Cyarisuta Life

Cyarisuta Life
Eps 25 : Bringer of Death--Bag 1


__ADS_3

Risuta dan Nobu berencana untuk mengambil misi Tingkat C. Nius dan Michi mengambil misi dengan Tingkat C juga. Sedangkan Glacies akan dibimbing oleh Gauma untuk melakukan misi Tingkat D. Mereka mengambil misi secara terpisah untuk mencari pengalaman. Tentu dengan penjaga, Risuta dan Nobu dijaga oleh Ryuu, sedangkan Nius dan Michi dijaga oleh Raion karena diperintahkan oleh Risuta.


Misi Risuta dan Nobu adalah membunuh pembunuh yang memiliki julukan, 'Bringer of Death,' yang berarti Pembawa Kematian. Julukan ini didapatkan karena kemanapun orang ini pergi, semua orang di sekitarnya mati dan setiap orang yang pernah mencoba melenyapkannya, tidak pernah ada yang berhasil. Mereka yang mengerjakan misi ini berakhir menyedihkan. Karena Bringer of Death selalu membunuh orang-orang yang mematai-matai maupun menyelidikinya. Orang yang pernah melihat penampilannya selalu dibunuh, sehingga tingkatan sebenarnya dari misi ini tidak bisa dipastikan. Namun karena menantang, Nobu dan Risuta tertarik pada misi ini, meskipun Gauma melarang mereka melakukan misi itu. Lalu Risuta juga penasaran dengan wajah dibalik julukan Bringer of Death, karena salah satu orang yang mendalangi pembunuhan orang tuanya dan orang yang pernah menjadi orang yang berharga di kehidupannya dulu memiliki julukan seperti itu.


Karena rumor tentang pembunuhannya selalu tersebar dengan cepat, lokasi secara area Bringer of Death banyak diketahui oleh semua orang di Benua Aumeralia. Tetapi tidak ada orang yang mencoba menyelidiki maupun menangkap Bringer of Death, semua orang yang dekat dengan tempat itu langsung menghindar sejauh-jauhnya. Jika bagi kebanyakan orang itu merugikan, bagi Risuta dan Nobu itu menguntungkan. Dengan cepat mereka bisa mengetahui bahwa Bringer of Death baru saja membunuh semua warga di Desa Damnare dan diketahui oleh orang-orang yang melewati Desa itu. Desa Damnare tidak terlalu jauh dari Sekte Mael sehingga mereka hanya perlu beberapa menit saja untuk sampai dengan menaiki Ryuu.


Kesan pertama yang didapat oleh Nobu adalah menyeramkan. Mayat-mayat warga Desa Damnare berserakan dimana-mana. Ada beberapa api kecil juga yang menghiasi tempat tinggal sederhana yang sudah hancur. Tidak ada sedikit pun tanda kehidupan dari warga-warga Desa Damnare. Bau busuk, bau hangus, dan bau lainnya berbaur membuat Nobu hampir muntah akan tetapi ditahannya dengan menutup mulut dan hidungnya. Risuta malah terlihat biasa-biasa saja bahkan tidak peduli. Matanya menelusuri setiap sisi di Desa Damnare. Risuta mencari petunjuk yang mungkin bisa membantu untuk menemukan Bringer of Death. Walaupun pada akhirnya ia tidak mendapatkan apa-apa membuat Risuta sedikit berdecak kesal.


Setelah selesai berkeliling dan mencari jejak yang ditinggalkan oleh Bringer of death, Risuta dan Nobu tetap tidak mendapat apa-apa, Ryuu yang mengikuti mereka berdua juga tidak mendapatkan jejak apa pun. ‘Sangat rapi. Mengingatkanku sama orang itu.’ Risuta meremas tangannya kuat mengingat orang yang ada dalam pikiran Risuta. Akhirnya mereka mencoba mencari ke tempat di sekitar Desa Damnare. Ketika sedang mengambil air di Hutan dekat dengan Desa Damnare, terdengar suara seseorang yang sangat familier di telinga Risuta, “Halo, Cyarisuta. Sudah lama tidak bertemu, kawanku sayang, Ah...., Tidak bukan kawan ya..., Tapi orang yang sudah membunuhku.” Nobu dan Ryuu sama sekali tidak bisa mendapatkan hawa keberadaan orang tersebut hanya bertanya kepada Risuta yang sudah berwajah pucat pasi, “Risuta kau kenal orang itu? Keberadaannya sama sekali tidak bisa dirasakan.” Tanya Nobu sambil mengambil posisi siap bertarung, begitu pula dengan Ryuu. Setelah ditanya oleh Nobu seperti itu, wajah Risuta semakin pucat pasi. “Kau tidak mau mengenalkanku dengan mereka?” Suara itu terdengar seperti sedang bersenang-senang dengan ekspresi yang saat ini ditunjukkan oleh Risuta. “Diam!” Teriak Risuta membuat Nobu dan Ryuu sedikit terkejut, tetapi mereka dengan cepat sadar dari keterkejutannya, lalu mulai mencari orang misterius itu. Ryuu yang khawatir dengan keadaan Risuta menanyakan keadaannya, akan tetapi Risuta tidak menanggapinya. Ia terlihat sibuk dengan pikirannya.


