
Malam Semakin pekat di kota Spanyol Dingin menusuk Tulang mulai datang menyeruak menembus pori-pori kulit.Beruntung Bagi Bumi ia sudah berada di apartemen mewahnya yang berukuran besar dan terletak di sebelah barat kota Spanyol
Ekspresi wajah Pangeran berbeda ketika dia Masih berada di Cafe Sekarang Eskpresi sangat panik
dengan nuansa khawatir dan Kebingungan Diliriknya Naomi yang terbaring tak berdaya di Sofa berwarna putih gading Ia mungkin memegang handphonenya ingin menelpon seseorang Tapi entah siapa
Dialihkan pandangannya sekali lagi ke arah Naomi Pangeran berharap dengan sungguh-sungguh tubuhnya mulai gelisah
" please Bangun dong "
Tuhan sepertinya berpihak kepada Pangeran tak lama Naomi perlahan mengerjapkan matanya lalu di Tutup lagi Dibukanya Sekali lagi Dan kini diiringi tubuhnya yang perlahan mulai bergerak
Naomi tersadar membukanya matanya lalu mengedarkan pandangannya dengan Eskpresi agak kebingungan ia memegangi kepalanya yang terasa berat Mata Bumi terbelalak ia buru-buru mendekati Tapi tidak berani menyentuh Naomi yang melihat Pangeran pun mundur ketakutan
..." Hey It's Okay ini aku kamu ingat nggak ? Pangeran berusaha menggalih memori Naomi...
Naomi tidak menanggapi Justru buru-buru bangkit menuju ke pintu balkon Eh,mau ke mana dia Mau ngapain ? Tanya Bumi dalam hati sambil mengejar Naomi yang menghadangnya
..." Eh kamu mau apa eloh Nggak boleh loncat di sini Nanti gue repot ! sergah Pangeran...
Spontan saja tangan Naomi langsung mendorong Bumi Tingkahnya seperti seseorang terserang panik attack
..." Apaan sih Lo ? siapa yang mau loncat ? l need some air minggir teriak Naomi "...
Pangeran tetap tidak menyingkir Situasi semakin tidak terkendali Naomi mulai memegang dadanya seperti seseorang yang kesulitan bernafas tak menunggu pergantian detik.Bumi langsung membuka pintu balkon membiarkan Naomi menghirup oksigen di luar Ruangan tangan kirinya masih memegangi tangan kanan Naomi
Pangeran terus mengikutinya untuk mencegah kalua-kalua setan di Jiwa Naomi membisikkannya lagi untuk terjun bebas
Naomi mulai dapat menguasai dirinya Napas nya mulai Semakin teratur perlahan ia Jadi lebih tenang
..." Are You Ok ? Tanya Pangeran mencoba memastikan kondisi Naomi tapi Tatapannya ke Naomi sangat canggung dan Hati-hati "...
Bukan nya menjawab Naomi malah mulai terisak Dan semakin lama Semakin keras
..." Eeeh ...kok malah nangis sih " Pangeran salah tingkah Karena tidak tahu apa yang harus ia perbuat...
Naomi Semakin menangis tersedu-sedu hingga membuatnya tubuhnya merosot ke lantai dan terguncang hebat dan terguncang hebat ia menutupi parasnya dengan kedua telapak tangannya
..." Tunggu di sini eloh Jangan ke mana-mana ! sahut Pangeran sambil menepuk hangat bahu Naomi...
Pangeran bergegas masuk ke dalam meninggalkan Naomi yang masih berderai air mata di lantai balkon yang Dingin nya menyerupai air es
setelah sampai di dapur dengan Eskpresi kebingunga Pangeran mengambil sebuah gelas berukuran sedang dan mengisinya dengan air Tak jauh dari situ pandangan Pangeran mendadak terhenti ketika melihat beberapa benda Tajam seperti pisau, garpu dan tali Pangeran berpikir cepat untuk menyimpan semua barang itu di laci dapur untuk menghindari Hal yang tidak diinginkan
Tak lama Pangeran Muncul kembali dari Dapur dengan segelas air dan sekontak tisu di tangannya
..." Nih ! Sahut Pangeran menyodorkan gelas dan tisu tapi... what ! pangeran berteriak kaget Naomi sudah tidak ada di balkon...
...Ya Tuhan dia ke mana lagi ! Pangeran mengumpat kesal...
ia menaruh gelas dan sekontak tisu yang barusan ia bahwa di pinggir balkon Matanya menengok ke bahwa Bumi bergidik ngeri
..." Mati gue dia loncat beneran lagi ! keluh Pangeran Sambil memegangi kepalanya ia semakin stres, marah , bingung dan panik...
..." ngapain Lo ? tiba-tiba suara Naomi terdengar tepat di belakang telinga Pangeran...
