COWOK SUPER DINGIN

COWOK SUPER DINGIN
BAB 8


__ADS_3

hari Jumat waktu pulang sekolah lebih awal tepat pukul setengah dua belas bel sudah berbunyi dengan nyaring seantero sekolah Rizky yang sejak lima menit lalu sudah mengemaskan barang-barang Kini ia menghampiri Pangeran yang masih mengejarkan soal bahasa Inggris


" ayo semangat Cepat selesaiin Biar gue bisa nyontek Rizky berujar dengan senang,dan langsung mendapatkan sorotan tajam mata Pangeran"


" gak ada contek-contek Kapan Lo mau belajar kalau cuma ngandelin contekan ! ketus Pangeran


" Nanti pas ujian ! Rizky terbahak bersama Cahaya yang ikutan tertawa .


DUA MENIT KEMUDIAN


Pangeran pun selesai mengerjakan tugasnya ia memasukkan pulpen dan buku-bukunya ke dalam tas hitam miliknya.sekarang ia sudah siap untuk meninggalkan kelas bersama Rizky dan Cahaya yang mengekor di belakang.


Di jalan menuju lantai Dasar yang melewati koridor sekolah Cahaya sibuk memainkan ponselnya dengan tujuan mengabari maminya untuk segera menjemput ia berharap maminya menjemput karena tak mungkin Cahaya meminta Pangeran Untuk mengantarkan pulang lagi ia merasa tak enak hati.


" Lo pulang sama siapa Cahaya ! kalua nggak di jemput nyokap...."


" aku di jemput kok " Cahaya memotong ucapan Rizky Nungguin jemputan enaknya di mana ya !


" Di.... Rizky menjeda digidaw"


Rizky tertawa dengan perkataannya sendiri. Rizky memang aneh entah mengapa Rizky betah berteman dengannya perlu kalian tahu, usia pertemanan Rizky dan Pangeran sudah lebih dari tujuh tahun. Bukan teman sih disebutnya tetapi sahabat dari zamannya mereka masih culun sewaktu SD sampai sudah naik zaman seperti sekarang.untungnya mereka nggak ada rasa bosan menjadi sahabat


" nggak lucu Bucin" sahut Pangeran


" *ah.lo mah semuanya dibilang nggak lucu hidup itu di bawa enjoy aja Pangeran "


Rizky berucap seraya merangkul Pangeran kalau kata gue Santai aja bro*


" *apaan sih nggak jelas banget sih


Pangeran menepis tangan kanan Rizky dari bahu kanannya " jauh-jauh sono* "


" ah nanti Lo kangen sama gue ! Rizky tertawa


Dan kini mereka sudah keluar dari lobi sekolah dan berjalan ke arah parkiran motor yang berjarak sekitar dua puluh meter dari posisi mereka.tetapi, ketika mereka bertiga hampir mendekati parkiran.Cahaya tiba-tiba memekik tertahan. Hal itu sontak membuat Rizky dan Pangeran berhenti melangkah dan menoleh ke belakang di mana Cahaya berdiri'


Cahaya kenapa Lo Rizky menaikan satu alisnya bingung melihat Cahaya yang menutup mulutnya dengan telapak tangan bahkan mata Cahaya berkaca-kaca dan siap mengeluarkan air mata.


Cahaya menggeleng "nggak mau! nggak mau


Rizky yang heran itu melirik Pangeran tetapi ternyata Pangeran juga kebingungan " nggak mau apaan Cahaya ! tanya Rizky


Cahaya malah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan menangis histeris ia tertunduk dalam seakan-akan ada sesuatu yang terjadi dan membuatnya takut untuk bergerak


" Nangis Mulu kerjaan Lo buang-buang air mata tahu nggak ! Pangeran ngomel " Bilang ke Gue Lo itu kenapa !