Tiba-tiba muncul seseorang di hadapan mereka, wajah orang itu lumayan tampan. Rambut dan matanya berwarna hijau muda terlihat sangat indah. Akan tetapi aura yang dipancarkan oleh orang itu sangat mengintimidasi, bukan hanya itu aura itu terasa sangat mengerikan. Ryuu dan Nobu terkejut dengan keberadaan orang di hadapannya. Apalagi ia sedang terbang. “Kenalkan aku Bringer of death. Aku menginginkan nyawa orang di belakang kalian yang berwajah pusat pasi itu.” Nada itu terdengar dengan nada yang tinggi membuat Nobu merasa terkejut dan merinding mendengarnya, Ryuu juga merasakan keterkejutan dengan identitas suara misterius tersebut. Melupakan rasa merinding di sekujur tubuhnya, Nobu berdiri di hadapan Risuta sambil berkata, “Kalau mau mengambil nyawanya, langkahi aku dulu.” Bringer of death meluruskan salah satu tangannya ke depan, lalu secara tiba-tiba muncul akar-akar yang merambat dan dengan cepat serta mudah akar itu mengikat Nobu. Ryuu yang melihat itu langsung meneriakkan nama Nobu yang membuat Risuta tersadar. Ryuu mengeluarkan kunai-kunai yang dibuat oleh Risuta, lalu dengan cepat menyerang Bringer of death. Hal tersebut membuat Bringer of death mundur ke belakang masih dengan akar yang mengikat Nobu. “Tuan! Mundur!” Teriak Ryuu supaya Risuta mundur dan tidak terluka. Dengan wajah yang menunduk dan suara yang sangat kecil Risuta berkata, “Aku tidak akan melarikan diri lagi!” Suara itu terdengar sampai ke telinga Nobu dan Ryuu. Risuta mengangkat kepalanya menghadap Bringer of death dengan tatapan tajam nan dingin. “Lepaskan Nobu! Bringer of death.” Bentak Risuta dengan tatapan tajam dan dingin lebih dari sebelumnya. “Wah! Akhirnya kau mau menatapku. Aku suka wajahmu itu.” Ukiran senyuman mengerikan muncul di wajah Bringer of death. “Kenapa kau bisa berada di sini!?” Tanya Risuta dengan nada angkuh dan tatapan andalannya. “Kau tidak perlu tau. Yang penting aku pasti akan selalu mengambil orang yang berharga darimu.” Kata Bringer of Death dengan senyuman yang membuat Nobu dan Ryuu merinding. “Hahaha, Sepertinya aku bisa membunuhmu untuk yang kedua kalinya.” Risuta tertawa mengerikan, setelah itu suasana berubah. Suasana itu mampu mencekik orang-orang di sekitar, suasana yang membuat jantung berpacu sedikit cepat.


Ryuu tersadar dari lamunannya. Seakan takut kehilangan Tuannya untuk yang kedua kalinya, Ryuu menyerang Bringer of Death dengan semburan apinya. Lalu ia melempar kunai-kunai yang mampu ditangkis oleh Bringer of Death. “Ah ini. Rasanya nostalgia sekali. Dan jangan berpikir aku akan tertipu untuk yang kedua kalinya.” Senyum Bringer of Death tidak pudar sedikit pun. Ia menangkap kunai-kunai yang dilemparkan Ryuu dengan sedikit usaha membuat telapak tangannya memiliki luka-luka kecil. Setelah membacakan beberapa mantra dengan suara kecil, tiba-tiba muncul lingkaran sihir berwarna keemasan di bawah kaki Ryuu. “Ini! Bagaimana bisa kau memiliki ini!” Seru Ryuu kaget. Risuta bereaksi dengan cepat, Ia menggunakan skill Quick Slashnya. Secara tiba-tiba, Risuta berada di belakang Bringer of Death, membuat lawannya itu sedikit kaget. Dengan cepat ia mundur kebelakang. Risuta melihat Ryuu yang dalam keadaan lemas dikekang oleh rantai-rantai emas dari lingkaran sihir itu dengan wajah khawatir. “Sekarang kau bisa berekspresi seperti itu ya.” Ejek Bringer of Death masih dengan senyuman yang sama. Risuta yang terpecah konsentrasinya karena Ryuu, terkena serangan Kunai dari Bringer of Death. Untung Risuta bereaksi lumayan cepat sehingga hanya sabetan kecil di lengannya. Di saat bersamaan Bringer of Death mengalirkan energi elemennya ke akar-akar yang mengikat Nobu membuat Nobu menjerit kesakitan. Ryuu yang dalam kekangan mantra legendaris untuk mengikat kekuatan Hewan Legendaris hanya mampu menunjukkan wajah khawatir terhadap Nobu dan Risuta. “Lepaskan dia! Ini urusan kita!” Seru Risuta terdengar seperti suara memohon, membuat senyuman di wajah lawannya itu semakin mengembang. “Kan aku sudah bilang. Aku akan membunuh orang-orang yang penting bagimu.” Balas Bringer of Death dengan nada tajam.


