Cluster Online : Great Tomb

Cluster Online : Great Tomb
Chapter 15.5 : Tempat Alternatif


__ADS_3

“Jadi, kita tak dapat apa-apa dari Watuk?” tanyaku tegas.


“Kita mengalami kerugian, Pak. Sebanyak sembilan juta kredit.”


“Cih!”


Tanganku menggebrak meja lagi untuk kesekian kalinya karena kesal. Kita baru saja memulai hal ini dan aku sudah merasa terpojok. Posisiku sebagai Vice Master benar-benar terancam di waktu seperti ini.


“Dari tadi gebrak meja terus. Coba pintu yang kau gebrak, supaya tidak bosan.” Komentar KS.


Aku tidak menanggapinya karena aku tahu dia hanya akan membuatku lebih kesal beribu kali dari sebelumnya. Aku menghela nafas panjang.


Aku melihat ke arah komputer, entah karena apa. Aku hanya melihat foto target kami dengan kesal.


“Sekarang kau mulai beralih menjadi homo—“


Aku seketika menonjok wajahnya, membuatnya kehilangan keseimbangan selama beberapa saat. KS membenarkan posisi topengnya yang hampir lepas.


“Diam dulu. Kau tahu kan ini bukan saat yang tepat?”


KS mengangguk-angguk dalam diam.


“Pak, apakah kita akan mengirim regu tambahan?”


“Tahan dulu. Aku tak ingin menambah rugi lebih banyak lagi.” Jawabku.


“Dimengerti.”


“Untuk sekarang tetap jaga markas. Aku ada sesuatu yang harus dilakukan di luar.” Kataku memberi perintah.


“Siap! Laksanakan!”


Dengan aba-aba, dia pergi dari ruangan tempat aku dan KS berada. Aku melihat-lihat inventaris milikku, dan mencoba merapikannya sedikit.


“Aku boleh ikut?” tanya KS semangat.


“Tidak.”


“Pelit sekali.”


“Jawabannya tetap tidak.”


“Aduh, jahat.”


“Pokoknya kau jangan ikut. Kau akan memberikanku lebih banyak masalah.”


“Tetap aja, seorang petinggi Klan nggak boleh pergi sendirian begitu saja. Aku ikut atau aku lapor Ketua.”


“..terserah apapun maumu.”


“Hore.”


Aku pun mulai menyimpan barang-barang yang tak kubutuhkan, dan menggantinya dengan perlengkapan yang kuinginkan. KS hanya berdiam menunggu, karena dia mengklaim ‘selalu siap’.


“Lama banget. Kau itu dulunya cewek di kehidupan sebelumnya?” KS mengejekku seperti biasa.


“Ssh. Lagi pula, memangnya kau benar-benar percaya konsep reinkarnasi ada?”


“Umm, secara ilmiah, tidak. Mungkin jika ada diriku yang datang menemuiku dan mengakui bahwa dirinya adalah pelayan dari Raja Iblis yang memiliki akhiran nama Lycanstell maka aku akan tahu itu nyata.”


“Sungguh tak masuk akal. Aku menyesal mendengarkanmu.”


“Gak asik. Makanya, yuk ikut bikin cerita di internet.”


“Aku tidak mau. Lagi pula, bukankah kau sekarang sudah menjual novel?”


“Privasi, bego.”


KS menendang perutku dengan keras. Aku berteriak kesakitan dan mengecek apakah ada yang retak.


“Ah, tidak ada. Untuk apa tendangan keras itu?!”


“Di game mana boleh bahas dunia nyata.”


Aku tidak tahu harus merespon apa, karena apa yang dia ucapkan tidak sepenuhnya salah. Sebenarnya, aku tidak melihat fakta yang salah dalam ucapan KS. Atau, mendengar, kurasa.


“Yah, toh sebenarnya aku tidak terlalu peduli. Dan mungkin kau akan mengucapkan suatu kata dalam bahasa Inggris yang dimulai dengan ‘B’ dalam hatimu.”


“Sok tahu. Jadi, siapa yang kau pilih untuk mengganti jaga di sini?” tanyaku.


“Hulk.”


“Maksudmu?”


“Banner.”


“Apa yang—kau serius?”


“Cius banget.”


Ada banyak pemain terampil yang masih aktif di Celestial, dan KS memilih Banner.


Banner adalah pemain yang tergila-gila dengan pertahanan. Saking gilanya dia sampai menghabiskan lebih dari seratus juta kredit.