Cahaya menggeleng ia benar-benar tidak mau melepas tangan dan wajah dan tidak mau menatap dua cowok yang sedang memperhatikanya .Dia masih menangis terus tak berhenti Hingga membuat Rizky dan Pangeran kebingungan setengah mati apalagi banyak murid yang melintasi mereka menatap Cahaya dengan tatapan yang berbeda-beda ia juga menatap Rizky dan Pangeran yang seakan-akan menjadi alasan mengapa Cahaya menangis"


" aku nggak mau liat dia ! aku nggak suka liat kenapa dia ada di sini sih ! Cahaya histeris lagi


" Dia siapa sih ! Pangeran mulai emosi


Rizky mengedikkan bahu tanda tak tahu Rizky pun bertanya lagi pada Rizky dengan nada halus " dia siapa Cahaya"


" cowok berengsek itu ! jawab Cahaya " Dia ngeliatin aku dari tadi aku nggak suka "


" mana orangnya ! Rizky penasaran " ada di deket sini " di sekolah kita mana orangnya "


" apa setan iya ! ceplos Pangeran.


" ish loh mah Pangeran ! Rizky menegur Pangeran


Perlahan-lahan Cahaya menjeda tangisnya ia menengadah dengan gemetaran ia menunjuk ke arah pintu gerbang di mana ada seorang cowok sedang bertengger di atas motor besarnya yang berwarna putih melihat sosok itu pupil mata Pangeran membesar dalam hitungan detik jantungnya berdebar tak karuan seperti ada sesuatu yang di rasakan"


" Cowok yang berkaos putih itu ! tanya Rizky yang memastikan


Cahaya menggaguk


" ada apa urusan Lo sama dia ! Cahaya bertanya dengan nada menyentak hingga membuat Cahaya ketakutan


" pelan-pelan nanyanya Pangeran" dengus Rizky ini cewek lagi Nangis malah di bentak"


Pangeran tak menggubris Rizky entah mengapa ada magnet yang membuatnya memilih untuk mendekati cowok yang bulan maksud langkah kaki Pangeran seakan-akan seperti getaran tanda awal perang di sini. Rahang Pangeran mengeras saat ia sudah tiba di belakang cowok pemilik motor besar itu ia langsung berkata


" Ternyata Lo masih berani disini ! kalimat sarkastik itu Pangeran lontarkan hingga cowok itu menoleh ke arahnya dan terkejut melihat siapa yang ada di belakangnya kini " Pangeran ! Dave berucap spontan menyebut nama cowok yang kini di hadapannya Dave lalu turun dari motor kini keduanya saling berhadapan


"hidup Lo tuh Masih aja nggak ada gunanya Buat apa Lo Dateng ke sini yang cuma bikin anak orang menangis histeris seperti itu ! Pangeran bersedekap, menaikan dagunya " abis Lo ngapain dia ah "


Dave tertawa sinis " itu bukan urusan Lo ngerti "


" Dasar pengecut " Pangeran tak kalah sinisnya dari Dave " Dari dulu Lo emang Jadi Orang nggak berguna hidup Lo gak jelas Lo itu seperti parasit Dave.kenapa Lo nggak Hilang aja di dunia ini aja.nggak bakal ada yang nangisin Lo juga kok"

__ADS_1


" Gue ngomong baik-baik tapi Lo malah ngegas ! Dave senyum miring " ngajak main halus Gimana nih !


" tantangan Lo nggak ngaruh apa pun buat gue " Pangeran menggertak giginya." mendingan Lo pergi sebelum baju putih Lo itu berubah menjadi warna merah "


Dave mengusap wajahnya lalu menatap Pangeran kembali Dengerin Gue di sini mau jemput Cahaya Gue nggak mau berurusan lagi sama Lo, karena apa karena gue itu capek jadi Gue,harap Lo bersikap biasa aja sama gue karena gue juga udah bersikap biasa aja ke Lo".


Lo mau gue bersikap biasa aja ke Lo ! ucap Pangeran oke kalua gitu balikin fasilitas yang udah Bokap gue kasih ke Lo Hp, sepeda motor, kartu kredit semuanya sekarang !


" nggak bisa gitu dong ! Dave menolak " apa yang udah di kasih nggak boleh di balikin lagi enak aja Lo Bilang


" nggak tahu malu banget ! cetus Pangeran


" udah sih Lo mendingan Lo itu pulang pas udah sampe ke rumah langsung cuci kaki , cuci tangan , belajar terus Boboh deh ! Dave tersenyum sok manis " Lo kan anak super rajin kesayangan Bokap nyokap sana pulang aja ditunggin sama mama Lo pasti Lo udah di cariin kan "


ketika Pangeran ingin, bicara Dave menyelak ucapannya " Gue Nanti mau ke rumah Lo ,ah mau makan nonton TV ,mau tidur dan lain-lainnya !


