
Kecurigaan mereka tak mungkin bisa dipupuskan dalam waktu singkat. Terbukti kemudian Bibi juga meneleponku bahwa ada orang yang mencari Emma.
Mereka mengeceknya ke New Jersey.
"Mereka nampaknya percaya. Dari pembicaraan mereka, kita nampaknya selamat hari ini." Colin menyimpulkan apa yang tim laporkan.
"Kurasa begitu, kita harus bertahan dalam kurang lebih sebulan ini. Saat mereka tahu diawasi, dan kapal tidak jadi berlabuh atau mereka membuang muatannya semua usaha kita sia-sia."
Sekarang duduk dan makan malam bersama Colin. Aku dari kantor, berpakaian masih dengan outfit kantor, karena kupikir kami hanya makan malam biasa. Dia juga masih dengan baju kemeja kerja.
Tapi restoran yang di pilihnya cukup memanjakan mata. Whiskey Red's di Marina Del Rey, restoran seafood dengan pemandangan marina yang memanjakan mata. Kami tiba jam 7, langit belum gelap karena matahari baru terbenam setengah delapan malam. Pemandangannya bagus.
"Ini restoran yang indah, terima kasih sudah mengajakku ke sini."
"Terima kasih buat makan malamnya semalam." Aku tertawa, dia menganggap makanan rumahan itu istimewa.
"Itu hanya makanan rumahan."
__ADS_1
"Untukku itu enak."
"Baiklah, terserah padamu. Kau meminjamkan apartmentmu padaku tanpa bayaran. Itu sudah tak bisa dibayar. Aku merasa kau terlalu baik."
"Jika kita membahas ini tidak akan selesai sampai besok, bagaimana jika kita memesan makanan saja."
"Setuju."
Aku lebih suka diam dan menikmati pemandangan. Melihat kapal-kapal layar yang lewat di marina untuk kapal yang tidak terlalu besar di samping kami dengan pemandangan matahari yang hampir terbenam.
Pandangan Colin tertuju ke satu orang. Aku mengikuti arah pandangannya.
"Iya itu benar dia. Biarkan saja."
Tapi tunggu dulu, jika ada dia apa ada bossnya di sekitar sini. Baru aku berpikir begitu, ketika pandanganku membentur seseorang yang melangkah ke mejaku.
"Emma, kejutan melihatmu disini." Gerrald Herron ada di depanku sekarang. Kali ini tak tampak ada wanita di sampingnya.
"Gerald... Hanya sedang makan malam dengan kekasihku." Dia menatap Colin dengan pandangan meremehkan.
__ADS_1
"Kekasih? Rupanya begitu, padahal kau bisa jadi kekasihku."
"Kau punya urusan di sini." Sekarang Colin yang menanggapinya.
"Siapa kau, psikolog juga? Kau tak tahu marina di sebelah sana punya keluargaku." Kenapa orang ini berlagak seperti dia adalah penguasa dunia. Seperti Ayahnya yang menganggap nyawa Ayahku hanya selembar kertas yang bisa di bakar.
"Aku tak ingin punya kekasih arogan sepertimu, kenapa kau menganggu kami, kau tak jelas aku tak menanggapimu."
"Perempuan sombong. Kau lihat apa yang bisa kulakukan padamu." Pria narsis ini mungkin perlu di beri pelajaran.
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan sekain pamer betapa banyak uang Ayahmu."
"Emma! Sudahlah. Gerald maafkan dia, dia hanya terlalu terpancing emosi. Dia tidak bermaksud berkata begitu." Tiba-tiba Robert meminta maaf untukku.
"Gerald, kenapa kau membelanya. Kau bodoh. Aku yang mengajimu." Dia memukul kepala Robert seperti pegawai rendahan. Robert menerimanya tanpa perlawanan. Aku yang memanas melihat kelakuannya.
Aku maju sekarang, tapi Colin menarik tanganku.
"Emma! Kita pergi." Dia menekan nada bicaranya sambil melihatku dan menarik tanganku dengan cepat. Aku tahu apa maksudnya, tapi aku ingin sekali merontokkan giginya.
__ADS_1
"Kau tak tahu apa yang kau tolak perempuan sombong." Dia menunjuk mukaku sekarang, membuatku ingin melu*dahinya sekarang juga.