Tentu saja, hasilnya adalah, aku tidak pernah melihatnya mati dalam pertempuran. Aku bahkan tidak tahu apakah dia terluka atau tidak.


Banner merupakan pemain yang sangat kuat. Tapi karena obsesinya terhadap pertahanan itu.. membuatku muak. Dan aku tidak bisa melakukan apa-apa soal itu.


“Sekali lagi, kau beneran yakin ingin menyuruhnya?!”


“Iya. Bandel kali kau ini.”


“Hah, terserah. Aku tidak mau tanggung jawab.” Kataku menyerah.


“Oke lah.”

__ADS_1


“Kau sudah siap sepenuhnya, KS?”


“Harusnya aku yang nanya, tapi, ayok lah.”


Aku dan KS pergi menuju garasi. Aku memilih snowmobile untuk perjalanan, dan KS, bukannya menggunakan motornya, dia malah menaiki mobil yang sama denganku, dan entah bagaimana membongkar motor anehnya dan memasukkannya ke dalam inventaris. Aku ingin memberikan sedikit protes tentang itu, tapi mengetahui sifat KS, aku hanya memilih diam.


Setelah mengalami beberapa kendala yang tidak begitu penting, sekarang kami sampai di Sektor XX, tempat markas utama klan Celestial saat ini berada.


“Kau tidak perlu menambahkan sensor pada angka Sektor. Lagipula, apa masalahnya menyebutkan bahwa kita berada di sektor 46?” kata KS tiba-tiba.


“Agh! Kau membuatku kaget. Lagipula, apa maksudmu tentang aku yang menambahkan sensor pada angka Sektor?” tanyaku gusar.


“Hanya salah satu ‘omong kosong’ yang tak sengaja aku keluarkan. Aku sedang melamun.”


Orang ini benar-benar tidak pernah mau mengikuti suasana sekitar. Walaupun aku mengeluhkannya pun, dia tidak akan peduli sama sekali.


“Duh, aku sudah tidak tahan. Ke markas duluan ya! Tidak usah nyusul!”


Mendadak, KS berlari menjauhiku. Apakah dia berniat kencing? Tidak, jelas bukan. Jika dia ingin buang air maka seharusnya dia logout bukannya berlari-lari.


Yah, aku tidak pernah tahu apa motifnya, lagipula toh tidak ada yang peduli soal itu, bahkan Klan Master sekalipun. Dia membiarkan KS berkeliaran bebas ke sana kemari. Jika aku menanyakan ke mana saja dia pergi, dia hanya akan menjawab kalau dia menyerbu klan-klan kecil. Dan sialnya, memang banyak pemain yang mengeluh tentang klan mereka yang bubar, atau hancur.


Selain itu, aku juga sempat melihat beberapa orang yang berpakaian mencurigakan yang membicarakan pria berambut putih itu. Dari perilaku mereka, mereka seolah-olah memuja KS. Aku mendengar beberapa percakapan mereka. Mereka mengklaim bahwa mereka telah ‘diselamatkan’ oleh KS.


Mungkin, itu biasa disebut dengan ‘babu pemain kelas atas’ yang sering kudengar. Berbeda dengan anggota klan, yang sudah sewajarnya setia kepada klan,  ‘babu’ ini biasanya, um, aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Seperti mereka terobsesi untuk mendapatkan tips, uang, barang, dan masih banyak lagi.


Itu sangat menjijikkan dan mengganggu ketenangan umum.


Akhirnya aku sampai di pintu depan markas utama klan Celestial. Terdapat dua penjaga di gerbang, dan mereka mempersilahkan aku untuk masuk setelah mengidentifikasi identitasku. Aku melihat dua penjaga lagi di depan pintu, dan mereka memberi hormat kepadaku.


“Tuan Vice Master! Sudah lama tidak melihat Anda di sini.” Seorang pemain perempuan menyambutku begitu aku sampai di aula. “Selamat sore, Tuan.”


“Reona. Aku ingin beristirahat sebentar, jangan berbicara denganku.”


“Aku mengerti.. omong-omong, sayang Tuan KS tidak ikut bersama Anda..”


Senyumnya berubah menjadi agak aneh saat membicarakan KS.


“Astaga. Hentikan perilaku menjijikkan itu.” Aku segera meninggalkannya karena tidak tahan dengan perilakunya.


Aku segera masuk ke koridor mencari kafetaria. Aku memesan kopi hitam tanpa gula dan duduk di sebuah kursi.


Aku merasa rileks sejenak setelah beberapa hari. Aku meminum kopiku dengan tenang.


