
"Tak apa. Terima kasih."
"Apa yang kubilang tentang minum terlalu banyak." Aku mengingatkannya lagi.
"Hanya kali ini, tak apa, lagipula ada kau yang menemaniku. Entah kenapa aku rasa aku bisa percaya padamu." Dia masih meracau saat berbaring.
"Ganti bajumu. Di mana piyama tidurmu?" Aku membuka lemari yang kupikir lemari baju dan menemukan piyamanya. Dia sudah memejamkan mata.
"Tak usah."
"Ganti bajumu." Kubangunkan dia dengan tanganku sendiri, kududukkan di bed. Bagaimana dia bisa tidur dengan rok ketat panjang itu. Dia malah tidur menyender padaku.
"Emma ..." Kutepuk pipinya. "Emma bangun, gantu bajumu." Dia bangun tapi matanya setengah terpejam.
"Kenapa kau menyebalkan sekali. Aku hanya ingin tidur." Dia mengambil piyamanya dan membukanya blousenya di depanku tanpa ragu. Aku membalikkan badan. Apa dia tidak menganggapku ada di sini. Gadis ini, dia pikir aku ga*y?
__ADS_1
"Sudah selesai. Aku ingin tidur." Dia membiarkan bajunya berada di bawah lantai. Dan kembali menggelungka dirinya, memejamkan matanya. Aku membiarkannya, kuambil bajunya dan kuletakkan di keranjang cucian di kamar mandinya.
Aku melangkah ke luar, mengambil air mineral untuk diriku sendiri di kulkas. Dan duduk disana. Sebelum seseorang mengetuk pintu dan membuatku menoleh.
Siapa? Jangan-jangan pria itu. Robert, tetangga Emma yang terobsesi padanya. Aku mengintip di lubang intip dan ternyata itu benar dia, apa yang dia inginkan.
"Ya, ada apa?" Aku membuka pintu.
"Emma baik-baik saja." Dia langsung bertanya.
"Tentu saja dia baik. Dia hanya terlalu banyak minum. Siapa kau?" Kenapa dia kesini. Orang ini terobsesi pada Emma.
"Aku kekasihnya, kenapa kau perlu mengecek keadaan kekasihku?! Kau Robert bukan, tetangga sebelah rumah Emma." Orang ini jangan-jangan jika tak ada yang menjawab pintunya dia akan mencoba membongkar pintu. Jika aku meninggalkan Emma tanpa kunci pengaman dari dalam mungkin dia akan melakukan itu.
"Aku hanya pikir dia butuh bantuan karena dia mabuk, ... aku pergi sekarang. Sorry Man,..." Dia mundur dengan canggung karena aku sudah memasang sikap menantangnya terang-terangan.
__ADS_1
"Awas jika kulihat lagi kau." Aku sekarang mengancamnya langsung. Kurasa dia tidak akan datang lagi, bagaimana jika dia melihatku keluar dan memutuskan untuk kembali.
Apa aku harus menginap di sini? Aku memeriksa kamar satu lagi yang kulihat di sini, aku bisa tidur disini.
Terpaksa aku mengambil baju cadangan, dan mandi di sini. Tidur di kamar tamu. Pertemuanku dengan klien besok jam makan siang, jadi aku bisa kembali setelah dia bangun.
Aku mengecek kondisinya sekali lagi, menyakinkan dia tidak muntah lagi dalam tidurnya. Harusnya tidak... Hanya rambut panjangnya sekarang agak kusut dengan wajah agak berantakan karena dia menangis.
Gadis cantik dengan jalan hidup yang keras. Sama sepertiku, dia tidak mengambil jalan mudah. Aku merapikan rambutnya, mengamatinya wajah cantiknya yang kini terlelap dengan tenang.
"Aku akan membantumu gadis keras kepala, jangan khawatir. Kau akan baik-baik saja." Dia tidak mendengarnya tentu saja, napasnya sudah tenang dan terlelap.
Tidurlah, kau bisa melupakan semuanya sebentar.
Sekarang mengambil selimutnya dan menyelimutinya, mematikan lampu kamar dan turun ke bawah mengambil baju cadanganku.
__ADS_1
Aku akan tidur di sini untuk malam ini.
\=\=\=\=\=\=\=