Cyarisuta Life

Cyarisuta Life
Eps 14 : Risuta VS Penyihir


__ADS_3

“Penawaran apa?” Tanya Penyihir itu gugup karena merasa sedikit ketakutan dengan lawan di hadapannya itu, “Kalau aku berhasil mengalahkanmu, maka kau harus menarik kutukanmu, dan mengembalikan anak-anak sekte yang telah kau culik, tetapi jika kau berhasil mengalahkanku, maka aku bakal membiarkan kau hidup dalam waktu satu hari,”. 'Seberapa banyak yang ia tau tentang perbuatanku,' Batin Penyihir terkejut, tetapi tetap berwajah tenang di hadapan Risuta. “Bukankah itu sama saja?” Tanya Penyihir dengan nada datar, “Apa kau masih tidak mengerti posisimu?” , Risuta langsung menatap lawannya dengan tatapan membunuh. 'Baiklah akan kuturuti permainannya, setelah aku bisa menggunakan sihir teleportasi lagi, aku akan kabur,' Batin Penyihir tersebut tidak mengetahui keberadaan Gauma, Nius, Michi, maupun Ryuu yang menghancurkan guanya. “Nobu kau mundur saja dulu,” Kata Risuta, lalu Nobu meninggalkan tempat tersebut sambil menuju tempat Nius, dan Michi menonton Risuta dan penyihir tersebut.


“Kenapa rencananya berubah?” Tanya Michi kepada Nobu, yang tidak diketahui oleh Nobu juga. “Mungkin supaya penyihir itu mau melepaskan kutukan di Desa Vand,” Prediksi Nius yang sedang membuat pelindung berlapis-lapis supaya penyihir tersebut tidak bisa menembusnya, sambil mengobrol dengan Nobu, Michi melemparkan pil yang dibuatnya untuk mengembalikan energi Nius, untuk membuat pelindung. “Hah...hah..hah,” Gauma yang baru datang itu langsung menyambar minuman yang disediakan Nobu untuk Gauma. “Serigalanya banyak sekali,” Kata Gauma, “Nobu, kau bantu aku membasmi serigala-serigala itu,” Perintah Gauma lalu pergi diikuti oleh Nobu. “Oiya, Kak Nius, Dimana Ryuu?” Tanya Michi tidak melihat tanda-tanda keberadaan Ryuu, “Diatas langit, mengawasi rencana agar berjalan lancar,” Jawab Nius yang melihat Ryuu terbang dalam bentuk naga setelah menghancurkan gua.


Penyihir tersebut percaya bahwa jika ia kalah sekalipun ia bisa kabur dengan teknik teleportasinya, padahal Nius sudah membuat pelindung berlapis-lapis yang membuat teknik teleportasi penyihir tersebut tidak berfungsi. Dengan percaya diri penyihir tersebut menerima tawaran Risuta dan berkata, “Sepertinya kau yang akan kubiarkan hidup satu hari bukan aku,” Kata Penyihir percaya diri, dan mulai menyusun strategi dalam pikirannya.


Dengan cepat penyihir tersebut merapal mantra sambil mundur beberapa langkah secara teratur, terlihat sebuah ledakan dengan Risuta sebagai titik pusatnya, lalu dengan cepat penyihir tersebut merapal mantra untuk meningkatkan semua atributnya sebanyak 5%. Tampak penyihir tersebut mengeluarkan tongkat dari cincin penyimpanannya, dan mulai merapalkan mantra, dan seketika kondensasi-kondensasi elemen berupa bola-bola kecil yang memiliki kekuatan setara dengan Tingkat Langit menyerang Risuta secara membabi buta. Penyihir tersebut terus menerus menyerang Risuta dengan berbagai cara tidak membiarkan lawannya untuk mencari celah untuk menyerangnya.