Pangeran memekik berbalik dan Rasa lega langsung terpancar dari wajahnya
..."Por suerte ( untunglah ) Gue kira eloh udah...."...
..." Loncat ? sahut Naomi memotong kecurigaan Pangeran" Gue ini sebenarnya takut sama ketinggian kali "...
..."¿cuál ( apa ) ? Pangeran melongo keras " kalo Lo beneran takut dengan ketinggian terus eloh kenapa tadi di jembatan "...
Belum sempat Pangeran menyelesaikan kalimatnya mendadak wajah Naomi seperti akan Menangis lagi
...Ok, por favor, no más llorando Gue itu nggak bisa melihat perempuan itu Nangis lebih Lo minum Dulu ! Pangeran menawarkan air di gelas dan tisu yang ia taruh barusan...
Naomi langsung mengambil gelas dari tangan Pangeran dan menenggak nya langsung sampai habis tak tersisa setelah itu ia membuang ingusan di tisu lalu menyerahkan gelas dan tisu ke tangan Bumi
Ewww....
Pangeran menatap Jijik Sesegera mungkin ia menaruh kembali gelas dan membuang Tisu yang sudah terpapar Radiasi oleh Naomi
Sekarang saat nya interogasi Bumi memandang Naomi lekat-lekat " maaf kalua boleh tau kenapa kamu loncat di Jembatan tadi "
Naomi melirik malu-malu pada Pangeran
..." It's Ok Cerita saja sama aku,Aku Jamin cerita Lo nggak akan sampai di telinga wartawan gosip "...
..." Gue gagal nikah barusan ! ucap Naomi terbata-bata "...
..." Tadi itu gue harusnya menikah tapi semua gagal Berantakan gara-gara calon suami gue tiba-tiba nggak setuju sama pernikahan kami ...
Wajah Naomi kembali ingin meledak karena tangisan sepertinya, peristiwa yang baru saja menimpa Naomi sungguh meninggalkan luka yang begitu dalam hatinya karena setiap kali ia cerita tentang pernikahan yang gagal saat itu juga Naomi akan sedih lagi Bumi memberikan lagi tisu pada Naomi untuk mengalihkan perhatian Naomi
..." udah... udah eloh Jangan Nangis terus jadi aku bisa anter kamu ke Mana ? pulang atau ...? tanya Pangeran...
Naomi Tertegun menatap Pangeran
kamu punya temen kenalan atau saudara gitu
Naomi yang masih terpana, perlahan menggeleng
Pangeran mulai hilang akal dengan sikap Naomi Cewek misterius ini semakin membingungkan
..." kamu nggak Mungkin kan sendirian kan di negara sebesar Jerman ini "...
...paras Naomi kembali merengut siap-siap menangis...
...oh no por favor no otra vez .... Pangeran membatin...
..." Ok...Ok lebih baik kamu Tenang dulu Ya udah kalo gitu malam ini kamu boleh istirahat aja di sini Besok kalo Udah tenang kamu pulang ya ...."...
__ADS_1
Naomi mengangguk pelan
fiuh....
Pangeran menarik nafas panjang Sebuah malam teramat panjang dan untuk pertama kalinya selama di Jerman Bumi Harus berhadapan dengan kaus seperti ini Bumi berharap esok Semuanya akan terang - benderang
Que hermosa mañana ...
Pangeran mengintip ke dalam kamarnya melalui celah pintu.pintu tersebut memang tidak tertutup terlalu Rapat terlihat dari luar Naomi terbaring di tempat tidurnya masih terlelap
Pangeran mengendap mengambil secarik kertas menulis Sesuatu di kertas dan meletakkannya di dekat bantal Naomi
KALAU KAMU PERGI TOLONG TARUH KUNCI DI BAHWA KESET TAKE CARE
tak lupa ia mengeluarkan sejumlah uang setelah itu ia kembali mengendap meninggalkan kamar padangannya tertuju pada Naomi tak lama ia pun pergi meninggalkan apartemen
pagi ini tidak seperti biasanya pengunjung kafe pizza tempat Cahaya bekerja lumayan Ramai oleh pengunjung Cahaya dan para pegawai yang lain sibuk tanpa jeda melayani para pelanggan
siguiente Cahaya berseru nyaring di depan meja kasir
ngek..ngok...
sebuah boneka lucu yang tidak begitu besar lebih menyerupai boneka untuk bayi muncul di hadapan Bulan merayap lembut di meja kasir Sambil mengeluarkan bunyi mengundang rasa penasaran Bulan ia melirik perlahan tangan yang membawa boneka tersebut
GIO
Cahaya terkejut Di hadapannya sudah berdiri GIO memasang senyum manisnya cowok yang bertampang unyu, bergaya slengean nggak pernah serius
tiba-tiba tanpa dapat diprediksi
hai cantik..." ujar Gio dengan tampang sok manis
Cahaya vmendelik dan buru-buru mengambil boneka itu dan menyingkirkannya jauh-jauh " gio kamu ngapain sih ke sini "
..." Elo nggak suka Bunga yang kemarin "...
