
Setelah memberitahukan rencana Risuta kepada yang lainnya, keesokan harinya Glacies, Michi, dan Nius pergi berjalan-jalan untuk mengenalkan tempat-tempat di Sekte Mael kepada Glacies sambil membeli perlengkapan untuk mengejutkan Nobu di Hari ulang tahunnya. Jika di dalam kehidupan Risuta yang dulu, waktu ulang tahun Nobu adalah tanggal 18 Januari. Tanggal Glacies diajak berkeliling adalah 15 Januari.
Mereka sudah membagi-bagikan tugas untuk mengejutkan Nobu di hari ulang tahunnya. Risuta mengalihkan perhatian Nobu, Gauma, Ryuu, dan Raion mendekorasi rumah, Glacies, Michi, dan Glacies membeli perlengkapan untuk kejutan, serta menyiapkan kejutan untuk Nobu.
Sehari sebelum ulang tahun Nobu, Nius, dan Michi yang sedang berjalan-jalan di sekitar sekte dihadang oleh lima orang berbaju hitam yang mencurigakan, yang setidaknya berada di Tingkat Tinggi Ke-5. “Kalian siapa?” Tanya Nius sambil meningkatkan kewaspadaan, begitu pula dengan Michi. “Kalian tidak perlu tau siapa kami. Ikut saja kami jika ingin selamat,” Bentak salah satu orang berbaju hitam. Dengan cepat Michi melemparkan kunai-kunai yang sudah dilapisi racun pelumpuh kepada orang-orang berbaju hitam, lalu menarik baju Nius untuk melarikan diri. Tempat mereka berada bisa dibilang sebagai tempat yang sepi, jadi jika mereka ditangkap, mereka tidak akan bisa meminta tolong.
Michi, dan Nius melarikan diri dari gerombolan berbaju hitam. Beberapa saat terjadi aksi kejar mengejar oleh gerombolan berbaju hitam dengan Nius, dan Michi, akan tetapi gerombolan berbaju hitam tertinggal di belakang. Karena racun pelumpuh Michi, gerakan gerombolan berbaju hitam menjadi lebih lambat. Michi, dan Nius berlari tanpa arah, dan berakhir di jalan buntu. Mereka memilih bersembunyi sementara, sambil memikirkan jalan keluar. “Aku akan mengalihkan perhatian mereka, setidaknya kecepatanku lebih baik daripada kau, kau beritahu Risuta atau Guru,” Ujar Nius, lalu memunculkan diri di hadapan orang-orang berbaju hitam dengan berani.
“Wah, dia muncul sendiri,” Kekeh salah satu dari orang-orang berbaju hitam disertai senyum mengejek. Nius mengambil kuda-kuda pertahanan, sambil membuat kondensasi elemen dari tanah, sambil membuat pelindung di sekitar dirinya.
Michi sudah mulai melarikan diri secara diam-diam, tetapi karena kecerobohannya, Michi tertangkap oleh salah satu orang berbaju hitam yang tidak sengaja melihatnya. Nius masih fokus membuat pelindung, dan kondensasi elemen untuk melawan para gerombolan berbaju hitam. “Hei, Jika kau ingin adikmu hidup, hentikan perlawananmu!” Ancam seorang berbaju hitam, sambil mendekatkan pisau belati ke arah leher Michi yang tertangkap membuat Nius menghentikan kegiatannya. “Kau! Sialan!” Nius merasa dirinya gagal sebagai kakak yang melindungi Michi. Ketika pisau belati semakin mendekat kearah leher Michi, Nius berteriak, “Baiklah! Baiklah! Aku akan ikut kalian. Lepaskan Michi.”.
Di rumah Gauma, Nobu merasa sedikit khawatir, “Kenapa mereka lama sekali?”. Nobu melapor kepada Risuta bahwa Michi, dan Nius belum kembali sejak pergi jalan-jalan di sekitar Sekte. “Heh, sepertinya si Pak Tua itu sudah beraksi,” Ujar Risuta kepada Nobu, lalu mengambil jubahnya lalu memakainya dengan gaya yang membuat Nobu kagum. “Oh si Tetua Tua itu, terus kita akan bagaimana?” Tanya Nobu penasaran akan rencana Risuta. “Kita habisi saja mereka. Oh iya Glacies, Kau mau ikut?. Sekalian mencari pengalamankan.” Kata Risuta kepada Glacies yang baru saja bergabung dengan mereka. Glacies yang baru berada di Tingkat Mahir Ke-1, merasa takut menjadi beban. Seakan mengerti pikiran Glacies, Nobu menenangkannya, “Tidak apa-apa. Kalau ada Risuta kita tidak mungkin kalah.”.
