COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 72. Slowly Pace


__ADS_3

London dan Paris yang terlalu indah untuk dilupakan. Tapi tahun baru telah berlalu, kami berpisah untuk sementara. Harapan baru untuk hubungan kami di depan.


Dia bilang dia akan kembali ke NY pertengahan bulan, tapi bukan ke LA. Walaupun nampaknya itu memperpendek jarak diantara kami dari 10 jam perjalanan ke lima jam perjalanan. Tetap saja rasanya lebih mudah.


"Jika ada perkembangan kabarkan oke. Kau sudah berjanji tidak bertindak sendiri. Kita sudah banyak melakukan intervensi, biarkan sistem yang bekerja sekarang. Jika Dench atau Cohen meneleponmu lagi. Kau harus mengabaikannya untuk sementara, kau sering terpancing bersikap reaktif ke mereka."


"Iya." Aku berkata iya, tapi aku tak tahu real yang akan kuhadapi nanti.


Aku kembali ke LA, Camila bilang Robert sudah memberikan keterangan ke penyidik, ini akan digunakan DEA untuk membongkar jaringan lebih dalam, walaupun aku harus bersabar melihat hasilnya, Dench belum ditangkap, tapi semua ini berjalan maju setidaknya. Sementara aku menyibukkan diri dengan fokus ke pekerjaan.


Dua minggu aku menelepon lagi ke Camilla.


"Camilla, apa ada perkembangan dari DEA."


"Belum, rekan di DEA belum mengatakan apapun. Aku akan coba mencari berita oke." Sementara kasus Herron sudah berkembang jauh, Dench seperti bisa menghindar, mereka lebih memanfaatkan Robert untuk membongkar jaringan pengedar. Aku kesal tentu saja.


"Mereka membiarkan Dench. Aku kesal sekarang." Aku mengadu ke Colin.

__ADS_1


"Bukan membiarkan, ini baru dua minggu, jika mereka sudah menciduk Dench duluan yang lain akan kabur. Tenanglah mereka pasti akan menangkapnya, ini baru tiga minggu." Sudah kuduga Colin akan menyuruhku bersabar.


"Bagaimana dengan orang yang kau suruh mengobrak-abrik simpanan Dench dan Cohen?"


"Akan kutelepon mereka. Nanti kukabarkan padamu hasilnya."


"Jika kau sibuk berikan saja aku nomor teleponnya. Akan kutelepon sendiri."


"Tidak, tak apa nanti kuberitahu padamu bagaimana hasilnya. Oke. Bersabarlah. Aku harus pergi, ada makan malam dengan kolega, nanti ku telepon kembali."


"Baiklah." Aku diam dan mematikan ponsel.


Jadi kali ini aku melihat di mana dia dari GPS yang kutempelkan di mobilnya. Dia berada di sebuah klub kurasa. Aku mengecek beberapa data pembanding lokasi, aku temukan itu adalah sebuah klub malam.


"Anna, mau menemaniku ke sebuah klub, aku yang bayar minumannya." Aku jadi penasaran apa yang dilakukannya, walaupun teringat aku tak boleh melakukan provokasi.


"Ke klub? Malam ini? Apa yang akan kau lakukan? Ini bukan akhir pekan." Anna langsung heran.

__ADS_1


"Bangsat Dench ini, aku ingin tahu apa yang dia lakukan di sana."


"Bukankah ini berbahaya Emma, kau yakin? Bukankah kau bilang kau seharusnya tak muncul di depannya?"


"Aku akan memakai penyamaran, tenang saja, dia tak akan mengenaliku." Anna kelihatannya ragu. "Ayolah, hanya sekali temani aku, aku penasaran dia masih bisa ke klub. Mungkin aku bisa mendapatkan bukti baru untuk memberatkannya."


Anna tampak tak yakin.


"Bukannya seharusnya dia sudah diawasi setelah temanmu menjadi saksi dia adalah orang yang bertanggung jawab."


"Aku tak tahu, mungkin saja mereka hanya mengikuti pengedar yang lain tidak fokus pads Dench. Makanya aku penasaran. Ayolah sekali ini saja."


"Baikah sekali saja oke. Ini terlalu berbahaya."


Aku akhirnya mendapatkan teman.


-----#

__ADS_1


bersambung besok maaf hari ini dikit


__ADS_2