COWOK SUPER DINGIN

COWOK SUPER DINGIN
BAB 55


__ADS_3

Bara Berdiri Di dekat jendela kamar Cahaya sambil menatap lurus ke sebuah kertas yang saat ini ada ditangannya Kertas itu Bukan cuma sehelai, tetapi banyak semua adalah hasil buatan tangan Bulan.Ada puisi ada juga Lukisan gambar wajah Cowok yang Tentunya Bukan Bara


Berkali-kali Cahaya mengucapkan apa yang ada di kertas itu membacanya dalam hati sambil mencerna maksud dari kalimatnya Dapat Bara simpulkan, Semua yang Cahaya tulis adalah Tentang Cowok yang telah lama menghilang Dan Cahaya rindukan selama ini


Tentang Cowok yang Cahaya Cintai sejak SMA, lalu berpisah akibat kecelakaan yang menimpanya tiga Bulan lalu Semua tulisan itu mendeskripsikan bagaimana perasaan Cahaya pada Pangeran Nama yang selalu tertera Dalam kalimat syairnya


Senyuman getir muncul di wajah Bara, matanya menatap nanar kertas-kertas itu Dan menghela napas berat.ia tak tahu selama ini yang ia lakukan hanyalah menyakiti Cahaya ia tak tahu bahwa selama ini hati Cahaya ternyata Bukan untuknya


ketenangan Bara Lantas buyar ketika pintu kamar terbuka lebar lalu sosok Bulan berdiri di sana Cahaya terkejut, Tentu saja Matanya langsung tertuju pada Tumpukan kertas yang ada di Tangan Bara Segera ia berlari menghampiri Bara dan ingin merampas kertas, Tetapi Bara menahan nya


" Bara Jangan Bilang kalua kamu Udah baca semua tulisan yang ada di kertas itu " Cahaya sangat panik


Bara tersenyum tipis Dan meletakkan kertas itu kembali di atas meja " Maaf tapi aku udah baca semuanya "


" kamu baca semuanya ! Cahaya makin Cemas


Bara mengangguk " Maaf juga aku udah lancang masuk ke kamar kamu Aku cuma penasaran kenapa hampir setiap malam Aku Denger kamu Nangis aku liat kamu Murung duduk di Deket Jendela sambil nulis sesuatu Aku mau tahu karena aku pikir kamu bakal butuh Temen Buat Curhat Tapi kamu Buat ngomong Sama aku "


Dadanya seperti diikat tali yang melilit Kencang, terasa Sesak hingga sulit bernafas


" Aku cuma mau jadi Orang yang berguna Buat kamu Aku siapa denger Semua Cerita kamu, Curahan hati kamu pokoknya semua masalah yang sedang kamu hadapi " Lanjut Bara " Dan setelah aku tahu jawaban Dari pertanyaanku , kenapa sikap kamu berubah jadi pendiem dan jarang ngomong Sama aku sekarang aku ngerti.apa ngerti apa yang kamu Rasain selama ini"


" Bara,aku ...."


" Aku nggak marah akan marah Cahaya Aku tahu setiap Orang pasti punya masa lalu Entah masa lalu yang menyenangkan atau sebaliknya Aku juga tahu setiap Orang berhak melupakan atau menerima masa lalu itu " Tambah Bara " Aku tahu kamu masih sering mikirin Cowok yang kamu Cintai Sejak SMA dulu bahkan pas kamu lagi bareng aku kamu pasti mikirin dia "


Cahaya tertunduk tak tahu harus berkata apa lagi ia merasa kehabisan kata untuk mengungkapkan apa yang di pikirannya ia merasa dirinya tertangkap basah oleh Bara


" Aku nggak pernah maksa kamu buat suka sama aku " Bara membuat Bulan menatapnya seperti yang ia lakukan pada Gadis itu " Aku butuh Cewek yang tulus Sayang sama aku Bukan karena balas Budi "


" Bara aku bisa..."


" Aku tahu raga kamu emang di sini selalu di Deket aku Tapi pikiran kamu dan hati kamu nggak di sini tapi di Bumi kan " Selak Bara Cahaya satu hal yang kamu harus tau " Bara menyentuh pipi sekilas, matanya tak lepas dari Retina milk Bulan " Aku sayang sama kamu tulus.Aku nggak pernah berharap kamu bakal bales perasaan aku karena Setiap Orang punya berhak untuk membalas perasaan atau nggak.Aku nggak bisa maksa kamu sama kayak kamu maksa aku Buat benci sama kamu nggak akan bisa Cahaya


Sebulir air mata turun dari sudut mata Cahaya ,ia tertunduk sembari mengusap hidungnya terlalu sering membuat Orang lain sakit hati membuatnya merasa tak berguna lagi di Dunia ini Orang sebaik Bara pun sakit hati karena perbuatannya yang tanpa ia sengaja


