COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 61. Hold My Hand 3


__ADS_3

"Iya kurasa sudah." Colin mengkonfirmasi. Kurasa malam ini pekerjaan sudah selesai. "Mau dansa?"


"Apa?"


"Tamu sudah mulai dansa, kita tak bisa langsung meninggalkan tempat walaupun kita sudah selesai."


"Iya baiklah." Satu lagi siksaan yang harus ditanggung, berdansa dan berdekatan dengannya.


"Kau tak keberatan bukan." Dia menanyakan itu saat kami sudah berhadapan. Jantungku tidak bisa diajak bekerja sama saat begini, aku merasa bodoh di saat yang bersamaan.


"Tidak." Wangi parfumnya yang menerpaku membuat kupu-kupu terasa menari di perutku. Aku menatap matanya. "Kenapa kau baik sekali padaku, apa kau punya hutang padaku di kehidupan sebelumnya Senior?" Aku tak tahan untuk tak bertanya. Dia tersenyum menatapku.


"Entahlah, mungkin. Kau tidak suka aku bersikap baik padamu..."


"Entahlah, jarang orang bersikap baik tanpa mengharapkan balasan. Kau keanehan yang ada di sekelilingku. Kau bukan teman, kau hanya kenal aku baru-baru ini, kau hanya senior yang pernah kukerjai sebelumnya."


"Tak usah kau pikirkan. Bukankah itu bagus."


"Itu tak bagus." Aku tersenyum kecil. "Aku lemah hati terhadap orang yang terlalu baik..." Sebuah lagu mulai di mainkan di latar belakang.


Hold my hand, everything will be okay


Genggam tanganku, semuanya akan baik-baik saja


I heard from the heavens that clouds have been grey


Kudengar dari surga bahwa awan mulai gelap


Pull me close, wrap me in your aching arms


Mendekatlah, peluk aku dengan kerinduanmu


I see that you're hurtin', why'd you take so long

__ADS_1


Kulihat kau menderita, kenapa kau menahannya begitu lama?


To tell me you need me? I see that you're bleedin'


Untuk mengatakan kau membutuhkanku? Kulihat kau berdarah


You don't need to show me again


Kau tak perlu lagi menunjukannya padaku


But if you decide to, I'll ride in this life with you


Tapi jika kau mau, akan kulalui hidup ini denganmu


I won't let go 'til the end


Tak akan kulepas hingga akhir


So cry tonight


But don't you let go of my hand


Tapi jangan lepas genggamanku


You can cry every last tear


Kau bisa menangis sepuasnya


I won't leave 'til I understand


Aku tak akan pergi sampai memahaminya


Promise me, just hold my hand

__ADS_1


Berjanjilah padaku, tetap pegang tanganku


"Hold my hand, everything will be okay..." Kata-kata yang dikatakannya membuatku memandang matanya.


So cry tonight ....Chorus lagu itu membuat pikiranku sampai ke sebuah kejadian. Kejadian saat aku menemukannya masih tinggal di apartmentku.


Aku mendapat ide kenapa dia menjadi begitu baik padaku dari lagu ini. Mungkin malam saat aku mabuk aku mengatakan hal-hal yang terlalu melankolis di depannya. Aku menangis terlalu banyak malam itu. Tapi aku tak ingat apa yang ku katakan padanya.


"Apa yang terjadi saat aku mabuk, apa yang kukatakan. Apa aku menangis dan mengatakan hal-hal yang membuatmu kasihan padaku?" Kurasa itu yang terjadi, dan alasan dia melakukan ini. Aku membuat tangisanku mengalir bagai anak sungai. "Aku hanya mabuk, jangan kasihan padaku dan membuatku berhutang begitu banyak padamu."


"If somebody hurts you, it's okay to cry a river, just remember to build a bridge and get over it.” Jika seseorang menyakitimu tak apa menangis dan membuat anak sungai, tapi ingatlah untuk membangun jembatan dan melewati itu. Dan kata-katanya membuat semuanya jelas.


Jadi benar... dia hanya kasihan. Kenapa aku masih merasa patah hati mendengarnya.


"Aku sudah selesai membuat anak sungai, bahkan sudah lama membuat jembatan untuk diseberangi. Itu hanya karena wine terlalu banyak kurasa. Tapi terima kasih untuk semua yang kau lakukan, aku menghargainya, tapi tenang saja, aku sudah sampai sini aku tak akan patah dengan mudah."


Sekarang aku mencoba tersenyum. Anggap saja dansa ini pelipur lara patah hati. Aku akan menemukan seseorang yang lain yang sama baiknya.


"Apa lagi yang akan kau rencanakan setelahnya."


"Entahlah kurasa aku akan membayar orang untuk menghajar Dench dipenjara. Sependek apapun dia dipenjara aku tidak akan membiarkannya hidup tenang."


"Antonio yang tampan itu pasti punya teman yang bisa menghajar Dench."


"Antonio? Teman sekantormu itu? Yang membantumu meneras Dench?"


"Iya. Dia akan membantuku."


Dia diam. Kenapa setiap aku menyebutkan seorang pria dia kelihatan terganggu.


"Kalian nampaknya dekat?"


"Dia baik, tampan, punya karier yang bagus juga baik padaku. Mungkin aku menyukainya." Tak apa bukan berkata aku menyukainya terang-terangan. Dia hanya kasihan padaku.

__ADS_1


bersambung besok ....


__ADS_2