
Risuta merasa seakan-akan melihat kembali ingatan-ingatan di Kehidupan dulunya. Terlihat seorang anak kecil berambut pirang dengan rambut yang sedikit acak-acakan. Matanya yang biru seperti ingin meneteskan air mata, tetapi ditahannya karena takut keberadaannya diketahui. Anak berumur lima tahun itu, sedang bersembunyi di salah satu Stand. Di kolong meja yang tidak terlihat oleh orang-orang yang berlalu lalang mencari seseorang. Cuaca saat itu sedang tidak cerah, hujan turun dengan derasnya menggambarkan isi hati anak berumur lima tahun itu. “Cih, anak dari pengusaha itu kabur!” Seorang pengawal mendesah kesal. Kilasan lain juga muncul secara tiba-tiba, menutupi kilasan yang baru saja Risuta lihat. “Risuta, La..ri!” Suara itu seakan tidak bisa dilupakan oleh Risuta. Suara yang menginginkan Risuta untuk lari dari tempat itu sekarang, lalu menyelamatkan diri, tanpa kedua orang yang sangat ia sayangi itu. Wanita yang berteriak itu sudah menutup matanya, lalu ditendang oleh orang berbaju hitam yang menusuknya tepat di bagian vital.
Risuta kecil yang tidak mengetahui apa-apa saat itu, langsung berlari dengan panik, dan bersembunyi. Tidak lama setelah Risuta mencari tempat untuk bersembunyi langit yang cerah, tiba-tiba mulai mendung dan meneteskan air dengan deras. Lagi-lagi kilasan itu terpotong dengan kilasan lain. “Dengan begini perusahaan kalian akan menjadi milikku!” Tawa pria yang merupakan paman dari Risuta itu bagai bom yang tidak ingin Risuta dengar.
Kilasan lain lagi diputarkan di hadapan Risuta. Risuta yang sudah berumur 7 tahun, saat itu berniat membalas dendam untuk ayah, dan ibunya yang dibunuh. Ia menyiksa, menyiksa, dan menyiksa pamannya selama satu bulan. Wajah Risuta saat itu tidak menggambarkan ekspresi apa pun. Tidak ada kepuasan dari matanya, maupun wajahnya. Hanya tatapan datar, dan wajah dingin yang menemani seorang pria tua yang sedang disiksa itu. Tetapi ketika di saat terakhirnya ia mendengar fakta yang lebih mengejutkan. “B..uk..an ha..nya a..ku y..ang mem...bunuh o..rang tu...a...mu,” Kata demi kata pria tua itu ucapkan, sebelum ia meninggal.
Diri Risuta yang lain muncul di hadapan Risuta yang menunduk ketika melihat kilasan ingatan di kehidupan lampaunya. “Kau! Kau!, Kau tidak pernah pantas untuk BAHAGIA!” Bentak Risuta yang lain membuat Risuta menatapnya datar. Ia tidak membantah perkataan dirinya yang tenggelam di dalam kegelapan itu. Perkataan, Hinaan, Bentakan, di katakan oleh Risuta yang lain, Risuta yang asli hanya mendengarkan perkataan Risuta yang lain, tanpa berniat melawan seperti yang biasa ia lakukan. “Kau yang membunuh orang tua kita!” Bentakan itu serasa menyambar hati Risuta yang asli. Sekali lagi ia melihat kilasan-kilasan ingatan tentang masa kelamnya di kehidupan lampaunya, ah.. bukan tentang kehidupan lampaunya yang dipenuhi masa-masa yang kelam.
Risuta yang asli merasa bingung dengan perasaannya sendiri, seperti ingin menangis, tetapi yang ia lakukan berbeda dengan suasana hatinya, matanya hanya menatap Risuta yang lain dengan tatapan dingin, datar, tidak ada perasaan apa pun yang mampu menggambarkan tatapan Risuta yang asli itu. “Apa sudah selesai?” Pertanyaan yang diajukan pada dirinya yang lain itu seakan tidak mampu dideskripsikan dengan apa pun, nadanya hanya terdengar sangat datar, sedangkan wajahnya hanya melihat Risuta yang lain dengan dingin. Jika sekali saja dilihat wajahnya sangat berbeda saat bersama Nobu, Nius, Michi, dan yang lainnya. “Kau! Kau! Sialan!” Bentak Risuta yang lain lagi. Merasa kesal dengan sikap Risuta yang asli, dan diabaikan. “Kau itu tidak nyata, hanya ilusi, tetapi ilusi saja mampu membuatku merasa tidak ingin hidup,” Masih dengan ekspresi, nada, wajah yang sama Risuta yang asli berkata.
