
Apa yang kupunya untuk menjatuhkan Charlie Herron sampai saat ini? Hanya beberapa informasi mengenai kekasih, selingkuhan, dan bisnisnya. Aku hanya tahu dia ditaruh di perusahaan pelayaran yang beroperasi di rute Asia dan Eropa.
Lama aku berpikir sebelum menjawabnya. Thomas jelas lebih baik dariku dia tidak memulai dari garis nol seperti aku. Aku ditempatkan di sini baru enam bulan, load pekerjaan tidak memungkinkanku mengikutinya.
Walaupun keinginanku untuk menghancurkan mereka menggebu-gebu, kenyataannya aku tidak punya informasi dan sumber daya yang cukup. Kemampuanku jauh dari cukup untuk menjatuhkan keluarga Herron.
Mungkin ini bisa menjadi awal yang baik.
"Aku memang ingin menghancurkan keluarga Herron." Aku memulai, ..."Aku memang punya akses data, tapi aku berjalan sendiri."
"Aku sudah menduganya." Dia tersenyum kecil. "Kenapa Charlie Herron meninggalkanmu? Kau tidak senaif itu bukan? Aku berharap banyak padamu. Katakan padaku motivasimu..."
"Mereka membunuh Ayah dan Ibuku." Sekarang jawabanku membuat senyumnya hilang.
"Itu hal yang serius. Aku minta maaf. Dia yang membunuh? Atau siapa? Kurasa anak manja seperti dia tak punya kemampuan membunuh."
"Bukan dia, orang tuanya. Ayahku pengacara yang membela hak sekelompok orang atas tahan mereka 15 tahun lalu, dia membuat Ayahku menjadi bandar narkoba dengan menaruh kokain di rumah kami, membawa polisi ke sana. Hans Dench, adalah sahabat Ayahku tapi dia juga yang membuat Ayahku tidak berdaya melakukan pembelaan dengan tidak menemukan bukti apapun. Dia divonis 10 tahun. Ayahku dibunuh di penjara dengan overdosis tiga bulan kemudian , Ibuku tidak bisa menerima kenyataan, meninggal karena overdosis pil penenang. Dan sekarang Hans Dench setelah 15 tahun bekerja dengan orang yang membunuh sahabatnya. Ayahku mempercayai hidupnya ke tangan sahabatnya. Tapi De*nch bangsat itu menjual Ayahku."
"Itu motivasi yang kuat. Apa pekerjaanmu sehingga kau bisa mengakses data? Aku perlu tahu apa yang bisa kuminta bantuan darimu."
Aku melanjutkan jawabanku ...
"Nama Samaranku Tara Reilly. Indentitas asliku, Emma Wright, aku specialist agent BAU FBI, ..." Kutaruh kartu indentitasku di meja. "!ya aku bisa memberikan data untukmu. Jika kau perlu, aku bisa terlibat dalam operasi, walaupun pengalaman lapanganku kurang, tapi aku bersedia terlibat dan ingin terlibat. Jika kau bisa membantuku membalas Herron, mungkin aku bersedia menjadi informanmu di US. Aku tak tahu siapa kau, tapi jika kau bukan US citizen, kau pasti intel khusus entah negara mana. Jika kau keberatan mengatakannya aku tak perduli, yang penting tujuan kita sama dan kau bisa membantuku."
Dia memainkan ketukan jarinya. Melihat kedua kartu IDku.
"Kau baru di tempatkan di sini? Sama sekali tak pernah ditempatkan di operasi lapangan?"
"Tidak, aku memang tak punya pengalaman operasi lapangan. Aku baru kembali ke LA enam bulan, tadinya aku lahir disini. Aku bukan polisi, aku di rekrut dari PhD Psychology Yale. Tapi aku menguasai Jiujitsu dan Krav Maga, aku tak punya masalah dengan menghajar beberapa orang jika perlu."
"Kau bisa menghajar orang?" Dia meragukanku karwna aku cantik.
"Kau bisa mencoba." Dan aku menantangnya tanpa ragu.
__ADS_1
"Baiklah. Aku percaya padamu. Mungkin kapan-kapan kita bisa sparing."
"Jadi bagaimana?"
"Kau tak seharusnya terlihat oleh Dench. Jika tidak dia akan langsung waspada, apa kau berpikir dia tidak akan mengenalimu." Dia memberiku saran, apa dia menerimaku dalam timnya.
"Jika aku muncul di depannya aku punya penyamaran sendiri. Kau tak usah khawatir, aku juga tak ingin membahayakan diriku sendiri. Bangsat itu punya banyak teman kriminal sekarang. Apa kau bisa menceritakan kenapa kau mengawasi Charlie Herron dan Hans Dench. Lebih penting lagi apa aku bisa bergabung denganmu. Kau bekerja untuk institusi resmi bukan, kau familiar dengan sistem."
