COWOK SUPER DINGIN

COWOK SUPER DINGIN
BAB 12


__ADS_3

Cahaya mengangkat sebuah koper untuk di masukkan ke dalam bagasi pagi ini, tepatnya pukul lima,ia sudah harus berangkat ke sekolah sesuai dengan ketetapan yang ada edaran kemarin. Cahaya menutup pintu bagasi mobil setelah nyakin barang bawaannya sudah masuk semua ke sana.sekarang Cahaya berjalan ke depan mobil dan membuka pintu kiri mobil lalu masuk.


Cahaya membuang nafas begitu lega saat ia sudah duduk dengan nyaman dengan ibunya " ayo mi"


mobil mulai berjalan membelah jalan raya yang masih terlihat lengang oleh kendaraan yang berlalu-lalang Cahaya tak berhenti mengukir senyuman kecil di wajahnya yang manis seperti ia bahagia sekali akan segera pergi ke Bali bersama teman-temannya


" Cahaya nggak sabar ! pekik Cahaya begitu riang " pasti di sana bakalan seru banget ya mi "


mama Sandra mengganguk sembari terkekeh kecil " kamu harus jaga diri baik-baik di sana ya jangan suka nyusahin orang lain jangan bikin guru-guru kamu tambah pusing dan jangan ceroboh iya "


Cahaya tertawa sebentar lalu mengganguk kepalanya " siap mami ku sayang"


" kamu barengan terus aja sama temen-temen kamu yang kemaren ! ucap mama Sandra"


ucapan mama Sandra membuat Cahaya jadi menyebut nama Pangeran dan Rizky dalam hati bulan senyum-senyum sendiri dengan pipinya merona Cahaya pikir pasti akan lebih seru bila Cahaya bersama dua cowok itu.Semoga aja Pangeran di sana galaknya ilang ketika mereka sampai di Bali.


Cahaya sudah membayangkan tentang momen romantis yang biasanya ada di film-film pun segera melintas di benaknya seandainya ia bisa melakukan hal romantis bersama cowok ia sukai di tepi pantai sambil melihat sunset ah impian !


lima belas menit kemudian tak terasa mobil mama Sandra berhenti di depan sekolah Cahaya. Cahaya pun segera turun dan berjalan ke belakang mobil untuk membuka bagasi ia mengangkut koper miliknya dari dalam sana untuk di keluarkan ia pijakan ke dasar tanah setelah itu,ia menutup kembali pintu bagasi dan menderek kopernya ke depan pintu mobil untuk berpamitan dengan maminya.kaca pintu mobil itu menurun dan muncul wajah mama Sandra


" dadah mami ! seru Cahaya"


" hati-hati ia sayang ingat jaga diri baik-baik dan jangan lupa kabarin mami terus ia ! mama Sandra tersenyum menatap anak kesayangan itu "


" iya mi Cahaya berucap"


Lalu Cahaya berjalan menuju lobi sekolah sambil memperhatikan keadaan di sekitarnya waktu sudah menunjukkan pukul 05.30 tetapi keadaannya sekolah sudah ramai Bus parawisata yang akan mengantar murid-murid ke bandara pun sudah berjajar rapi di lapangan sekolah senyuman Cahaya mengembang sempurna


" Cahaya ! seorang memanggil memberi perhatian pada Cahaya terlihat seorang cowok mengenakan sweater Hoodie berwarna hitam dengan jeans selutut bersama seorang cowok yang memakai kaos putih polos dengan di padukan jaket Levisnya Dengan celana ripped jeans semata kaki.penampilan mereka terlihat lebih ganteng dari biasanya Apalagi Pangeran dengan kaos putih polos nya dan di padukan jaket Levisnya dan di tambah kacamata hitamnya"


" RIZKY,Pangeran ! Cahaya berlari menghampiri dua cowok itu sambil menarik kopernya yang tadi ia pegang"


keduanya cowok itu menatap Cahaya Rizky menatap Dengan ekspresi yang sama seperti Cahaya sama-sama gembira.Dan Pangeran masih dengan tatapan super-jutekanya yang tak pernah luntur dari mukanya


" cantik amat Cahaya ! puji Rizky Cahaya yang berdiri di hadapannya lalu menyikut pinggang Pangeran " bener nggak Pangeran hari Cahaya cantik kan "


