
pulang sekolah, Cahaya meminta kepada Pangeran dan Rizky untuk menemaninya menunggu ibunya datang menjemput untungnya Pangeran mau walau harus dipaksa terlebih dahulu oleh RIZKY
" aku pengen deh bisa naik motor ! Cahaya berucap ketika seorang siswi melaju di hadapannya dengan menggunakan sepeda motor matic"
" oh minta di ajarin aja sama Cahaya gue pengen aja sih ngajarin Lo cuma gue takut Lo kenapa-kenapa kalua sama Pangeran kan keselamatan Lo
terjamin ! seru Rizky
" ayo aja Pangeran tersenyum sok manis " Dengan syarat Dalam hitungan jam Lo harus bisa lancar pake motor itu "
" motor apa ! tanya Cahaya
" ninja gue gimana mau nggak ! celutuk Pangeran
" kamu mau bikin aku celaka pake motor kamu yang besar itu ! Cahaya menabok lengan Pangeran ngeselin banget sih kamu Pangeran
tepat saat, itu mobil milik ibunya bulan datang di depan pintu gerbang kaca depan mobil itu menurun, menampilkan figur ibu Cahaya yang selalu terlihat cantik dan tentunya elegan.ia tersenyum pada anaknya dan kedua cowok yang sedang bersama Cahaya
" mami udah Dateng " Cahaya bangkit dari bangkunya dan berpamitan pada kedua temannya " makasih iya udah mau nemenin aku DaDah"
Cahaya berlari kecil ke arah mobil membuat rambut panjangnya yang selalu membuat cewek-cewek itu iri bergerak kanan dan kiri dengan indah tiba Di dalam mobil Cahaya mengembus nafas lega lalu melepas tas dari punggungnya " capek"
" itu temen-temen kamu ! tanya mama Dewi sembari mengemudikan mobilnya"
Cahaya menggaguk dan tersenyum lebar " mereka itu sahabatan Dari SD mi tapi sekarang aku berteman sama mereka "
" Orang yang baik ! tanya mama Dewi lagi
" baik mi oh iya mi tanggal lima nanti sekolah ku ngadain study tour di Bali ! ucap Cahaya
" wah seru dong ! mama Dewi tersenyum Berarti habis ini kita ke mal ya kamu pasti mau beli barang-barang yang diperluin Buat di sana kan !
Cahaya menggeleng dengan ragu " nggak usah mi aku pake barang-barang yang ada aja"
" Loh ! mama Dewi mengerut kening merasa aneh dengan tingkah anaknya itu yang tidak seperti biasanya " yakin kamu"
" iya mi ! Cahaya nyengir padahal sebenarnya ia ingin sekali menjelajahi mal untuk membeli banyak peralatan baru untuk persediaan di Bali. di sebagi cewek pasti hal seperti tersebut m menjadi kebutuhan utama hidupnya tetapi untuk sekarang Cahaya termenung dengan omongan Pangeran saat di kelas tadi
" Pangeran aku bakal tunjukkin ke kamu kalau aku itu bukan anak manja ! batin Cahaya berseru
Nilai Lo seratus Pangeran
Rizky berlarian ke arah Pangeran sambil membawa tiga lembar kertas ulangan matematika yang barusan di bawa Doni ke kelas atta menyerahkan satu kertas pada Pangeran lalu ia melihat nilai yang tercantum dengan jelas di sana.
Seratus untuk yang kesekian kalinya Pangeran berhasil mencapai nilai sempurna di ulangan harian.ia tersenyum kecil dan langsung memasukkan kertas ulangan itu di dalam laci mejanya tanpa perlu bersorak-sorak heboh di dalam kelas karena dirinya yang telah mencapai nilai sempurna di kelas
" masa gue dapet nilai tujuh puluh lima sih ! protes Rizky sibuk memeriksa jawaban yang ia buat namun di anggap salah oleh gurunya"
__ADS_1
" guru udah tahu jawaban yang bener nggak usah Lo cek ulang terus jawaban Lo terima aja sih nilai segitu salah sendiri kenapa nggak belajar ! Ucap Pangeran
" tapi nggak apa-apa sih yang penting nilai gue ngelewatin KKM seketika Rizky tersenyum lebar dan tertawa lalu ia menaruh satu kertas lagi di atas meja Cahaya yang memang itu Merupakan kertas ulangan milik
Cahaya karena Cahaya nya belum tiba. Pangeran pun meraih kertas tadi dan mengamatinya " Dia aja dapet delapan puluh sembilan ' masa Lo bisa kalah sih sama anak baru"
" SELAMAT PAGI SEMUA NYA " Cahaya datang seraya menggebrak meja mengagetkan Pangeran dan Rizky cahaya pun tersenyum lebar memandang dua cowok itu secara bergantian
" lagi pada ngomongin apa nih ! tanya Cahaya penasaran
" kepo amat ! ketus Pangeran
pandangan Cahaya lalu tertuju pada kertas yang di pegang Pangeran dan juga Rizky lagi-lagi ia bertanya "itu kertas apa "
" ulangan matematika kemaren ! jawab Rizky
" punya aku mana ! tanya Cahaya
" Di Pangeran ! Rizky menunjuk Pangeran dengan dagunya seketika Pangeran gelapan dan langsung menyerahkan kertas yang ia pegang tadi pada Cahaya
" kok kertasnya ada di kamu ! heran Cahaya matanya lalu memicing dan menunjuk ke wajah Cahaya dengan iseng " Hayo...kok bisa ada di kamu ! kamu kepo iya sama nilai aku ya "
" apaan sih Emangnya salah kalua Gue liat punya Lo bentaran"
" nggak salah sih ! Cahaya terkekeh ia pun Menatap kertas ulangannya seketika memekik senang melihat nilai yang tertera di sana Akhirnya ia Bisa mencapai nilai di bawah KKM di karenakan ia tak sempat belajar karena baru tahu ada ulangan matematika pelajaran yang saat ia benci untungnya saja Dewi Fortuna masih berada di pihaknya "
lalu ia duduk di bangkunya dan meletakkan atas nya di atas meja ia membuka tas itu dan mengeluarkan dua kertas berisi gambar sketsa wajah seorang di masing-masing kertas tersebut
" Bagus nggak maaf kalua kurang bagus aku baru nyoba ngelukis sekitar 2 bulan yang lalu solanya he..he..he ! Cahaya tersenyum manis seraya menggaruk tengkuknya".