* * *


Aku pergi menjauh dari kota setelah mengucapkan salam kepada Vice Master, dan sampai di sebuah hutan.


“Aku tidak pernah bisa untuk tidak menyukai suasana enak di hutan ini...”


Lalu aku berjalan santai di hutan, mencari sesuatu. Kemudian aku menemukan sebuah pondok. Aku perlahan membuka pintu dan memasuki pondok kecil tersebut, dan menemukan seorang gadis berambut perak kebiru-biruan duduk di sebuah sofa.


“Seenaknya masuk rumahku begitu saja tanpa pemberitahuan, itu melanggar aturan.” Kataku dengan nada yang dibuat-buat.


“Bukan berarti aku peduli, tapi lain kali beritahu aku dan aku akan memberikan sesuatu untukmu.”


“Begitu. Mungkin lain kali aku akan melakukannya. Aku ingin mendapatkan barang darimu, KS.”


Aku membuang nafas, dan berjalan menuju meja. Aku mengambil kursi dan duduk.


“Jadi, bagaimana dengan klan Letter Crimson?” tanyaku tenang.


Kemudian aku melepas topengku dan mengambil sebotol minuman lemon dari kulkas dan meminumnya.


“Mereka menyebalkan, jadi aku menyusun strategi dan menghancurkan klan mereka.”


“Itu... diluar dugaanku. Aku kira kau akan suka.” Aku menghabiskan minuman lemonku dan menyimpannya di satu peti yang dipenuhi botol kosong.


“Aku minta maaf, KS. Karena tidak bisa berusaha untuk menyukai mereka.” Gadis itu menundukkan kepalanya.


“Hei, harusnya aku yang mengatakan itu. Aku tidak bisa mencari klan yang cocok untukmu.. bahkan Celestial, aku benar-benar tidak kompeten.”


“I-Itu tidak benar. Kamu pria yang keren.”


“Bukan itu maksudku, tapi, um, terserah. Tangkap ini.”


Aku melempar botol minuman ke tangan gadis tersebut. Dia menangkapnya dan langsung meminumnya.


“Oh, aku benci pekerjaanku.. bahkan di Cluster Online, aku harus mengasuh anak ini.” Keluhku pelan supaya tidak ada yang mendengarnya.


Yah, pekerjaanku di dunia nyata bukan pengasuh anak. Dia hanya di sini karena dia merupakan anak dari kenalanku. Karena kami sudah sangat dekat, aku tidak bisa bilang tidak.


“Makhluk macam apa aku ini.”


Aku mengacak-acak rambutku karena aku tidak tahu mau melakukan apa lagi. Aku membalikkan badanku dan melihat ke arah jendela. Rasanya begitu damai.


Aku duduk santai, membayangkan alunan musik di kepalaku. Aku merasa lebih tenang. Pada titik ini, aku mungkin akan tertidur perlahan-lahan.


Tapi tentu saja, apa yang aku harapkan. Aku mendapat telepon. Aku ingin menolaknya. Tapi, pertama-tama. Aku jarang memberitahu orang tentang keberadaan pondok ini. Apalagi telepon yang kupakai. Hanya tiga orang yang mengetahuinya. Dua orang sudah tidak memainkan Cluster Online. Berarti..


Aku hanya akan bertindak seolah-olah aku tidak mendengar apa-apa, dan bahwa telepon itu tidak pernah berbunyi. Tentu saja upaya menyedihkanku gagal sekejap mata.


“KS.. teleponmu berbunyi. Apakah akan kamu angkat?”


“Iya, iya, aku angkat.” Pekerjaanku ini mengerikan. Bukan secara harfiah, tentunya.


“KS? Maaf meneleponmu di saat seperti ini. Aku hanya akan menyampaikan laporan dari Klan Master.” Yap, itu adalah si Pak Vice Master.


Aku mengejeknya dengan mengulangi perkataannya. Tentu saja plus nada menyebalkan dan vokal yang diganti.


“Aku serius.” Kata Raka.


“Berisik bener. Apa katanya?” tanyaku tenang.


“Dia meminta untuk pertemuan empat mata denganmu.”

__ADS_1


“Tolak.” Kataku.


“Hah?”


Raka terdengar sangat kebingungan dengan respon mendadakku.


“Aku gak mau rapat.”


Apakah dia tidak bisa mendengarnya?


“Kau berani menentang Celestial—“


Oh, tolong diam.


“Aku sibuk. Lagi berburu, dan aku juga sedang melatih akurasiku lagi.”