Cahaya memang terlihat sangat cantik hari ini dengan kaos lengan pendek berwarna magenta dan di padu padankan oleh celana jeans panjangnya abu-abu terang Di tambah rambut panjangnya di kepang satu dengan model Nggak sedikit berantakan yang malah terlihat lebih bagus itu membuatnya terlihat sangat cantik"Rizky juga ganteng ! balas Cahaya kemudian menatap Pangeran juga ganteng


Pangeran tak menanggapi Cahaya padahal diam-diam Pangeran memperhatikan penampilan Cahaya dari atas sampai bawah cantik ,sih tetapi Pangeran terlalu gengsi untuk mengungkapkan itu pada Cahaya yang kini berdiri di hadapannya tersebut.Pangeran kini mengalihkan pandangannya ke arah lain dan berputar badan ke belakang.ia hendak berjalan ke arah bus saat orang-orang mulai memasuki bus masing-masing


Di belakang Pangeran, Cahaya


mengikuti bersama Rizky yang berada di belakang Cahaya" kita satu bus kan ! tanya Cahaya


" iya Cahaya" jawab Rizky


sebelum masuk ke bus tiga anak itu terlebih dahulu menyerahkan bawaan mereka pada pengurus bus untuk di masukkan ke dalam bagasi saat mereka sudah sampai ke depan pintu bus, Pangeran langsung masuk melewati tangga kecil yang ada di pintu giliran Cahaya hendak masuk ia terlihat kesusahan tangga kecil itu terasa tinggi mengingat tubuh Cahaya yang mungil dan bisa di bilang alhasil Cahaya meminta bantuan Rizky "


" Rizky bantuin aku dong ! ucap Cahaya.


..." Rizky bukannya membantu ia malah berteriak " Pangeran bantuin Cahaya...


Pangeran mendengar dan dengan malas ia kembali ke pintu bus hanya untuk melihat apa yang terjadi " kenapa Lo " ucap Pangeran pada Cahaya "


" aku nggak bisa naik ! lirih Cahaya sambil mengulurkan tangannya ke arah Pangeran" susah buat naiknya.... tangganya ketinggian "


Pangeran mendengus lalu menerima uluran tangan Cahaya ia Manarik tangan Cahaya itu bermaksud membantu tubuhnya agar bisa naik ke tangga kecil tadi


" hati-hati ucap Pangeran hampir seperti sebuah bisikan"


ketika Cahaya berhasil naik dan memasuki bus ia, langsung memekik senang " makasih Pangeran"


lalu Cahaya Berbalik badan lagi ke arah Rizky yang hendak masuk karena ini adalah gilirannya.setelah Rizky berhasil naik ketiganya menelusuri isi bus. Cahaya tidak tahu mau duduk di mana dan dengan siapa.karena ia pikir, Pangeran akan duduk bersama Rizky dan dirinya tersingkirkan


" Pangeran Cahaya duduk di sini aja ! Rizky menghentikan langkah Pangeran yang sudah di belakang Bus hingga membuat Cahaya menoleh ke arahnya.mau tak mau Pangeran maupun Cahaya menuruti Rizky dengan kembali ke posisi tengah Bus"


Rizky duduk di pojok dekat jendela,ia menarik Cahaya untuk duduk di tengah dan Pangeran Duduk di paling pinggir senyuman itu merekah kembali di wajah Cahaya Akhirnya ia memiliki teman di bus sehingga dirinya tak perlu takut dengan perasaan Bosan selama di perjalanan nanti." aaa Nggak sabar lagi-lagi Cahaya memekik " kalian pasti deg-degan kan ya ! tanya Cahaya


" nggak biasa-biasa aja Lo aja yang norak ! ketus Pangeran


" aku nggak norak kamu itu harus bisa bedain mana yang norak mana yang excited ! protes Cahaya


" iyain aja soalnya umur Nggak ada yang tahu ! celutuk Pangeran

__ADS_1


Cahaya jadi kesal " ih nyebelin Nggak mau ngomong sama Pangeran Rizky aja deh"


" ya silahkan aja siapa juga mau ngomong sama Lo dasar anak manja ! Pangeran berucap tanpa menoleh ke arah Cahaya