" Aku nggak pernah mau kamu terima aku karena Balas Budi atau karena kamu pikir aku udah baik sama aku Aku nggak butuh itu Lan ! sambung Bara


" Seharusnya dari awal kamu Bilang ke aku, kalua kamu masih belum bisa terima aku " Kata Bara lagi " Jadi kita nggak perlu persiapin acara pertunangan Kita Aku nggak mau ada Sesuatu yang terpaksa di sini "


Sejenak Cahaya diam Dan menangis tanpa henti Hingga akhirnya ia memeluk Bara dan pelukan itu di balas olehnya Bara mengelus kepala Cahaya menghirup Aroma rambut Cewek itu Dengan penuh perasaan ia sangat suka dengan pelukan hangat itu meski ia tahu ini mungkin menjadi pelukan terakhirnya Cahaya


" Bara aku minta maaf "


" kamu nggak perlu minta maaf Aku yang seharusnya minta maaf nggak Bisa ngertiin kamu Dari awal "


Bulan semakin mengeratkan pelukannya ia tak mengerti pada Dirinya sendiri mengapa ia tak bisa jatuh cinta pada Sosok baik Dan lembut seperti Bara karena Hatinya malah memilih Cowok galak macam Pangeran yang sekarang telah Benci pada Dirinya Cahaya memejamkan matanya berharap apa yang telah menjadi pilihannya akan membawa hal baik dalam hidupnya


" Aku sayang Sama kamu Cahaya " setelah Pelukan itu terlepas Cahaya menyeka air mata yang berjejak di pipi lalu berusaha untuk Tersenyum Tatapan yang Bara berikan padanya mengisyaratkan betapa Sakitnya perasaan Cowok itu Bulan tak tega, Namun tak bisa juga untuk menatap nya Balik "


" Makasih buat semuanya Aku tahu terima kasih nggak bakal cukup bales semua kebaikan kamu selama ini ke aku Bara Tapi kali ini aku janji aku akan pernah lupain kamu dan kita bisa berteman baik kali ini aku bakal Tepatin Janjiku " tutur Cahaya


Bara mengangguk sambil tersenyum sekali lagi Bulan memeluk Bara mencium aroma maskulin Cowok itu Seandainya bisa Cahaya akan memilih untuk Jatuh cinta pada sosok Bara tapi perasaan itu nggak bisa di paksakan karena sekarang Cahaya Sangat mencintai Pangeran

__ADS_1


Empat hari telah berlalu Pangeran harus menjalani Rawat inap di Rumah sakit yang sama Bukanya membaik keadaannya terbilang memburuk dari yang sebelumnya


Siang ini Bianca, Rizky Dan Cahaya mengunjungi Pangeran Dengan membawa parsel yang berisi buah-buahan manis serta beberapa makanan Ringan untuk mereka Cahaya Tersenyum semringah tak sabar untuk melihat Pangeran karena kemarin ia tak datang sebab badannya pegal-pegal semua Ditambah kepalanya yang pening


Setelah keluar dari lift ketiganya berjalan beriringan memasuki Lorong yang berisi deretan Kamar-kamar yang ada di sana Pangeran ada di kamar 231 Dan mereka pun berhenti di depan dengan Nomor yang sama Rizky membuka pintu kamar itu dan masuk bersama Bianca ketika Cahaya hendak melangkah masuk niatnya langsung terurung lantas kakinya mundur


" Kalian aja " Ucap Cahaya pada Dua sahabatnya itu


Bianca menatap Cahaya Dengan sendu lantas mengangguk paham " tunggu sebentar ya Cahaya "


Cahaya menganggukkan kepalanya Bianca pun tersenyum dan menutup kamar Pangeran Sementara itu Cahaya mendekati Bangku yang letaknya tiga meter dari posisinya berdiri


Cahaya duduk di sana Dan menunggu Rizky Dan Bianca Dengan anteng padahal nyatanya ia ingin sekali menjenguk Pangeran dan melepas Rindunya yang terpendam Sayang, Pangeran tak Mau melihatnya


kini Cahaya menyadarkan kepalanya sampai bertemu Tembok yang ada di belakang matanya tertutup rapat, bibirnya pun juga sama terlihat Raut wajah lelah di sana, Tetapi paras Cantik yang dimilikinya


" Cahaya" Suara Cewek berhasil membuat mata Cahaya terbuka saat itu juga ia menoleh ke arah pintu kamar Pangeran melihat Bianca yang menampilkan setengah Badannya keluar "


