Coretan Tangan Iseng.

Coretan Tangan Iseng.
Ding Dong.


__ADS_3

Hai, hai, namaku Kian Usman Cahyo Elang Lehmand. Karena namaku terlalu panjang, aku di panggil KUCEL oleh teman-temanku. Kata mereka itu nama yang diambil dari inisial awalan setiap namaku. Jelek banget menurutku, tapi aku orangnya malas protes. Terserah mereka mau memanggil bagaimana, cuma nama doang ngapain harus repot dipermasalahkan.


Aku itu seorang remaja yang malas, kalau ditanya ini dan itu, aku lebih sering menjawab tidak, tidak ada, atau malah diam saja. Hidupku monoton, hanya itu dan itu saja terulang sebagai keseharian yang berputar sepanjang waktu.

__ADS_1


Aku tak punya makanan favorit, minuman pun asal bisa diminum aku tak pilih-pilih. Tipe ideal, pelajaran, atau dalam ruang lingkup apa pun aku tak punya kriteria tertentu. Aku melakukan apa yang disuruh, semua tugas kukerjakam tanpa mengeluh. Sungguh aku tipe orang yang tak pilih-pilih, aku berpikir aku pasti bisa kalau memang mau mengerjakannya. Tak perlu ada yang namanya kesukaan.


Aku tinggal membaca kalau tak tahu, makanan rasa apa saja hanya tinggal kukunyah dan kutelan. Kan itu untuk mengisi tenaga, buat apa dipilih-pilih. Begitulah kehidupan yang kujalani selama ini, semua selalu monoton dan menjadi kebiasaan tanpa harus berpikir. Hingga beberapa waktu lalu, ketika aku baru mendengar lagu di radio yang diputar kawanku, aku merasa tertarik. Kata kebiasaan tiba-tiba menghilang, kehidupan monoton tak ada lagi. Aku mulai memiliki lagu yang kusukai, hanya suka mendengar tanpa tahu siapa yang bernyanyi. Namun, itu merupakan sebuah kemajuan untuk manusia yang hidupnya selalu monoton seperti diriku ini.

__ADS_1


DING DONG, lagu yang baru-baru ini kudengarkan setiap waktu. Lagu itu juga menjadi satu-satunya ringtone di ponselku, mau untuk pesan chat atau telepon, aku sengaja memasangnya karena sangat suka. Hidupku lebih berwarna, sayangnya banyak yang mengatakan kalau aku aneh karena suka dengan lagu yang gak jelas. Apa yang mereka tahu, aku kan suka ya karena suka saja. Aku juga tak pernah menggubris apa yang mereka pilih, kenapa juga mereka harus repot-repot mengurusi apa yang aku suka atau tidak.


Aku hanya tersenyum saat ada seorang teman yang memberi masukan kalau aku harus beranjak, aku tak boleh tetap menetap dengan satu kegemaran saja. Apa yang bisa kulakukan kalau aku memang tipe setia seperti ini, mungkin lagi DING DONG memang diciptakan untuk mewarnai hidupku yang monoton. Mungkin saja di masa depan ada lagi perubahan yang datang pada diriku. Untuk sekarang, aku hanya akan menikmati hariku dengan lagu tadi.

__ADS_1


Pagi, siang, sore, dan malam, lagu itulah satu-satunya yang menemani waktu istirahat di sela-sela kesibukanku sebagai pelajar. Aku hanya ingin menikmati apa yang bisa kunikmati selagi aku masih memiliki waktu untuk melakukannya. Dengan begitu, aku tak akan memiliki penyesalan di masa depan.


Karena ini sudah terlalu malam, sudah dulu ya. Aku harus tidur sekarang agar bisa bangun di pagi hari, tentu saja untuk menjalani rutinitas harian ku lagi. Untungnya kali ini, setiap waktu yang kujalani akan sangat berwarna dan tak monoton seperti waktu lalu.

__ADS_1


__ADS_2