" aku nggak manja kok aku bahkan udah ngebuktiin omongan kamu ! protes Cahaya


" omongan apa ! Pangeran bertanya dengan nada menantang


" aku nggak jadi ajak mami ke mall waktu itu semua yang ada di koper aku itu semua barang-barang lama ! Cahaya menaiki dagunya sedikit memandang Pangeran dengan mata tajam


" oh iya ! Pangeran menyeringai " Buktiin juga dong lewat fisik naik tangga bus aja masih minta bantuan orang lain kalua manja ya manja aja "


" itu karena tangga bus nya ketinggian dan akunya pendek ngeselin banget sih jadi orang ! Cahaya semakin emosi


Rizky yang sedari tadi melihat dan mendengar perdebatan antara Cahaya dan Pangeran itu hanya bisa tertawa geli ia tak habis pikir kenapa dua manusia itu selalu ribut bila bertemu gak di sekolah gak di tempat lain mereka tetap ribut yang ceweknya hobinya memancing si cowok tetapi bawaannya emosian sama si cewek klop banget


" Udah Lo berdua lanjut berantemnya nanti aja kalua bisa,pas di pesawat aja ributnya biar sekalian gue tendang keluar tinju-tinjuan dan Lo berdua sambil terbang gimana ok kan ! Rizky berdecak ringan lalu menyadarkan kepalanya di Jendela ia memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur"


Cahaya manyun dan melipat kedua tangannya di depan dada sambil mengangkat dagu " Bodo"


sudah memasuki kabin pesawat. Cahaya Berjalan Di Belakang Pangeran dan Dibelakang Rizky dan di belakang Cahaya ada Pangeran setelah menemukan kursi yang masih kosong tiga.mereka pun segera Cahaya Duduk di pojok dekat jendela di sampingnya ada Pangeran dan di sebelah Pangeran ada Rizky posisi mereka berubah tidak sama seperti di bus tadi


Beberapa menit kemudian terdengar pemberitahuan bahwa pesawat akan segera cepat landas.Cahaya sangat suka bila pesawat bergerak cepat melayang di udara rasanya seru sayangnya berisik membuat gendang telinganya berdengung Cahaya menatap keadaan di luar pesawat lewat jendela melihat segala objek di luar sana seakan-akan berlari mengejar pesawat yang akan pergi jauh tak lama dari,itu pesawat melayang dan rodanya menyentuh aspal Dalam hati, Cahaya berseru senang apalagi bila ia menaiki pesawat pada malam harinya pasti akan lebih seru dan mengasyikkan


" aku terakhir naik pesawat itu kelas sepuluh pas liburan ke Singapura cerita Cahaya " akhirnya sekarang bisa naik pesawat lagi "


" gue Juga kelas sepuluh waktu study tour di Semarang iya kan Pangeran ! sahut Rizky


Pangeran menyahut dengan dehaman


" nanti kita bertiga terus sampai di Bali aku nggak mau jauh-jauh dari kalian ! pinta Cahaya


" nggak ! Pangeran menoleh ke arah Cahaya sedikit " gue nggak mau


" bareng Lo itu selalu nyusahin orang tau gak ! ujar Pangeran


" aku nggak nyusahin orang kok ! sentak Cahaya


" tapi Lo itu manja sama aja nyusahin orang ! ejek Pangeran


" amit-amit ! pekik Cahaya


" ngarang aja Lo kalau ngomong! ketus Pangeran kepada Rizky


" tahu nih Rizky ! sahut Cahaya yang sebenarnya jadi panik gara-gara omongan Rizky


" jangan ikutan nyahut Lo ! desis Pangeran


" sensi Mulu ih sama aku ! Cahaya


frustasi ia lebih memilih untuk mengalihkan pandangannya ke luar jendela pesawat untuk menenangkan dirinya sendiri.


tak terasa pesawat sudah terbang tinggi bersejajar dengan awan Dahulu Cahaya pernah mengira awan itu wujudnya seperti permen kapas yang berwarna putih tetapi setelah ia menaiki pesawat dan melihat dengan jelas bagaimana bentuk awan yang sebenarnya perkiraannya pun tak lagi sama seperti dahulu