Disisi lain Nobu, Nius, Michi, Gauma, Ryuu, dan Glacies menatap Risuta yang berbaring dengan berkeringat dingin, khawatir. “Sepertinya ia terkena sebuah ilusi,” Kata Glacies menganalisa keadaan Risuta. “Kita harus bagaimana, apa kita harus memukulnya sampai dia bangun?” Canda Gauma dengan murid-muridnya itu, tetapi langsung dilakukan oleh Nius, dan Nobu. Setelah itu, Risuta langsung membuka matanya yang tertutup itu. “Ehhh, Dia benar-benar bangun?” Tanya Gauma, tetapi diabaikan oleh Risuta. Wajah Risuta masih sama dengan saat ia diejek dengan dirinya yang lain. Dingin, Datar, Tidak berperasaan. Nobu, dan yang lainnya terkejut melihat Risuta yang bangun dengan keadaan seperti itu, tetapi tidak bisa bertanya karena merasa ketakutan. “Kau tidak apa-apa?” Tanya Glacies dengan tatapan khawatir. Risuta tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya, lalu menggunakan semua elemennya lalu membakar sihir ilusi yang membuat mereka berputar-putar itu.
“Kau hebat juga anak muda,” Puji Sang Singa yang berhadapan dengan langsung dengan Risuta. Ia mundur beberapa langkah karena tatapan Risuta yang datar. “Eh, Kau bukankah kau pelindung Pegunungan Tusfoja yang katanya sudah hilang,” Ujar Sang Singa kepada Ryuu. Sang Singa berniat bertanya berbagai hal kepada Ryuu, tetapi diurungkan ketika melihat bahwa Ryuu berpihak pada Risuta. “Hah.., Sekarang kau berpihak kepada manusia, jangan bercanda,” Ejek Sang Singa mengabaikan Risuta. Singa itu berada di Tingkat Ke-10 sama dengan Ryuu, ia juga merupakan pelindung, bedanya ia melindungi Hutan Zvire.
“Biarkan kita mengambil beberapa hewan di hutan untuk dijadikan hewan peliharaan,” Kata Risuta datar yang mampu membuat bulu-bulu Singa itu berdiri. “Dari mana aku bisa tau kau tidak akan berburu di sini,” Tanya Singa itu ketakutan dengan Risuta, walaupun kemampuannya lebih tinggi dari Risuta. “Ryuu yang akan menjadi jaminan,” Risuta melanjutkan perkataannya sambil menunjuk kearah Ryuu, “Tentu kan kau tidak ingin bertarung dengan sesama hewan di Tingkat Ke-10 kan,”.
“Hah.., Baiklah, Aku juga tidak mau hutan ini hancur,” Kata Sang Singa lalu mengubah wujudnya menjadi wujud manusia dan berbicara dengan Ryuu yang merupakan sesamanya. Ryuu terlihat lumayan senang mendapatkan teman bicara. Sedangkan Nobu, Nius, Michi, Glacies, Gauma mencari hewan peliharaan yang cocok dengan mereka. Risuta hanya berada di tempatnya lalu berkata tanpa emosi, “Kau jadi hewan peliharaan keduaku,” Ucapan Risuta mampu membuat Ryuu, dan Sang Singa terkejut. “Hahh, Kau pikir aku mau menjadi peliharaanmu?” Ejek Sang Singa kepada Risuta. Risuta mengeluarkan kalung yang merupakan pusaka legendaris. “Wow..., Bagaimana Bisa anak manusia punya ini,” Ujar Sang Singa takjub dengan hal itu, tetapi ia tetap menolak untuk menjadi hewan peliharaan kedua Risuta. “Kalau begitu ajukan tantangan, kalau aku berhasil menang, kau harus berjanji untuk menjadi hewan peliharaan keduaku,” Tantang Risuta tetapi dengan nada datar. “Baiklah, kalau begitu kalau kau bisa mengalahkanku, maka kau bisa menjadi Tuanku,” Tantang Sang Singa yang membuat Ryuu menatapnya tajam, “Jangan pernah menyakiti Tuanku,” Nada Ryuu yang tegas menandakan bahwa ia mungkin akan menghancurkan Hutan Zvire, jika Sang Singa melakukan hal itu. “Tidak apa-apa Ryuu,” Lerai Risuta, Ryuu hendak mengeluarkan kata-kata protes, tetapi diurungkan karena tatapan Risuta yang sudah menjadi sangat tajam, membuat Ryuu sedikit gugup, dan ketakutan.