" masuk aja Pangeran lagi tidur " Bianca Tersenyum lebar begitu Semangat mengajak Cahaya masuk ke kamar Pangeran


Cahaya pun segera Bangkit Dari tempat Duduk Dan menghampiri Bianca untuk masuk ke sana setelah masuk dan pintu tertutup lagi Cahaya mendekati Pangeran yang sedang tidur Pangeran memakai alat bantu pernapasan bibirnya membiru wajahnya sangat pucat


Cahaya melirik ke mesin elektrokardiograf ( EKG ) yang menampilkan ritme detak Jantung Pangeran Cahaya mengernyit merasa asing dengan benda itu karena sebelumnya Pangeran tidak memakai alat mesin tersebut


" Kemarin Pangeran kejang-kejang terus pingsan napasnya Cepet Detak jantung nya tak nggak teratur Makanya sekarang di pasang mesin EKG buat mantau kesehatan dia " Rizky berujar , menjawab Rasa Bingung Cahaya "


Makin banyak alat medis yang menempel di badan nya Pangeran Di dada, tangan, wajah di mana-mana ada, Wajahnya sedikit terlihat menirus sedih Cahaya mengusap lengan Bumi penuh kelembutan dan kasih sayang


" Cepet Sembuh ya " ucap Cahaya " Maaf aku nggak nurutin omongan kamu Tapi aku kangen banget Sama kamu Aku mau liat keadaan kamu, Walaupun Sebentar aja "


Cahaya Semakin mendekat brankar Pangeran kini badannya condong ke arah Pangeran dan bibirnya mendarat di kening Cowok yang begitu ia cintai Air mata Cahaya pun jatuh di tepat di kening Pangeran saat ia masih mengecupnya Cahaya tak pernah bisa menahan pedihnya melihat orang yang ia cintai terbaring lemah seperti itu Rasanya sakit sekali kalau Boleh ia meminta ia berharap untuk bertukar posisi dengan Pangeran


tak peduli dengan Pangeran yang mulai membencinya tidak mau mengenal dirinya dan memaksanya untuk menjauhi dia.Cahaya tetap setia menunggu sampai Bumi mau menerimanya lagi Dan memaafkan Dirinya Selama mereka masih berstatus sebagai sahabat, Cahaya akan tetap berada di samping Pangeran walua ia tak menginginkan kehadiran nya


Cahaya menarik cairan bening yang di dalam hidungnya sambil menjauhkan wajahnya dari Pangeran ia tersenyum tipis sedangkan jemarinya masih terus mengusap tangan Pangeran a rasanya Rindu nya sudah terbayarkan


" Halo Tante ? Bianca berbicara dengan seseorang di balik saluran telepon


" iya aku Rizky sama Cahaya lagi di kamar Pangeran nih Tan ! Diyakini Bianca ia sedang berbincang dengan Tante Dewi ibunya Pangeran "


" Oh iya Tan kami di sini masih lama kok Tante kalua mau pergi sebentar nggak apa-apa kok"ujar Bianca


" Oke Tante " Bianca Tersenyum dan mengangguk kemudian menjauhkan ponselnya dari telinga


Cahaya Dan Rizky menoleh ke arah Cewek itu dengan pandangan mata yang sama-sama bertanya Bianca yang mengerti maksudnya pun menjawab


" Tante Dewi Bilang beliau harus pergi dulu ada yang mesti di urus tapi abis dari sana Tante Dewi bakal ke sini Tante Dewi cuma mastiin Pangeran ada yang nemenin sekarang " ujar Bianca


tepat setelah Bianca berujar terdengar keluhan pelan berasal dari Pangeran Cahaya menoleh ke arah nya melihat mata Bumi yang hendak terbuka, Lantas Cahaya langsung melepas tangan Bumi yang Sejak ia tadi ia genggam daun langsung keluar dari kamar ia tahu Pangeran tak bisa mengetahui kehadiran Cahaya di kamarnya Usai Bulan menghilang dari kamar Pangeran mengerjapkan matanya Dan menguap lebar Pangeran seperti merasa ada seseorang yang menggenggam tangannya Halus tangannya seperti tangan Cewek Tetapi Pangeran tidak yakin ia benar-benar merasakan kehadiran Cewek itu Rasanya Seperti mimpi karena siapa lagi cewek yang rajin menjenguknya kalau Bukan Bianca masa iya Bianca yang memegang tangannya sementara ia menjalani hubungan dengan Rizky


" nggak mungkin Cahaya kan " batin Pangeran


" Lo Tadi udah makan belum " Bianca bertanya dan Pangeran menggeleng

__ADS_1


" Tuh makanan " Rizky menunjuk ke sebuah nampan abu-abu yang atasnya berisi sepiring Nasi tim beserta air mineral "