Dan semakin lama keadaan semakin terasa panas karena silau matahari dari pantulan jendela akhirnya, Cahaya menurunkan penutup jendela berwarna putih keabuan-abuan dan menyadarkan kepalanya di sandaran kursi lebih baik dia tidur daripada merasa bosan.


satu jam berlalu pesawat masih melintasi langit terang Indonesia Cahaya sudah larut dalam mimpi indahnya dan Pangeran serta Rizky mulai asyik dengan dunia nya masing-masing Pangeran fokus dengan Buku di tangannya Dan Rizky sibuk dengan permainannya yang ada di ponselnya


" Cahaya tidurnya pules banget ! ucap Rizky sambil melirik Cahaya yang Duduk di samping Pangeran itu lucu, banget ya mukanya Cahaya "


" Biasa aja ah ! Balas Pangeran cuek masih fokus dengan menatap bukunya


" kalua gue perhatiin lama-lama muka Lo berdua mirip tahu ! celutuk Rizky menahan tawanya kayaknya Cahaya itu jodoh Lo Pangeran "


" Dasar Bucin enak aja kalua ngomong jodoh itu di tangan Tuhan Bukan di tangan Lo ! celutuk Pangeran


" Biasanya nih kalau cewek sama cowok mukanya rada-rada mirip kemungkinan besar nih mereka berjodoh sumpah aura muka Lo sama Cahaya itu kayak ada kesamaan gitu ! Rizky terbahak


" Najis amat bahasa Lo nggak usah ke makan mitos begituan Nggak ada gunanya"


" ok kita buktiin aja nanti itu sebenarnya fakta atau mitos ! Rizky disusul senyum jahilnya Pangeran mengedikkan bahunya tak peduli "


Cahaya awalnya sedang tertidur, mendadak membuka matanya seperti orang kaget Bahkan badannya bergetar sekali mirip orang tersengat listrik

__ADS_1


Lo kenapa Cahaya ! alias Rizky terangkat satu


" Cahaya menyentuh wajahnya dan mengusap kening Gue mimpi kepeleset di tangga " ah pengin ke toilet gue ! Pangeran melepas sabuk pengaman bergegas bangkit dari kursi untuk di toilet yang berada di bagian belakang pesawat.


" Pangeran panggil Cahaya membuat


Pangeran menoleh " aku mau ngomong


"apaan ! tanya Pangeran


" hati-hati iya " Cahaya tersenyum manis membuat Pangeran Bingung Pangeran tidak menjawab ia diam membuang wajah dari Cahaya lalu menatap Pangeran tertawa kecil


sesampainya di Bali Cahaya memasuki kamarnya inapnya yang sudah di isi oleh teman-temannya cewek yang lain


karena rasa kantuk yang sudah marajela di otaknya, Cahaya langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur yang empuk dengan posisi melengkup tak sampai lima menit, Cahaya sudah masuk ke dalam dunia mimpinya dan tertidur pulas mendahului teman-teman satu kamarnya yang sibuk memandang keindahan Bali pada malam hari di balik jendela hotel tida


sementara itu ada satu sosok cewek yang tidak seheboh cewek-cewek lainnya.ia Duduk di pojok kasur yang berbeda dengan kasur Cahaya sambil menekuk lututnya dan menunduk Bianca.ia terkenal sebagai cewek yang energik namun kali ini ia terlihat sangat pendiam.


" Bianca sini mau ikutan foto-foto nggak ! Nasya berseru dikuti Gea, angel, Nina


Bianca menggeleng sembari tersenyum kecil ia mengembus nafas pelan dan kembali merenung dalam diam.akhir-akhir ini Bianca terlihat lebih kalem dari yang biasanya padahal,di sekolah ia terkenal akan populitasnya ia pernah menjalin hubungan dengan banyak cowok populer di sekolah seperti kapten basket, ketua OSIS sampai anak ketua yayasan Bukan hanya mereka masih ada cowok lagi yang pernah menjalin hubungan dengan sosok cantik seorang Bianca


Bianca kini melirik Cahaya yang sudah tidur itu.tadinya ia ingin berbicara dengannya , namun melihat Cahaya yang kelelahan seperti.itu Bianca pun mengurungkan niatnya pikirnya ia bisa membicarakan hal itu beberapa waktu ke depan,bukan hanya hari ini saja.


merasa Bosan Bianca pun mengubah posisinya jadi tiduran dan menarik selimut hingga mencapai dada.Bianca berusaha memejamkan matanya sembari menyentuh perutnya.akibat mengenakan celana pendek se-paha jadi ia kedinginan


Bianca yang baru saja memejamkan matanya,dan menatap ke arah pintu Nasya langsung berlari kecil ke pintu langsung membukanya.Muncu lah sosok Pangeran di depan pintu membuat semua cewek yang ada di dalam kamar itu langsung menahan diri untuk tidak berteriak.


