
Author pov
“Jadi, Tuan, Apa kau memiliki tujuan datang kesini? Tanya Naga tersebut sopan. “Aku dan Guruku ingin berlatih disini, sambil mencari sumber daya untuk meningkatkan kemampuan, E-mm Siapa namamu?” Tanya Risuta, pasalnya Risuta tidak melihat adanya nama Naga tersebut saat melihat statusnya.
“O, kau bisa menamaiku sesukamu,” Jawab Naga tersebut. “Kalau begitu namamu Ryuu,” Kata Risuta. “Ryuu, Apa orang yang menjadi penguasa Gunung ini, pernah bercerita tentangku?” Tanya Risuta penasaran tentang orang yang mengetahui kedatangannya itu, tetapi jawaban Ryuu mengecewakannya, “Tidak,”.
“Oiya, Tuan, Anda tadi bilang mau latihan kan, biar kuantarkan ke tempat yang bagus untuk latihan,” Tawarnya kepada Risuta. “Tentu, setelah Gauma kembali,” Kata Risuta. “Apakah manusia bernama Gauma itu, Guru yang Tuan bilang?” Tanya Ryuu penasaran. Tiba-tiba suara Gauma menginterupsi, “Tentu, Memang siapa lagi yang bersama dengannya,” Jawab Gauma kesal karena diabaikan Ryuu tadi. “O, Aku tidak tau kalau dia Guru Tuan, Maaf Tuan,” Kata Ryuu kepada Risuta, tetapi tidak meminta maaf kepada Gauma. “Hei, Kau sombong sekali, Huh..,” Balas Gauma kepada Ryuu dan mereka menjadi berdebat. “Sudah! Gauma, Ryuu!” Ucap Risuta meninggikan suaraku.
“Hmph,” Sikap Gauma karena kesal, sedangkan Ryuu mengikuti perintah Risuta.
“Ayo, kita ke tempat latihan yang kau bilang,” Kata Risuta kepada Ryuu. Lalu Ryuu pergi menuntun Risuta dan Gauma ke tempat latihan. “Energi disini lebih banyak dibandingkan dengan diluar,” Ucap Gauma merasa kagum. “Ryuu, kami mau latihan terlebih dahulu, dan apakah kami bisa meminta sumber daya,” Pinta Risuta, “Tentu Tuan,” Jawab Ryuu, lalu pergi mencari sumber daya di pegunungan.
“Risuta, aku mau memberi tau tentang skill,” Kata Gauma pada Risuta, lalu memulai penjelasannya tentang skill, “Skill itu seperti jurus yang kau keluarkan, skill dibagi berdasarkan elemen, dan tingkatan, tingkatan skill ada 7 tingkat, Merah yang Tertinggi, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu yang Terendah . Malam-malam kemarin, aku lupa memberi tau, hehe..,” Kata Gauma. “Oiya, Risuta, kau elemen apa?” Tanya Gauma pada Risuta, “Semua elemen,” Mendengar itu pun Gauma terkejut, dan menyangka Risuta berbohong. “Jangan bercanda,” Ucap Gauma sambil mengibas-ngibaskan tangannya. “Aku tidak bercanda,” Ucap Risuta tanpa nada. “Kalau begitu tunjukkan,” Ucap Gauma menantang meminta pembuktian, lalu Risuta menunjukkan semua elemen. “Ha-ha-h-ha,” Tawa Gauma canggung, lalu memuji Risuta, “Hebat, semua elemen,” Puji Gauma, 'Balita ini tidak berhenti membuatku terkejut,' Lanjut Gauma dalam hati, kemudian menjelaskan bahwa rata-rata orang hanya memiliki satu elemen, dua, atau paling terbanyak empat, tetapi Risuta mempunyai semua elemen, yang tidak diketahui baik atau buruk, karena belum ada satu pun yang memiliki semua elemen di dunia ini.
