
"Mungkin, kau tinggal menerangkan bagaimana struktur kerja kalian, siapa saja yang terlibat, menunjuk pelaksana operasinya, cara mengecek aliran uangnya, dan semua yang kau tahu. Kau mungkin beberapa saat bisa bekerja di situ. Mereka akan menjamin kalian kau tidak akan keluar namanya. Aku sudah bicara dulu dengan orang DEA yang menangani kasus."
"Hmm... " Dia masih berpikir.
"Dan sebagai imbalannya, kau punya hidup baru yang lebih tenang. Tidak seperti sekarang kau ketakutan sewaktu-waktu di tangkap polisi. Apa kau suka hidup dengan uang hasil penjualan obat terlarang begitu, bagaimana jika orang tuamu tahu. Bibi pasti sangat terpukul, bagaimanapun kau anaknya satu-satunya. Kurasa kau pun menginginkan itu."
Dia mengetukkan jarinya ke meja. Berpikir, sementara aku menunggu keputusannya. Bel berbunyi dari bawah. Kurasa itu Colin.
"Colin datang, dia akan bergabung dengan kita." Aku memberikan akses untuk dia naik ke atas. Tak lama dia tiba di depan pintu.
"Aku sudah bicara pada Robert. Dia sedang mempertimbangkan keputusannya. Aku sudah mengatakan kepadanya apa hubunganku dengan Dench dan Herron." Aku bicara padanya di depan. Kami sudah setuju bahwa aku mengakui uang itu dari Colin.
"Ohh...Baiklah." Dia berjalan ke dalam.
"Robert, apa kabar." Dia menjabat tangan Robert. Mereka pernah bertemu tapi hanya sekilas.
"Kau ingin menginvestasikan uangmu pada bisnis klub?" Sekarang mereka memulai pembicaraan.
"Iya kudengar dari Emma kau adalah manager yang berhasil. Walaupun dia punya tujuan sebenarnya."
Mereka mengobrol lebih panjang, kubiarkan mereka, aku hanya ikut sesekali. Pembicaraan mereka berjalan dengan baik. Dan nampaknya, Robert sudah tidak berniat melanjutkan ketertarikannya padaku, dari yang kutangkap dari sikapnya belakangan ini.
__ADS_1
"Kau tahu semua kasus ini, maksudku dengan DEA?"
"Emma yang menceritakannya, aku menawarkan ini untuknya. Aku tahu dia ingin sekali mantan sahabat Ayahnya membayar perbuatannya. Jadi aku menawarkan cara ini padanya. Kurasa ini sekaligus adalah kesempatan besar untukmu."
"Kau punya kekasih yang sangat perhatian." Aku tersenyum kecil. Tidak tahu bagaimana harus membalasnya.
"Baiklah, kupikir kalian benar. Aku akan membantu kalian menjebloskan Dench. Aku akan bekerja sama dengan DEA." Akhirnya aku mendaparkan kesepatakatan yang kuinginkan.
"Aku akan menghubungi temanku dan mengatakan kesediaanmu. Mereka nanti akan mengatur pertemuan denganmu."
Satu langkah selesai sekarang. Robert kembali, dan sekarang tinggal kami berdua.
"Terima kasih sudah datang kesini." Setidaknya aku mengatakan sesuatu atas usahanya yang terlalu baik hati ini. "Kapan kau kembali ke London?"
"Ahh iya, kami akan mencoba bertahan dalam salju London. Mungkin kami akan melihat white Christmas di sana.
"London tidak terlalu sering turun salju, Desember tak sedingin itu. Biasanya tidak, tapi entahlah mungkin kau beruntung."
"Kami akan sebentar di London hanya dua malam, lalu ke Paris untuk merayakan tahun baru." Aku melihat jam, pura-pura sebenarnya. "Aku harus pergi, ada acara dengan teman sebentar lagi." Bersamanya di sini terasa sebuah siksaan, aku tak bisa menyentuhnya, dia hanya kasihan padaku. Lebih baik aku pergi menghindarinya.
"Kau ingin pergi."
__ADS_1
"Iya, kau ingin mengajakku pergi? Kau tak punya kencan menunggumu?" Aku menggodanya sambil bercanda.
"Tidak, kau pergilah jika begitu." Dia membiarkanku perg dengan mudah. Baiklah, beberapa hari lagi dia mungkin pergi. Jika di pikir memang hubungan kami sulit.
"Terima kasih kau sudah datang oke."
Aku memeluknya sedikit. Berusaha berterima kasih atas kebaikannya.
"Tak apa yang penting kau bisa tetap aman."
"Kau memang baik hati." Kami berpisah begitu saja kemudian. Itu terasa lebih baik.
\=\=\=\=\=\=
Aku jalan-jalan saja ke sebuah pusat perbelanjaan sore ini. Aku ingin mencari pakaian musim dingin untuk di bawa jalan-jalan. Setelah mengirim pesan pada Camilla bahwa informan yang kujanjikan bersedia bekerja sama.
"Itu bagus. Kita bisa mencoba menjeratnya dengan cara ini."
"Semoga bisa Camilla memberatkan Dench, dia tidak boleh lolos melengang begitu saja."
Seorang mengirim pesan di ponselku. Colin?
__ADS_1
"Kau diawasi, lihat arah jam 9 dari kaca di depanmu, pria berbaju coklat."