COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 38. Trap Party 3


__ADS_3

Catherine dan temannya saling berangkulan. Dan menambahkan ciuman bibir diantaranya.


"Kalian ternyata..." Kedua gadis itu tertawa sekarang. "Gadis nakal..." Dia menunjuk mereka tapi tetap tersenyum. Mungkin dia juga suka menyaksikan pertunjukan seperti itu.


"Ayo kita ke bawah lagi." Ini berarti tugas kami sudah selesai. Catherine sekarang mengajak kami pergi.


"Kalian mau pergi kebawah? Aku boleh bergabung? Emma aku kau bisa bergabung bersamaku bukan?"


"Ahh tidak, aku harus ikut mereka, ini acara mereka."


"Kalau begitu aku bisa menemanimu di lantai dansa." Bagaimana aku harus menolaknya sekarang. Dia sudah beranjak dari kursinya. Dan merangkul pinggangku dengan posesif, aku harus bermain peran sebentar lagi. Astaga dua pria itu kenapa mereka tidak berpura-pura jadi pacarku saja.


"Maaf dia sudah punya pasangannya di lantai dansa. Emma sayang, kemarilah..." Aku menoleh dengan asal suara. Colin? Dia ada di LA?


"Sayang, kau datang." Dia memakai kemeja gelapnya. Aku masuk ke pelukannya dan merangkul pinggangnya dan kali ini kudaratkan ciuman ke penyelamatku itu. Colin tersenyum padaku, tampaknya dia cukup kaget untuk keberanianku. Hei, ini hanya permainan spontan walau tidak di rencanakan.


"Iya, maaf terlambat." Dia tetap mengikuti permainan kami.


"Kami pergi dulu Tuan Gerald." Catherine melambai padanya, kami sudah lama di sini. "Masing-masing punya urusannya masing-masing setelah ini. Terima kasih atas tawaran minumanmu tapi aku sudah membayar semuanya."


Kami melenggang pergi dengan bebas sekarang.

__ADS_1


"Kau di sini senior?" Aku melihatnya sementara masih merangkul pinggangnya.


"Kalian mendapatkannya?" Tapi dia mengalihkan pembicaraan. "Catherine kau pimpinannya bukan?"


"Iya kami sudah mendapatkannya. Tenang saja semua dalam kontrol." Catharine yang merupakan pimpinan operasi mengatakan hasilnya.


"Kau tak biasanya terlibat dalam urusan obat-obat terlarang Colin? Kenapa kau bisa ada di sini?"


"Aku sedang ada pekerjaan di LA. Dia juniorku, ini operasi lapangan pertamanya. Aku mendengar kau protes ke Thomas kau sudah terlalu banyak junior." Catherine tertawa.


"Yang ini sudah tahu banyak. Dia bukan junior lagi, latar belakangnya mengesankan. Nanti aku yang mungkin minta tolong padamu Emma."


"Baiklah, kami kembali dulu. Para tech guy sudah mengurus masalah lainnya. Misi sudah sudah selesai, terima kasih atas kerjasama kalian."


Kami berpisah dengan Catherine dan gadis-gadis lainnya.



"Terima kasih sudah menyempatkan ke sini." Kali ini aku mendapatkan senyumnya. "Kau jarang terlibat dalam kasus seperti ini? Apa kau punya spesialisasi khusus?"


"Aku masuk dari latar belakang keuangan, aku biasanya tidak terlibat di kasus seperti ini tapi kejahatan financial, spesialis kerah putih." Ohh aku mengerti. "Bagaimana rasanya operasi lapangan pertama? Kuantar kau kembali oke." Dia menunjukkan mobilnya.

__ADS_1


"Mendebarkan tapi aku senang sudah berhasil."


"Ada hambatan, bagaimana kau bisa masuk ke lingkaran Herron." Sekarang dia minta cerita lengkapnya. Kuceritakan padanya apa yang terjadi, seperti yang kuceritakan pada Thomas.


"Aku harus pindah, terlalu berbahaya jika dia tahu aku FBI. Aku mengakui cuma personal psychologist."


"Thomas bilang jika mereka sudah mendapatkan bukti siapa kepala ular yang menjalankan bisnis ini, mereka perlu orang dalam yang membongkar jaringan kerjanya. Kau bisa membuka kartumu saat itu. Dia juga pasti membenci bossnya itu sekarang."


"Begitukah?"


"Kau bisa melanjutkan memanasinya." Colin memberiku saran.


"Akan kulakukan tentu saja."


"Ini bukan attire resmimu bukan." Dia berkomentar tentang pakaianku sambil meringis lebar.


"Kenapa, aku juga pernah jadi gadis muda tukang pesta, kau pikir aku kutu buku yang mengurung diriku di asrama kampus, kau sangat salah. Kau mau kencan denganku Senior?"


"Panggilan senior itu sangat membebani hidup." Dia tertawa sekarang. "Kita tidak berkencan Junior."


Aku mencebik. Entah kenapa aku senang mengajaknya kencan. Mungkin aku merasa dia senior yang baik hati jika digoda dan dari awal dia tidak mau diajak kencan. Aku menyukai penolakannya sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2