“Jadi, lebih baik kau asah satu elemen dulu saja, baru yang lain,” Saran Gauma. “Jadi, kau pilih yang mana?” Tanya Gauma, “Kegelapan,” Jawab Risuta, karena Risuta suka warna hitam. ‘Benar-benar mirip dengan kepribadiannya, Gelap,' Batin Gauma. “Baiklah, mari kita mulai latihan,” Ucap Gauma, dan menjelaskan berbagai hal tentang cara melakukan kondensasi, “Kau fokuskan energi elemen di telapak tanganmu, lalu pikirkan senjata, karena membuat senjata adalah kondensasi yang paling mudah,” Kata Gauma memberikan penjelasan, dan petunjuk. Beberapa saat kemudian, Risuta sudah berhasil membuat bola elemen yang memerlukan konsentrasi dan merupakan kondensasi tingkat tinggi, karena harus mengumpulkan energi elemen dalam jumlah yang banyak. “Bagus, sekarang kau sudah di tingkat mahir Ke-1,” Puji Gauma, “Sekarang pilih lima skill yang kau mau pelajari, semua skill ada di tingkat Jingga,” Lanjut Gauma sambil menunjukkan semua buku skill elemen kegelapan.
“Kalau begitu aku pilih, ini, ini, ini,...ini, dan ini,” Ucap Gauma sambil menunjuk satu-satu buku skill elemen kegelapan yang dibawa Gauma. “Woah, Luar biasa, semua buku yang kau pilih saling berhubungan, dan bagus untuk melakukan combo,” Kata Gauma tidak percaya. Padahal sebenarnya Risuta hanya melihat status buku skill-skill tersebut, dan mencari skill yang sekalian bisa melakukan combo yang bagus. “Kalau begitu kau bisa berlatih dulu, dan menyerap energi elemen di tempat ini, aku juga mau berlatih,” Kata Gauma, lalu berjalan menjauh untuk berlatih. Risuta yang memiliki kemampuan khusus dari permintaannya kepada Tuhan, menyentuh buku skill tersebut dan menghafal semua skillnya. Lalu Risuta berlatih untuk meningkatkan semua skillnya.
Sudah lima hari berlalu, setidaknya penguasaan skill-skill kegelapannya sudah mencapai Tingkat 2 dari 10. Satu skill sudah mencapai Tingkat 3. ‘Ternyata susah juga menjadikan penguasaan skill sampai ke tingkat 10 dalam beberapa hari,' Batin Risuta sambil menghela nafas dan melanjutkan latihan, begitu pula dengan Gauma yang masih terus berlatih untuk menembus tingkatan yang lebih tinggi.
Hari sudah sore, tiba-tiba seorang anak kecil berumur lima tahun, berambut perak dengan mata hijau masuk ke wilayah latihan, untuk berlatih, Risuta yang sadar akan keberadaan anak itu bertanya, “Siapa kau?”, anak itu lalu mengenalkan diri, “Namaku Nobuoko Tadao, salam kenal, namamu siapa?” Tanya Nobuoko, Tanpa basa basi, Risuta bertanya dengan menaikkan sedikit nada suaranya pertanda bahwa ia waspada dengan anak tersebut, “Apa tujuan kau ke sini!?”. Seakan-akan mengerti maksud anak di depannya Nobuoko menjawab, “Aku tinggal di sekitar sini bersama seorang naga, aku ke sini mau berlatih, dan memberikan sumber daya kepada kalian,” Kata Nobuoko, sambil mencari-cari satu orang yang bersama Risuta, dan menemukan Guru Risuta itu sedang berlatih tidak jauh dari tempatnya berdiri. “Oh, iya, Ayahku bilang, “Maaf, tidak bisa mengantarkan sumber daya lebih cepat, belakangan ini Pegunungan diserang oleh manusia yang menginginkan inti hewan, jadi ayah membantu siluman dan hewan membasmi manusia itu,” Jelas Nobuoko kepada Risuta, “Ah, Ayahku itu adalah naga, aku adalah anak yang ditemukannya, makanya aku memanggilnya ayah,” Kata Nobuoko kepada Risuta yang terlihat bingung. “Oh, begitu, aku mengerti,” Kata Risuta dingin.
“Tapi, kau hebat sekali, aku saja baru Tingkat Dasar Ke-7, padahal kamu masih berumur tiga tahun, tapi aku merasa kau lebih kuat dariku,” Kata Nobuoko, sedangkan Risuta yang mendengar itu hanya diam, 'Anak ini lumayan hebat, bisa merasakan aura yang lebih kuat darinya, padahal aku sudah menyembunyikan aura pelatihanku,' Batin Risuta, “Apa kau mau kubantu menaikkan tingkat kultivasimu?” Tawar Risuta kepada anak yang lebih tua dua tahun darinya itu. “Woah...., Boleh?” Tanya Nobuoko dengan semangat, sedangkan Risuta hanya mengangguk.
