Cyarisuta Life

Cyarisuta Life
Eps 12 : Misi di Desa Vand


__ADS_3

Terlihat Risuta, Nobu, Nius, dan Michi sedang menguji kecocokan elemen mereka berempat untuk menciptakan kondensasi gabungan elemen, akan tetapi setelah beberapa jam, tidak tampak menunjukkan hasil yang maksimal. Gauma menyarankan agar beristirahat beberapa saat, lalu mulai berlatih lagi. Mereka berlima sedang berada di atas punggung Ryuu dalam bentuk naga. “Wah udaranya segar sekali,” Puji Michi sambil menghirup udara. “Ah, aku mengerti,” Kata Nius tiba-tiba. “Udara sama seperti kondensasi elemen, terdiri dari berbagai macam gas, mulai dari oksigen, karbon dioksida, dan lain-lain. Setiap gas memiliki fungsinya masing-masing, tetapi jika berlebihan maka akan menyebabkan bahaya, sama seperti elemen, kita hanya perlu menggunakan beberapa persen kemampuan kita untuk menciptakan kondensasi gabungan elemen yang bagus,” Jelas Nius panjang lebar.


“Bisa dicoba,” Kata Risuta, “Penjelasan yang bagus, Nius,” Puji Nobu semangat. Gauma hanya tersenyum melihat mereka yang kompak dengan sikap mereka masing-masing.


Meskipun memiliki sedikit halangan saat melakukannya sambil terbang, mereka tidak menyerah sampai berhasil melakukan kondensasi gabungan elemen. “Yay, akhirnya berhasil,” Ucap Michi senang, Nobu juga berkata hal yang mirip, dengan penuh semangat, Nius hanya tersenyum melihat tingkah Nobu dan saudari kembarnya itu, sedangkan Risuta hanya menatap mereka bertiga datar, tetapi dalam hatinya ia merasa senang dengan keberhasilan kecil tersebut. “Meskipun kekuatannya gak sebesar para perampok waktu itu, tetapi kita pasti bisa menjadi lebih hebat dari perampok itu,” Ucap Nobu semangat, Walaupun Nius, dan Michi tidak mengetahui seberapa besar kekuatan kondensasi gabungan elemen perampok tersebut, tetapi mereka menjadi termotivasi.

__ADS_1


Kemudian mereka berempat berlatih selama beberapa hari, diiringi dengan istirahat, dan meningkatkan tingkatan kultivasi sedikit demi sedikit, tidak terasa mereka sudah dekat dengan tujuan mereka, Desa Vand.


Desa Vand adalah desa yang dijadikan sebagai tempat wisata, karena wabah penyakit yang tidak dikenal, Desa Vand ditutup sementara waktu. Para pengunjung yang mengungsi ke Desa Vand, tidak diperbolehkan masuk. Jika ada para pengunjung yang memaksa masuk, maka pengunjung tersebut juga akan terkena wabah penyakit yang tidak dikenal tersebut. Dari informasi orang yang pernah melihat wabah penyakit tersebut, wabah tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut, luka-luka lebam di seluruh tubuh, tubuh sulit berkultivasi, sering mengalami mimpi yang aneh, susah tidur, tubuh yang perlahan menjadi kurus kering, padahal sudah banyak makan, dan berbagai ciri-ciri lainnya.


Misi Risuta, Nobu, Nias, dan Michi, adalah menyelidiki apa yang terjadi di Desa Vand, tentu dengan beberapa pil obat, untuk mencegah mereka tertular wabah tersebut. Ketika sampai di Desa Vand, mereka tidak disambut dengan ramah, para penjaga mengusir mereka. “Tetapi, kami harus mengerjakan misi,” Kata Gauma kepada penjaga. “Pergilah, jika tidak mau terkena wabah,” Jawab penjaga tersebut dingin. Keempat murid Gauma langsung memberikan tatapan tajam kepada penjaga tersebut, membuat ia bergidik ngeri, tetapi tetap melarang mereka masuk. “Kita akan mencoba menyelesaikan wabah ini, makanya biarkan kami masuk,” Bujuk Risuta, yang dibalas dengan gelengan kepala oleh penjaga. “Kami sudah pernah membiarkan beberapa anak-anak seperti kalian mengerjakan misi, bahkan orang dengan tingkat kultivasi Tingkat Langit tidak bisa mengerjakannya,” Kata penjaga, lalu melanjutkan perkataannya, “Mereka semua terkena wabah penyakit,”. “Kalau begitu bukankah seharusnya ini misi tingkat S, bagaimana bisa ini misi tingkat B?” Tanya Gauma kaget, “Saya juga tidak tau,” Kata penjaga tersebut menghela nafas.

__ADS_1


Dengan cepat Gauma langsung menyerang Risuta hingga ia pingsan, yang membuat Nobu, Nius, Michi dan para penjaga sedikit terkejut. “Karena kau sangat keras kepala, makanya kulakukan hal seperti ini,” Ucap Gauma lalu pergi dengan Nobu, Nius, dan Michi. Mereka berjalan kaki sambil membawa Risuta yang pingsan.


