
Sekarang Risuta, Nobu, dan yang lainnya sudah berada di depan gerbang Reruntuhan Intuneric. Reruntuhan Intuneric terlihat seperti kastel yang kokoh, yang terbuat dari batu. Terdengar suara-suara Gagak-gagak hitam yang terbang melewati Reruntuhan Intuneric, Gagak-gagak itu terlihat enggan dekat-dekat dengan Reruntuhan ini. Pertama kali berada di tempat itu, Nobu mencium bau-bau yang aneh, ketika ia mendeskripsikannya, Risuta langsung menyadari bahwa itu adalah darah. Ketika Gauma membuka gerbang di hadapannya itu, terlihat sebuah ruangan yang besar, tetapi sangat gelap, dan memiliki kesan yang tidak kalah menyeramkan dari pertama kali melihat Reruntuhan Intuneric. Michi dengan cepat bersembunyi ketakutan di belakang punggung Ryuu, sedangkan Nobu terlihat sedikit ketakutan tetapi Nius menghiburnya membuat ia lebih baik. Ryuu memecahkan suasana yang sunyi itu, “Aku merasakan banyak aura iblis di sini,”. Gauma juga menyadari bahwa di reruntuhan tersebut, banyak hawa iblis. “Iblis ya,” Gumam Risuta kecil yang hampir tidak didengar oleh semua orang.
Risuta mengambil langkah pertama masuk ke dalam reruntuhan tersebut, Gauma, Nius, Nobu, Ryuu, dan Michi mengikuti dari belakang. “Ryuu, apakah iblis memiliki tingkatan?” Risuta menanyakan pertanyaan yang sedari tadi bersarang di pikirannya. “Tentu saja, Tingkatan-tingkatan Iblis, ada,
-Demon Spirit ( Tingkat Mahir Ke-1 )
-Devil Warrior ( Tingkat Mahir Ke-3 )
-Corporal Devil ( Tingkat Mahir Ke-5 )
-Sergeant Devil ( Tingkat Mahir Ke-9 )
-Lieutenant Devil ( Tingkat Tinggi Ke-5 )
-Captain of the Devil ( Tingkat Tinggi Ke-8 )
-Major Devil ( Tingkat Awan Ke-1 )
-Lieutenant Colonel Devil ( Tingkat Awan Ke-3 )
-Brigadier General Devil ( Tingkat Langit Ke-1 )
-Major General of the Devil ( Tingkat Langit Ke-3 )
-Lieutenant General Devil ( Tingkat Surga Ke-1 )
-Devil General ( Tingkat Surga Ke-2 )
-Great Devil General ( Tingkat Surga Ke-3 )
-King of Devil ( Diatas Tingkat Surga Ke-3 ),”
“Wah banyak sekali!” Seru Nobu bersemangat untuk memburu Iblis. Risuta yang mendengar jawaban Ryuu hanya berpikir tentang kelemahan Iblis-iblis tersebut.
Michi yang sudah mulai memberanikan diri, berjalan kearah Nius, dan Nobu yang sedang berbincang. Lalu ikut berbincang-bincang sedikit dengan Nius, dan Nobu sambil berjalan.
Risuta hanya berjalan semakin dalam, menjelajahi Reruntuhan Intuneric. Ketika Risuta memasuki ruangan yang berbeda dengan ruangan sebelumnya, tercium bau darah dan busuk yang sangat menyengat. Tidak lupa dengan matanya yang melihat tengkorak-tengkorak manusia, maupun mayat-mayat manusia. Nius, Nobu, dan Michi langsung muntah-muntah mencium, maupun melihat pemandangan mengerikan. Gauma berusaha menahan muntahnya, sedangkan Risuta, dan Ryuu hanya biasa-biasa saja yang membuat yang lainnya terheran-heran. “Sepertinya mereka dibunuh oleh iblis yang menghuni tempat ini,” Kata Ryuu ketika selesai memeriksa mayat-mayat yang baru, maupun yang terlihat sudah lumayan lama dibiarkan. Risuta hanya melangkah lebih jauh sedikit, akan tetapi terlihat segerombolan serigala yang terdiri dari 11 serigala itu menghadang langkah Risuta. Risuta melihat status mereka sebagai Demon Spirit yang setara dengan Tingkat Mahir Ke-1. Dengan cepat Risuta mengkondensasi elemen utamanya—kegelapan, lalu menyerang serigala-serigala itu. Dengan cepat 4 dari segerombolan serigala tumbang, ketika Risuta serang, lalu inti iblis yang berwarna hitam berpendar-pendar sambil menuju ke arah Risuta. Tanpa menghindar Risuta membiarkan inti iblis tersebut masuk ke dalam tubuhnya. ‘Nanti saja aku serap kekuatan inti iblisnya,' Batin Risuta sambil menatap kearah segerombolan serigala yang tersisa.