“Siapa yang datang?” Tanya Gauma kepada muridnya itu, lalu Risuta menjelaskan tentang Nobuoko kepada Gauma, gurunya. Gauma kemudian menawarkan Nobuoko untuk menjadi muridnya yang kedua, Nobuoko hanya mengiyakan. Lalu mereka berdua berlatih dibawah bimbingan Gauma.
Pagi-pagi Ryuu dalam wujud manusia sudah mengunjungi wilayah latihan untuk mengantarkan makanan yang biasanya diantar oleh hewan atau siluman lain. Nobuoko menyambutnya, sedangkan Risuta dan Gauma mengambil makanan dan makan, “Tuan, kapan Anda akan meninggalkan Pegunungan?” Tanya Ryuu kepada Risuta. “Apa kau berniat mengusirku?” Tanya Risuta, yang langsung ditanggapi kata maaf oleh Ryuu dan menjelaskan maksud pertanyaannya, “Aku Cuma bercanda,” Kata Risuta yang membuat Ryuu lebih tenang dan tidak panik, seperti tadi. “Kami akan pergi satu bulan lagi, apa kau benar-benar akan ikut bersama Nobuoko?” Tanya Risuta, “Tentu, aku akan ikut, Pegunungan ini akan dijaga oleh hewan dan siluman lain, sebelum pergi aku juga akan membuat pelindung yang membuat Pegunungan ini tidak terlihat, dan melindunginya jika terjadi serangan,” Jelas Ryuu, sedangkan Gauma, Risuta, dan Nobuoko hanya mendengarkan.
“Aku mau membuat pelindung dulu, sampai jumpa Tuan, Nobu, dan.... Ah.. aku lupa nama Guru Tuan siapa, maaf Tuan,” Kata Ryuu berjalan keluar wilayah, sedangkan Gauma sudah memaki-maki Ryuu karena tidak mengingat namanya. Risuta tersenyum tipis, sangat tipis yang bahkan Risuta sendiri tidak sadar.
Setelah Gauma puas memaki Ryuu—walaupun tidak didengar oleh orangnya langsung—, Gauma menjelaskan kepada Nobuoko tentang skill dan memintanya untuk memilih skill yang dia inginkan, sedangkan aku mencoba untuk melihat status Nobuoko, tapi entah mengapa status tentangnya hanya ada tanda tanya kecuali namanya, aku yang melihat hal tersebut bingung, 'Apa sistemnya sudah rusak, tetapi aku masih bisa melihat status Gauma, Ini aneh,' Batin Risuta, lalu lanjut berlatih skillnya kegelapannya, karena tidak ingin memusingkan hal tersebut.
Status
Nama : Gauma Sauki
__ADS_1
Julukan : Guru Risuta dan Nobuoko, Tetua dari Sekte Mael
Ras : Manusia
Elemen : Api
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Awan Ke-3
Hewan Peliharaan : Tidak Ada
Keahlian :
• Bela diri penguasaan menengah ke atas
• Pedang penguasaan rendah
• Memasak penguasaan menengah ke bawah
• Kondensasi Energi Elemen penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan menengah
[ Informasi lebih lanjut ]
Status
Nama : Nobuoko Tadao
Julukan : ???
Ras : ???
Elemen : ???
Tingkatan Kultivasi : ???
__ADS_1
Hewan Peliharaan : ???
Keahlian : ???
[ Informasi lebih lanjut ]
Status
Nama : Cyarisuta Ashurin
Julukan : Murid pertama Gauma Saiki
Ras : Manusia
Elemen : Logam, Air, Kayu, Api, dan Tanah, Kegelapan, Cahaya.
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-1
Hewan Peliharaan :
• Naga Tingkat Ke-10, Ryuu
Keahlian :
• Kondensasi Energi Elemen penguasaan rendah
• Pedang penguasaan menengah ke atas
• Pisau penguasaan tinggi
• Senapan dan Pistol ( Kehidupan lampau ) penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan tinggi
[ Informasi lebih lanjut ]
__ADS_1