Cyarisuta Life

Cyarisuta Life
Eps 13 : Penyihir Berjubah Hitam


__ADS_3

Setelah mencari-cari beberapa informasi, yang didapatkan dari pengamatan, analisis, maupun berbagai hal lain, Risuta menyimpulkan bahwa Desa Vand terkena kutukan dari penyihir, apabila berada di Desa Vand sekitar selama 24 jam, maka orang tersebut akan dianggap sebagai warga Desa Vand, dan akan terkena kutukan. Semua orang di Desa Vand sudah terkena kutukan yang mereka ketahui sebagai wabah penyakit itu.


Kepala Desa Vand mencoba berbagai cara untuk menetralisir kutukan tersebut, Nobu sering mendengar bahwa Kepala Desa Vand tersebut berbicara, memohon, bahkan berlutut di hadapan seorang penyihir di dalam gua itu. Akan tetapi, penyihir tersebut hanya mengabaikan tindakan Kepala Desa Vand, dan meminta dibawakan tumbal, yang tidak diketahui untuk apa. Dikarenakan jarak yang cukup jauh, penyihir tersebut tidak dapat mendeteksi keberadaan Nobu.


Penyihir tersebut memiliki kekuatan yang cukup tinggi, jika terkena kutukan sihir tersebut, seseorang yang berada di Tingkat Surga Ke-1 pun akan sangat susah menangkalnya, dan apabila sudah terkena kutukan, maka penyihir tersebut bisa mengendalikan apa yang dipikirkan, maupun tindakan yang bisa dilakukan oleh orang yang terkena kutukan, tetapi tidak akan mampu untuk membunuh orang tersebut, jika ingin membunuhnya, penyihir tersebut harus mendatangi orang tersebut dan membunuhnya secara langsung.


Beberapa kali Nobu menangkap dengan matanya, penyihir tersebut membawa beberapa murid yang berasal dari sekte-sekte lain yang gagal mengerjakan misi. Disekitar gua tempat tinggal penyihir tersebut, terdapat pelindung, jika ingin memasukinya tanpa diketahui maka akan sangat susah, apalagi untuk seseorang yang baru berada di Tingkat Tinggi, karena penyihir tersebut memiliki Tingkatan yang lebih tinggi daripada Nobu, Tingkat Awan Ke-2, Nobu tidak bisa memakai skill untuk menembus pelindung tersebut. Sehingga mau tidak mau Nobu hanya kembali ke tempat yang dijadikan tempat tinggal sementara, oleh Gauma, Ryuu, Risuta, Nius, dan Michi, lalu melaporkannya kepada Risuta, untuk dianalisis lebih jelas.


“Sepertinya mereka akan dijadikan bahan eksperimen,” Analisis Risuta sambil berpikir serius, “Atau mungkin penyihir tersebut memiliki skill terlarang, seperti menyerap kultivasi orang-orang,” Gumam Risuta. “Jadi kapan kita akan menyerang penyihir tersebut?” Tanya Michi kepada Gauma dan Risuta, “Bukankah informasi kita sudah cukup?”. Pertanyaan itu tidak dijawab oleh Risuta, sehingga Michi menggoyang-goyangkan lengan Risuta, agar ia menjawab. Selama beberapa saat Michi melakukan hal tersebut, Nius berkata, “Michi, biarkan saja Risuta dahulu, mungkin ia sedang berpikir,”. Michi mendengarkan perkataan saudara kembarnya, lalu berbincang dengan Nius.


Setelah beberapa menit tenggelam dalam pikirannya, Risuta menjelaskan rencana yang sudah ia buat untuk menangkap dan membuat penyihir tersebut menarik kutukan. Nobu, dan yang lainnya hanya mendengarkan rencana Risuta, “Jadi lebih baik kita menyerangnya saat siang, agar tidak menarik perhatian banyak warga di desa, kita buat pelindung kedap suara di sekitar gua. Untuk menghancurkan pelindung di sekitar gua tersebut, Ryuu akan menyalurkan elemen apinya kepadaku, sehingga aku bisa menghancurkan pelindung tersebut, lalu kita buat pelindung kita dengan efek kedap suara, dan memerangkap lawan, untuk yang membuat pelindung, aku serahkan pada Nius, lalu Michi kau buat beberapa ramuan pemilih tenaga agar tenaga Nius tidak habis dan membuat pelindung berlapis-lapis, meskipun tidak terlalu kuat, tetapi pasti bisa menghalangi penyihir tersebut untuk keluar, Guru berjaga-jaga di sekitar gua, dan melarang siapa pun mendekati gua. Aku, Nobu, dan Ryuu akan masuk ke gua dan mengancam penyihir tersebut, serta melepaskan beberapa orang yang sudah di tangkap,” Ucap Risuta, “Tapi Risuta, bagaimana dengan serigala di sekitar gua?” Tanya Nobu, yang langsung ditanggapi dengan cepat, “Gauma yang akan mengurus hal itu,”.