Akhirnya mereka pergi bertiga mencari jejak Nius dan Michi. Tentu setelah meminta izin kepada Gauma, tetapi mereka tidak menjelaskan tentang Michi dan Nius yang menghilang. Setelah sampai ke alun-alun Sekte Mael, Nobu mencari jejak Nius dan Michi. Akhirnya mereka berakhir di Rumah Tua yang kosong, dan berada di tempat yang sunyi, dan memberikan kesan menyeramkan. Nobu mempertajam pendengarannya untuk mendengar situasi di Rumah Tua itu,
“Hei, kita apakan mereka, Tetua.”
“Tetua Aryata, apa kami harus menyiksa mereka?”
“Ya Tetua, Mohon izinkan kami melakukan itu, mereka berdua bersikap sangat menyebalkan,”.
Nobu mendengus kesal mendengar celotehan-celotehan suruhan Tetua Aryata, tetapi ia berusaha mengontrol emosinya, agar tidak menyerang Rumah Tua itu dengan api kegelapannya. Nobu menceritakan dengan cepat situasi di dalam Rumah Tua. ‘Sial, Ada Pak Tua itu. Seharusnya aku bawa Ryuu atau Raion,' Batin Risuta tidak menduga keberadaan Si Pak Tua.
“Apa lebih baik kita kembali?” Tanya Glacies yang masih dengan akal sehatnya, tetapi terlihat ia juga sedang menahan amarah. “Glacies, Kau laporkan ini ke Ryuu. Perintahkan dia kesini!” Putus Risuta lalu membuat bola-bola elemen untuk menghancurkan Rumah Tua. Dengan cepat Glacies mundur, dan kembali ke Rumah Gauma dengan kecepatan yang tinggi.
“Ayo kita mulai, Nobu.” Mata Risuta terlihat berkobar-kobar. Nobu juga dengan semangat meluncurkan api kegelapannya ke arah Rumah Tua itu. Begitu pula dengan Risuta yang menyerang Rumah Tua itu dengan bola-bola elemen yang tadi ia cipatakan. Seketika Rumah Tua itu terbakar, tetapi langsung dipadamkan oleh Tetua Aryata yang juga memiliki elemen air. “Heh... Ternyata kau sudah disini!” Nada bicara Tetua Aryata meninggi, ia menyombongkan kekuatannya yang jelas-jelas berada di Tingkat Kultivasi yang lebih tinggi dari Risuta dan Nobu. Ketika api di Rumah Tua itu padam, terlihat Michi dan Nius yang diikat di sisi pojokan. Melihat itu, Nobu langsung menyerang Tetua Aryata yang mampu di tangkis Tetua Aryata dengan mudah. “Apa yang kalian lakukan! Cepat bunuh mereka!” Bentak Tetua Aryata kesal melihat para orang berbaju hitam hanya menatap Tetua Aryata dengan kagum, dan tidak membantu.
Setelah diperintahkan, mereka dengan cepat langsung menyerang Risuta dan Nobu yang lebih kuat satu tingkat dari mereka. Mereka berlima menyerang Nobu dan Risuta secara bersamaan, tetapi hal itu tidak membuat ketenangan Nobu dan Risuta hilang. Malah terlihat Nobu dan Risuta yang semakin bersemangat membuat para suruhan Tetua Aryata menjadi panik. Nobu membuat api kegelapan di sekitar dirinya dan Risuta. Lalu menatap mata Risuta memberi kode. Sedangkan Risuta sudah menggunakan salah satu skillnya, “Tarian Tebasan.”. Risuta tampak menari dengan indah, akan tetapi setiap kakinya menginjak tanah para suruhan Tetua Aryata menjadi gemetar ketakutan. Beberapa dari mereka berusaha mengendalikan diri mereka sendiri, lalu menghindari serangan Risuta. Berkat itu Risuta hanya berhasil mengambil satu nyawa dari lima orang itu. Dentuman jantung mereka berempat perlahan mereda, tetapi kembali cepat ketika melihat tatapan menusuk nan dingin dari Risuta. Seakan jantung mereka dikendalikan oleh Risuta, dan bukan hanya itu, tubuh mereka tidak bisa berhenti gemetaran. “Nobu, Para pencundang ini kuserahkan padamu.” Risuta berlalu pergi dari hadapan mereka berempat, lalu pergi kearah Tetua Aryata yang sudah berdecak kesal karena orang suruhannya dikalahkan semudah itu.