'Seperti yang diduga dari seorang Penyihir Tingkat Awan, mampu membuatku terdesak,' Batin Risuta yang kesusahan menangkis serangan tersebut satu-persatu, lalu membuat pelindung di sekitar, 'Setidaknya itu bisa menahannya sebentar,' Pikir Risuta sambil merencanakan rencana untuk menyerang balik. Setelah beberapa detik, serangan yang terus menyerang Risuta, daya serangnya menurun. ‘Sepertinya ia sudah mulai kelelahan,' Batin Risuta merasa masih bisa menang. Dengan pelindungnya yang sudah hancur, Risuta menangkis bola-bola kecil yang semakin banyak, tidak disangka itu semua adalah tipuan yang dibuat penyihir, penyihir itu menyerang Risuta dari belakang dan menciptakan pedang kecil dari elemennya, “Arrgghhh,” Teriak Risuta yang membuat Ryuu hampir turun dan ikut campur, akan tetapi Risuta mencegahnya dengan tatapan mata, begitu pula dengan Nius, dan Michi dicegah untuk ikut campur. Penyihir tersebut sudah menyimpan kembali tongkatnya, dan menggunakan pedang elemennya untuk menghabisi Risuta, akan tetapi hal yang terjadi tidak sesuai dugaannya. Dengan cepat ia kembali menjadi keadaan semula, tubuhnya sudah pulih, dan tidak terlihat rasa sakit di raut wajah Risuta lagi, 'Kalung legendaris ini sangat berguna,' Batin Risuta. Sedangkan di sisi lain penyihir tersebut sangat terkejut, 'Bagaimana bisa, seharusnya ia sudah mati!' Batin Penyihir tersebut dan membuat bermacam-macam spekulasi di dalam pikirannya, 'Aku harus kabur,' Akhirnya penyihir tersebut membuat keputusan, dan dengan cepat merapalkan mantra teleportasi yang sudah bisa digunakan. Akan tetapi Penyihir tersebut hanya bisa sampai di tepi pelindung, dan tidak bisa keluar, 'Bagaimana bisa teleportasiku bisa sangat jauh, tapi ini bahkan lumayan dekat dengan arena pertempuranku dengan bocah itu,' Batin Penyihir tersebut kaget, akan tetapi setelah melihat Nius, ia mulai mengetahui apa yang terjadi, 'Sial aku sudah dijebak,'.


Risuta dengan cepat memanfaatkan kesempatan Penyihir yang sedang bingung, dan kesal tersebut. Risuta menyerang Penyihir tersebut berkali-kali, Penyihir itu mencoba membuat pelindung akan tetapi Risuta mencegahnya sehingga ia tidak bisa menggunakan pelindung miliknya. Dengan cepat Penyihir tersebut mulai mundur ke tengah-tengah arena mereka, sambil memulihkan diri dari serangan Risuta, lalu berkata, “Kau sangat curang,” dengan nada tinggi, Risuta hanya menatap penyihir itu dan menjawab dengan dingin, “Aku tidak bilang bahwa orang lain tidak boleh ikut campur, dan lagi pelindung itu hanya untuk jaga jaga, supaya kau tidak kabur,”.


Dengan cepat Penyihir tersebut merasa bahwa ia tidak memiliki kemungkinan untuk menang, dan memohon ampun, “Mohon ampuni saya Tuan, saya akan menarik kutukan saya di desa dan mengembalikan anak-anak sekte yang saya culik,” meskipun di dalam hatinya ia merasa sangat malu dengan hal tersebut, 'Cih, jika dia tidak memegang kendali, aku juga tidak perlu berlutut seperti ini di hadapan anak kecil,'. Risuta hanya mengiyakan lalu menyuruh penyihir tersebut menarik kutukannya dan mengembalikan anak-anak sekte.


Keadaan anak-anak sekte yang lemah, membuat Risuta mengangkat mereka sekaligus, lalu memberikannya kepada Michi untuk diobati. Risuta kembali lagi ke Penyihir itu, dan membunuh Penyihir tersebut dengan cepat, sebelum penyihir tersebut bereaksi, kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya. Risuta menyimpan kepala penyihir tersebut ke inventory, dan bergegas ke Desa Vand.


“Ayo, tugas kita sudah selesai,” Kata Risuta diikuti Nius, Michi, Anak-anak Sekte yang tidak sadarkan diri yang dibawa oleh Ryuu, lalu menyadari tidak adanya keberadaan Nobu, dan Gauma. “Dimana Nobu, dan Guru?” Tanya Risuta, dengan cepat Nius menjawab, “Sepertinya mereka masih diburu oleh serigala,”. Sesaat kemudian Gauma dan Nobu dengan cepat berlari kearah mereka, “Sudah selesai?” Tanya Gauma, Nius hanya menganggukkan kepalanya pertanda bahwa sudah selesai. Setelah beberapa saat beristirahat, Gauma dan Nobu mengikuti Risuta ke Desa Vand.


“Biar aku yang menyelesaikan ini, Risuta,” Kata Nobu merasa bahwa ia tidak berpartisipasi terlalu banyak pada misinya. Risuta hanya mengiyakan, lalu memberi tau rencananya, dan memberikan kepala penyihir tersebut. Nobu awalnya enggan memegangnya, akan tetapi tatapan Risuta mengatakan bahwa jika kau tidak mengikuti yang kurencanakan, maka kepalamulah yang akan dipenggal. Lalu Nobu menyimpan kepala tersebut di cincin penyimpanan.


