COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 79. Trouble Sources 1


__ADS_3

Aku diam melihatnya. Baru saja aku baru mau mengatakan aku sedang sangat senang hari ini tapi dia menganggap aku "pembuat masalah".


"Jika aku pembuat masalah bagimu. Kau tak usah mendukungku, tak usah ikut campur." Aku sangat kesal sekarang. "Tidak ada yang memintamu untuk ikut turut campur dengan masalahku."


"Apa yang kau katakan? Kapan aku bermaksud begitu." Giliran dia yang terkejut karena aku mengatakan itu, sambil berbalik meninggalkannya. Aku tak mau bicara dengannya sekarang. Dia merusak hariku. "Emma, jangan begini." Dia menangkap tanganku tapi aku melepaskan pegangannya dengan segera.


"Lepas Colin, sudah kukatakan jika aku pembuat masalah bagimu tak usah terlibat lagi dengan masalahku." Aku meninggalkannya segera. Dia tak tahu berartinya ini untukku. Yang dia pikirkan cuma aku membuat masalah, jika begitu tak usah khawatir padaku. Tanpa dia juga aku bisa mengurus semuanya.


Aku menemui Camilla, bicara dengannya tentang tugas kali ini. Ternyata tak lama Thomas datang, nampaknya operasi kali ini penting baginya.


"Sir Thomas, rupanya Anda juga datang..." Aku menyapanya.


"Emma bagaimana kabarmu."

__ADS_1


"Aku baik, sangat baik. Saya tak tahu Anda datang saya pikir Camilla yang akan memimpin pertemuan." Aku tersenyum padanya.


Sir Thomas bagaimanapun adalah orang yang merekrutku dia memenuhi janjinya menarik Herron ke dasar. Dari yang merasa aku tak punya harapan tadinya aku jadi bisa melihat kehancuran Herron. Walaupun Dench masih bisa lolos dengan licik sampai sekarang tapi itu bukan kesalahannya, itu diluar kewenangannya bisa dibilang. Dia sudah memberiku janjinya.


"Aku harus mengurus beberapa hal. Misi kali ini juga hal penting. Nanti akan kujelaskan. Bagaimana perkembangan Dench? DEA nampaknya masih belum menangkapnya." Sir Thomas dengan simpatik bertanya.


"Iya, mereka nampaknya masih memetakan jaringan yang dibuatnya. Tak apa aku masih akan menunggu kesempatan Sir."


"Saya mengerti Sir."


"Sebentar lagi kita mulai oke. Aku mau bicara dengan Camilla sebentar."


Aku melihat Colin, dia sekarang bicara dengan akrab dengan Julie. Aku sempat berkenalan dengannya tadi. Ohh mantannya yang sempurna itu, cantik, kaya, terkenal, sangat cocok dengannya. Wanita seperti itu memang idaman, tak bisa dibandingkan dengan pembawa masalah sepertiku.

__ADS_1


Aku melihat mereka dengan berbagai pikiran dalam kepalaku. Colin melihatku tapi aku membuang pandanganku, terserah apa yang dia akan lakukan, melihatnya membuatku kesal. Tak lama pertemuan dimulai setelah kedatangan beberapa orang lainnya. Aku mengambil duduk di sebelah Camilla, memisahkan diri darinya.


Pertemuan ini membahas sebuah kasus yang menjadi fokus kami beberapa bulan ke depan. Aku mencoba berkonsentrasi, tapi pikiram menyebalkan tentang Colin dan Julie membuatku kesal.


Aku langsung mengatakan aku harus pergi setelah pertemuan selesai kepada Camilla dan Thomas.


"Emma." Dia memanggilku dan aku terpaksa berbalik.


"Aku mau pulang dan istirahat semalam aku tidur malam. Kau tak usah mengurus apapun mulai sekarang soal Dench. Aku yang akan menyelesaikannya sendiri."


"Kau tak akan mengurusnya sendiri, kita sudah sepakat!" Nadanya mulai naik. Dia pikir cuma dia yang bisa marah, aku lelah dia mengatakan jangan melakukan ini dan itu, sabar, sampai kapan aku harus bersabar.


"Kau mengangapku sumber masalah! Mulai sekarang jangan mengurusku lagi! Aku memang bukan wanita sempurna seperti Juliemu itu." Aku kesal, kusentakkan tanganku.

__ADS_1


__ADS_2