
"Aku tak bisa, aku membawa pekerjaan pulang ke rumah. Lagipula kau tuan rumah pesta kenapa kau malah ada di sini."
"Mereka biasa berpesta sendiri, aku menyewa dua penthouse di tingkat penthouse diatas, jadi mereka bebas melakukan apa saja, salah satu penthouse memang diperuntukkan untuk tamu." Dia benar-benar orang kaya heh. Ada 4 penthouse disini dia tapi dia malah menyewa 1 lantai sekaligus.
"Wow, sangat bagus untukmu. Kau memang sekarang sangat berbeda."
"Ayolah, aku sengaja berada di sini untukmu. Bergabunglah sebentar denganku." Mulut Robert ini manis sekali. Bagaimana bermain menjadi gadis lemah saja. Mari kita lihat seperti apa pestanya. Kurasa dia tak akan melakukan hal-hal tercela pada kesempatan pertama. Jika tidak kenapa dia harus bersusah payah menyewa penthouse di sini. Mungkin dia akan mengambil pilihan itu jika terpaksa.
"Baiklah hanya sebentar oke. Aku tak bisa lama, aku serius membawa pulang pekerjaan hari ini." Aku mungkin harus bermain tarik ulur sedikit.
"Akhirnya kau menyetujuinya. Sangat bagus... Ayo kukenalkan sedikit pada teman-temanku."
Aku berjalan bersamanya. Masih dengan tas kerja dan baju kerja. Aku setuju naik ke lift khusus untuk penthouse itu. Orang kaya mereka punya previledge untuk uang mereka bukan.
"Temanmu banyak yang berada di sini?"
__ADS_1
"Hanya beberapa orang, sebenarnya ada boss juga. Dia sedang mengajak wanitanya." Anak Herron kurasa, ternyata Robert adalah pengatur pesta untuknya. Nampaknya Robert ini punya kemampuan menjilat dengan baik.
"Kau dan boss nampaknya punya beberapa kedekatan nampaknya?"
"Ohh soal itu kami teman kuliah. Beberapa tahun belakangan kami bertemu lagi dan dia menyukai hasil kerjaku kurasa. Ini semua faselitas karena aku menyetor keuntungan besar untuknya di NY."
"Kau beruntung jika begitu, punya bos yang loyal. Tapi nampaknya sebanding dengan kerja kerasmu." Mencoba memuji saja sekarang supaya dia senang.
Kami masuk ke unit penthouse itu, penthouse ini besar, yang atas punya dua tingkat dan digabung menjadi satu. Jadi benar-benar seperti rumah besar dengan foyer tangga berputar di depannya. Di bagian dalam sudah terdapat keriuhan, musik yang diputar dan puluhan orang berkumpul.
"Mereka datang atas undangan boss." Bossnya, kuharap tak ada
"Hei, Robert. Siapa yang kau bawa." Itu anak kedua Herron. Gerald Herron menyapa kami.
"Ohh ini temanku, dia tinggal di bawah. Dia seorang psikolog, kenalkan ini Gerald dan ini Emma Wright." Bagaimanapun anaknya kurasa tak tahu kasus dengan Ayahku, selama bertahun-tahun Herron sudah banyak menghadapi tuntutan hukum karena bisnis mereka, saat itu anaknya mungkin masih hura-hura di kuliah mereka.
__ADS_1
"Psikolog. Kurasa aku perlu bantuan Nona, rasanya aku terlalu banyak berkhayal untuk membeli yatch baru belakangan." Pamer, apa dia masih perlu pamer kekayaan di depanku.
"Kurasa itu namanya motivasi Tuan Gerald. Tak akan terlalu sulit nampaknya bagi Anda."
"Anda pintar memuji Nona. Di mana Anda bekerja?"
"Ohh saya bekerja untuk sebuah layanan konsultasi swasta." Jika kau tahu aku bekerja untuk memasukkanmu ke penjara pasti akan sangat menyenangkan. Tapi selamanya kau tak akan tahu.
"Kau nampaknya punya pilihan yang berkelas soal wanita Robert." Sama-sama bajingan bekerja dengan banyak wanita kau pikir aku percaya dengan pujian semacam itu.
"Ohh kami hanya teman, aku bukan pacarnya."
"Benarkah, aku tak percaya kurasa kau teman istimewa baginya."
"Selalu menyenangkan untuk dianggap istimewa." Aku melirik dan tersenyum saja ke Robert. Sementara kurasa Gerald juga menatapku tak sopan, di tempat seperti ini mungkin aku adalah anomali aneh diantara gadis-gadis pesolek dan tertarik pada satu sosok alpha.
__ADS_1