulkan suara serta menghindari pecahan kaca yang terinjak, mengeceknya lalu terlihat di samping bagian luar terdapat pipa besi yang menempel.
Jika dilihat dari sisi ini hanya terlihat pipa besi yang dipasang dengan jarak setengah meter. Papan besi ini menjadi tangga, namun untuk mengakalinya maka kaca geser ini dibutuhkan.
Meraih pipa besi yang terdekat lalu meloncat agar seluruh tubuhku dapat naik ke atas. Tidak ada jebakan sama sekali, minyak, maupun berbagai benda lainnya.
Ketika tangan kiri diangkat ke atas untuk meraih pipa besi, terdapat lesatan peluru dari belakang yang membuatku terkejut dan untungnya hanya dua peluru mengenai pundak. Luka ini ringan bagiku jika di dalam Cluster Online, menoleh ke belakang dan terlihat satu drone dilengkapi persenjataan tengah mengunci targetnya yaitu diriku sendiri.
Dengan cepat mengirimkan pesan kepada seorang pemain dengan isi pesan SOS serta berisi lokasiku saat ini. Amou tidak ada di disini dan jarak target sepertinya ada di atas namun Amou tidak membawa persenjataan seperti sniper.
__ADS_1
Menghirup napas panjang lalu mengulanginya beberapa kali, meloncat dengan posisi seperti ini teringat dengan panjat tebing yang pernah dilakukan olehku. Teknik ini biasanya dilakukan dalam panjat tebing oleh atlet yang telah berpengalaman, namun jika posisi jelas dan pegangannya seperti pipa ini bukanlah masalah bagiku.
Menaiki tangga pipa ini dengan cepat lalu berguling ketika sampai, lapisan ini berupa beton dan terdapat kotak besar serta empat pemain yang tengah menjagai kotak tersebut.
Tiga pemain menggunakan senjata yang sama berupa UMP45 dan satu orang menggunakan pistol revolver jenis Python. Pemain yang menggunakan pistol revolver itu tengah menghubungi seseorang, tiga lainnya waspada dengan moncong senjata mengarah padaku.
Dengan posisi jongkok seperti ini, pergerakanku akan terbatas dan tembakan tiga senjata beruntun akan melubangi tubuhku. Jika satu atau dua mungkin masih bisa diakali, namun jika sebanyak ini serta drone yang ada di belakangku maka sama saja dengan bunuh diri di tempat.
“Kumohon cepatlah datang ... ” (Watuk)
Langsung saja berlari dengan posisi start Jongkok, tiga senjata yang mengarah padaku ditekan pelatuknya dan puluhan peluru mengarah padaku. Menggunakan salah satu artefak berupa Offense Armor yang tersisa tiga kali penggunaan, kini hanya tersisa dua penggunaan dengan batas waktu sepuluh detik.
Drone yang ada di belakangku terkena tembakannya dan ini menjadi keuntungan bagiku.
Peluru-peluru yang melesat ke arahku dapat dibelokkan dan dipantulkan layaknya terdapat dinding tak terlihat, memang karena hal tersebut merupakan memanipulasi vektor. Kehabisan peluru secara bersamaan, ini adalah kesempatan untuk membunuh mereka.
Mencoba tajamnya cakar, menyayat wajah salah satu pemain yang panik karena di dekati olehku di posisi jam sepuluh. Tangan kiri diayunkan hingga menembus pelipisnya, berputar seraya melepaskan tangan kiri dari kepala lalu mengeluarkan pistol dan menembaki dua sisanya pada kakinya.
Membunuh dua sisanya dengan mematahkan lehernya, kini hanya tersisa satu pemain yang menggunakan pistol revolver sebagai senjatanya. Namun dirinya mengarahkan pistol tersebut ke arah kotak yang ada di samping kanannya.
“Sepertinya tujuanmu adalah naga merah kecil ini. Jika hewan ini mati maka tujuanmu akan sia-sia, kau pasti mendengar tentang Sektor 73 yang hancur dan banyak pemain yang menyebutkan bahwa mereka melihat seekor naga. Jika berasumsi seperti itu maka sumber kekacauan itu berasal dari makhluk yang sama seperti hewan ini, jika dijual maka aku akan kaya dengan cepat.” (Pemain Musuh)
“Lalu? Percuma saja jika kau membunuhnya. Harapanmu untuk menjadi kaya dengan cepat hanya bualan belaka, akan kuhancurkan kalian jika melukai Drouga.” (Watuk)
“Hahaha! Ancamanmu tidak akan bekerja, pistol yang kau genggam telah kosong. Maka hanya satu jawabannya ... ” (Pemain Musuh)
Kini dirinya mengarahkan pistol revolver tersebut ke arahku, kedua tanganku ini dapat menahan tembakannya namun akan gawat jika tiba-tiba saja dia menembakku di kaki.
