
“Cih..” Risuta berdecak kesal karena harus menggunakan pusakanya di depan Tetua Aryata. Awalnya Nobu yang melihat Risuta diserang dari belakang berusaha memperingatkan Risuta, tetapi ia kalah cepat dengan pedang air itu. Wajahnya dipenuhi kekhawatiran, lalu berubah menjadi keterkejutan. “Bagaimana bisa!?” Tetua Aryata jelas sangat terkejut melihat Risuta yang baik-baik saja, setelah diserang oleh pedang airnya. Sebenarnya Nobu juga merasakan hal yang sama, ia juga ingin menanyakan hal tersebut ke Risuta, tetapi niatnya itu harus diurungkan karena orang-orang suruhan Tetua Aryata mulai mengeroyoknya.
Ketika Tetua Aryata terkejut, Risuta memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang Tetua Aryata. Akan tetapi sepertinya Dewa Keberuntungan tidak sedang memihaknya. Tetua Aryata memiliki respons yang cepat membuat Risuta tidak bisa melukainya sedikit pun. Meskipun hatinya masih dalam keadaan terguncang, Tetua Aryata mencoba menenangkan dirinya sendiri, dan mulai menyerang Risuta secara membabi-buta karena merasa gelisah. Tetua Aryata memang membuka banyak celah, tetapi Risuta juga tidak mampu untuk menggunakan celah itu untuk menyerang Tetua Aryata. Serangan Tetua Aryata membuat Risuta semakin tersudut, tidak sedikit luka-luka sabetan di tubuhnya dari goresan-goresan pedang air Tetua Aryata yang bergerak dengan sangat cepat sehingga mata Risuta tidak bisa mengikutinya.
Nobu yang diserang oleh keempat suruhan Tetua Aryata sedikit kewalahan. Bukan hanya karena jumlah mereka, tetapi juga karena tingkat mereka tidak jauh berbeda dengan Nobu. Nobu meminimalisir luka-luka di bagian vital. Ketika melihat salah satu dari orang berbaju hitam membuka celah, Nobu mengeluarkan katana yang baru ia beli dari cincin penyimpanan. Dengan cepat Nobu menebas kepala orang berbaju hitam yang membuka celah tersebut. Ketiga suruhan Tetua Aryata yang lainnya terlihat panik, jika katana itu berhasil menebas kepala salah satu dari mereka dengan mudah setidaknya katana itu memiliki tingkatan Epic. “Ayo selanjutnya.” Nada Nobu terdengar sangat bersemangat. Satu dari mereka sudah kehilangan ketenangannya, dengan cepat ia mencoba untuk kabur dari tempat itu, tetapi belum dua langkah ia berlari, kepalanya sudah terjatuh di tanah tempat ia berdiri. “Hihhh...” Dua orang yang tersisa merasakan bulu kuduknya berdiri, dan seluruh tubuhnya gemetar ketika melihat kepala orang yang baru saja Nobu bunuh. ‘Ternyata dia juga mengerikan!’ Batin salah satu orang berbaju hitam yang masih tersisa. Nobu dengan mudah menebas kepala mereka berdua, lalu melihat situasi Risuta. Ia berniat membantu Risuta, akan tetapi melihat ada yang datang, ia lebih memilih menyelamatkan Nius dan Michi terlebih dahulu.
Ryuu yang mendengar situasi Risuta dari Glacies menuju ke Rumah Tua itu dengan cepat, tentu dengan bantuan Glacies yang menunjukkan arah. Ketika sampai, amarah memenuhi Ryuu. “Beraninya kau melukai Tuanku!” Ryuu menatap Tetua Aryata dengan wajah datar. Lalu Ryuu melepaskan aura yang hanya dimiliki oleh Hewan Legendaris kepada Tetua Aryata secara pribadi. Tetua Aryata yang masih belum pulih sepenuhnya dari kekagetan bahwa Risuta berhasil lolos dari Kematian meski pedang airnya menusuk jantungnya dikejutkan lagi oleh Ryuu yang memanggil Risuta Tuan. ‘Dia sebenarnya siapa? Bahkan Hewan Legendaris pun tunduk kepadanya,' Tetua Aryata merinding memikirkan hal tersebut. Tetua Aryata yang tersudut karena Ryuu, mulai memikirkan rencana licik untuk bisa hidup.
