
Satu Minggu telah berlalu, Gauma, Nobu, Ryuu ( Dalam bentuk manusia ), dan Risuta, sedang melihat pemandangan danau dari tempat mereka duduk, “Wah, ini pertama kalinya aku bersantai seperti ini,” Kata Nobu semangat seperti biasanya, Gauma juga menikmati pemandangan danau di Kota Lise, Risuta tidak terlalu peduli hanya memakan makanan yang telah ia sediakan untuk piknik, begitu pula dengan Ryuu mengikuti Risuta makan sambil menikmati pemandangan, “Sudah lama sekali, tidak melihat hal seperti ini,” Gumam Ryuu dengan suara kecil, tetapi didengar oleh Nobu.
Setelah satu bulan lebih mengenal Nobu, Risuta merasa pendengaran yang dimiliki Nobu sangat tajam, bukan hanya pendengaran, baik penglihatan, maupun penciuman, dan indra lainnya memiliki ketajaman di atas manusia biasa. Tetapi anehnya, Nobu terlihat seperti manusia, dan tidak memiliki wujud lain seperti Ryuu. Walaupun begitu ketajaman Indra Nobu tidak sampai terlalu jauh, jika ia tidak konsentrasi. Jika Nobu berkonsentrasi, maka mungkin ia bisa mendengar suara dari ruang yang kedap suara sekalipun.
Tiba-tiba seseorang datang dan bertanya kepada penjaga di danau, ia berkata mencari orang bernama Cyarisuta Ashurin, menurut informasi terakhirnya Cyarisuta berada di dekat danau ini. Risuta yang mendengar itu langsung berdiri, yang membuat Gauma, Nobu, dan Ryuu bingung, lalu pergi kearah seseorang itu.
“Aku Cyarisuta Ashurin, ada apa?” Tanya Risuta dengan nada datar. “Kenalkan namaku Haru Kenichi, panggil saja Haru,” Kata Haru, lalu melanjutkan perkataannya, “Kata Bos Kenzi, dia ingin bertemu dengan Cyarisuta,”. “Bos Kenzi?” Tanya Risuta bingung, dan baru menyadari bahwa ia tidak mengetahui nama pemilik toko senjata waktu itu, “Itu pemilik toko senjata yang kau kunjungi beberapa hari yang lalu,” Kata Haru, “Ok, sebentar,” Jawab Risuta lalu meninggalkan Haru, dan mengajak Gauma, Nobu, Ryuu, mengikuti Risuta.
Selama perjalanan, Gauma dan Nobu bertanya-tanya kepada Risuta, kemana kita akan pergi, kira-kira seperti itulah pertanyaannya, yang tidak dipedulikan oleh Risuta, “Ini kayaknya pertama kalinya, seorang guru yang bertanya tidak dipedulikan sama sekali oleh muridnya,” Ejek Gauma kesal, tetapi Risuta tetap bersikap tidak peduli.
__ADS_1
Sesampainya mereka ke tempat toko tersebut, Gauma, dan Nobu langsung mengetahui bahwa ini adalah tempat tujuan mereka. “Mau ngapain disini?” Tanya Gauma, “Risuta, urusanmu apa?” Tanya Nobu, tetapi lagi-lagi mereka diabaikan. Mereka berempat masuk ke dalam ruangan pribadi Sang Pemilik Toko, namanya Kenzi Kazuo.