“Yang kau gunakan tadi adalah artefak, bukan? Mustahil tembakan tadi tidak melukaimu sama sekali. Berikan artefak itu maka kau tidak akan terluka sama sekali.” (pemain musuh)
Memang benar, artefak Offense Armor ini hanya dua kali lagi penggunaannya dan setelah itu akan hancur. Namun, aku tidak bisa melakukannya.
“Apa yang kau lakukan!? Mengarahkan pistol kosong itu padaku!?” (Pemain Musuh)
“Tentu saja untuk membunuhmu.” (Watuk)
Setelah dia menekan pelatuknya secara refleks, menarik kaki kananku setelah menjadikannya pijakan untuk melompat ke samping kiri. Dengan posisi ini aku dapat bergerak bebas maju dan membunuhnya, namun pemain tersebut telah mati dengan kepala yang ditembak.
Terjatuh ke samping kanan dan avatar nya hancur, terdapat panggilan yang masuk dan terlihat nama pemain tersebut. Baru kali ini aku menghela napas, pemain yang telah lama tidak bermain bersamaku setelah klan pertama yang kumasuki musnah.
Terdengar suara perempuan yang membuatku nostalgia, hanya mendengar suaranya sudah membuat kedua mataku berkaca-kaca. Meski kami sering bertemu di dunia nyata, namun jarang terjadi di Cluster Online ini setelah kesibukan kami membuat terdesak.
“Apakah aku mengganggu aksimu?” (Wanita Misterius)
“Tidak, terima kasih karena telah membantuku. Apakah kau mulai bermain lagi?” (Watuk)
“Mana mungkin, aku hanya mengunjungi Ketua Klan lama dan ketika berbincang-bincang terdapat pesan darimu membutuhkan bantuan.” (Wanita Misterius)
“WA2000 milikku kau pakai?” (Watuk)
“Ya, sampai jumpa ... ” (Wanita Misterius)
“Terima kasih ... ” (Watuk)
Tidak kusangka, partner pelatihanku yang ada di dunia nyata membantuku sekali lagi. Mungkin kami tidak akan bertemu lagi di dalam permainan, kemampuannya bertempur hampir sama denganku.
Membongkar kotak kayu satu-satunya, di dalamnya terdapat seekor naga merah yang telah tumbuh setelah seminggu kutinggalkan. Namun keadaannya kini tengah tertidur karena sepertinya dia disuntik menggunakan zat penenang.
“Kita pulang ... Drouga.” (Watuk)
***
Duduk di atas sofa, tempat yang ditempati olehku saat ini adalah tempat tinggalku yang dulu dan hanya beberapa orang yang mengetahuinya. Berkumpul di markas saat ini mungkin akan menyenangkan apalagi Drouga ada di sana, namun saat ini aku tengah menutupi kelemahanku yang lain.
Di bagian dalam seragamku ini terdapat rangka senapan, dengan mengarahkan tangan kanan ke depan lalu menunggu momen yang pas. Terdapat tekanan udara tinggi yang meluncur dengan kecepatan tinggi dan dapat menghancurkan botol pada jarak sepuluh meter.
Dengan seperti ini meski dalam keramaian pun aku dapat membunuh pemain tanpa dicurigai. Hanya mengarahkan tanganku ke target, maka peluru tak terlihat akan mengenai target meski tidak terlalu fatal namun untuk menakutinya itu sudah cukup.
Terdapat pesan masuk, isi pesan tersebut merupakan pekerjaan untukku seorang dan bayarannya cukup tinggi sekitar lima puluh juta kredit. Isinya berisikan menyelidiki sebuah tempat yang dicurigai sebagai markas Player Killer dan pekerjaan itu berasal dari salah satu klan besar di Cluster Online.
Mereka tidak ingin ada pengganggu menodai Sektor yang dikuasai mereka namun juga tidak ingin membuat nama klan mereka jatuh. Pekerjaan ini diselesaikan dengan tertutup dan menyerang markasnya oleh satu orang yang ahli merupakan jalur terbaik.
Namun setelah ini, sepertinya aku akan berhenti dari pekerjaan ini dan bergabung ke dalam klan kecil ini seutuhnya.
__ADS_1