Michi yang melihat Risuta sedang berhadapan dengan serigala, mengkondensasi elemennya menjadi bola-bola seperti yang Risuta lakukan lalu dua diantara segerombolan serigala terjatuh. Begitu pula dengan Nobu, dan Nius, yang mengikuti apa yang Michi lakukan, dan segerombolan serigala tersebut lenyap tidak tersisa. “Kerja bagus,” Puji Gauma terhadap murid-muridnya itu. Lalu memarahi Risuta, “Risuta, Jangan terpisah, Bagaimana jika kau diserang lagi,”. Risuta hanya mengabaikan itu dan membuka pintu menuju ruang selanjutnya.
‘Dreettt,'
Ruangan selanjutnya hampir seperti ruangan sebelumnya. Dipenuhi bau darah, dan bau yang tidak mengenakkan dari mayat-mayat, maupun tengkorak yang berserakan di ruangan tersebut. Ruangan yang awalnya gelap, menjadi lebih terang dengan obor-obor di setiap sisi ruangan yang menyala secara tiba-tiba, dan bergiliran. “Menakutkan,” Kata Michi mengekspresikan apa yang dia rasakan saat ini.
Tiba-tiba berdiri seorang wanita dengan pakaian yang minim. Matanya yang kuning menatap tajam kearah orang-orang yang mengganggunya itu. Wajahnya cantik terlihat marah. “Apa yang kalian inginkan!?” Teriak wanita itu. “Hanya nyawamu saja,” Balas Risuta lalu bergerak cepat kearah wanita itu untuk memenggal kepalanya. Akan tetapi Risuta kalah cepat dengan wanita itu membuat Risuta membelalakkan matanya. Wanita itu tiba-tiba saja berdiri di belakangnya, lalu menendang Risuta hingga terlempar ke tembok belakangnya. “Tuan!” Seru Ryuu cemas dan khawatir. “Berani-beraninya kau melukai Tuanku,” Ryuu membentak wanita itu dengan kasar, dan menyemburkan api lewat mulutnya. 'Panas sekali,' Batin Wanita itu ketakutan, tingkat wanita itu adalah Lieutenant Devil yang setara dengan Tingkat Tinggi Ke-5. Wanita itu dengan cepat mundur ke belakang, lalu mengangkat Risuta yang lemah sehabis memuntahkan darah. Ia mengancam Ryuu, “Jika kau tidak ingin Tuanmu mati, kembali ke tempatmu!” Ancam Wanita itu, Ryuu langsung mundur karena takut mencelakakan Tuannya.
Nius, Nobu, dan Michi merasa panik menghadapi situasi seperti ini. Tanpa disadari Wanita itu, Gauma berlari dengan cepat menuju belakang wanita itu, dan menendangnya hingga Wanita itu terjatuh. Gauma mengambil Risuta, dan mengecek keadaan Risuta. ‘Huh, syukurlah, dia hanya pingsan,' Gauma menghembuskan nafas lega menyadari keadaan Risuta yang tidak membahayakan. Ia melempar Risuta ke arah Ryuu, lalu berteriak, “Suruh Michi untuk menyembuhkan Risuta! Aku akan melawan wanita itu,” Gauma dengan cepat memukul wanita itu tepa di perutnya yang membuat ia memuntahkan darah. “Cih, beraninya menyerang diam-diam,” Ejek Wanita itu berusaha membuat Gauma marah, tetapi Gauma tidak terpengaruh sama sekali, dan membuat pukulannya semakin menyakitkan dari waktu ke waktu. Wanita itu hanya bisa pasrah, dan akhirnya pingsan. Gauma membiarkannya, dan menuju ke arah Risuta.
Risuta bangun setelah memakan pil penyembuh dari Michi. Ia melihat wanita yang menyerangnya tadi pingsan, dan mengkondensasi elemennya dengan cepat, lalu menyerang ke arah wanita itu. Dalam sekejap terlihat inti iblis mendekati Risuta, lalu menembus tubuhnya. “Kau! Hah...,” Gauma menghela nafas melihat kelakuan Risuta yang seperti terobsesi dengan kekuatan.
