
Hi part relaesed hari ini punya Theme song : Hold My Hand by Lady Gaga. Buat yang belum punya tambahkan di playlist yak
ππππππ
Camilla memberi kepastian mereka bisa menawarkan perlindungan saksi padaku. Aku tak akan terlalu bergantung lagi pada Thomas. Cukuplah aku bisa menarik jatuh Herron yang sebelumnya tak bisa kΓΉgapai karena mereka. Aku tak bisa mengandalkan orang lain terus menerus.
Akan ku pakai uang Dench untuk memuluskan semuanya. Aku harus bicara pada Robert. Aku sudah mengundangnya ke unitku besok. Mungkin Antonio punya seseorang yang dia kenal yang bisa menembus penjara Federal.
Sementara aku harus bekerja dengan Colin hari ini. Perangkat pengintaian, kamera yang di samarkan, di sebuah bronch, jam. Aku tinggal mengambil foto setiap orang yang ada di sana.
"Siap?" Jam 7, aku sudah duduk di sebelah Colin sebuah Maserati Ghibli siap melaju. Aku dengan baju pesta hitam dengan lengan agak melambai dan bisa sebagai kamulfase jam yang kupakai untuk mengambil gambar dengan aksesories lain yang sesuai.
__ADS_1
"Siap." Aku menjawabnya dengan tenang.
"Kau terlihat cantik malam ini." Aku menoleh padanya. Baru kali ini dia memujiku tanpa kuminta atau kupancing? Kenapa dia? Ingin mencairkan suasana karena aku bicara dengan nada tinggi kemarin?
"Terima kasih. Kenapa kau memujiku? Aku tak sedang marah. Ini pekerjaan aku akan melakukannya dengan baik. Semuanya akan berjalan dengan lancar sesuai rencana."
Dia melihat ke arahku sekarang.
"Itu pujian tulus, bukan untuk mengusahakan sesuatu. Kau tak marah, tapi sekarang kau menjauhiku. Benar bukan? Bersikap kau bisa mengatasi semuanya sendiri."
"Baik, kau tak marah. Kita baik-baik saja, jika begitu sekarang katakan padaku. Bagaimana kau akan membujuk Robert berkhianat pada bosnya."
"Aku akan mengusahakannya sendiri. Aku bisa mengurusnya, kau tak usah khawatir. Kau punya pekerjaan lebih banyak dariku. Aku tak ingin menyusahkanmu."
__ADS_1
"Apa yang akan tawarkan? Aku hanya ingin mendengar itu." Dia menghadapkan aku ke arahnya.
"Kita akan terlambat jika bicara terus di sini." Entah kenapa dia sangat perduli, sebenarnya kenapa dia begitu peduli.
"Apa kau menawarkan hubungan pribadi dengannya." Laki-laki ini, kenapa itu yang pertama terpikir olehnya. Aku meringis dan tak berniat menjawabnya untuk memancingnya.
"Jika iya pun, tak apa bukan." Aku melirik ke arahnya penasaran bagaimana dia menanggapi perkataanku.
"Kau serius dengan kata-katamu?" Dia nampaknya sangat tak setuju dan penasaran jika aku menggunakan cara itu.
"Kau keberatan? Kenapa?" Aku jadi tertarik kenapa dia melarangku. Bukankah kami hanya punya hubungan platonis yang aneh. Tanpa ada embel-embel cinta dan status.
Dia diam tak bisa menjawabku saat aku memojokkannya. Kenapa? Dia punya perasaaan padaku? Bukankah wanita sempurnanya adalah Julie? Dia juga tahu kami adalah rekan kerja, dia tak mau terlibat hubungan romantic dengan rekan kerja? Terlalu rumit? Ini memang terlalu rumit.
__ADS_1
Ya benar, terlalu rumit karena aku juga tak mau menangisi hal yang tak mungkin lagi.
"Sudahlah kita akan terlambat. Jangan khawatir, aku akan mengurusnya sendiri..Aku tahu apa yang kulakukan. Sudah kubilang kau terlalu baik padaku... Ayo kita jalan. Kita harus mengambil semua foto tamu... Lebih baik kita pergi sekarang."