" Ini bagus banget Cahaya ! Rizky berseru lantang dengan mata berbinar-binar dengan tanda senang " lukisan nya mirip banget sama gue"
" seriusan kamu suka ! Cahaya ikutan senang dan menepuk sekali tangannya"
" Bagus ! puji Pangeran menatap dengan idetail lukisan hasil karya Cahaya" tapi ini aapan ada lope-lope di samping nama gue "
" hah ! Cahaya membelalak kaget dan langsung menatap gambar yang Pangeran bilang tadi Matanya seketika menangkap sebuah gambar lope yang terletak di samping nama Pangeran. seketika wajahnya berubah menjadi saat merona Dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri yang lupa ia hapus gambar love itu"
" oh iya kok bisa ada ia ! Cahaya menggaruk kepalanya mencoba mencari alasan yang tepat"
Rizky yang penasaran itu pun ikut melihat gambar milik Pangeran seketika ia tertawa keras akan hal itu
" Cahaya nya terlalu pake perasaan pas ngelukis muka Lo Pangeran, makanya sampe Nggak nyadar dia bikin lope-lope itu !
" Pangeran.... Cahaya memberenggut
" he..he..he bercanda ! ucap Rizky cecikikkan kecil ia kembali menatap lukisan wajah Pangeran dan menaikkan satu alisnya " kok di gambar ini muka Lo mirip sih Dave si Pangeran !
__ADS_1
" amit-amit ! Pangeran langsung menggentok kepala Rizky dengan ujung pulpen, penuh rasa gemas " sembarangan aja muka gue di samain- samain sama dia
lagi-lagi Rizky terbahak Dirinya yang hobi tertawa itu membuat orang-orang di sekitarnya ikut tertawa saat mendengar tawanya yang terdengar lucu dan unik.Rizky Memegang perutnya yang terasa sakit akibat terlalu banyak tertawa dan kini wajah memerah
" ngakak banget sih ! celutuk Cahaya, menahan tawa melihat Rizky yang tertawa hampir nangis
" Biarin aja gue sumpahin nggak bisa berhenti ketawa ! cetus Pangeran
mendengar ucapan sadis itu, Rizky pun berhenti tertawa dan berdehem pelan.ia menatap Pangeran vdengan kesal.Cahaya yang lemot itu pun baru tertawa setelah Rizky berhenti tertawa ia menunjuk wajah Rizky dan juga Pangeran kemudian memegang perutnya ketika tawanya semakin menjadi
" dasar lemot lucunya udah lewat sekarang Lo baru tertawa ! dengus Pangeran
masih mencoba menghilangkan tawanya Cahaya menutup mulutnya dengan berdehem juga seperti yang Rizky lakukan tadi"
" yaudah itu lukisanya di simpen ya jangan sampai hilang "
Cahaya pun bangkit dari bangkunya " aku mau ke koperasi dulu mau beli pulpen "
" mau di temenin nggak ! tanya Rizky
" gak usah Rizky aku bisa sendiri
" sekarang aku hafal kok "
" ya udah hati-hati nyasar ya ! pesan Rizky
ketika Cahaya hendak memasuki koperasi setelah berlarian menuruni anak tangga langkah bulan tiba-tiba terhenti saat seorang menyentuh tangannya membuat dirinya menoleh ke arah cewek itu !
"Eh ! Cahaya menatap tangannya yang di pegang cewek itu lalu beralih menatapnya
" maaf ! cewek tadi pun melepas tangannya dari tangan Cahaya dan tersenyum simpul pada cewek,itu yang tentunya lebih pendek dari dia"
" kamu Cahaya kan !
" iya ada apa ya ?
" nggak apa-apa ! jawab cewek itu ia lalu menarik nafas lega dan tersenyum lagi pada Cahaya" aku cuma mau masttin kalua kamu emang Cahaya "
" oh...! Cahaya tersenyum kikuk emang kamu siapa ya
cewek berambut lebat mencapai sebahu itu mengulurkan tangannya ke arah Cahaya bermaksud untuk berkenalan " aku Bianca kelas dua IPS
" Glad to know you ! ucap Cahaya dengan ramah
mereka berdua melepaskan jabatannya itu dan kini Bianca memandang Cahaya dengan mata teduhnya " ternyata kamu baik Juga ya"
" ah ! Cahaya sedikit terkejut lalu terkekeh " makasih iya "
__ADS_1
tak lama kemudian bel berbunyi nyaring dan Cahaya lantas tersentak.ia langsung berucap ke Bianca dengan terburu-buru
" udah bel aku harus beli pulpen dulu di koperasi kalau kamu mau balik ke kelas duluan nggak apa-apa kok" Bianca tersenym lalu menggaguk " ok aku duluan iya Cahaya