Akhirnya setelah beristirahat beberapa saat, Risuta, dan kelompoknya melanjutkan penjelajahannya. “Kali ini giliranku yang akan membasmi Iblis-iblis itu,” Kata Nobu lantang, sambil menenteng samurainya, ia melangkah dengan cepat, dan membuka pintu menuju ruangan selanjutnya. Tidak terlihat perbedaan dengan ruangan-ruangan sebelumnya. Nobu yang memiliki penglihatan tajam melihat dalam kegelapan, lalu menggunakan samurainya untuk menangkis serangan pedang dari lawannya. Terdengar kekehan kecil dari lawannya itu. Permainan pedang lawannya mendesak Nobu untuk mundur perlahan-lahan, akan tetapi Nobu juga menggunakan pedangnya secara lihai, sehingga mengakibatkan luka-luka kecil yang tidak disadari oleh lawannya.
**Status
Nama : Gauma Sauki
Julukan : Guru Risuta, Nobuoko, Arnias, dan Michiko, Tetua dari Sekte Mael
Ras : Manusia
Umur : 43 Tahun
Elemen : Api
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Langit Ke-1
Hewan Peliharaan : Tidak Ada
Keahlian :
• Bela diri penguasaan tinggi
• Pedang penguasaan menengah ke bawah
• Memasak penguasaan menengah ke atas
__ADS_1
• Kondensasi Energi Elemen penguasaan tinggi
• Pembentukan dasar lapisan tinggi
• Pembentukan Inti lapisan luar ( Roh )
• Menghindari serangan penguasaan menengah ke atas
[ Informasi lebih lanjut ]
Status ( Berdasarkan Informasi yang diberikan Nobu secara langsung )
Nama : Nobuoko Tadao
Julukan : ???
Ras : ???
Umur : 14 Tahun
Elemen : Kegelapan, dan api
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-2
Hewan Peliharaan : ???
Keahlian :
• Penggabungan Elemen Penguasaan Tinggi
• Menghindari Serangan Penguasaan Tinggi
• Kondensasi Elemen Penguasaan Tinggi
• Pembentukan dasar Lapisan Dasar
[ Informasi lebih lanjut ]
Status
Julukan : Murid pertama Gauma Saiki, Si Gila Latihan.
Ras : Manusia
Umur : 12 Tahun
Elemen : Logam, Air, Kayu, Api, dan Tanah, Kegelapan, Cahaya.
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-4
Hewan Peliharaan :
• Naga Tingkat Ke-10, Ryuu
Keahlian :
• Kondensasi Energi Elemen penguasaan menengah ke atas
• Pedang penguasaan tinggi
• Pisau penguasaan tinggi
• Senapan dan Pistol ( Kehidupan lampau ) penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan tinggi
• Memasak penguasaan tinggi
• Pembuatan senjata penguasaan tinggi
• Pembentukan Dasar Lapisan Menengah
• Penggabungan Elemen penguasaan menengah ke bawah
[ Informasi lebih lanjut ]
__ADS_1
Status
Nama : Ryuu
Ras : Naga
Umur : ??? Tahun
Elemen : Api
Tingkat Hewan Peliharaan : Tingkat Ke-10
Pemilik : Cyarisuta Ashurin
Keahlian :
• ???
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
Nama : Arnius Daichi
Julukan : Teman Laki-laki Risuta dan Nobu, Anak Angkat Gauma, Saudara Kembar Michiko.
Ras : Manusia
Umur : 13 Tahun
Elemen : Tanah
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-8
Hewan Peliharaan : Tidak Ada
Keahlian :
• Bela diri penguasaan tinggi
• Mengkondensasi elemen penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan tinggi
[ Informasi Lebih Lanjut ]
Status
Nama : Michiko Daichi
Julukan : Teman perempuan pertama Risuta, Nobu, Saudari kembar Arnius, Anak Angkat Gauma.
Ras : Manusia
Umur : 13 Tahun
Elemen : Tanah
Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-7
Hewan Peliharaan : Tidak Ada
Keahlian :
• Alkemis penguasaan menengah ke atas
• Racun penguasaan menengah ke bawah
• Kondensasi Elemen penguasaan tinggi
• Penggabungan Elemen penguasaan rendah
• Senjata Kunai penguasaan tinggi
• Menghindari serangan penguasaan rendah
__ADS_1
[ Informasi Lebih Lanjut** ]