COWOK SUPER DINGIN

COWOK SUPER DINGIN
BAB 25


__ADS_3

ke esoknya harinya


" mas es krim strawberry sama coklat sama roti bakar dua iya! Rizky menyebutkan pesanan untuk Bulan yang baru saja tiba di kedai es krim.suasana kedai tak begitu ramai , mungkin ramai Bila sudah menjelang malam Cahaya menebarkan senyuman manisnya usai Rizky memesan dua menu kesukaannya betapa bahagianya Cahaya memiliki temen baik seperti Ganteng,lucu, baik pengertian dan mau diajak susah bareng pokonya Rizky itu paket komplet banget deh


sambil menunggu pesanan mereka jadi keduanya memilih untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan pemilik kedai.kursi dan meja yang ada di kedai itu terlihat indah karena berwarna-warni Cahaya pun mengajak Rizky duduk di sana mereka duduk saling berhadapan dan mulai membuka perbincangan


" aku penasaran banget sama kamu kenapa sampe sekarang kamu belum punya pacar " Cahaya memicingkan kedua matanya pada Rizky meminta cowok yang ada di hadapannya untuk memberi penjelasan


Rizky tertawa pelan " lagi nggak mau pacaran aja sih terakhir gue pacaran tahun lalu dan putus gara-gara kita berbeda pendapat"


" Hah ? " Cahaya mengernyit " kamu punya pacar"


" terus alesan kamu putus kenapa"


" Dia nggak mau LDR ! kata Rizky " katanya LDR itu nyiksa batin kalua ketemu susah buat ketemu"


" hmm Emangnya dia Sekarang ada di mana "


"Di Surabaya ikut bokapnya buat kuliah di sana "


" Oalah pantesan kirain dia masih di Jakarta ...kata Bulan " kasihan banget kamu Rizky


" yah.... Rizky sedih dong Cahaya memberi tatapan simpatik dan penuh rasa peduli"


" nggak,sih biasa aja ! Rizky mengelak


" katanya kamu susah move on..."celetuk Bulan


" iya sih " Rizky cemberut, cemberut yang di buat-buat hingga wajahnya jadi lucu dan menggemaskan


" jadi orang ,itu jangan kelamaan terjebak di masa lalu.kasihan masa depan kamu yang udah nungguin kamu buat fokus sama dia " Cahaya berujar


" masa depan gue siapa"


" masa depan kamu ada di depan kamu lah "


mata Rizky seketika tertuju pada cewek yang ada di hadapannya kedua pupil membesar " Lo dong"


" Eh bukan !" Cahaya menepis tangan Rizky yang menujuk wajahnya " maksud aku di depan kamu,Bukan ada di hadapan kamu gimana ya jelasinnya....."


Rizky terbahak-bahak " iya-iya gue ngerti kok "


" Nah itu akhirnya kamu paham ! Cahaya mengangguk sekali


Rizky pun terkekeh kecil sembari memandang wajah cantik Cahaya "Lo kenapa sih ngomongnya pake aku-kamu "


" HaH?" Cahaya terperajat sesaat bibirnya terbuka " ehm... nggak kenapa-kenapa sih.lebih enak aja pake aku-kamu gara-gara udah kebiasaan pake aku-kamu aku jadi nggak nyaman kalau ngomong pake lo-gue "


" hmm tapi cocok sih ! kata Rizky cocok sama karakter Lo yang cute , manja cengeng "


" kamu ngehina aku " Cahaya melempar gumpalan tisu ke wajah Rizky membuat Rizky tertawa lagi. tak lama dari itu, seorang pelayan datang mengantar pesanan Rizky dan Cahaya . Dua mangkuk es krim di temani roti bakar.hmm sepertinya kedua makanan ini match banget dan tentunya membuat perut semakin tak sabaran untuk diisi


" jadi sekarang Lo sama Pangeran gimana " pertanyaan Rizky membuat tangan Cahaya berhenti menyendok es krim dan kembali memasukkan sendok ke dalam mangkok.Bulan menatap Rizky" "Gimana apanya"


Rizky berhenti memakan roti bakar ia kini ia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi "Lo suka kan sama Pangeran


Cahaya mengedik bahunya dan menunduk menatap es krim.ia enggan memberitahu Rizky soal perasaannya