Dengan cepat Tetua Aryata menuju kearah Glacies. Glacies yang tidak dilindungi siapa pun, berada dalam kungkungan Tetua Aryata. Tetua Aryata mengkondensasi elemennya menjadi pedang, lalu mendekatkannya kearah leher Glacies. Risuta yang melihat itu kehilangan sedikit ketenangannya, “Hah..., Aku baru tau Salah satu Tetua Terbaik Sekte Mael adalah seorang pecundang.”. Tetua Aryata terlihat tidak senang dengan sikap Risuta yang mulai melonjak, “Diam Kau!!!! Kalau kau mengejekku lagi, aku tidak bisa menjamin kepala anak ini berada di tempatnya.”
'Cih, Sialan!’ Batin Risuta kesal. Melihat Glacies dijadikan sandera, Ryuu tidak terlihat khawatir sedikit pun. “Tuan tenang saja. Dia memiliki elemen Es, Apa mungkin elemen Air dapat melukainya dengan mudah. Dan lagi Tuan, lebih baik kalau kita mengurus luka-luka Tuan dulu.” Perkataan Ryuu mulai menyadarkan Risuta dari kekhawatirannya yang tidak perlu itu. Setelah Risuta menolak Ryuu untuk mengurus luka-lukanya, Risuta menjawab, “Silahkan saja. Aku tidak khawatir sama sekali.” Risuta merasa yakin bahwa Glacies akan baik-baik saja, ia hanya tersenyum mengerikan untuk melemahkan mental Tetua Aryata. Jantung Tetua Aryata yang melihat senyum itu berdetak dengan sangat cepat. Detakan itu bukan karena ia jatuh cinta, tetapi karena Risuta yang mampu membuat tubuhnya gemetaran. Tetua Aryata mencoba mengendalikan getaran di tubuhnya ketika melihat senyum mengerikan Risuta.
“Hahaha..., Karena salahmu, bocah elemen Es ini akan mati.” Sambil mencoba menahan getaran di tubuhnya, Tetua Aryata mulai menyayat leher Glacies untuk menakuti Risuta. Akan tetapi kenyataannya tidak berkata demikian. Leher Glacies sama sekali tidak tersayat. Malahan pedang air yang menyerang Glacies mulai membeku. Tetua Aryata mencoba menghentikan pedangnya yang mulai membeku, akan tetapi sebesar apa pun kekuatannya, ia tidak bisa melakukan apa pun. “Sudah selesai.” Glacies menebas kepala Tetua Aryata yang sudah terlihat sangat pucat sedari tadi. Ekspresi Glacies ketika melihat wajah Tetua Aryata terlihat biasa saja. Nobu yang datang bertepatan dengan saat Glacies menebas kepala Tetua Aryata mulai merasa kagum kepada Glacies. 'Dia masih Tingkat Mahir, tetapi bisa dengan mudah menebas kepala Tingkat Langi hanya dengan pedang kondensasi elemen.’ Batin Risuta merasa terkejut dalam hati, begitu pula dengan yang dirasakan Nobu ketika baru sampai. Ryuu hanya berwajah datar, dan menyapa Nobu ketika menyadari keberadaan Nobu.
Glacies melihat Michi yang dibawa oleh Nobu beberapa saat. Lalu Glacies menghampiri Michi, dan memasukkan pil obat ke dalam mulut Michi. Ia juga melakukan hal yang sama kepada Nius. Gadis sedingin es itu mulai berjalan kearah Risuta yang masih sibuk dengan pikirannya. Glacies menarik Risuta membuat Nobu dan Ryuu sedikit kebingungan. “Jangan menguping!” Glacies memperingatkan Nobu untuk tidak mempertajam pendengarannya. “Jadi, Risuta. Apa kita masih akan membuat kejutan untuk Nobu, sesuai rencanamu?” Risuta yang sibuk dengan pikirannya mulai menyadari masalah baru. 'Untung ini belum pagi.’ Batin Risuta merasa lega. “Ya, perlengkapan yang kuperintahkan untuk dibeli sudah dibeli?” Risuta memastikan pekerjaan Glacies, Michi dan Nius. Glacies hanya menganggukkan kepalanya, tanda bahwa ia sudah melaksanakannya. “Bagus. Lakukan yang kuperingatkan untuk kejutannya. Aku akan minta Raion dan Ryuu untuk membantu, jika kau kesulitan.” Risuta memberikan Glacies bantuan untuk membuat kejutan.
