
Playhouse Nightclub, itu night club besar di Hollywood Boulevard, LA, bahkan dinobatkan sebagai 10 club terbaik di dunia. Antrian yang mengular panjang walaupun bukan akhir pekan, LA memang tempat pesta.
"Kau tahu masuk di sini mahal." Anna melihat harga yang ada di bannernya.
"Tenang saja, aku memakai uang Dench. Uangnya untuk menghajarnya."
"Lagipula club sebesar ini, bagaimana kau akan mencarinya."
"Aku hanya mengandalkan keberuntungan." Daripada aku tersiksa dan kesal tak mengetahui apa yang terjadi.
"Kau akan kemana? Aku ikut denganmu saja." Tak lama setelah kami masuk di area utama lantai dansa, penari dan DJ sudah memanaskan ruangan.
"Ke area VIP, melihat apa ada yang bisa kulihat." Aku memakai dandanan rambut blondeku, make up yang cukup membuat wajahku terlihat berbeda, aku yakin tidak akan ada yang mengenalku jika mereka cuma melihatku sambil lalu.
"Pintu-pintu itu tertutup, bagaimana kita tahu dimana dia."
__ADS_1
"Kita menyuap orang saja."
"Menyuap bagaimana?"
"Lihat ini."
Aku memanggil seorang waiter perempuan yang melayani. Mereka terlihat berdua membawa baki berisi botol minuman dan gelas ke ruangan.
"Kalian tahu dimana aku menemukan pria tua ini, dia ada di sini aku tak tahu dimana dia. Jika kalian berhasil menemukannya uang ini milik kalian, kupamerkan 1000 dollar ke mereka, mata mereka membesar. Siapa yang mungkin menolak 1000 dollar dengan hanya mencari bandot tua gendut yang mudah di kenali. "Kalian boleh ambil 100 dollar dulu sebagai uang muka." Jika kalian menemukannya beritahu aku, aku menunggu di meja VIP sana. Aku menunjuk sebuah meja yang sudah kami booking.
"1000 dollar untuk kami, mencari pria gendut ini. Kau serius? Hanya memastikan dia dimana?"
"Pekerjaan mudah. Kami akan mencarinya. Kau duduk dan tunggu saja di tempatmu." Gadis-gadis itu langsung menyanggupi tentu saja. Aku dan Anna tinggal duduk dan menikmati minuman kami.
"Uang banyak memang jaminan misi berhasil. Tapi kau harus berhati-hati. Jika Colin tahu ini kau akan dimarahi habis-habisan, kau sudah di beritahu untuk menunggu."
__ADS_1
"Aku tak bisa duduk dan menunggu dia berpesta, aku juga bisa menyebarkan uangnya."
"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah tahu dia dimana?" Anna bertanya lagi.
"Aku akan mencari tahu dengan siapa dia bersenang-senang. Dan meneliti siapa orang yang bersenang-senang dengan bangsat itu."
"Kau ini memang tak bisa bersabar. Sekali ini saja aku menemanimu. Biarkan DEA yang menyelaesaikannya kenapa."
"Kau tahu, jika aku bisa aku ingin menghajarnya dengan tanganku sendiri, tapi aku tak bisa. Tapi satu saat jika aku diberi kesempatan, aku akan mematahkan giginya sendiri saat ada di depannya."
"Apa belum cukup mengirimnya ke penjara?"
"Entahlah, dia membunuh Ayahku dan berlagak seperti malaikat di depan kami. Bertahun-tahun aku bermimpi menghajarnya sendiri sampai dia memohon untuk hidupnya. Kurasa itu obsesi. Obsesi yang membuatku hidup sampai hari ini."
"Kau perlu berhenti memikirkan hal seperti itu Em, itu membahayakan dirimu sendiri." Aku bosan orang lain mengatakan aku membahayakan diriku sendiri. Dench itu yang bersalah dan aku yang harus merasa takut. "Aku sangat mengerti dendammu, tapi semua orang di dekatmu sudah berusaha membantumu. Kau jangan lupa itu. Bersabarlah sedikit."
__ADS_1
"Aku hanya ingin tahu, aku tak maju memprovokasinya." Anna menghela napas. Lalu mengalihkan perhatiannya pada yang lain. Kami menunggu gadis-gadis itu mencari info.
Tak begitu lama mereka datang.