Apakah sekarang dia akan diam?


“Tapi—“


Aku menutup telepon itu. Aku menghela nafas berat. Yah, aku akan mendapat masalah sekarang.


“Hah...”


Jika boleh jujur, aku tidak menyukai orang itu. Meski aku sering mengganggunya sampai dia ingin membunuhku. Jelas, dia mencoba membunuhku beberapa kali, dan jelas itu karena salahku.


Tapi bukan itu alasan kenapa aku tidak menyukainya. Lebih karena, kesan pertama. Pertama kali bertemu aku langsung tidak menyukai orang itu.


Aku kemudian berdiri, dan memakai topengku lagi. Aku membawa senjataku.


“Hei, aku akan membunuh beberapa monster, jangan ke mana-mana.”


“Aku paham. Aku akan diam di sini.” Gadis itu mengangguk.


Pintu kubuka, dan aku berlari menjauh dari pondok kayu tersebut. Sekitar dua menit kemudian aku sudah tidak melihatnya lagi, dan aku memutuskan untuk berhenti. Aku menyiapkan Mosin-Nagant yang kubawa saat ini.


Ah, aku melihat seekor rusa. Seketika aku menarik pelatuk.


Tembakan tadi sangat keras, dan rusa itu tumbang. Yah, tentu saja, mati. Aku mengeluarkan pisauku dari inventaris untuk menguliti nya. Perlahan tapi pasti, aku melakukannya dengan rapi dan benar.


“Apakah Anda yang bernama tuan KS?” aku bahkan belum menguliti setengah dari hewan ini, sudah ada seseorang yang berniat membunuhku.


“Wow, wow, wow. Bisa aku minta kepada kalian untuk menurunkan senjata?”


Aku menyimpan kembali pisauku, dan berdiri perlahan. Aku berbalik, untuk melihat siapa saja yang mendatangiku.


“Ah, kalian tidak ada habisnya, Suryabima. Mari kita langsung ke intinya saja.”


Aku melihat ada tujuh orang yang mengelilingiku, dan semuanya mengarahkan senjatanya ke kepalaku. Mereka nampak siap. Aku mengganti senjataku dengan pedang.


“Membunuh atau dibunuh.”


* * *


“Tapi—“


Belum selesai berbicara, KS sudah menutup teleponku. Aku seharusnya sudah menduga ini. Meski seingatku ini tidak pernah terjadi.


“Hah, dia memang selalu tidak peduli terhadap apapun. Aku masih penasaran mengapa dia tidak dikeluarkan.”


Sebenarnya itu jelas. Karena KS termasuk jajaran player paling elit di CO server Indonesia. Tidak akan ada yang mau membuang sosok seperti dia begitu saja.


Kalau ada pun, aku tidak tahu harus bagaimana.


Kemudian, seorang pemain laki-laki datang ke ruangan. Dia nampak panik.


“Pak Vice Master!”


“Ada apa? Kenapa kau begitu ribut?” tanyaku.


“Kabar buruk.. fasilitas kita di Sektor 66 telah dihancurkan!!”


“Ap--?!”


Dan lagi, aku mengulangi kesalahan yang sama.


Aku terus saja membuat klanku rugi.


Tunggu. Apakah ini salahku?


Tidak...


Bukan.. aku sama sekali tidak bersalah..


Benar...


Ini semua, ulah musuh yang menyerang kita. Aku belum diberitahu siapa yang menyerang fasilitas, tapi aku mendadak dapat menebak siapa yang melakukannya.


Dan sekarang, aku tidak akan jatuh ke lubang yang sama lagi.


Aku akan mendapatkan kembali harga diriku. Aku akan mendapatkan kembali apa yang telah mereka rebut dariku.


Semua demi klan Celestial. Aku tidak bisa mengecewakan mereka lagi.


Aku ingin klan kami mencapai masa jayanya lagi. Dan kali ini, klan kami akan terus begitu sampai akhir.


“Karena itu, mulai sekarang, aku akan turun tangan secara langsung, untuk menghadapi lawan kita.”


“Aku akan mengerahkan segalanya!”


“Untuk menghancurkan semua yang menghalangi jalan klan Celestial!”


“Bahkan jika aku harus mengorbankan Beast Level 5 untuk itu!”


“Saksikanlah, kalian, pemain-pemain rendahan yang berani menentangku.. kami akan menunjukkan kekuatan Celestial yang SEBENARNYA!!!”

__ADS_1


__ADS_2