" Pangeran sebenarnya baik kok orangnya cuma dia itu kayak macan yang harus di kasih pawangnya biar jinak dikit " Rizky berucap sambil melahap roti bakar"


" jahat banget temen sendiri disamain kayak macan " Cahaya ingin marah , tetapi ia malah tertawa


" Pangeran itu raja tega" Rizky berucap lagi " dia nggak bakal mikir dua kali sebelum ngomong.pokoknya, dia nggak peduli orang lain sakit hati atau nggak sama omongannya.makanya Lo kudu belajar tahan batin kalua sama Rizky melanjutkan " kecuali sama nyokapnya soalnya dia takut omongan yang pedes itu nyeplos begitu aja takutnya nyokapnya sakit hati "


" iya sih bener " Cahaya mengangguk setuju " Dia tiap hari ngamuk Mulu aku nggak bisa bayangin kalua dia punya anak nanti


Pangeran yang hobinya tertawa itu terlihat semakin ceria di hadapan Cahaya" iya ya ? nanti pas anaknya minta makan malah diomelin Pangeran terus, yang ada di suruh nyari makan sendiri kan gawat"

__ADS_1


" masih mending kalau anaknya Udah gede ! sahut Pangeran " kalua anaknya masih kecil gimana ya "


" lama-lama anaknya bisa Kabur dari rumahnya " celetuk Rizky" nyari Bapak baru ha..ha..ha "


tiba-tiba tawa mereka berdua terhenti saat seorang mendadak muncul di dekat mereka dan mendatangkan musibah bagi cewek yang di hadapannya Rizky, Dave


tanpa aba-aba Dave langsung menarik lengan Cahaya hingga membuat cewek itu terangkat dari kursi


" ikut aku ! ucap Dave , pelan penuh ancaman


Cahaya tersentak kaget itu lantas mengempaskan tangannya dari Dave yang mencengkeram lengannya dengan kuat rasanya sakit Cahaya bahkan sampai meringis sangking kerasnya pegangan Dave terhadap lengannya.


" apaan sih " Cahaya mendorong keras dada Dave mencoba menjauhi cowok yang sangat ia benci itu


" Cahaya plis ikut aku " ucap Dave sambil kembali mendekati Cahaya dan mencoba menarik tubuh Cahaya


tetapi Cahaya menghindar.wajahnya mulai memanas dan matanya berkaca-kaca ia sangat benci melihat Dave, juga benci dengan keadaan di mana dirinya tak bisa bisa menahan emosionalnya bila ada Dave di sekitarnya.yang ada di otaknya hanyalah ketakutan dan traumanya.


" he Dave Lo mau ngapain sih ! Rizky bangkit dari kursi berdiri membelakangi Cahaya bermaksud melindungi Cahaya dari Dave.


" gue ada urusan sama Lo ! Dave menunjuk Rizky dengan telunjuknya yang tersemat gelang Hitam yang melingkar di pergelangan tangan Dave mata Dave tajam cukup mengerikan namun tak membuat niat Rizky menurun untuk menyelamatkan Cahaya


" mendingan Lo pergi dari sini deh ini tempat umum Lo nggak malu di liatin banyak orang di sini ! Rizky berujar dengan kalem sebagai ciri khasnya yang tak menggebu-gebu dalam menghadapi suatu masalah. apalagi keadaan Dave terlihat panas, maka sangat tidak mungkin bila Rizky ikutan memanas.yang ada , keadaan malah makin kacau.


" gue bakal pergi kalua Cahaya ikut sama gue " Dave berucap hingga urat-urat di lehernya timbul." "mendingan Lo minggir sekarang atau gue pukulin Lo sampe babak belur "


ketika Dave hendak menghajar Rizky para pelayan di kedai segera datang berusaha melerai.tiga orang menahan Dave dan membawa cowok itu keluar dari kedai,dan dua orang menahan Rizky untuk tidak mengejar Dave


" Berengsek Lo ! Dave menunjuk Rizky kilatan matanya penuh amarah.


tak di sangka Dave menendang tulang kering salah satu pelayan lain,dan menendang perut satu-satunya pelayan yang tersisa.Dave pun kembali masuk ke dalam kedai dan menghampiri Cahaya lagi


" pergi " Cahaya berteriak


" aku cuma mau pergi sama kamu sebentar aja ! Dave ngotot


"Cahaya aku mohon sama kamu penuhin permintaan aku yang satu ini.aku mohon kamu ikut aku ya ! Dave semakin mendekati Bulan,dan itu membuat Bulan semakin histeris "