" mana Cahaya ! tanya Rizky yang ternyata berdiri di samping Pangeran yang memanggil Cahaya berulang kali jadi Bukan Pangeran melainkan Rizky


" udah tidur " jawab Nasya seraya mengarahkan wajahnya ke arah Cahaya yang sudah tertidur " mau ngapain ? Cahaya jangan di bangunin kasihan dia udah tertidur pulas banget"


" nyokapnya nelepon " kata RIzky seraya menunjukkan ponsel milik Cahaya Hpnya tadi ke bawah sama gue


" ya udah angkat saja lah ! kata Nasya


Pangeran pun melirik Cahaya yang hanya memastikan cewek itu benar-benar tertidur.Dan ternyata itu memang betul Cahaya sudah tertidur pulas melihat Cahaya itu sudah terlarut dalam tidurnya Pangeran mengajak Rizky untuk pergi dari tempat itu


" tunggu Pangeran ini gimana "


" gue yang angkat ! selak Pangeran ia lalu mengambil alih ponsel milik Cahaya Dari tangan Rizky dan mengangkat telepon dari maminya Cahaya


" assalamualaikum Tante ! ujar Pangeran dengan sopan


" ini siapa ya kok suara nya beda ! mama Sandra terdiam sejenak ketika suara cowok yang merasuki telinganya bukan suara Cahaya "


" maaf Tante saya Pangeran Temannya Cahaya Tante Cahaya nya sudah tidur Nggak tega saya bangunin Cahaya ! sahut Pangeran


" oh gitu Biasanya jam segini dia Masih bangun ! mama Sandra terheran


" mungkin dia kecapekan kali iya " ya


udah nggak apa-apa yang penting Tante sudah lega kalua Cahaya di sana Baik-baik saja"


" iya Tante Alhamdulillah Cahaya baik-baik saja di sini ! jawab Pangeran yang sedikit canggung


" ya udah kalua gitu tolong jagain Cahaya iya Cahaya itu anaknya suka ceroboh solanya ! sahut mama Sandra


" iya Tante ? ucap Pangeran yang semakin kikuk


panggilan itu pun terputus dan akhirnya Pangeran menghela nafas begitu lega.ia melotot ke arah Rizky dan menyerahkan ponsel Cahaya kepadanya." kenapa jadi gue yang harus ngomong sama ibunya Cahaya


" lah kan Lo sendiri yang mau angkat telepon dari ibunya Cahaya ? balas Rizky


" Dasar pikun"sahut Rizky


Pangeran mendengus lalu jalan duluan meninggalkan Rizky sementara itu, Rizky Berbalik badan ke arah Nasya yang masih berdiri di depan pintu kamar kata Rizky" Nasya ini gue titip HP-nya Cahaya tolong kasih ke dia "


Nasya menggaguk seraya mengambil ponsel yang Rizky sodorkan padanya, setelah itu Rizky pamit dan menyusul Pangeran yang sudah menghilang entah kemana.Nasya pun menutup kembali pintu nya dan menguncinya.saat ia berbalik badan teman-temannya yang tadi itu langsung memekik tertahan dan memuja ketampanan Pangeran.


" hmm lebay Lo " ejek Nasya gue aja yang tiap hari ketemu sama dia di kelas nyantai aja "


..." Bodo yang penting Pangeran ganteng banget gue suka ! sahut angel...

__ADS_1


Nasya terkekeh pelan ia mendekati Cahaya untuk menaruh ponsel milik Cahaya itu di bawah bantal yang Cahaya kenakan untuk kepalanya.setelah,nya Nasya kembali bergabung di empat teman-temannya tadi"


__ADS_2