" Ya udah Lo makan dulu aja " kata Bianca


Rizky meraih makanan tadi dan melepas plastik bening yang membungkusnya.Pasti makanan itu sudah sejak tadi makanya nasinya jadi tidak hangat lagi.Rizky menyerahkan mangkuk itu pada Bianca karena seperti biasanya bila tidak ada Mamanya Bianca lah yang menyuapi Pangeran kalua Rizky yang menyuapinya yang ada makanannya malah di makan sama dia sendiri


Bianca menyendok nasi tim itu,lalu menyuapi ke mulut Pangeran akan tetapi Pangeran malah diam dan menatap lurus ke depan enggan Membuka mulut nya


"Pangeran" Bianca memanggil Tetapi Pangeran tak bergeming dirinya hanyut dalam lamunan


Bianca melirik Rizky Bingung Dengan apa yang terjadi Sekali lagi Bianca memanggil Pangeran Dengan suara lebih keras


" Pangeran Lo harus makan "


Pangeran malah menggeleng pelan.membuang Mukanya ke kiri tak mau Bianca dan Rizky melihatnya Anak itu malah tidur lagi tidak peduli lagi dengan Bianca yang memanggil nya terus


" nggak mau makan Pangeran " tanya Bianca lagi


" Pangeran dari kemarin Lo itu susah makan Mulu deh gemas gue jadi nya Semalem aja Lo nggak makan " Rizky ikut menyahut " udah kenyang gue nampung makanan Lo yang nggak habis "


Seketika ruangan ini jadi Hening hanya terdengar bunyi Dari mesin EKG Pangeran tak bergerak kembali pada posisi semulanya yang tidur tenang di brankar Bianca menghela nafas dan menaruh sendok yang ia pegang tadi ke mangkuk


" Ya udah Lo makan iya biar tiga suap yang penting keisi perutnya " kata Bianca " Biar cepet sembuh terus bisa pulang Emangnya Lo nggak bosen ada di sini terus "


Sementara itu di luar kamar Pangeran Cahaya berdiri di Samping pintu bersandar pada tembok.Sesekali ia mengintip lewat kaca kecil di pintu dan melihat Pangeran yang terlihat kembali tidur Cahaya menggigit bibir bawahnya merasa khawatir karena Pangeran tak mau makan ia rasanya ingin masuk dan memaksa Pangeran untuk makan tetapi ia dilema Pangeran pasti akan semakin marah padanya


" Pangeran.. ayo makan " Cahaya berujar pelan sekali terdengar seperti sebuah bisikan


seketika Cahaya terkejut ketika seseorang menyentuh bahunya dari belakang.untung saja Cahaya tidak teriak histeris pasti suaranya dapat membangunkan semua pasien yang sedang tidur Bulan menoleh mendapati seorang cowok berdiri di sana sambil tersenyum jahil


" Ngapain ngintip-ngintip " Celetuk Alex


" Eh " Cahaya gelagapan " Nggak ngapain-ngapain kamu Ngapain ke sini


" Gue lagi Nyari biawak gue tadi nya kabur terus lari ke sini " Alex berujar dengan wajah serius


" serius mana tapi aku nggak liat biawak tadi " kata Cahaya dengan polos nya


Alex tertawa walua tawanya kelihatan jaim ia lalu menatap Cahaya" Lo percaya Sama ngomong gue "


Cahaya mengerutkan keningnya dan satu alisnya naik sedikit


Alex tertawa " Gue kesini mau jenguk Samudra Dia Udah bangun


" Udah "


" kok Lo nggak masuk kenapa malah keluar "


" nggak apa-apa ! Cahaya Tersenyum segaris, terlihat seperti di paksa


" Cewek Banget di tanya apa jawabanya nggak apa-apa Celetuk Alex " Gue boleh masuk nggak nih ? jangan jawab nggak apa-apa


" masuk aja " akhirnya Alex pun pamit pada Bulan untuk masuk ke kamar Pangeran tak Sadar Cahaya menghela nafas lega dan kembali mengintip lewat kaca kecil itu.ia melihat Alex jalan mendekati brankar Pangeran berdiri di sampingnya Lantas melengkungkan punggungnya ke arah Pangeran lantas bibirnya mendekati Telinga Bumi dan membisikkan ke telinga Pangeran Entah apa yang Alex katakan pada Pangeran Tetapi tak lama setelah itu Pangeran vmembuka mata dan menoleh ke arah kanan

__ADS_1


Cahaya tak tahu apa yang terjadi di sana ia hanya bisa menyaksikan mereka ke luar kamar beberapa Detik kemudian Bianca kembali menyuapi Pangeran dan menerima makanan itu masuk ke dalam mulutny


__ADS_2