" NGGAK MAU !!! Bulan berteriak sangat lantang " AKU BILANG NGGAK YA NGGAK "


" Cahaya..."


omongan Dave terhenti karena Cahaya yang memukulinya secara tiba-tiba.cewek itu memukul kencang dada Dave berkali-kali menampar, menendang dan mencakar wajah Dave.Namun semua itu tak memberi efek apapun bagi Dave. cowok itu malah diam dan terlihat menikmati


" AKU BENCI KAMU ! Cahaya mendorong bahu Dave dengan kencang membuat Dave mundur ke belakang beberapa langkah.


" PERGI DARI SINI"


" aku nggak bakalan pergi sebelum aku berhasil bawa kamu pergi dari sini ! balas Dave, membuat Bulan takut.


" Lo udah gila ya ?" Rizky yang dari tadi menyaksikan perdebatan antara Dave dengan Cahaya itu akhirnya mengeluarkan suaranya lagi." Buat apa Lo Dateng ke Cahaya lagi mau apain dia lagi nggak ada kapoknya ya Lo mikir nggak Cahaya itu sekarang siapanya Lo pacar Bukan kan terus,apa hak lo ngatur dan maksa-maksa Cahaya ?


" gue bilang gue nggak ngomong sama Lo " lagi-lagi Dave hampir meninju Rizky bila dua pelayan itu tidak menahannya "


" TOLONG anda keluar dari tempat ini sekarang ! salah satu pelayan berucap dengan tegas "keluar"


Dave melirik pelayan itu dengan sinis dan jahat " jadi pelayan aja belagu Lo."


" plak"


salah satu tamparan keras dari Cahaya mendarat mulus di pipi Dave Cahaya menatap Dave dengan mata yang menyala-nyala, seakan ada api yang berkobar di dalam sana


" PERGI !!! Cahaya menghardik."kamu tuh nggak pernah ada sopan santunnya ke orang lain selalu kurang ajar pergi aku bilang kamu pergi dari sini !!!


terjadi keheningan beberapa saat setelah Cahaya menutup wajahnya menunduk dalam-dalam,dan menangis sekuat mungkin kejadian yang sempat membuatnya takut berkepanjangan itu merasuki otaknya dan menganggu batinnya


" Cahaya...." Rizky bergumam bermaksud ingin mendekap Cahaya namun niatnya ia urung lakukan lalu memilih mengusap bahu Cahaya "

__ADS_1


" lebih kita pulang aja ya ! ajak Rizky, berbicara selembut dan sehalus mungkin pada Cahaya


Cahaya mengangguk


" Cahaya plis aku mohon sama kamu ! Dave masih bersikeras ingin membawa Cahaya pergi entah ke mana.Bulan tak menggubris,ia tetap berjalan meninggalkan kedai bersama Atta di belakangnya.


" Lo nggak usah maksa dia lagi ngerti nggak sih Lo apa kuping Lo nggak denger ! kesal Rizky


" Lo nggak usah ikut campur sok jago banget Lo lawan gue sekarang ! ketus Dave


"Lo yang sok jagoan ketemu Cahaya aja Lo ciut nggak usah ngerasa Lo yang paling hebat lah ! sahut Rizky dengan ketus


" nggak usah bawa-bawa dia "


" Emangnya kenapa Lo nggak suka atau jangan-jangan Lo takut"


kedua cowok itu berhenti di depan pintu kedai sementara itu Cahaya berlari ke arah parkiran motor.lantas menganyun tungkainnya ke motor Atta yang sudah terparkir di sudut sana tubuh Bulan gemetar membuat kakinya sulit bergerak karena dengkulnya mendadak lemas mungkin ini faktor rasa takut dan panik yang begitu besar pada dirinya.tiba-tiba langkah Cahaya terhenti kala ia mendengar suara pecahan kaca yang terdengar sangat keras.bahkan suaranya


bisa terdengar hingga Radius kurang lebih 50 meter.


Cahaya menoleh ke belakang mendapati pintu kedai pecah sudah runtuh dengan sempurna ke lantai, menimpa seorang yang ada di bawahnya.


