
dari selang kecil itu menetes membasahi permukaan Brankar nya, meninggalkan noda merah yang mengerikan"
" GIla Lo " ketus Rizky
Rizky itu meraih tombol pemanggil Dokter yang tergeletak di samping kanan bantal Pangeran.Beberapa saat setelahnya terdengar suara seorang yang berbunyi lewat speaker " ada yang bisa kami bantu "
' infusan lepas Dok " ucap Rizky
Usai memberi tahu pada dokter Rizky menatap Pangeran yang tak membalas tatapannya " lagi Sakit aja keras kepala Lo nggak tahu sepanik apa kita pas jantung Lo Tadi Hampir nggak kedetaksi detak nya ? Grafik nya hampir turun Pangeran
" Biarin aja Gue mati " Pangeran mengetus
" Ngawur aja kalua ngomong " Omel Cahaya
" Omongan adalah Doa lho Pangeran " kata Rizky
" Ya emang "
tak lama kemudian dokter datang menghampiri Pangeran dan melihat pasiennya itu yang sudah sadar.padahal awalnya ia mengira Pangeran baru akan Bangun pagi nanti Ternyata anak itu Cukup Kuat Dengan keadaan tubuhnya yang terbilang lemah
" kok bisa di lepas ? tanya Dokter wanita itu dengan lembut
" Di lepas Sama dia Bandel banget Dok Omelin aja " Rizky jadi sensi
" kenapa Dilepas Mas ? Dokter itu tertawa kecil " Bahaya lho kalua di lepas mas lagi butuh transfusi Darah Soalnya Mas masih kekurangan Darah "
" Tuh Dengerin " Sahut Rizky
" Gue punya kuping " Pangeran berujar Sinis
" Eh Ngomong nya Ada dokter lho " tegur Cahaya
__ADS_1
Pangeran tak berucap lagi ia memejamkan matanya saat Dokter itu kembali memasang infusan Tadi Di tangan Pangeran Melihat,itu Cahaya maupun Rizky jadi ikutan meringis ngilu Melihat Darah aja udah ngeri apalagi lihat darah Orang lain ke tubuh kita
" Jangan di lepas lagi iya " Pesan Dokter sebelum akhirnya ia pamit keluar dari kamar Pangeran
Pangeran bergeming Matanya masih terpejam sebenarnya ia sedang menahan perih yang menjalar di sekujur Badannya.Banyak luka serius yang melekat di Badannya bahkan seharusnya Pangeran dalam masa kritis bukanya melek dan ngomel-ngomel seperti sekarang ini
" Jangan kebanyakan gerak " kata Rizky
" Gue nggak gerak-gerak Bucin "Pangeran ngomel lagi
" ya gue kan cuma ngasih tahu " Rizky menahan emosi " Lo kan nggak bisa diem "
" Kamu tidur aja istirahat yang banyak " ucap Cahaya
" nggak usah sok perhatian Sama gue " Cetus Pangeran
" Tapi aku nggak mau kamu kenapa-napa " Cahaya sedikit mengerucut bibirnya
Cahaya semakin tertunduk Dadanya terasa Sesak karena Pangeran semakin ketus Dan galak padanya ia tahu sifat Bumi memang seperti itu Dia galak pada semua orang ketus,sinis menyebalkan tetapi sifatnya pada Cahaya kali ini terasa berbeda
Tangan Rizky terulur ke bahu Cahaya, mengusapnya Beberapa kali karena ia tahu bagaimana perasaan Cahaya Sekarang Rizky juga tak biasa menyalahkan Pangeran karena masalah ini karena masalah ini memang menyangkut perasaan Pangeran
" Udah jam sepuluh Lo mau pulang jam berapa Lan ! tanya Rizky
Cahaya menggeleng tanpa menjawab
" Atau mau pulang sekarang " Nggak tega gue liat Mata Lo udah Sembab banget pasti Lo ngantuk kan "
" Mau di sini aja " ucap Cahaya Matanya tak lepas menatap Bumi yang bahkan tidak sedikitpun mau Menatapnya " Mau di sini aja aku mau temenin Pangeran
" Ngapain Emang nya gue mau ditemenin sama Lo "
__ADS_1
" Pangeran kenapa sih kamu begitu sama aku ? Suara Cahaya pelan dan penuh lirih " apa salah aku cuma pengin liat keadaan kamu salah emangnya "
" Salah ! Salah Besar "
" kamu sahabat aku "
" nggak "
" nggak apa " pupil mata Cahaya melebar
" karena Lo bukan siapa-siapa gue udah gue bilang mendingan Lo jauh-jauh dari gue paham "
" Aku nggak mau " Cahaya tertunduk lagi
" Ya Lo harus mau "
" Aku sayang kamu Pangeran ! gumam Cahaya dengan suara pelan tapi masih bisa tertangkap telinga Pangeran"
" tapi gue nggak Sayang sama Lo ! Celetuk Pangeran yang berhasil menohok Cahaya untuk yang kesekian kalinya " Mendingan Lo pulang aja sana Gue nggak mau Lo ada di sini lagi ini yang terakhir kalua besok-besok Lo berani Dateng ke kamar gue bersumpah gue bakalan ngeran Jangan gitu lah Guata Cahaya masih hidup Gue tahu loh kecewa karena Selama ini Cahaya nggak pernah ngabarin kita Gue Tahu Lo juga nggak bisa terima alasen apa pun dari Cahaya.Tapi seharusnya Lo bisa ngertiin Dia Pangeran siapa tahu Cahaya lagi ada masalah Lagi pula Cahaya itu sahabat kita Nggak seharusnya Lo Bersikap kayak gitu sama Cahaya " Tutur Rizky
" Gue Rasa apa sakit perih pedih Semua Rasa itu merasuk Dalam diri Cahaya Memang Bukan Fisik Tetapi batinnya terasa begitu tersiksa
Cahaya menarik nafas panjang, menengadah untuk tidak membiarkan air matanya turun lagi ia lalu mengembus napas berat lewat bibir dan Tersenyum getir Seraya menepuk Bahu Cowok yang lebih tinggi dari nya itu " Pangeran nggak salah Ta gue yang salah selama ini nggak kabarin Kalian berdua Ini semua salah gue "
" Tapi Cahaya "
" aku pulang sekarang aja ya ? Aku bisa pesen taksi online atau minta jemput Bara lagian aku juga pengen Cepet-cepet tidur Capek banget seharian ini " Cahaya Tersenyum Walua terlihat jelas k usah"
tanpa menunggu Rizky menyahut lagi Cahaya langsung beranjak dari tempat meninggalkan dua Cowok di dalam sana Sebelum nya Cahaya melirik Pangeran yang Tatapannya selalu kosong Tiba di luar kamar Pangeran Cahaya bertemu dengan Tante Dewi ,Bianca, Alex dan beberapa anggota Alexander lainnya yang menunggu diDerita
" Aku duluan " Cahaya berpamitan tanpa ia basa-basi ia langsung berjalan cepat menelusuri lorong Rumah sakit menuju lift yang akanam-malam selarut ini sebenarnya Cahaya tak berani pergi keluar Sendirian ia juga belum izin pada Bara bahwa ia pergi ke Rumah Demi melihat kondisi Pangeran Tentu saja ia masih ingin menemani Pangeran di rumah sakit, menghabiskan waktu dengannya.Sayangnya ia juga tak mau Pangeran semakin marah karena masih ada di sana.Memejamkan mata sejenak Cahaya mmbiarkan air mata itu Tumpah karena Cukup ia menghabisi air mata untuk kesalahan y
__ADS_1