
Setelah meminta maaf dan memulai semua dengan pertemanan, Daniel dan Diana lanjut berbincang. Daniel pun menawarkan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di rumah, dia bersyukur Diana tak memiliki niat untuk keluar dari rumahnya. Diana mengaku masih buta dan tak paham bagaimana cara berperilaku dengan orang lain di masyarakat.
Daniel kembali ke ruangannya begitu waktu telah terganti senja, mereka akan berjumpa lagi di ruang makan saat makan malam selesai disiapkan. "Lerian, cari tahu kenapa Diana dikurung! Apa saja dan bagaimana dia diperlakukan ketika itu, ungkap semuanya?!" titah Daniel begitu dia duduk di kursinya.
"Maaf, tuan. Bukannya saya tak ingin melaksanakan apa yang tuan perintahkan, tetapi dimana saya harus mencari informasi tentang itu? Sedangkan semua yang berada di kediaman itu sudah dibereskan diam-diam, kecuali Nona Diana sendiri. Tak mungkin saya berani mengungkit hal seperti itu pada nona, bisa saja beliau terluka karena harus diingatkan kembali."
"Ahh, aku lupa. Apa seharusnya aku menahan diri dan menangkap seseorang hidup-hidup, ya?"
"Atau tuan bisa bicara dan mengorek sedikit demi sedikit dari nona saat kalian menghabiskan waktu bersama."
Daniel mengangguk setuju. "Hanya itu yang bisa kulakukan agar tahu semuanya."
"Tapi ingat, tuan harus hati-hati dan bisa mengalihkan pembicaraan kalau seandainya nona terlihat tak nyaman saat menyinggung hal tersebut."
"Aku mengerti!"
...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...
__ADS_1
Diana mulai beradaptasi, dia mulai bisa tersenyum dan tak terlalu canggung pada orang-orang yang ada di rumah Daniel. Daniel juga mencoba mencari tahu bagaimana dulu dia diperlakukan. Namun, masih dalam batas tak menyinggung Diana.
Akhirnya Daniel tahu kalau selama ini Diana sering dihina atau dipukuli walau tak tahu apa kesalahan yang dia buat. Gadis itu hanya berdiam dan terkurung di ruangannya, tetapi dia selalu menjadi sasaran makian atas kesalahan yang tak tahu bermula di mana.
Wanita yang dulu begitu dia suka, kini menjadi sasaran kebencian pria itu. Dia yakin semua pasti ulah dari gadis yang dulu bertahta di hatinya. Tak lupa Daniel menghela napas syukur, dirinya tak berjodoh dengan Diani karena gadis itu menolak dirinya. Kalau berjodoh, keluarga dan nama baiknya pasti hancur di tangan wanita itu.
...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...
Setahun lebih sudah berlalu, Diana sudah berhasil keluar dari dunia di seputar rumah. Dia juga cukup pandai bersosialisasi sekarang. Tentu saja disertai beberapa pengawal saat Daniel tak bisa berada di samping gadisnya.
Daniel tak lagi memaksa untuk mengikat Diana dalam ikatan pernikahan, dia menyerahkan semua sesuai kata hati gadisnya. Lebih tepatnya, dia menunggu Diana memberikan dirinya kepercayaan untuk menjadi imam dan melindungi selama sisa hidup mereka berdua.
"Terima kasih, Di!" bahagia, tentu saja rasa itu memenuhi hati pria muda ini.
"Buat permohonan, cepat!" ucap Diana buru-buru.
""Kuharap, bisa menghabiskan waktu yang bahagia dengan Diana selamanya!" lilin ditiup setelah harapan diucapkan.
__ADS_1
"Dikabulkan!" kecupan ringan seringan kapas mendarat di pipi pria pemeran utama kita ini. Pria itu membatu dan merasa tak percaya, sedangkan pelakunya, sudah berlari menjauh.
"Kamu melihatnya, Lerian? Kamu pasti melihatnya, kan?" pekik Daniel girang, seolah mendapat lotre yang tak disangka-sangka.
"Dengan kedua mata saya, tuan!" balas Lerian membenarkan.
"Bisakah aku menyimpulkan bahwa Diana telah membuka hatinya untukku?" kegembiraan meluap-luap, Daniel menarik bibirnya tak kuasa menahan senyum di wajahnya yang tampan.
"Lebih dari itu, tuan.Sepertinya nona memberi lampu hijau untuk memberi anda kuasa mempersiapkan sebuah pesta. Mungkin kita bisa memulai dengan pesta pertunangan yang sederhana agar nona tak keberatan!" ide gila membuat Daniel menjadi lebih bersemangat.
"Ya, ya, ya! Lakukan itu! Aku akan menyusul gadisku. Apa sekarang aku bisa memanggilnya seperti itu? Apa dia akan suka atau kembali marah?"
"Panggil seperti biasa saja dulu, tuan. Lakukan saat anda sudah mendapat izin dari nona!" Daniel mengangguk lalu mengejar gadisnya, pasti Diana kembali ke kamarnya.
...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...
Sejak saat itu, hanya ada hari-hari yang bahagia untuk Diana lewati. Persiapan pernikahan juga sudah dijalankan sedikit demi sedikit. Diana menerima Daniel dan keduanya hidup bahagia bersama hingga akhir.
__ADS_1
Dah, tamat!