Status
Nama : Gauma Sauki
Julukan : Guru Risuta, Nobuoko, Arnias, dan Michiko, Tetua dari Sekte Mael
Ras : Manusia
Umur : 43 Tahun
Elemen : Api
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Langit Ke-1
Hewan Peliharaan : Tidak Ada
Keahlian :
• Bela diri penguasaan tinggi
• Pedang penguasaan menengah ke bawah
• Memasak penguasaan menengah ke atas
• Kondensasi Energi Elemen penguasaan tinggi
• Pembentukan dasar lapisan tinggi
• Pembentukan Inti lapisan luar ( Roh )
• Menghindari serangan penguasaan menengah ke atas
[ Informasi lebih lanjut ]
Status ( Berdasarkan Informasi yang diberikan Nobu secara langsung )
Nama : Nobuoko Tadao
Julukan : ???
Ras : ???
Umur : 14 Tahun
Elemen : Kegelapan, dan api
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-6
Hewan Peliharaan : ???
Keahlian :
• Penggabungan Elemen Penguasaan Tinggi
• Menghindari Serangan Penguasaan Tinggi
__ADS_1
• Kondensasi Elemen Penguasaan Tinggi
• Pembentukan dasar Lapisan Menengah
[ Informasi lebih lanjut ]
Status
Nama : Cyarisuta Ashurin
Julukan : Murid pertama Gauma Saiki, Si Gila Latihan.
Ras : Manusia
Umur : 12 Tahun
Elemen : Logam, Air, Kayu, Api, dan Tanah, Kegelapan, Cahaya.
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-6
Hewan Peliharaan :
• Naga Tingkat Ke-10, Ryuu
Keahlian :
• Kondensasi Energi Elemen penguasaan menengah ke atas
• Pedang penguasaan tinggi
• Pisau penguasaan tinggi
• Senapan dan Pistol ( Kehidupan lampau ) penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan tinggi
• Memasak penguasaan tinggi
• Pembuatan senjata penguasaan tinggi
• Penggabungan Elemen penguasaan menengah ke atas
[ Informasi lebih lanjut ]
Status
Nama : Ryuu
Ras : Naga
Umur : ??? Tahun
Elemen : Api
Tingkat Hewan Peliharaan : Tingkat Ke-10
Pemilik : Cyarisuta Ashurin
Keahlian :
• ???
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
Nama : Glacies Ledova
Julukan : ???
Ras : Manusia
Umur : ??? Tahun
__ADS_1
Elemen : Evolusi Elemen Air, Es.
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-1
Hewan Peliharaan : Tidak Ada
Keahlian :
• Sihir penguasaan Tinggi
• Kondensasi Elemen penguasaan Tinggi
• Menghindar penguasaan menengah keatas
• ???
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
Nama : Arnius Daichi
Julukan : Teman Laki-laki Risuta dan Nobu, Anak Angkat Gauma, Saudara Kembar Michiko.
Ras : Manusia
Umur : 13 Tahun
Elemen : Tanah
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-1
Hewan Peliharaan : Tidak Ada
Keahlian :
• Bela diri penguasaan tinggi
• Mengkondensasi elemen penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan tinggi
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
Nama : Michiko Daichi
Julukan : Teman perempuan pertama Risuta, Nobu, Saudari kembar Arnius, Anak Angkat Gauma.
Ras : Manusia
Umur : 13 Tahun
Elemen : Tanah
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-8
Hewan Peliharaan : Tidak Ada
Keahlian :
• Alkemis penguasaan menengah ke atas
• Racun penguasaan menengah ke bawah
• Kondensasi Elemen penguasaan tinggi
• Penggabungan Elemen penguasaan rendah
• Senjata Kunai penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan rendah
__ADS_1
[ Informasi Lebih Lanjut ]