Rizky !!! Cahaya memekik sekencang mungkin segera berlari cepat ke arah kedai untuk menggapai Rizky yang terlihat tak sadarkan diri


tetapi, langkah Cahaya harus terhenti saat Dave dengan cekatan menangkap tubuh anak itu dan menggendongnya secara paksa Cahaya meronta dan terus menangis.ia lihat banyak pengawai kedai yang berkerumun ke arah Rizky dan berteriak sambil mengejar Namun Dave bergerak cepat dan langsung masuk ke dalam mobil Hitam yang ada di kedai itu.kurang lebih lima detik Dave langsung tancap gas dan melaju cepat meninggalkan tempat


" Dave " Cahaya meronta-ronta di atas sofa jok mobil sambil berusaha membuka pintu untuk keluar.ia memukul jendela berkali-kali dan berteriak minta tolong walau nyatanya ia tahu tak akan ada yang bisa mendengar teriakannya kecuali Dave.


" Rizky ! " Cahaya menatap Rizky dari kejauhan cowok itu di bantu oleh banyak orang dan diangkat dari tempat semula.tangis Bulan semakin tak terkontrol dan itu membuat ia sesenggukan hebat.Dave mendengarkannya hanya bisa menahan rasa amarah dan menampar pipi cewek itu.


" turunin aku ! Cahaya berteriak pada Dave " turunin aku Dave "


" nggak kamu nggak bakalan aku turunin kamu " balas Dave


" turunin aku " Cahaya segera mencakar wajah Dave hingga seketika terlihat tiga garis merah di pipi kanan Dave "


" shit " umpat Dave " kamu mau ribut sama aku di sini "


" aku mau ketemu sama Rizky" pekik Cahaya" aku mau pulang sama Rizky "


" temen kamu itu Udah mati " Dave tertawa jahat " kamu nggak liat tadi dia abis aku apain"


" apaan sih " sekali lagi sangking geregetan sama Dave Cahaya meninju wajah Dave dengan tangannya yang kecil dan lemah"


" aku bersumpah tuhan Udah marah banget sama kamu dan secepatnya tuhan bakal cabut nyawa kamu " Cahaya marah


Dave yang gila itu malah tertawa terbahak-bahak menanggapi omongan Bulan " kamu masih percaya sama tuhan"


" Emang dasar kamu manusia yang nggak punya Hati " Cahaya menarik nafas dalam merendahkan emosinya yang meluap-luap


Cahaya mengusap air matanya yang membasahi pipinya menyekanya dengan kasar dan perlahan air matanya berhenti menghiasi pipi mulusnya.kini Cahaya merongoh saku roknya dan mengambil ponsel.ia segera menghubungi maminya dan memintanya untuk segera menjemputnya dan menolongnya dari Dave


sayangnya usaha Cahaya harus urung ia lakukan karena ponselnya di rampas oleh Dave yang kejiwaannya terganggu itu langsung membentur ponsel Bulan ke dasbor yang ada di hadapannya hingga layar ponsel seketika itu mati.


" hp aku " Cahaya kembali histeris.ia ingin mengambilnya tetapi Dave mencegahnya


" kamu mau apa sih " Cahaya menepis tangan Dave yang menyentuh tangannya " plis aku nggak mau hal itu terjadi lagi...."


" aku nggak bakalan apain-apain kamu aku cuma ingin bawa kamu ke sana dan temuin kamu sama temen-temen aku " Dave tersenyum miring


" ke sana ke mana " Cahaya memekik


" suatu tempat " ucap Dave sambil sekilas melirik Bulan dengan senyum nakalnya " pokonya tempatnya jauh dari jangkauan orang mami kamu atau bahkan Bumi nggak bakalan bisa temuin tempat itu "


Cahaya semakin kelabakan dan ia hampir putus asa setelah mendengar ucapan Cahaya pun menekan klakson mobil dan membunyikannya berkali-kali, berharap ada orang yang memberi perhatian pada mobil Dave. Cahaya terus membunyikan klakson dan berteriak, walau jendela mobil tertutup rapat ia menangis derai air matanya sampai jatuh dengan deras


" Berhenti " suruh Dave ia mendorong tubuh Bulan dengan kasar agar menyingkir dari stir mobil.akibat dorongan itu, Cahaya membentur pintu mobil dan kepalanya mendarat keras kaca jendela ia meringis setelah itu tubuhnya perlahan melemas dan ia mulai kehilangan kesadarannya

__ADS_1


__ADS_2