COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 54. Clear the Suspicions 2


__ADS_3

"Baik, aku akan segera meminta Kimberly membantu."


"Tanya ke Emma apa Dench punya link lain untuk menyelidikinya untuk berjaga, peringatkan dia juga kemungkinan dia berjaga ini."


"Baik. Aku mengerti."


Aku segera menutup telepon dan menelepon Emma.


\=\=\=\=\=\=\=


"Dench menyidikiku?" Tiba-tiba aku mendapat kabar mengejutkan dari Colin.


"Iya, kau kira dia tahu orang yang mengenalmu?"


"Kukira tidak, dia tidak mengenal Bibiku. Tapi jika dia menyewa detektif kukira dia bisa menemukan data umum dan fotoku. Jadi bagaimana ini."


"Kalau begitu kami akan menculik detektifnya."


"Kau apa?!"


"Nanti aku telepon lagi. Aku harus menelepon seseorang."


"Bagaimana..." Bunyi telepon ditutup. Bagaimana dia bisa menculik detektifnya. Setahuku di sini ada support operasi, tapi sepertinya tidak sampai bisa menculik detektif. Atau mungkin ada?

__ADS_1


Siapa detektif yang dia minta mencari dataku?Cohen? Jangan-jangan dia meminta Cohen untuk meneliti dataku.


Aku langsung menelepon Thomas.


"Thomas siapa nama Detektif yang di minta mencari data."


"Ehm kukiran namanya Cohen, tapi aku tak tahu dia detektif swasta atau Detektif kepolisian. Aku mengirim datanya ke Colin, dia baru memintanya."


"Cohen itu detektif kepolisian, dia yang bekerjasama dengan Dench menjebak Ayahku." Sekarang Thomas terdiam sebentar.


"Sial, dia pasti bisa melacak foto paspormu setidaknya. Ini buruk."


"Dan aku saat itu sedang terlihat di pertemuan yang melibatkan Gerald. Jika dia tahu itu aku, dia pasti akan langsung curiga."


Baiklah, terserah mereka apa yang mereka akan lakukan. Aku belum selesai bicara mereka sudah memutuskan. Tapi itu membuatku berpikir sekarang. Bagaimana jika mereka lebih curiga lagi dengan kehilangan dua orang itu.


Seorang meneleponku sekarang. Siapa, nomor yang tak kukenal. Jangan-jangan ini Cohen atau Dench.


"Emma Wright, rupanya kau benar yang kutemui di klub itu. Kenapa kau harus menyamar menjadi Tara." Ini pasti Dench? Karena dia langsung bertanya saat aku di klub.


"Siapa kau, siapa yang kau panggil Tara." Aku masih bisa berdalih aku Emma dengan foto yang hampir mirip.


Foto Emma memakai kacamata berambut pendek sementara Tara Reiley tidak dia berambut panjang, satu seperti nerd jenius, tapi yang satu lagi penampilannya seperti artis Hollywood, seperti saat aku berdandan dalam misi, Emma tinggal di New Jersey, Tara tinggal di Los Angeles, aku sudah memikirkan ini. Satu masih di New Jersey dan satu di LA, jadi yang dia temui adalah Tara bukan Emma.

__ADS_1


"Kau jangan berbohong, aku melihatmu di LA."


"Aku tak pernah ke LA, aku tak kenal denganmu, orang aneh, bagaimana kau mendapatkan teleponku." Sekarang dia diam, rupanya fotoku dengan rambut pendek dan kacamata minus tebal itu cukup meyakinkan, keadaan memang genting, mereka harus menemukan cara untuk menghentikan Cohen meneliti lebih jauh, walau aku yakin dia tidak dapat melakukan pelacakan ponsel tanpa perintah pengadilan.


"Kau Emma? Bukan Tara?"


"Sekali lagi, aku bukan Tara, Anda salah orang, jangan telepon saya lagi. Anda sangat menganggu." Aku membedakan intonasi bicaraku dan merendahkan suara sebisaku untuk memberi kesan kami orang yang berbeda.


Aku beralih menelepon Thomas untuk menjelaskan semuanya.


"Begitukah, kau pikir dia yakin?


"Dia akan lebih curiga kurasa jika kau menghilangkan Cohen. Aku akan menelepon Bibiku di New Jersey untuk memberitahunya jika ada seseorang menelepon mencarikh dia bisa menbuat alasan yang pas." Thomas berpikir sekarang.


"Hmm...kalau begitu aku akan memantau pembicaraannya dengan Cohen, semoga benar seperti katamu."


Telepon itu putus kemudian. Kuharap aku benar tentu saja. Aku langsung menelepon Bibi.Tak ada kabar beberapa saat kemudian. Aku harap aku benar.


Untungnya aku bisa lolos kali ini. Andai dia tahu aku sudah mengakalinya 7 juta dollar, kapan aku diberi kesempatan itu.


Berberinya selamat sudah masuk penjara dan menagatakan aku memakai uangnya. Itu akan sangat menyenangkan.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2