Gauma, dan Nobu langsung diam ketika memasuki ruangan, “Apa utusan toko dari Kota Negru sudah datang?” Tanya Risuta tanpa basa basi, “Iya, sebentar lagi,” Kata Kenzi yang terlihat sumringah. “Terima kasih, Tuan, penghasilan Toko ini meningkat setiap harinya dengan bantuan senjata yang diberikan Tuan, sekarang 90% saham di toko ini milik Tuan,” Kata Kenzi, tanpa basa-basi Risuta langsung bertanya, “Berapa penghasilannya?”. Kenzi menjawab dengan hormat, “Sekitar 25.000 sampai 30.000 Emas perhari,”. Gauma yang mendengar itu menunjukkan raut wajah yang terkejut dengan Risuta yang entah keberapa kalinya. “25.000 Emas!?, Itu jumlah yang sangat banyak,”. “Wah Risuta, sekarang kau sangat kaya, bagi-bagi dong emasnya,” Canda Gauma, sedangkan Nobu bingung dan menarik ujung baju Gauma, “Memang 25.000 Emas sebanyak itu ya, Guru,”. Gauma menjelaskan, “Mata uang di benua ini ada Perunggu, Perak, dan Emas, 1 emas sama dengan 1.000 perak, seribu perak sama dengan 10.000 perunggu. Senjata katana yang kau beli kemarin, kira-kira harganya 16 Perak, tetapi biasanya bagi pendekar sekalipun, akan susah mendapatkan 25.000 Emas dalam waktu singkat,” Jelas Gauma. Nobu hanya bersemangat mendengar pengetahuan baru, tetapi telinganya selalu siap mendengar apa yang akan dibicarakan Risuta.
“Bagus, sekarang tinggal masalah di Toko di Kota Negru, kan,” Ucap Risuta.
‘Tok, tok, tok,'
Setelah berbasa basi sebentar dengan Kenzi, “Saya sangat terkejut mendengar informasi terbaru, penghasilan Toko ini menjadi sangat tinggi,” Kata Utusan itu—sebut saja R. Kenzi tertawa karena pujian tersebut, lalu menunjuk Risuta. “Dia adalah pemilik toko ini yang baru, senjata yang kami tunjukkan tadi juga dibawa olehnya,” Kata Kenzi. “Lebih tepatnya membuat,” Ucap Risuta membetulkan perkataan Kenzi, Kenzi menunjukkan wajah terkejut, lalu langsung merubahnya. R yang mendengar hal tersebut merasa Kenzi pasti hanya bercanda melihat Risuta yang masih kecil, lalu melanjutkan obrolan dengan menghiraukan Risuta.”Pasti Tuan Kenzi sudah tau kan kedatangan saya, saya masih ingin melakukan kontrak kerja sama dengan Anda,” Kata R dengan nada tersirat di dalamnya dan sama sekali tidak memedulikan keberadaan Risuta, Kenzi tidak menyadari hal tersebut, tetapi Risuta yang hidupnya dulu di dunia gelap langsung mengetahuinya. “Maaf Tuan, toko Anda di Kota Negru sama sekali tidak bisa memberikan kami keuntungan, jadi kami sama sekali tidak ingin melanjutkan kontrak,” Kata Risuta tajam, jedanya sebentar lalu berkata, “Aku sangat tidak suka diabaikan,” Kata Risuta dengan suara rendah, tetapi bisa terdengar oleh semua orang di ruangan tersebut. “Tuan Kenzi, saya mohon maaf jika menyinggung perasaan Anda, bukankah lebih baik tidak membawa anak kecil ke urusan bisnis, maafkan saya sekali lagi, tetapi anak ini lumayan mengganggu,” Kata R terang-terangan sambil tersenyum penuh makna. Kenzi hanya berwajah pucat, karena mengetahui bahwa Risuta tidak suka disinggung. “Tetapi, dia benar-benar pemilik toko ini yang baru,” Kata Kenzi berusaha menetralkan situasi, “Anda jangan bercanda lagi, Tuan,” Kata R penuh makna, Kenzi menelan ludahnya, merasa bahwa Risuta tidak akan ditenangkan dengan mudah, sedangkan Gauma, dan Nobu, hanya tertawa dalam hati, ‘Risuta sangat tidak suka disinggung, apalagi diremehkan secara terang-terangan seperti itu,' Batin Gauma yang sudah lumayan mengenal muridnya itu, 'Orang itu tidak akan segampang itu bebas,' Batin Nobu, 'Berani-beraninya menghina, Tuan,' Batin Ryuu yang berwajah datar tetapi di dalam hatinya merasa sangat kesal Tuannya dihina seperti itu.
