
...Ketika kita kecil kebanyakan kita takut hantu, tapi ketika kita besar kita menyadari manusia kadang lebih menakutkan....
...****************...
Salah satu kasus terkenal yang kami pelajari di awal kuliah karena di dokumentasikan dengan baik adalah kasus Diane Downs, yang mencoba membunuh tiga orang anaknya sendiri yang berusia 3,7 dan 8 tahun karena ingin menikah dengan seorang pria yang tidak menginginkan anak.
Dia berpura-pura anaknya di tembak oleh seorang laki-laki yang menyetop mobil mereka di tengah hutan, padahal dia yang menembak sendiri tiga anaknya dan kemudian dia berpura-pura menembak dirinya sendiri.
Saat itu bahkan dia kemana-mana melakukan wawancara di stasiun TV, dan bagian menyeramkan yang aku tak bisa lupa tentang wawancara itu, adalah saat dia tersenyum di bagian akhir wawancara itu. Semua temanku langsung bilang dia psychopath mengerikan saat melihat dia tersenyum, sementara pembawa acara masih shock dengan cerita detailnya bagaimana darah keluar dari mulut putrinya dia tiba-tiba tersenyum creepy ke arah pembawa acara yang masih melotot dengan ceritanya.
__ADS_1
Contoh kepribadian narsistic² dan deviant sociopath¹. Dan ceritanya tambah gila lagi ketika dia dinyatakan hamil dan melahirkan di dalam masa tahanan pemeriksaan, dia berharap mendapatkan keringanan hukuman jika dia hamil. Betapa sangat mengerikan wanita itu kau bisa membayangkannya.
...----------------...
¹Sosiopat adalah jenis gangguan kepribadian yang ditandai dengan perilaku dan pola pikir antisosial. Karakter seorang sosiopat umumnya adalah perilaku yang eksploitatif, melanggar hukum, tidak peduli dengan orang lain, dan kasar.
²Narsistik adalah kondisi gangguan kepribadian di mana seseorang akan menganggap dirinya sangat penting dan harus dikagumi. Pengidap gangguan ini hampir selalu merasa dirinya lebih baik dibandingkan dengan orang lain.
...----------------...
__ADS_1
Dan sekarang aku berhadapan dengan salah satunya. Alih-alih dia merasa terguncang dan bersedih dia menceritakan detailnya begitu baik, seperti sudah ada map scene per scene di kepalanya soal kejadian itu. Dia merangcang alibinya soal dia menemukan Ayah Ibunya meninggal begitu baik.
"Aku hanya mendengar seseorang berteriak di ruangan lain, kupikir itu suara televisi. Ibu kadang masih menonton televisi jam begitu dan dia suka film horror... Aku ingat itu jam 11.45, lalu aku turun jam 12.15 karena air minum di kamarku habis. Lalu aku melihat pintu kamar Ibu terbuka di bawah, dan aku memeriksa ke dalam. Saat itu aku melihat ..." Dia mencoba menangis, tapi air mata tak keluar, wajahnya biasa saja. "Lalu aku menelepon 911, saat itu jam 12.17. Kupikir aku bisa menyelamatkan Ibu." Aku diam melihatnya, kubandingan catatan wawancara sebelumnya persis sama.
Tapi kali ini dia bahkan menambahkan menitnya. Aku sudah curiga dari awal saat bahkan dia menyebutkan menit di awal wawancara ini seakan dia sudah menyusun timeline persis di otaknya. Jika benar kau terguncang dan begitu sedih atas kematian orang tuamu, mana mungkin kau sampai merepotkan dirimu menyusun timeline kejadian sampai ke menitnya.
Pewawancara pertama tertipu oleh air matanya. Mungkin saat itu dia berakting meyakinkan, mungkin terpengaruh oleh emosi sesaat juga sehingga pembawaannya lebih alami. Tapi sepandai-pandainya dia membawakan aktingnya akhirnya dia terpeleset dengan hal sederhana juga.
Aku percaya dia terlibat merencanakan pembunuhan Ibunya sendiri. Anak tunggal, anak teladan yang lulus terpuji dari universitas ternama dan sepertinya tidak mungkin melakukannya ini, merencanakan pembunuhan keji terhadap Ayah dan Ibunya sendiri, dia terlibat mengirimkan perampok ke rumahnya. Tak akan ada yang memikirkan itu, dia menipu semua orang dengan air matanya.
__ADS_1
Sekarang aku memberikannya tissue yang dia butuhkan untuk affirmasi aku mempercayai ceritanya.