Dengan langkah cepat Nobu meninggalkan Risuta, dan kelompoknya yang berada di dalam hutan diikuti dengan ayah angkatnya, Ryuu untuk menjaga Nobu. Sesaat sudah sampai di Desa Vand, mereka disambut sangat meriah, “Akhirnya wabah penyakit ini selesai,” Sorak salah satu warga di Desa Vand. Sedangkan Kepala Desa hanya berwajah pucat, dan menanggapi sedikit ucapan selamat, dan ikut minum.


Berbeda dengan saat penyihir tersebut belum menarik kutukannya, Desa Vand sekarang terlihat sangat indah, dengan lampion-lampion kecil di sepanjang jalan, restoran, maupun berbagai tempat sangat ramai. Tetapi, Nobu yang ingat masih memiliki tugas dari Risuta hanya menghela nafas, padahal ia juga ingin menikmati perayaan ini.


**Status


Nama : Gauma Sauki


Julukan : Guru Risuta, Nobuoko, Arnias, dan Michiko, Tetua dari Sekte Mael


Ras : Manusia


Umur : 43 Tahun


Elemen : Api


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Langit Ke-1


Hewan Peliharaan : Tidak Ada


Keahlian :


• Bela diri penguasaan tinggi


• Pedang penguasaan menengah ke bawah


• Memasak penguasaan menengah ke atas


• Kondensasi Energi Elemen penguasaan tinggi


• Pembentukan dasar lapisan tinggi


• Pembentukan Inti lapisan luar ( Roh )


• Menghindari serangan penguasaan menengah ke atas


[ Informasi lebih lanjut ]


Status ( Berdasarkan Informasi yang diberikan Nobu secara langsung )


Nama : Nobuoko Tadao


Julukan : ???


Ras : ???

__ADS_1


Umur : 14 Tahun


Elemen : Kegelapan, dan api


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-1


Hewan Peliharaan : ???


Keahlian :


• Penggabungan Elemen Penguasaan Tinggi


• Menghindari Serangan Penguasaan Tinggi


• Kondensasi Elemen Penguasaan Tinggi


• Pembentukan dasar Lapisan Dasar


[ Informasi lebih lanjut ]


Status


Nama : Cyarisuta Ashurin


Julukan : Murid pertama Gauma Saiki, Si Gila Latihan.


Ras : Manusia


Umur : 12 Tahun


Elemen : Logam, Air, Kayu, Api, dan Tanah, Kegelapan, Cahaya.


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-4


Hewan Peliharaan :


Keahlian :


• Kondensasi Energi Elemen penguasaan menengah ke atas


• Pedang penguasaan tinggi


• Pisau penguasaan tinggi


• Senapan dan Pistol ( Kehidupan lampau ) penguasaan tinggi


• Menghindari serangan penguasaan tinggi


• Memasak penguasaan tinggi


• Pembuatan senjata penguasaan tinggi


• Pembentukan Dasar Lapisan Menengah


• Penggabungan Elemen penguasaan menengah ke bawah


[ Informasi lebih lanjut ]


Status


Nama : Ryuu


Ras : Naga


Umur : ??? Tahun

__ADS_1


Elemen : Api


Tingkat Hewan Peliharaan : Tingkat Ke-10


Pemilik : Cyarisuta Ashurin


Keahlian :


• ???


[ Informasi Lebih Lanjut ]


Status


Nama : Arnius Daichi


Julukan : Teman Laki-laki Risuta dan Nobu, Anak Angkat Gauma, Saudara Kembar Michiko.


Ras : Manusia


Umur : 13 Tahun


Elemen : Tanah


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-8


Hewan Peliharaan : Tidak Ada


Keahlian :


• Bela diri penguasaan tinggi


• Mengkondensasi elemen penguasaan tinggi


• Menghindari serangan penguasaan tinggi


[ Informasi Lebih Lanjut ]


Status


Nama : Michiko Daichi


Julukan : Teman perempuan pertama Risuta, Nobu, Saudari kembar Arnius, Anak Angkat Gauma.


Ras : Manusia


Umur : 13 Tahun


Elemen : Tanah


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-6


Hewan Peliharaan : Tidak Ada


Keahlian :


• Alkemis penguasaan menengah ke atas


• Racun penguasaan menengah ke bawah


• Kondensasi Elemen penguasaan tinggi


• Penggabungan Elemen penguasaan rendah


• Senjata Kunai penguasaan tinggi

__ADS_1


• Menghindari serangan penguasaan rendah


[ Informasi Lebih Lanjut** ]


__ADS_2