COWOK SUPER DINGIN

COWOK SUPER DINGIN
BAB 51


__ADS_3

Semilir angin mendung menerpa wajah Pangeran ia masih memandang lurus ke depan Tatapannya menurun lalu menatap sibuk nya kota Jakarta pada Sore hari Di tempat ini Bumi bisa merasakan ketenangan Tanpa ada yang menggangu Walaupun sendirian Pangeran mengaku nyaman dengan keadaan itu


Mata Cokelat Pangeran kini mengarah ke arah langit memandang lurus sebuah Cahaya terang di Sana.Bayangan wajah Cahaya kembali muncul membuat Senyuman tipis menghiasi wajahnya yang muram Pangeran berharap Cahaya mampu mengobati Rasa sakit di hatinya yang teramat dalam Sampai kapan pun Pangeran akan menunggu Cahaya untuk kembali Meski kenyataan mengatakan Cahaya telah pergi Pangeran akan menghalalkan segala cara termasuk pergi menjemput.... Cahaya mungkin


Sebelum malam tiba Pangeran kembali berkelana Dengan motor nya kali ini ia kunjungi Ada Sesuatu yang baru ingat, cukup penting untuknya Pangeran sudah memikirkan hadiah apa yang akan ia berikan kepada Mamanya


sebagai Ucapan terima kasih pada Sang Mama karena telah Menyemangatinya dalam hal apapun terlebih kegiatan Belajarnya


Sudah lama Pangeran ingin memberikan Sesuatu yang berharga dalam untuk Mamanya ia ingin memberi Sesuatu yang biasanya Mama pakai setiap hari nya


Tidak lama kemudian Pangeran tiba di Depan sebuah toko penjual berbagai macam perhiasan


Bumi memakirkan Motor di depan Toko Turun dari Motornya ia masuk ke dalam Tempat itu.Udara segar yang berasal dari air Conditioner langsung menyambut kedatangan Pangeran ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling melihat bermacam-macam perhiasan dan Liontin yang cantik-cantik Pangeran Bingung harus memilih yang mana


Mamanya pasti akan menolak apa pun yang Pangeran Berikan untuknya Tetapi Bumi ingin memberikan yang terbaik untuk membuat Mama Senang akhir-akhir ini Mamanya terlebih lebih Sering Murung Semenjak Polisi berhasil menangkap Dave Dan memasukannya ke Dalam PENJARA


Mendadak Jantung Pangeran terasa berhenti berdetak dan tubuhnya seketika menegang saat lekingan Suara Cewek merasuki gendang telinganya.Suara yang sudah lama tak Pangeran Dengar Suara yang begitu Pangeran Rindukan dan Pangeran cari-cari selama ini Suara itu Sangat persis dengan suara yang kenal Sungguh ia merasa Terbangun Dari mimpinya dengan Mata terbuka


perlahan dan Sedikit Ragu Pangeran memutar Badannya ke belakang melihat Seorang Cewek berdiri bersama Cowok di sampingnya dan jarak Pangeran Dengan mereka hanya lima meter.Mereka terlihat asyik memilih sebuah cincin yang ada di Depan mereka Sang Cewek Tersenyum lebar, senyuman yang terlihat bahagia dan tulus ia bahkan tak menyadari kehadiran Pangeran


kondisi jantung Pangeran Semakin melemah Degup nya makin kencang berpacu, cepat bahkan Suaranya Sampai terdengar ke telinga.Pangeran menyipitkan matanya ingin melihat jelas Orang yang ada di Depannya itu

__ADS_1


" Dia ternyata masih hidup, tetapi nggak ngabarin gue ? Dan sekarang dia sama Cowok"


Lantas Pangeran mundur lalu memutar badannya dan keluar dari Toko perhiasan itu ia berjalan untuk menggapai motornya menyalakan mesin dan segera melesat meninggalkan tempat


Pangeran Marah Dadanya terasa panas bahkan sekujur tubuhnya sampai ke wajah terasa panas Matanya semakin menusuk tajam ke segala arah Dengusan napasnya terdengar berat dan giginya Semakin beradu


Kecepatan motor Pangeran tak biasa ia ngebut di jalan raya tidak peduli apakah polisi yang akan melihatnya atau Tidak.Bila sudah kelewat Marah Apalagi kecewa seperti ini ia kan lupa bahwa di dunia ini masih ada Orang lain bukan hanya Dirinya, Sayangnya amarah membuat Pangeran dikuasai Rasa benci dan kecewa yang mendalam


Cahaya menyelipkan anak Rambutnya ke belakang telinga dan tersenyum melihat sebuah Cincin yang berlapis emas putih yang kini ada di hadapannya ia sangat suka cincin,itu Sebab Sangat cantik dan elegan


