COWOK SUPER DINGIN

COWOK SUPER DINGIN
BAB 10


__ADS_3

pagi ini Pangeran datang lebih lambat di Banding Cahaya ketika Cahaya sudah duduk di bangkunya sejak tadi Pangeran baru datang.cowok itu meletakkan tasnya di atas meja sebelum ia duduk di bangku dengan nyaman.ia tak melirik Bulan sedikit'pun malah Cahaya Yang menatapnya diam-diam


" Hai ! Cahaya bermaksud menyapa Pangeran tetapi cowok itu malah tidak mendengarkannya


" Budek ! Cahaya mendengus


" Bukan Budek ! celutuk Pangeran tapi pura-pura nggak denger"


" Dih gitu mat sih ! protes Cahaya


" suka-suka gue dong emangnya kenapa kalua Gue pura-pura nggak denger ! balas Cahaya " lagi ngapain Lo nyapa-nyapa gue


Cahaya tak menjawab dan tak mengeluarkan kata-kata suara selain mendengus keras"


Pengumuman Gugys kita Bakalan study DI BALI


pekikan melengking itu berasal dari Amel yang baru saja memasuki kelas bersama Vika dan Mariska , angel yang mengekor di belakang. Wajah Amel memerah dikarenakan lari-larian dari lantai satu sampai ke lantai dua di mana kelasnya berada hanya untuk berkata seperti itu


" SERIUSAN MEL ! Doni ikutan teriak


" BALI ! kini semua histeris dengan pengumuman baru itu dalam hitungan detik keadaan kelas mulai ricuh melebihi kondisi awal ini memang jam istirahat tetapi ramainya sudah melebihi pasar yang di penuhi emak-emak yang menawarkan dagangannya"


" Nih gue bakal bagi-bagiin surat edaran buat kalian jangan sampai hilang iya ! ucap Amel di depan kelas

__ADS_1


" seriusan itu ! Cahaya memastikan sambil menatap Pangeran dan Rizky secara bergantian sebagai murid baru Cahaya tidak tahu menahu tentang sejarah study tour di sekolah ini jadi lebih baik ia bertanya untuk memastikan apakah hal itu benar atau tidak"


Rizky menggaguk " iya Amel aja bawa surat edaran gitu dengan super kencang hingga Bumi tersentak kaget mendengarnya " ASYIK KITA KE BALI "


Berisik ! omel Pangeran santai aja kenapa sih Kampungan amat"


" sirik aja ! Cahaya menjulurkan lidahnya ke arah Pangeran mengejek "


Amel mendekati meja Cahaya lalu menaruh tiga lembar kertas yang ia bagikan itu. Pangeran , Rizky , Cahaya langsung membacanya surat itu dengan seksama.Di sana di tertulis hari, tanggal, tempat dan biaya untuk pergi ke Bali semua tertera dengan lengkap dan mudah di pahami


" Ah pokoknya pas pulang nanti aku mau langsung aja mami ke mall buat belanja pakaian baru !! YaaaY ! Cahaya meninju di udara sangking senangnya kemudian ia menatap Pangeran dan Rizky secara bergantian " kalian mau ikut Juga"


" Ogah ! cetus Pangeran" Daripada gue buang-buang duit kayak bocah manja macem Lo, mendingan gue pake barang-barang lama seenggaknya gue bisa ngurangin beban nyokap gue.seharusnya Lo itu mikir orang tua Lo itu pasti susah payah nyari uang buat nafkahin anaknya.Dan Lo mah nggak tahu dirinya minta ke mal buat cuma beli baju baru.gue yakin elo itu masih punya baju banyak yang masih bagus dan layak di pake.apa Lo itu Nggak pernah di ajarin ngehemat uang ya ! Atau mungkin Lo nggak tahu cara ngegunain uang yang bener Lo itu tahu nya cuma minta-minta aja sama orang tua Lo ! Dasar anak manja banget sih Lo "


Dalam omongan Pangeran selalu berhasil menohok lawan bicara nya tentunya sekarang Cahaya bungkam tak mau bicara lagi. Pangeran memang pinter sekali merangkai kata panjang jagat dengan kalimat-kalimat yang menohok.Dia Juga tak pernah berpikir apakah orang yang menjadi lawan bicaranya itu tersinggung Atau tidak


" Pangeran.... kontrol omongan Lo ! Rizky mencoba menegurnya


Pangeran melirik Cahaya yang tertunduk pasti anak itu bete dan cemberut lagi. Pangeran sudah hafal dengan gelegat teman sebangkunya tersebut Pangeran berdecak " ngambek aja terus sampe Pluto di akuin sebagai planet"


" ish" Cahaya menghentakkan kakinya ia menatap Pangeran matanya berkaca-kaca " kenapa sih satu hari kamu itu nggak nyebelin"


" Lo nya aja yang dikit-dikit

__ADS_1


Baperan jadi orang ! sahut Pangeran"


" ngomong tuh diayak dulu kek mikir orang yang kamu ajak ngomong itu bakalan sakit hati atau Nggak sama omongan kamu yang pedas kayak cabe itu jangan cuma pinter aja di Bidang akademik aja kamu itu juga harus pinter buat ngehargain perasaan orang lain "


" makan neng ! Pangeran nggak nyambung


" Pangeran!!! Cahaya gregetan ia sampai mengacak-acak rambutnya sendiri saking kesalnya " PANGERAN NGESELIN !


" hush jangan berisik ! Pangeran melirik sinis Cahaya lalu ia beralih ke kotak bekalnya yang berisi nasi goreng " gue mau makan"


" aku lagi ngomong dengerin dulu ! Cahaya menarik tangan kanannya Pangeran yang baru saja menyendok makanan.Alhasil nasi yang di tampung di sendok itu jatuh bertebaran mengotori lantai dan celana Pangeran


" yah.... Cahaya melongo melihat nasi itu jatuh berserahkan di lantai"


" Cahaya...kamu aapan sih nasi itu pamali kalua di buang-buang Dosa ngeselin banget sih ' orang lagi makan malah Lo nganggu Udah sana Lo pergi yang jauh dari gue.sejauh mungkin sampe gue nggak ngeliat lagi"


" yaelah Lo berdua kamu amat Rizky tiba-tiba nimbrung sambil tersenyum penuh arti " jadian aja sih Atau perlu gue deketin Lo berdua dulu Biar bisa saling mengenal satu sama lain "


Pangeran kembali memakan nasi goreng nya tanpa mengacuhkan omongan Rizky Cahaya pun menbelalak sempurna saat ia mendengarkan ucapan Rizky


" ah gue nggak mau Pangeran galak ngelebihin galaknya emak-emak yang lagi omel


" emangnya gue mau sama Lo ! Pangeran tertawa sinis

__ADS_1


" siapa juga yang bilang aku suka sama kamu ! Cahaya ikut-ikutan sinis


sindiran Rizky pun berhasil membuat Cahaya dan Pangeran sama-sama diam dan kembali sibuk dengan akvitasnya masing-masing Pangeran melanjutkan makan nasi goreng sedangkan Cahaya pura-pura sibuk dengan ponselnya sedangkan Rizky ia malah tertawa melihat dua manusia dihadapanya


__ADS_2