" Lo nggak ada hak buat ke rumah gue emang nya Lo siapa ! Pangeran menatap Dave dengan tatapan merendahkan.


" itu rumah orang tua gue ! balas Dave ketus


" Lo Bilang apa rumah orang tua Lo apa gue gak salah denger ! Pangeran menatap Dave penuh kebencian " ngaca Lo itu siapa"


" selow dong adiku tersayang gue cum....."


ucapan Dave terhenti ketika Pangeran dengan ganasnya menarik tubuh Dave dan menyeretnya sampai keluar gerbang sekolah


" gue nggak Sudi sampe Lo nginjek kaki Lo di rumah gue gue bahkan nggak Sudi Lo ada sekolah gue ngerti "


" Pangeran"


" Lo pikir Lo siapa ! potong Pangeran Lo itu bukan-bukan siapa di keluarga gue ngerti Lo itu cuma orang asing yang nggak ada gunanya buat apa Lo Dateng mau minta sedekah apa mau minta duit mau apa lagi hmm Lo itu nggak punya malu ya nggak inget kalimat apa yang Lo ucapin ke nyokap gue waktu itu !


Dave tertawa gue lupa gue ngomong apa iya sama keluarga Lo Pangeran waktu itu " Pangeran pun melanjutkan ucapannya


" *Lo Bilang Lo nggak mau punya IBU kayak nyokap gue Lo bilang Lo nggak mau jadi bagian dari keluarga Dirgantara lagi terus sekarang Lo ngomong kayak barusan di hadapan gue ? Pangeran tersenyum sinis


" punya otak gak ? di mana Lo simpen limu-ilmu yang Lo dapet waktu kuliah dulu ah* "


" santai aja kenapa, sih Hidup itu di bawa happy aja... Dave tersenyum senang "


akibatnya ucapannya Dave harus menerima pukulan telak di wajahnya dari Pangeran .Dave langsung mundur beberapa langkah ke belakang sambil memegang bagian wajahnya yang ditonjok Pangeran wajahnya seketika terasa panas dan nyeri


" Lo itu seperti orang yang berguna Dave Lo nggak sekali Hidup Lo itu suram nggak ada setitik pun cahaya dalam hidup Lo " gue pikir selama ini Lo nggak ada kabar karena Lo udah Hilang Di Dunia ini "


Dada Pangeran naik turun menahan amarahnya yang semakin meluap seperti gunung berapi yang siap meletus " ke mana aja Lo waktu papa sakit Lo bahkan nggak ada di deket papa di detik-detik terakhirnya.lo nggak ada di saat semuanya menangisi kepergian papa. " LO ENGGAK ADA DI WAKTU PAPA " MENINGGAL LO NGGAK ADA Di SAAT MAMA MENANGISIN KEPERGIAN PAPA LO Di MANA AH ? LO Di MANA ?"


sekali.lagi Pangeran melepas pukulannya pada rahang Dave tersungkur di tanah ia tak berkutik kecuali terus meringis kesakitan


" PUKULAN GUE NGGAK AKAN NGURANGIN RASA BENCI GUE KE LO " ! teriak Pangeran


Pangeran lalu berjongkok berniat mendekati Dave lagi " Gue Juga mau nanya sama Lo "


Dave tak bisa berbuat apa-apa hantaman di wajahnya berhasil membuatnya lupa akan segala hal, kecuali rasa sakit menjalar di mukanya " ada hubungan apa Lo sama Cahaya "


Dave tak menjawab masih berdesah kesakitan akan serangan yang ia terima dari Pangeran


" gue nanya ! Pangeran geram " Lo habis apaain dia hah ?"