Tetapi di balik Senyumannya ada Sesuatu yang mengganjal di hatinya.ada sedikit keraguan saat ia menatap cincin tersebut ia memang sebentar lagi akan bertunangan Dengan Bara Cowok yang ada bersamanya Semenjak kecelakaan pesawat yang menewaskan Mamanya


Cahaya dan Bara melangkah ke meja kasir dan melakukan transaksi dengan Sang penjual perhiasan.Kedua nya kini keluar dari toko tersebut dan menghampiri mobil milik Bara yang terparkir di depan toko.Bulan menatap jauh ke arah kanan melihat Ramai nya Orang-orang di Jalan


" Bara aku baru inget aku Harus Check up sekarang " ucap Cahaya


" Oh ya udah Sekarang kita ke Rumah sakit iya Sekarang " ujar Bara


Mereka masuk ke dalam mobil secara bersamaan Cahaya duduk anteng di tempatnya Sambil menatap lurus ke depan,Bara mulai menyalakan mesin dan mengemudi meninggalkan tempat ia juga sembari menyalakan musik menyingkirkan keheningan antara dia Dan Cahaya


akhir-akhir ini Cahaya sering melamun, Melamun Tentang Mamanya Tentang temen-temennya keluarga dan semuanya Cahaya ingin bertemu mereka tetapi ia harus menempati Janjinya pada Bara tentang Sesuatu yang melibatkan perasaannya selama ini

__ADS_1


" Sayang kamu kenapa ? Cahaya menggeleng Bara memang Baik karena ia telah membantu Cahaya atas keberlangsungan hidupnya Bara tulus pada Cahaya ia menyayangi Cahaya Walua perasaan Cahaya terhadap Bara masih kelabu Cahaya tak mau menyakiti hati Bara Tetapi ia tak tahu bagaimana cara untuk menghentikan drama ini


Sepuluh menit telah berlalu Mobil Bara berhenti di parkiran luas Rumah sakit dan Cahaya segera keluar dari sana diikuti Bara kedatangan mereka bersamaan dengan datangnya Sebuah ambulans Dengan Sirine yang berbunyi nyaring Cahaya memberi perhatian pada ambulans itu Seperti menunggu siapa yang akan keluar dari sana Tetapi Cahaya segera memalingkan wajahnya tak terlalu peduli


Dengan gerakan cepat para petugas rumah sakit keluar dari ambulans dan juga mengangkut keluar Brankar berisi korban kecelakaan yang Badannya telah dilumuri banyak cairan merah segar.Cahaya bergidik dan meringis melihat itu.Seketika mata Cahaya membulat sempurna saat mengetahui siapa orang yang tengah dibawah ke Ruang IGD itu.


kaki Cahaya berhenti melangkah tubuhnya menegang dan Jantungnya seakan-akan tak berfungsi lagi.Mulutnya terbuka wajahnya memanas matanya tak bisa berkedip Dengan Normal ia seperti patung es sekarang Tubuhnya dingin dan kaku


" Cahaya " panggil Bara saat ia menyadari Cahaya yang tak jalan bersamanya


" Pangeran" memekik, Cahaya langsung berlari ke arah IGD, mengejar para petugas yang membawa Pangeran ke sana, sayangnya Cahaya tak bisa ikut masuk ke dalam ruangan itu karena pintunya langsung tertutup rapat Air matanya Lantas turun ke pipi ia meraung keras dan Berusaha masuk tetapi tak bisa "


" Cahaya " Bara mendekat merengkuh tubuh Cahaya dan memeluknya dengan hangat sambil mengusap wajah dan kepalanya


" kenapa ? kamu liat siapa ? tanya Bara


Cahaya menggeleng kuat ia tak kuasa menahan tangis,tak bisa berkata-kata lagi Cowok yang selama ini ia tunggu Nama yang selalu ia bawa dalam rangkaian Doa nya selama ini, kini keadaannya parah seperti itu Bulan tak bisa membayangkan wajah Pangeran lagi, Rasanya


terlalu sakit dan menyayat hati.Cairan merah itu membasahi pakaiannya Luka ada di mana-mana membuat tangis Cahaya semakin pecah tak terbendung


Wajah Cahaya ia tenggelamkan di lekukan bahu Bara menangis tak bersuara membiarkan air matanya membasahi Sweater Bara Sekarang ia Dilema itu Semakin menghantui Cahaya Apakah ia harus tetap menepati janji pada Bara atau kembali memperjuangkan Cowok yang telah lama ia Cintai

__ADS_1


__ADS_2