..." please dong gio...aku lagi sibuk ! Cahaya menanggapi gio...
..." kenapa sih Cahaya"...
..." Número 24 ! seru Cahaya ia masih Tetap tak mengindahkan gio...
..." gue tau Lo pikir gue gila kan ? Lo pikir gue gak tau malu juga kan "...
Cahaya tetap sibuk dengan kegiatannya ia mengambil pizza dan meletakkannya di take way sesekali ia berteriak kepada pengawai yang ada di dapur
tak tahan lagi gio langsung mencekal tangan Cahaya ia ingin sekali mendapatkan perhatian Cahaya
..." Lo tahu nggak semua yang gue sebutin Tadi adalah risiko orang jatuh cinta ? kasih gue kesempatan Lan.Dan gue akan Buktiin kalo gue nggak bakal selingkuh apa lagi nyakitin kamu Cahaya kalo kamu jadi istri gue,gue nggak bakal poligami Lo juga "...
..." Astaga gio Stop ! please jangan bikin aku malu di pecat "...
...gio hanya membisu...
...tring.......
" Teddy " teriak Cahaya Teddy pun Cepat-cepat menghilang kembali ke dapur
cahaya kembali fokus ke kerjaannya siguiente !
Cahaya gio masih berusaha
tapi Cahaya bergeming ia hanya menunjuk tulisan ke dekat kasir
Somos servidor, 1 minuto / persona.
" waktu tinggal sepuluh detik lagi ! ujar Cahaya
Di belakang gio enam antrian sudah mulai mengoceh tidak sabar dengan bahasa Spanyol gio menghadap ke mereka ia mengeluarkan Senyumannya khas otaknya berpikir keras
..."ok lo consigo " lampu bohlam di kepala gio yang menyala ia mendapatkan...
...sesuatu...
..." Pizza gratis para todos ustedes .... sahut gio Santai "...
..."¿cuál "...
orang-orang di antrean sontak kaget suasana mendadak riuh Seketika Cahaya juga tak kalah terkejutnya
gio berbalik pada Cahaya Sekarang aku punya waktu enam menit buat bicara sama kamu "
...Cahaya yang mati gaya dibuat kesal oleh tindakan gio barusan ¿qué estás haciendo ? cetus Cahaya dengan Suara agak tertahan...
sekali lagi gio hanya tersenyum manis menanggapi kekesalan Bulan
Tring...
bel kembali berbunyi Teddy memunculkan Wajahnya di pembatas dapur sambil meletakkan loyang pizza baru ia tertawa melihat gerak-gerik Bulan
" kalo Lo nggak mau sama dia sama gue aja gimana Cahaya Lo mau nggak sama gue "
mata Cahaya mendelik ganas tanpa suara Bulan melemparkan sebuah serbet pada Teddy
" Nih baca ini " gio menyodorkan selembar kertas kecil ada tulisan yang barusan ia tulis dengan buru-buru
Cahaya membacanya dengan tingkat penarasan tinggi.sebuah request dari gio agar bertemu di suatu tempat
..." Gimana Lo oke nggak ? kalo nggak oke gue nggak apa-apa juga tapi ya konsekuensinya gue nggak pergi-pergi nih "...
Cahaya tak lagi punya pilihan gio akan semakin menjadi Jika permintaannya tak dituruti walau sebal ia Cepat-cepat mengangguk meluluskan permintaan gio
gio menyerangi lebar Si ! ia bersorak dalam hati
__ADS_1
Brumm....
sebuah mobil Lamborghini berwarna hitam melaju anggun memasuki Parkiran apartemen mewah tempat Bumi tinggal selama ini ia keluar dan berjalan santai menuju kamarnya
Buenas tardes señor ... seseorang petugas keamanan menyapa Bumi dengan hormat
Buenas tardes ...balas Cahaya
ia pun masuk ke lift yang meluncur naik membawanya ke lantai 20 pintu lift terbuka sekarang Bumi sudah di depan kamarnya Dengan penuh keyakinan ia mencari kunci di bawah keset
" kok nggak ada "
Bumi mengernyitkan dahinya sekali lagi ia mencari kunci di bawah tetap tidak ada Bumi mulai curiga tapi untuk menepiskan keraguannya ia pun memencet bel
pintu pun terbuka
..." Hai... Dengan wajah ceria dan hanya menegakkan kaos dan boxer yang kebesaran Naomi menyambut Bumi di apartemennya sendiri " nggak apa-apa kan kalua aku pake baju kamu "...
...wajah Pangeran terlihat syok...
..." eloh belum pergi dari sini ? sahut Pangeran dengan ketus...