Setelah satu jam lima belas menit lebih sedikit, Risuta tersadar dari pingsannya. Saat terbangun mata Risuta langsung menerka-nerka ia sedang berada di mana, pepohonan-pepohonan yang rindang, udara yang sejuk, dan segar. Risuta merasa bahwa ia berada di hutan. Dengan cepat ia langsung mencari Gauma yang sudah membuat ia pingsan dan berkata dengan nada tinggi, “Apa yang Guru lakukan!?”. Gauma hanya menatap muridnya itu dengan tatapan tajam lalu berkata, “Karena kau sangat keras kepala, jika tingkat Langit saja tidak bisa menyelesaikannya, bagaimana bisa seorang tingkat tinggi menyelesaikannya seorang diri,”. “Tapi Guru, setiap masalah pasti memiliki jalan keluar, mengalahkan yang lebih kuat bukan berarti yang lemah tidak bisa menang,” Bujuk Risuta untuk menyelesaikan misi di Desa Vand. “Terserahmu sajalah, tapi Nobu, Nius, Michi pasti tidak ingin kau meninggalkan mereka, cobalah berpikir bagaimana perasaan mereka,” Ucap Gauma kesal. 'Tetapi alasan aku bisa ada disini karena ‘hukuman’, bukan karena reinkarnasi dan sebagainya,' Batin Risuta merasa sedih, dan menyesal sudah membalas dendam di kehidupan lampaunya. “Aku akan tetap pergi,” Kata Risuta langsung pergi, tetapi berhenti karena mendengar suara Michi menangis, “Risuta, kau tidak boleh pergi, kalau kami tidak bisa melihatmu lagi, kami pasti akan merasa sangat sedih,” Kata Michi sambil memeluk Risuta, Risuta yang dipeluk seperti itu hanya diam saja. Nobu dan Nius juga ikut-ikutan melarangnya, “Kita sudah bersama dalam waktu yang lama, kenapa kau tidak pernah sedikit pun membagi bebanmu kepada kami,” Kata Nobu kesal dan merasa Risuta terlalu tertutup dengan masa lalunya. “Kalau kau mau pergi, maka ajaklah kita, misi ini bukan hanya misimu, tetapi misi kita semua,” Kata Nius kecewa dengan perilaku Risuta yang ingin menyelesaikan semuanya seorang diri. “Risuta, kau tidak sendiri,” Kata Michi masih menangis memeluk Risuta dari belakang.


Risuta merasa terharu dengan mereka dan 'tembok' yang ia bangun susah payah selama ini sedikit hancur, “Ini pertama kalinya ada orang yang mengatakan hal seperti itu kepadaku, terima kasih,” Kata Risuta dengan nada yang berbeda dari biasanya, sangat hangat, dan lembut. “Ya sudah, ayo kita pergi, dan menyelidiki Desa Vand,” Ajak Gauma yang sudah bangkit berdiri, “Toh, disini ada naga tua, jadi seharusnya kita aman,” Kata Gauma yang membuat Nobu, Nius, dan Michi tertawa.

__ADS_1


Malam pun tiba, rencananya Risuta, Nobu, Gauma, Nius, Michi, dan Ryuu akan menyusup ke dalam Desa Vand, lalu melihat situasi di dalam Desa Vand. Dengan cepat Gauma, dan kelompoknya memasuki desa. Satu kata untuk desa tersebut di malam hari, sangat sunyi, tidak ada suara orang yang mabuk seperti biasanya di desa maupun kota, pencahayaan saat malam juga tidak terlalu terang menambahkan kesan menyeramkan kepada Desa tersebut.


Setelah memasuki Desa, Nobu mengamati sekitarnya, dikarenakan ia memiliki penglihatan, maupun panca indera lainnya yang sudah dapat dipastikan sangat tajam. Terdengar suara lolongan serigala beberapa kali, “Sepertinya di sekitar desa memiliki banyak serigala,” Gumam Risuta dengan suara kecil. Mereka mengikuti arahan Nobu, dan berakhir sampai di rumah kepala desa Vand. “Ayah, apa kita harus terus-menerus hidup seperti ini!?” Tanya perempuan yang terlihat oleh Nobu didalam rumah Kepala Desa Vand dengan ayahnya. Perempuan tersebut memiliki lebam-lebam di sekujur tubuhnya, dan memiliki kantong mata yang menandakan bahwa ia tidak tidur dalam beberapa hari. “Kita hanya perlu memberikan tumbal kepada penyihir tersebut setiap bulan, lalu kita tidak perlu hidup dengan kutukan seperti ini,” Kata perempuan itu lagi. Ayahnya yang berpenampilan seperti putrinya itu, hanya diam sambil menatap putrinya sendu. “Kita tidak bisa lagi melakukan hal seperti itu,” Kata Ayah perempuan tersebut, merasa sangat bersalah. Putrinya itu langsung menggebrak meja lalu pergi dari ruang makan. “Sepertinya Kepala Desa Vand tau sesuatu,” Kata Nobu yang mendengarkan percakapan Ayah dan putrinya tersebut.


__ADS_2