__ADS_1
“Kalau begitu, diskusi ini sudah selesai,” Kata Risuta tajam dengan pandangan yang tajam juga, “Tuan Kenzi!” Kata R menaikkan nada suaranya, karena Risuta tidak diusir dan dalam hatinya merasa takut dengan tatapan Risuta itu. Wajah Kenzi hanya semakin pucat, dalam hati ia berkata, 'Tuan Risuta, kumohon jangan hancurkan toko ini, jika ia membuat anda kesal,'. “Maaf, kami memang akan memutuskan kontrak,” Kata Kenzi berharap dengan itu amarah Risuta sudah padam.
“Kalau begitu, kalian harus membayar ganti rugi sebanyak 100.000 Emas,” Kata R yang membuat amarah Risuta semakin memuncak. “Di kontrak ini sama sekali tidak ada perjanjian seperti itu, lalu bukankah kalian yang bermain sangat licik, kalian menyuruh orang-orang kalian untuk mencuri barang yang kalian kirimkan ke Toko ini, bukan?, Lalu setelah itu kalian bisa menguasai toko ini bukan,” Ucap Risuta yang membuat R dalam ruangan tersebut bergidik ngeri, dan ketakutan.
“Apakah itu benar, Tuan!?” Tanya Kenzi kesal, ia dipermainkan. “Tentu tidak,” Elak R. ‘Cih, Sial. Bagaimana bisa anak kecil ini tau, jangan-jangan semua yang Tuan Kenzi katakan benar, tapi tidak mungkin, mana mungkin anak kecil seperti itu bisa menjadi pemilik toko. Dan lagi keuntungan yang didapatkan Toko ini sekarang sangat besar, aku harus bisa bekerja sama dengan toko ini,' Batin R khawatir. “Haru, bawa pencuri itu ke sini,” Kata Risuta, sedangkan R menjadi sangat gugup, takut perbuatan Tokonya diketahui oleh orang-orang, dan menjadi sepi.
“Tuan, kumohon jangan bermain fitnah seperti ini,” Kata R untuk meyakinkan Kenzi, tetapi gagal, Kenzi hanya menunjukkan wajah penuh kemarahan terhadap utusan toko di Kota Negru itu. Pencuri yang memang mencuri itu mengakui bahwa Toko di Kota Negru yang membayarnya untuk mencuri barang-barang yang dikirimkan. R langsung bangkit dari tempat duduknya, “Jangan Bohong, kamu!" Bentak R. Penjaga-penjaga di sekitar R juga sudah waspada.
“Sudah cukup!” Bentak Risuta, “Jangan bermain-main denganku!” Lanjutnya dengan nada yang sangat tinggi. R yang dibentak dan ditatap tajam oleh Risuta langsung ketakutan, tanpa disadari air seninya membasahi celananya. “Puhahhaha, ketakukan sampai ngompol di celana,” Ejek Gauma dan kepada R. Nobu juga berwajah mengejek kearah R. Kemudian R yang malu bercampur takut pingsan, sedangkan Risuta menyampaikan apa yang ia ingin sampaikan sedari tadi kepada penjaga, “Kontrak Toko K ( Nama toko Risuta dan Kenzi ) di Kota Lise, dan Kontrak dengan Toko D ( Nama toko R ) sudah selesai,” Kata Risuta sambil merobek kertas kontrak dan membakarnya dengan elemen apinya.
__ADS_1
Para penjaga langsung mengangkat R, dan pergi dari toko K. “Haru, sebar ke semua orang di Benua Aumeralia, bahwa Toko D melakukan kecurangan dengan toko lain,”. Lalu masalah di Toko K selesai. Bukan hanya itu, Risuta menjadi pemilik toko yang baru, tetapi ia menyerahkan tugas tersebut kepada Kenzi, “Jika ada masalah kau bisa beri tau aku,” Kata Risuta kepada Kenzi. Lalu Risuta, mengeluarkan senjata yang dibuatnya, "Ini untuk persediaan selama setahun, untuk gaji para karyawan, akan diambil sepenuhnya dari sahamku, lalu berikan 50.000 Emas untukku, serta tanda pengenal," Ucap Risuta.
Setelah mendapatkan tanda pengenal, dan uangnya. Lalu memasukkannya ke inventory, Risuta, Nobu, Gauma, dan Ryuu akan meninggalkan Kota Lise, menuju Sekte Mael.