Risuta mengeluarkan pedangnya dari inventory-nya membuat Tetua Aryata mundur beberapa langkah. “Anak sepertimu tidak pantas menggunakan pedang seperti itu!” Tetua Aryata terkejut melihat betapa berharganya pedang yang digunakan Risuta. Dalam hatinya ia merasa sayang, pedang itu dimiliki oleh Risuta bukan anaknya, maupun dirinya. Tetua Aryata menyerang Risuta dengan kecepatan tinggi membuat Risuta kesulitan menghindar. Ia mengkondensasi elemen airnya menjadi pedang, lalu mengendalikan pedang itu untuk menyerang titik vital Risuta. Risuta berusaha menghindar atau menangkis serangan Tetua Aryata. Risuta terlihat begitu berbeda saat ini, ia terlihat menikmati pertarungannya dengan Tetua Aryata. Meskipun Risuta bukan lawan bagi Tetua Aryata, ia mampu menghindar dan menangkis dengan baik membuat lawannya berdecak kesal. Karena sedikit menurunkan kewaspadaannya, pedang Tetua Aryata yang lain menyerang jantung Risuta dari belakang.
Status
Nama : Gauma Sauki
Julukan : Guru Risuta, Nobuoko, Arnias, dan Michiko, Tetua dari Sekte Mael
Ras : Manusia
Umur : 43 Tahun
Elemen : Api
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Langit Ke-1
Hewan Peliharaan :
•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-8
Keahlian :
• Bela diri penguasaan tinggi
• Pedang penguasaan menengah ke bawah
• Memasak penguasaan menengah ke atas
• Kondensasi Energi Elemen penguasaan tinggi
• Pembentukan dasar lapisan tinggi
• Pembentukan Inti lapisan luar ( Roh )
• Menghindari serangan penguasaan menengah ke atas
[ Informasi lebih lanjut ]
Status ( Berdasarkan Informasi yang diberikan Nobu secara langsung )
Nama : Nobuoko Tadao
Julukan : ???
Ras : ???
Umur : 14 Tahun
Elemen : Kegelapan, dan api
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-6
Hewan Peliharaan :
•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-5
Keahlian :
• Penggabungan Elemen Penguasaan Tinggi
__ADS_1
• Menghindari Serangan Penguasaan Tinggi
• Kondensasi Elemen Penguasaan Tinggi
• Pembentukan dasar Lapisan Menengah
[ Informasi lebih lanjut ]
Status
Nama : Cyarisuta Ashurin
Julukan : Murid pertama Gauma Saiki, Si Gila Latihan.
Ras : Manusia
Umur : 12 Tahun
Elemen : Logam, Air, Kayu, Api, dan Tanah, Kegelapan, Cahaya.
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-6
Hewan Peliharaan :
• Naga Tingkat Ke-10, Ryuu
• Singa Tingkat Ke-10, Raion
Keahlian :
• Kondensasi Energi Elemen penguasaan menengah ke atas
• Pedang penguasaan tinggi
• Pisau penguasaan tinggi
• Senapan dan Pistol ( Kehidupan lampau ) penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan tinggi
• Memasak penguasaan tinggi
• Pembuatan senjata penguasaan tinggi
• Pembentukan Dasar Lapisan Tinggi
[ Informasi lebih lanjut ]
Status
Nama : Ryuu
Ras : Naga
Umur : ??? Tahun
Elemen : Api
Tingkat Hewan Peliharaan : Tingkat Ke-10
Pemilik : Cyarisuta Ashurin
Keahlian :
• ???
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
Nama : Raion
Ras : Singa
Umur : ??? Tahun
Elemen : Tanah
Tingkat Hewan Peliharaan : Tingkat Ke-10
Pemilik : Cyarisuta Ashurin
Keahlian :
• ???
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
__ADS_1
Nama : Glacies Ledova
Julukan : ???
Ras : Manusia
Umur : ??? Tahun
Elemen : Evolusi Elemen Air, Es.
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-1
Hewan Peliharaan :
•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-7
Keahlian :
• Sihir penguasaan Tinggi
• Kondensasi Elemen penguasaan Tinggi
• Menghindar penguasaan menengah keatas
• ???
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
Nama : Arnius Daichi
Julukan : Teman Laki-laki Risuta dan Nobu, Anak Angkat Gauma, Saudara Kembar Michiko.
Ras : Manusia
Umur : 13 Tahun
Elemen : Tanah
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-1
Hewan Peliharaan :
•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-5
Keahlian :
• Bela diri penguasaan tinggi
• Mengkondensasi elemen penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan tinggi
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
Nama : Michiko Daichi
Julukan : Teman perempuan pertama Risuta, Nobu, Saudari kembar Arnius, Anak Angkat Gauma.
Ras : Manusia
Umur : 13 Tahun
Elemen : Tanah
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-8
Hewan Peliharaan :
•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-4
Keahlian :
• Alkemis penguasaan menengah ke atas
• Racun penguasaan menengah ke bawah
• Kondensasi Elemen penguasaan tinggi
• Penggabungan Elemen penguasaan rendah
• Senjata Kunai penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan rendah
[ Informasi Lebih Lanjut ]
__ADS_1