"Iya aku bekerja untuk institusi resmi... Tapi sekarang mungkin aku belum bisa menyebutkannya untukmu. Tapi ya, kau boleh bergabung dalam pestanya." Aku tersenyum sekarang.
"Namamu benar-benar Thomas?" Dia mengambil sebuah kartu nama hanya dengan nama dan nomor telepon yang bisa dihubungi, memberikannya padaku.
"Nama operasi, pasporku disini memakai nama itu."
"Aku mengerti." Mungkin nama sebenarnya bukan itu tapi sebagai agen lapangan dia hanya melindungi keluarganya.
"Soal target kita. Kau tahu Captagon?"
"Benar, belakangan itu jadi narko*tika yang di sebarluaskan ke seluruh dunia. Dan diedarkan khusus oleh para gangster. Penyalahgunaannya sekarang bukan lagi terbatas di Timur Tengah. Tapi juga sudah menjadi penyalahgunaan rekreasional di Eropa. Dua minggu kemarin di Italia di sita 14 ton pengiriman senilai 1,12 millar dollar (16 trilyun rupiah)." Dia bicara soal Italia, apa dia bekerja untuk pemerintah Italia. Tapi aksennya tak sedikitpun Itali.
"Jadi hubungannya dengan Herron."
"Kapalnya milik mereka, walaupun mereka mengatakan tidak tahu menahu apapun tapi kami tak percaya. Kami sedang mencari bukti. Dokumen pengirimannya tidak jelas atas perusahaan fiktif. Kami menunggu tidak ada yang berani datang mengambil. Jebakan kami tidak kena."
"1,12 milliar dollar."
"Dikirim oleh pemerintah kartel Syiria langsung, selama ini peredarannya umum di wilayah Timur Tengah, tapi sekarang mereka berani menjualnya di banyak bagian dunia lain. Para kartel obat-obatan jelas mengambil peran besar disini. Dan Herron, mungkin ini sama sekali bukan pengiriman pertama karena mereka mereka sudah berani mengirim jumlah yang begitu besar."
"Apa yang bisa kubantu?"
"Aku perlu mengecek data beberapa orang. Kau bisa membantuku? Meminta data secara resmi akan lama."
"Bisa. Dan bagaimana dengan Dench, kenapa kau mengikutinya."
__ADS_1
"Hmm... Dia adalah Direktur Legal, kemungkinan dia yang tahu semua operasinya. Aku mengikutinya untuk menyadap rumahnya. Aku akan mendapatkan banyak hal darinya kurasa."
"Masuk akal." Aku mengangguk.
"Apa yang akan kau lakukan dengan mengikutinya." Dia balik bertanya padaku.
"Aku tahu marital statusnya. Yang bisa kulakukan sekarang adalah memberitahu status keuangannya, semua yang disimpannya di rekening bank, semua assetnya, mengirim foto sugar baby tersayangnya, memberi dia perceraian yang memusingkan. Untuk Charlie, aku tahu pacar resminya, 3 selingkuhannya, diantaranya ada artis, list rekeningnya. Sampai saat ini baru itu
"Kau BAU, kenapa kau bisa mengecek sampai ke data keuangan?"
"Aku punya teman yang mengerti apa motivasiku. Aku mencari teman yang bisa membantuku. Aku di biro yang bisa mengecek banyak hal."
"Setelah Ayah dan Ibumu meninggal kau tinggal bersama keluarga?" Aku menceritakan padanya soal masa sekolah dan kuliahku. Kelihatannya dia tak punya keraguan padaku.
"Kau sangat sabar...bisa menunggu sampai saat ini."
"Aku tak ingin mati konyol. Ayah dan Ibuku mati konyol. Ayahku melarang aku membalasnya. Dia menulis surat karena di penjara dia sudah tahu dia diawasi. Jika dia tewas aku harus hidup tenang, menjauh dari masalah, tapi aku bukan anak yang patuh. Aku mencari kesempatan walaupun tidak mudah. Setidaknya aku bisa membalas Dench sialan itu, dia lebih mudah dijangkau. Aku bisa mengatur..." Aku bisa mengatur kecelakaan.... Aku ingin mengatakan itu. Dia tersenyum kecil padaku.
"Hmm... memotong kabel rem mobilnya. Belum tentu berhasil, salah-salah kau yang ditangkap karena tertangkap kamera lalu kau masuk penjara dengan konyol."
"Kau mau membantuku?"
"Aku akan membantumu. Karena kau juga membantuku. Anggap saja pertemuan kita keberuntungan bagi kita berdua."
"Terima kasih Thomas."
"Jadi apa kau suka wanita...." Aku tertawa.
"Mungkin jawabannya aku hanya mengusirmu saat itu."
"Sudah kuduga." Dia tersenyum.
Hari ini aku mendapat teman satu tujuan.
__ADS_1