Dave meringis lagi dan lagi.ingin bicara pun rasanya sakit sekali karena kondisi bibirnya yang sudah sobek akibat pukulan Pangeran


" punya mulut tuh di pake ! tuhan ngasih Lo mulut tuh Buat ngomong Bukanya diam aja ! gertak Pangeran


melihat Dave yang memang kesulitan bicara, Pangeran pun kembali berdiri ia memandang Dave dengan tatapan menyalang.bak seekor singa yang ingin menerkam mangsanya.tetapi karena Pangeran jadi yang menjadi bahan tontonan banyak orang dan satpam sudah berusaha melerai mereka, namun tetap saja tidak berefek apa pun. Pangeran berusaha memendam amarahnya sedalam mungkin


mata tajam Pangeran masih mengarah ke Dave " Gue kasih Lo waktu satu menit buat pergi dari sini kalua sampe gue balik ke sini lagi dan Lo belum pergi gue akan bener-bener abisin Lo di sini ngerti "


Pangeran beranjak dari tempat secepat mungkin ia berjalan ke parkiran untuk mengambil motornya moodnya berubah menjadi sangat kacau amarahnya belum luapan seakan-akan masih mengendap di hatinya


" Pangeran Lo duluan ! Rizky bertanya saat melintas di hadapannya dan juga Cahaya "


Pangeran yang tadinya ingin berlalu begitu saja dari hadapan Rizky kini tiba-tiba memundurkan langkahnya dan berhenti dihadapannya sahabat tersebut


" Rizky ! panggil Pangeran " Lo jangan pulang dulu sebelum nyokap Cahaya datang"


Rizky menggaguk " siap bosku"


" Pangeran.... Cahaya memanggil Pangeran Dengan pelan "


Pangeran meliriknya lalu mengerutkan keningnya " apa"


" makasih ya " Cahaya mencoba tersenyum walau ia masih sesenggukan sehabis menangis tadi"

__ADS_1


Pangeran tidak menjawab juga tidak memberi isyarat semacam iya atau sejenisnya ia masih menatap Cahaya dalam mengintimidasi kemudian melengos pergi meninggalkan tempat


Pangeran menlajukkan motornya di jalan raya yang padat kendaraan dengan kecepatan sedang.ia menakmjamkan pandangannya pada semua yang ada di hadapannya.Deruman motornya seakan menjadi salah satu yang membuat banyak orang memberi perhatian singkat padanya


sebenarnya ia masih ingin melampiaskan rasa kesalnya pada Dave. Pangeran tak habis pikir kenapa Dave kembali lagi setelah lima tahun menghilang


Kenapa dia datang lagi ! Pangeran membatin dengan kasar menandakan amarahnya masih belum padam.ia pikir kakaknya itu tidak akan kembali lagi dan tidak akan mendatangkan gelap dalam kehidupannya. Pangeran pikir Dave itu sudah mati.sebaik-baiknya Pangeran, kalau seorang sudah berlaku melewati batas terhadapnya, kebencian itu tidak pernah akan pernah padamnya


Pangeran membelokkan motornya ke kiri ke jalan yang bukan menuju rumahnya.ia ingin rasanya sekali merendahkan emosi yang masih meluap-luap,Dan hanya ada satu tempat yang bisa membuat hati nya tentram tempat di mana ia biasanya melepaskan rindu terhadap sosok ayah


Cahaya masih tercenung setelah apa yang telah terjadi di pintu gerbang sekolah.perkelahian antar cowok super galak melawan cowok super yang selama ini Dia benci levelnya nggak beda jauh dari sampah Cahaya berdecak ringan


" Pangeran serem ya tadi " ucapannya Rizky yang masih menemani Cahaya sampai ibunya datang " aku nggak sempet kepikiran bakal kejadian kayak tadi "


Rizky menggaguk " Pangeran emang begitu kalau udah emosi serem banget "


" tapi ganteng " Cahaya senyum-senyum sendiri he..he"


mendengar,itu Rizky tertawa " tadi Nangis sekarang cengar-cengir gak konsisten Lo "


" masa aku harus Nangis terus sih ! Cahaya cemburut " lagian aku merasa lega pas liat Dave di bikin babak belur sama Pangeran "


" emangnya Dave itu siapa Lo sih "


" Dia itu..."