Naomi membalasnya dengan tawa
..." kenapa aku harus pergi ? pertama aku nggak minta dibawah ke sini semalam tapi kamu yang bawah aku ke sini yang kedua Raut muka Naomi mendadak berubah sedih "...
..." Aku sekarang udah nggak punya tempat tinggal lagi di sini aku nggak tau harus ke harus ke mana aku bahkan nggak punya uang sama sekali terus aku tidur di mana ? kalo bakal kayak gini lebih baik kamu biarin aku loncat aja kemarin "...
Naomi kembali menangis
Aduhh... Pangeran mengeluh dengan drama Naomi perlihatkan tapi tetap saja ini membuatnya panik Bumi tak ingin menarik perhatian penghuni apartemen yang lain
..." ok,ok Kalua gitu kamu boleh di sini tapi hanya sementara... ujar Pangeran...
Naomi menatapnya tajam " Jadi kamu nggak keberatan aku tinggal sementara di sini "
Pangeran mengangkat bahunya ' Nggak " Jawabnya santai
Senyum Naomi melebar.tubuhnya langsung ia sandarkan pada tubuh Bumi layak nya seorang anak kecil di minta di gendong
..." Eehh apa-apaan sih ? protes Pangeran ia mendorong tubuh Naomi"...
..." oh aku nggak boleh peluk kamu ya Tapi aku boleh cium tangan kamu,kan "...
..." Buat apa-apaan sih ? tanya Pangeran dengan curiga...
..." karena kamu udah baik sama aku "...
tetap saja Bumi tidak bisa menerima sikap aneh Naomi ini " udahlah nggak usah pake acara peluk gue segala "
Namun Naomi tidak peduli ia mengambil paksa tangan Pangeran dan mencium tangannya layaknya seorang anak kecil
cup...
..." apa-apaan sih ! Pangeran menarik tangannya dengan paksa...
..." eh pasti kamu laper kan Aku baru aja bikin pancakes Makan yuk ! tanpa rasa canggung sedikit pun Naomi menarik Pangeran masuk ke dalam...
walua dongkol tapi Pangeran tetap membiarkan tubuhnya di seret oleh Naomi ia hanya tidak ingin Naomi sampai mengeluarkan jurus tangisannya lagi
tapi baru Beberapa langkah masuk ke dalam Pangeran sudah berhenti
Que mierda ....
Air mukanya mulai berubah Rasanya seperti asap yang keluar dari dalam hidung dan telinganya sebuah pemandangan indah terhampar di depannya matanya menghitung jumlah kekacauan yang sedang terjadi
...1.handuk di atas TV yang menyala...
...2.majalah,buku dan CD berserakan...
...3.bekas kaleng soda bungkus chips permen dan Snack yang berhamburan...
...4.Beberapa baju berserakan begitu saja di atas sofa...
kepala Bumi menggeleng dengan keras cewek psiko ! Makinya dalam hati ia buru-buru mencari Remote TV
..." Remote TV di Mana ? tanya Pangeran...
..." Uhmm...di mana ya Tadi ? jawab Naomi kalem "...
..." Kamu ! telunjuk Pangeran mengacung dengan gemas pada Naomi emosinya langsung mereda ia berusaha meredam nya " Ya tuhan ...ini udah kayak kapal pecah "...
ia kembali mencari Remote TV ternyata ada di dekat perapian ia menyambar remote dan mematikan TV dengan emosi Bumi kemudian menoleh mencari Naomi yang sekarang malah sedang berada di dapur menghabiskan makanan Pangeran Dapur pun tak kalah berantakannya dengan Ruang tamu
" kamu mau ? kata Naomi dengan cuek
Pangeran semakin gemas Apalagi di saat ia melihat Naomi mengelap sisa saus di ujung bibirnya dengan ujung kaus yang Naomi pakai.sepertinya gunung emosi Bumi sudah siap meletus
..." Eh Kapan kamu keluar lagi ? sergah Naomi...
..." kenapa emangnya ? tanya Pangeran dengan emosi...
..." Beliin aku baju "...
..." apa "...
..." iya kamu mau keluar kan ? kalo nanti balik jangan lupa mampir ke mall beliin aku baju dan Daleman perempuan "...
...Pangeran hanya bengong...
..." Duh belaga polos deh kamu itu maksud aku celana ngerti kan ? udah pernah lihat kan kamu...
Pangeran menarik nafas Dengan kesal ia mengeluarkan dompetnya dan mencabut berapa uang " kalo uang yang aku gue kasih tadi pagi kurang nih " kamu beli sendiri keperluan kamu tapi aku mohon sama kamu ini yang terakhir kalinya aku bantu kamu "
__ADS_1
Pangeran berbalik dan meninggalkan Naomi sendirian sambil meninggalkan bunyi tutupan pintu yang cukup keras
what a crazy day for Pangeran