Rencana kejutan Ulang Tahun Nobu akan dimulai. Risuta mengajak Nobu untuk berjalan-jalan di sekitar sekte. Sambil mengawasi Arata. Glacies, Ryuu dan Raion menyiapkan kejutan untuk Nobu. Sedangkan Gauma mengerjakan dekorasi sendirian, membuat Gauma terus menggerutu. Ketika sudah setengah selesai, Nius dan Michi terbangun. Dengan cepat mereka membantu Glacies. Jadi Ryuu dan Raion kembali mendekorasi ruangan sesuai perintah Risuta. Waktu terus berlalu, kejutan untuk ulang tahun Nobu sudah selesai dipersiapkan. Setelah selesai, mereka melakukan kegiatan pribadi masing-masing, dan bersiap-siap untuk menyembunyikan hawa keberadaan mereka ketika Risuta dan Nobu datang.
Status
Nama : Gauma Sauki
Julukan : Guru Risuta, Nobuoko, Arnias, dan Michiko, Tetua dari Sekte Mael
Ras : Manusia
Umur : 43 Tahun
Elemen : Api
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Langit Ke-1
Hewan Peliharaan :
•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-8
Keahlian :
• Bela diri penguasaan tinggi
• Pedang penguasaan menengah ke bawah
• Memasak penguasaan menengah ke atas
• Kondensasi Energi Elemen penguasaan tinggi
• Pembentukan dasar lapisan tinggi
• Pembentukan Inti lapisan luar ( Roh )
• Menghindari serangan penguasaan menengah ke atas
[ Informasi lebih lanjut ]
Status ( Berdasarkan Informasi yang diberikan Nobu secara langsung )
Nama : Nobuoko Tadao
Julukan : ???
Ras : ???
Umur : 15 Tahun
Elemen : Kegelapan, dan api
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-6
Hewan Peliharaan :
•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-5
Keahlian :
• Penggabungan Elemen Penguasaan Tinggi
• Menghindari Serangan Penguasaan Tinggi
• Kondensasi Elemen Penguasaan Tinggi
• Pembentukan dasar Lapisan Menengah
[ Informasi lebih lanjut ]
__ADS_1
Status
Nama : Cyarisuta Ashurin
Julukan : Murid pertama Gauma Saiki, Si Gila Latihan.
Ras : Manusia
Umur : 12 Tahun
Elemen : Logam, Air, Kayu, Api, dan Tanah, Kegelapan, Cahaya.
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-6
Hewan Peliharaan :
• Naga Tingkat Ke-10, Ryuu
• Singa Tingkat Ke-10, Raion
Keahlian :
• Kondensasi Energi Elemen penguasaan menengah ke atas
• Pedang penguasaan tinggi
• Pisau penguasaan tinggi
• Senapan dan Pistol ( Kehidupan lampau ) penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan tinggi
• Memasak penguasaan tinggi
• Pembuatan senjata penguasaan tinggi
• Pembentukan Dasar Lapisan Tinggi
• Penggabungan Elemen penguasaan menengah ke atas
[ Informasi lebih lanjut ]
Status
Nama : Ryuu
Umur : ??? Tahun
Elemen : Api
Tingkat Hewan Peliharaan : Tingkat Ke-10
Pemilik : Cyarisuta Ashurin
Keahlian :
• ???
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
Nama : Raion
Ras : Singa
Umur : ??? Tahun
Elemen : Tanah
Tingkat Hewan Peliharaan : Tingkat Ke-10
Pemilik : Cyarisuta Ashurin
Keahlian :
• ???
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
Nama : Glacies Ledova
__ADS_1
Julukan : ???
Ras : Manusia
Umur : ??? Tahun
Elemen : Evolusi Elemen Air, Es.
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-1
Hewan Peliharaan :
•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-7
Keahlian :
• Sihir penguasaan Tinggi
• Kondensasi Elemen penguasaan Tinggi
• Menghindar penguasaan menengah keatas
• ???
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
Nama : Arnius Daichi
Julukan : Teman Laki-laki Risuta dan Nobu, Anak Angkat Gauma, Saudara Kembar Michiko.
Ras : Manusia
Umur : 13 Tahun
Elemen : Tanah
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-1
Hewan Peliharaan :
•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-5
Keahlian :
• Bela diri penguasaan tinggi
• Mengkondensasi elemen penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan tinggi
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
Nama : Michiko Daichi
Julukan : Teman perempuan pertama Risuta, Nobu, Saudari kembar Arnius, Anak Angkat Gauma.
Ras : Manusia
Umur : 13 Tahun
Elemen : Tanah
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-8
Hewan Peliharaan :
•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-4
Keahlian :
• Alkemis penguasaan menengah ke atas
• Racun penguasaan menengah ke bawah
• Kondensasi Elemen penguasaan tinggi
• Penggabungan Elemen penguasaan rendah
• Senjata Kunai penguasaan tinggi
__ADS_1
• Menghindari serangan penguasaan rendah
[ Informasi Lebih Lanjut ]