Saat siang harinya, mereka menjalankan rencana Risuta, Risuta dengan bantuan Ryuu yang menyalurkan elemen apinya yang setara dengan orang berada di Tingkat Surga Ke-3, mampu membakar pelindung tersebut. Penyihir yang sedang melakukan eksperimen di dalam gua tersebut, merasa bahwa pelindungnya telah hancur, dengan cepat ia mencoba mengecek keluar, tetapi terlambat. Terlihat tiga sosok bayangan, mereka adalah Risuta, Nobu, dan Ryuu. “Dimana penyihir itu?” Tanya Risuta dengan suara kecil namun dapat didengar oleh Nobu dan Ryuu. Nobu berjalan paling depan, diikuti Risuta, dan Ryuu.


Beberapa saat berjalan terdengar suara yang lumayan memekakkan telinga, bagi Nobu, tetapi tidak bagi Risuta dan Ryuu, secara tiba-tiba terdengar suara yang menggema ditujukan untuk Risuta, dan kelompoknya. “Pergilah dari sini, aku tidak tau bagaimana bisa kalian datang kesini, tetapi disini tidak ada barang-barang maupun sesuatu yang berharga untuk kalian dapatkan,” Kata suara tersebut. “He..., Kami tidak mencari barang atau sesuatu kok, kami mencari orang,” Kata Risuta dengan tajam dan terdengar mengancam. “Siapa yang kalian cari?” Ucap suara tersebut, “Kau, dan beberapa orang lain,” Kata Risuta dengan nada rendah. Nobu, dan Ryuu hanya membiarkan Risuta berbincang dengan suara tersebut, karena jika hina-menghina atau ejek-mengejek, maka Risuta lah rajanya.


Terlihat seorang berjubah hitam berdecak kesal karena anak yang baru saja berbicara dengannya. ‘Cih, sepertinya mereka mengetahui beberapa hal,' Orang berjubah hitam tersebut lalu mengatakan, “Mencariku? Untuk apa mencariku?” Kata penyihir berjubah hitam itu berpura-pura tidak tau. “Kau itu sepertinya sangat bodoh, dan lagi kalau ingin berbicara, jangan hanya lewat suara, lewat tatap muka juga dong,” Terlihat tawa anak itu yang mengerikan bagi penyihir setelah mengatakan hal tersebut.


“Lebih baik kalian pergi daripada tidak bisa pulang lagi selama-lamanya,” Ancam penyihir tersebut, tetapi secara tiba-tiba gua yang dijadikannya tempat berlindung dari hujan, dan berbagai hal lain hancur berkeping-keping. Penyihir tersebut langsung merapalkan mantra teleportasi, lalu keluar dari jangkauan tertimpa reruntuhan gua.


Dengan cepat Risuta juga membuat pelindung dari elemen tanahnya, setelah memerintahkan Ryuu untuk menghancurkan gua dengan apinya, karena kesal si penyihir tidak mau menunjukkan diri. Setelah reruntuhan gua tersebut selesai jatuh, Risuta membuka pelindung tanahnya dan menemukan seseorang berjubah hitam yang terlihat sedikit jauh dari reruntuhan. “Akhirnya kau keluar,” Kata Risuta, sedangkan Penyihir tersebut berwajah terkejut, 'Bagaimana bisa aura yang dimilikinya menandakan bahwa dia hanya Tingkat Tinggi, tetapi kenapa bisa menghancurkan gua yang sudah kulapisi dengan energi elemen,' Batin Penyihir tersebut bingung.


Dengan cepat Risuta membuat senyum yang sama dengan waktu saat ia bertarung dengan Arata, semua orang yang melihat hal itu bergidik ngeri. Jika dideskripsikan senyumnya sangat mirip dengan seorang psikopat yang lagi menyiksa mangsanya. Tanpa Penyihir itu sadari langkahnya mundur perlahan-lahan, dengan wajah ketakutan ia berkata dalam hati, ‘Ini, aura yang sangat menakutkan, padahal hanya auranya, bagaimana bisa seorang anak kecil memiliki aura yang menakutkan seperti ini,'.


