Coretan Tangan Iseng.

Coretan Tangan Iseng.
Kekuatan.


__ADS_3

Seorang anak baru sedang dibully di sudut sekolah yang tak terpakai. Wajah anak itu sudah beberapa kali terkena tamparan kecil, dia hanya diam tanpa mengeluarkan suara untuk mengeluh ataupun mengerang sakit.


"Woy, cupu. Lu mau ngejek gue, ya?" kata salah satu pemuda yang membully.


"Yo'i, nih bos. Kayaknya dia sok kuat!" timpal yang lain memanas-manasi.


"Atau kita yang terlalu lembut dari tadi, bos?" kata anak buahnya yang lain.


Orang yang dipanggil bos mengangguk cepat. "Roy, Zal, pegang dia kuat-kuat. Gue mau buat dia tahu arti kesakitan!" si bos menyeringai setan.


"Beres, bos," balas orang yang dipanggil Roy.

__ADS_1


"Rizal siap menjalankan titah dari bos!" timpal anak buahnya yang lain.


Roy dan Rizal segera melaksanakan perintah bos mereka. Keduanya memegang tangan si anak baru yang dipanggil cupu di masing-masing sisi, mereka memegang dengan erat agar anak baru itu tak bisa melarikan diri.


"Lu mungkin gak tahu kesalahan lu di mana dan sekarang lu pasti lagi mikir apa kesalahan lu, ya kan?" ucap si bos melangkah dengan pelan ke arah anak cupu yang sedang dia bully. Meski ada sedikit keraguan karena sejak tadi anak yang dia bully sama sekali tak gemetar ketakutan, tapi sebagai bos, dia tak bisa berhenti untuk memperlihatkan kekuasaan dan kehebatannya.


"Angkat wajahnya, Zal. Capek gue liat dia nunduk mulu!" titah si bos sambil membuang ludahnya kasar.


"Mungkin dia terlalu takut, bos," celetuk Roy mengatakan apa yang dia pikirkan.


Si bos bisa melihat sepasang manik hitam menatap dirinya dengan lurus, tatapan yang teramat tajam dan tak berkedip sama sekali. Tak ada jejak ketakutan yang terlintas di dalam tatapan mata itu. Entah apa, si pemimpin yang membuli tak bisa untuk tidak gemetar ketakutan melihat tatapan tersebut. Namun, dia menutupinya dengan sangat baik. Terlalu memalukan kalau anak buahnya tahu dia ketakutan hanya karena sebuah tatapan.

__ADS_1


"Brengsek, beraninya lo liatin gue kayak gitu! Gue colok mata lu sampai buta baru tahu rasa?!" ancam si pemimpin sok berani, tangannya seakan-akan bisa kapan saja membutakan mata pria di depannya ini. Sayangnya, ancaman itu tak membuat pemuda bermanik hitam itu enggan. Dia masih saja trus menatap lurus si pemimpin tanpa berkedip.


"Bos, sepertinya dia–," perkataan terputus, tangan yang sejak tadi ditekan dengan kuat balik memelintir, lepas begitu saja dengan mudahnya.


"Manusia-manusia hina yang tak tahu batas kemampuannya sendiri," desis pria yang sejak tadi diam saja.


"Berani-beraninya meletakkan tangan kotor kalian di tubuh pangeran ini!" lanjutnya disertai tatapan tajam.


Seakan menambah suasana mencekam, angin berhembus dengan cukup kuat, langit berubah menggelap ditambah dengan petir yang saling menyambar tanpa henti. Si bos dan kedua anak buahnya gemetar ketakutan, mundur tanpa sadar, menjauh dari pria yang sejak tadi dibulinya. "Si, si, siapa lu? Menjauh dari gue, jangan mendekat?!" tunjuk si bos dengan tangan bergetar kuat. Padahal pria di depannya masih berdiri di tempat yang sama tanpa bergerak. Namun, dia merasa terintimidasi oleh kehadiran pria itu sendiri.


Tangan pria tadi bergerak pelan ke depan, dari kelima ujung jarinya keluar cahaya seperti petir. "Ingin mengetahui siapa pangeran ini? Pergilah bertanya sendiri pada dewa neraka!" selesai mengucapkan itu, ketiga orang yang tadinya sangat sombong dan terus membuli dirinya menghilang bagai debu tanpa sisa.

__ADS_1


"Hah, manusia-manusia bodoh yang tak pernah tahu akan batas dan menggali kuburan mereka sendiri. Jangan salahkan pangeran ini yang menghukum kalian!" sosok yang menyebut dirinya dengan julukan 'Pangeran ini' perlahan-lahan semakin transparan. Sedikit demi sedikit dia mulai menghilang dan menyebar seperti terbang tertiup angin.


"Di manapun ada kejahatan, di situlah pangeran ini akan muncul dan melenyapkannya. Karena hanya boleh ada satu kejahatan yang terkuat yang hidup di kerajaan kegelapan!" suaranya pun ikut terbang terbawa angin. Langit kembali cerah, dan cerita ini berakhir sebagai dongeng pengantar tidur yang tak tahu dari mana asalnya.


__ADS_2