" OH GUE TAHU Rizky memekik ketika sebuah ingatan muncul di benaknya Rizky menatap Cahaya dengan mata penuh selidik"


" apa dia mantan Lo kan " iya kan pasti iya kan Cahaya "


Cahaya melotot kaget " Apaan sih tahu dari mana kamu"


" ada deh ! Rizky nyengir " bener kan di mantan Lo yang anak kualihan itu "


" ish nggak"


" masa mantan Lo nggak di anggap sih parah banget ! canda Rizky


" ngapain orang kayak gitu masih dianggep " Cahaya memindahkan pandangan ke sembarangan arah"


" seenggaknya kalian pernah bahagia bareng pernah saling cinta saling sayang nggak boleh kayak gitu sama mantan ! Rizky terkekeh merasa geli dengan ucapannya sendiri


" ish Nggak usah ngomongin dia ah ! Cahaya kesal tetapi kesalnya malah bikin Rizky tertawa terbahak-bahak.Bagi Cahaya itu nggak lucu.


Cahaya memajukan bibirnya menunggu Rizky berhenti menertawakan dirinya, sampai akhirnya Rizky mengangkat kedua tangannya tanda menyerah dan berhenti tertawa.


" kamu sama Pangeran Temenan dari kapan sih ! tanya Cahaya


" hmm Dari SD waktu itu tampangnya Pangeran masih biasa-biasa aja yang nggak ada eksepsinya Dari dia masih lugu, masih pendiem banget tapi pas SMP,Dia mulai galak mulai tempramen." terus Lo liat dia gimana sekarang ! Rizky mengukir senyuman." tapi di balik ucapannya yang suka bikin sakit hati orang dia orangnya baik kok nggak pelit tapi soal pelajaran jangan tanya dia orang yang terpelit se-dunia Dia itu semacam manusia yang pengen semua orang bisa pinter dan Nggak malas"


" Wow keren iya ! sahut Cahaya


Rizky menggaguk


" Dia punya pacar nggak ! tanya Cahaya lagi


kali ini Rizky menggeleng " Boro-boro punya pacar Gebetan aja dia nggak ada ! Pangeran itu orang males buat ngurusin cewek"


" padahal kan dia ganteng banget ! Cahaya cengar-cengir sendiri lagi " apalagi dia ngemesin tapi galaknya tujuh turunan"


" pernah ada satu cewek yang nyoba deketin Pangeran tapi gagal ! Rizky tertawa lagi " Lo tahu kan Amel


"Amel pernah deketin Pangeran ! ucap Cahaya


Rizky menggaguk kepala. iya pernah waktu kelas sepuluh Amel naksir banget sama Pangeran Sampe pernah dia minta tolong sama Gue untuk jadi Mak comblangnya tapi sebelum Amel ungkapin perasaan nya ke Pangeran. Pangeran udah nolak duluan "


" ih, jahat banget sih Pangeran ! Cahaya berucap serius, sedangkan Rizky tertawa "


" makanya sampe sekarang Pangeran bawaannya marah'-marah Mulu sama Amel kan ! Rizky menyeringai " padahal dulu pas kenaikan kelas Pangeran kira bakal pisah kelas sama Amel ternyata dia sekelas lagi sama Amel ha..ha..ha "


" kasihan tahu Amel Ucap Cahaya Pangeran nggak punya perasaan banget sih"


Pangeran mah nggak pernah mikir orang akan sakit hati sama ngomongnya Dia yang suka ceplas-ceplos ! Rizky mengeleng " gue mah udah kebal dengan sifat nya Pangeran"


" apa kamu nggak bosen bertahun-tahun main sama Pangeran!


" bosen sih nggak gue selama ini enjoy aja bertemen sama Pangeran


tak beberapa lama mobil sedan ibunya Cahaya datang dan berhenti di depan pintu gerbang Cahaya tersenyum lebar.akhirnya orang yang telah di tunggu datang juga Cahaya pun segera bangkit dari tempat duduknya dan berpamitan dengan Rizky


" *Rizky aku pulang duluan iya makasih udah nemenin aku ! Cahaya berucap manis dan

__ADS_1


Rizky membalasnya dengan anggukan


Cahaya pun berlari meninggalkan Rizky tetapi jantunya sekita terhenti saat Rizky berkata " By the way mantan Lo itu kakaknya Pangeran*


__ADS_2