Risuta yang melihat lawannya terlihat ketakutan hanya berkata dalam hati, 'Mentalnya lemah sekali,' Dengan cepat Risuta mengambil pedang dari penyimpanan inventory-nya, lalu menggunakan skillnya, “Quick Slash,”. Terlihat Risuta melesat dengan cepat kearah penyihir tersebut. Tanpa diketahui oleh penyihir tersebut Risuta berada di depannya, “Apa kau tau kepalamu sebenarnya seharusnya sudah kutebas,” Kata Risuta dengan nada rendah, dan wajah yang sangat dingin. “Hah..., Pedangmu tidak akan bisa menebas kepalaku, pedangmu itu pasti tidak mencapai Tingkat Super Rare kan?” Ejek Penyihir itu, yang mendapat balasan tatapan tajam dari Risuta. “Kalau kau tau tingkatan pedang ini yang sebenarnya kau pasti akan sangat terkejut, bagaimana kalau kita buat penawaran yang menyenangkan?” Tawar Risuta kepada Penyihir itu.


**Status


Nama : Gauma Sauki


Julukan : Guru Risuta, Nobuoko, Arnias, dan Michiko, Tetua dari Sekte Mael


Ras : Manusia


Umur : 43 Tahun


Elemen : Api


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Langit Ke-1


Hewan Peliharaan : Tidak Ada


Keahlian :


• Bela diri penguasaan tinggi


• Pedang penguasaan menengah ke bawah


• Memasak penguasaan menengah ke atas


• Kondensasi Energi Elemen penguasaan tinggi


• Pembentukan dasar lapisan tinggi


• Pembentukan Inti lapisan luar ( Roh )


• Menghindari serangan penguasaan menengah ke atas


[ Informasi lebih lanjut ]


Status ( Berdasarkan Informasi yang diberikan Nobu secara langsung )


Nama : Nobuoko Tadao


Julukan : ???


Ras : ???

__ADS_1


Umur : 14 Tahun


Elemen : Kegelapan, dan api


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-1


Hewan Peliharaan : ???


Keahlian :


• Penggabungan Elemen Penguasaan Tinggi


• Menghindari Serangan Penguasaan Tinggi


• Kondensasi Elemen Penguasaan Tinggi


• Pembentukan dasar Lapisan Dasar


[ Informasi lebih lanjut ]


Status


Nama : Cyarisuta Ashurin


Julukan : Murid pertama Gauma Saiki, Si Gila Latihan.


Ras : Manusia


Umur : 12 Tahun


Elemen : Logam, Air, Kayu, Api, dan Tanah, Kegelapan, Cahaya.


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-4


Hewan Peliharaan :


Keahlian :


• Kondensasi Energi Elemen penguasaan menengah ke atas


• Pedang penguasaan tinggi


• Pisau penguasaan tinggi


• Senapan dan Pistol ( Kehidupan lampau ) penguasaan tinggi


• Menghindari serangan penguasaan tinggi


• Memasak penguasaan tinggi


• Pembuatan senjata penguasaan tinggi


• Pembentukan Dasar Lapisan Menengah


• Penggabungan Elemen penguasaan menengah ke bawah


[ Informasi lebih lanjut ]


Status


Nama : Ryuu


Ras : Naga


Umur : ??? Tahun


Elemen : Api

__ADS_1


Tingkat Hewan Peliharaan : Tingkat Ke-10


Pemilik : Cyarisuta Ashurin


Keahlian :


• ???


[ Informasi Lebih Lanjut ]


Status


Nama : Arnius Daichi


Julukan : Teman Laki-laki Risuta dan Nobu, Anak Angkat Gauma, Saudara Kembar Michiko.


Ras : Manusia


Umur : 13 Tahun


Elemen : Tanah


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-8


Hewan Peliharaan : Tidak Ada


Keahlian :


• Bela diri penguasaan tinggi


• Mengkondensasi elemen penguasaan tinggi


• Menghindari serangan penguasaan tinggi


[ Informasi Lebih Lanjut ]


Status


Nama : Michiko Daichi


Julukan : Teman perempuan pertama Risuta, Nobu, Saudari kembar Arnius, Anak Angkat Gauma.


Ras : Manusia


Umur : 13 Tahun


Elemen : Tanah


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-6


Hewan Peliharaan : Tidak Ada


Keahlian :


• Alkemis penguasaan menengah ke atas


• Racun penguasaan menengah ke bawah


• Kondensasi Elemen penguasaan tinggi


• Penggabungan Elemen penguasaan rendah


• Senjata Kunai penguasaan tinggi


• Menghindari serangan penguasaan rendah


[ Informasi Lebih Lanjut** ]

__ADS_1


__ADS_2