Sebenarnya Tingkatan Bringer of Death tidak terlalu tinggi, ia berada di Tingkat Tinggi Ke-9, tetapi karena Ryuu tidak mengetahui bahwa Bringer of Death mengetahui mantra Legendaris untuk mengikat Hewan Legendaris, ia meremehkan Bringer of Death.


Status


Nama : Gauma Sauki


Julukan : Guru Risuta, Nobuoko, Arnias, dan Michiko, Tetua dari Sekte Mael


Ras : Manusia


Umur : 44 Tahun


Elemen : Api


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Langit Ke-1


Hewan Peliharaan :


•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-8


Keahlian :


• Bela diri penguasaan tinggi


• Pedang penguasaan menengah ke bawah


• Memasak penguasaan menengah ke atas


• Kondensasi Energi Elemen penguasaan tinggi


• Pembentukan dasar lapisan tinggi


• Pembentukan Inti lapisan luar ( Roh )


• Menghindari serangan penguasaan menengah ke atas


[ Informasi lebih lanjut ]


Status ( Berdasarkan Informasi yang diberikan Nobu secara langsung )


Nama : Nobuoko Tadao


Julukan : ???


Ras : ???


Umur : 15 Tahun


Elemen : Kegelapan, dan api


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-6


Hewan Peliharaan :


•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-5


Keahlian :


• Penggabungan Elemen Penguasaan Tinggi


• Menghindari Serangan Penguasaan Tinggi


• Kondensasi Elemen Penguasaan Tinggi


• Pembentukan dasar Lapisan Menengah


[ Informasi lebih lanjut ]


Status

__ADS_1


Nama : Cyarisuta Ashurin


Julukan : Murid pertama Gauma Saiki, Si Gila Latihan.


Ras : Manusia


Umur : 13 Tahun


Elemen : Logam, Air, Kayu, Api, dan Tanah, Kegelapan, Cahaya.


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-7


Hewan Peliharaan :


• Naga Tingkat Ke-10, Ryuu


• Singa Tingkat Ke-10, Raion


Keahlian :


• Kondensasi Energi Elemen penguasaan menengah ke atas


• Pedang penguasaan tinggi


• Pisau penguasaan tinggi


• Senapan dan Pistol ( Kehidupan lampau ) penguasaan tinggi


• Menghindari serangan penguasaan tinggi


• Memasak penguasaan tinggi


• Pembuatan senjata penguasaan tinggi


• Pembentukan Dasar Lapisan Tinggi


• Penggabungan Elemen penguasaan menengah ke atas


[ Informasi lebih lanjut ]


Status


Nama : Ryuu


Umur : ??? Tahun


Elemen : Api


Tingkat Hewan Peliharaan : Tingkat Ke-10


Pemilik : Cyarisuta Ashurin


Keahlian :


• ???


[ Informasi Lebih Lanjut ]


Status


Nama : Raion


Ras : Singa


Umur : ??? Tahun


Elemen : Tanah


Tingkat Hewan Peliharaan : Tingkat Ke-10


Pemilik : Cyarisuta Ashurin


Keahlian :


• ???


[ Informasi Lebih Lanjut ]


Status


Nama : Glacies Ledova


Julukan : ???

__ADS_1


Ras : Manusia


Umur : ??? Tahun


Elemen : Evolusi Elemen Air, Es.


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-3


Hewan Peliharaan :


•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-7


Keahlian :


• Sihir penguasaan Tinggi


• Kondensasi Elemen penguasaan Tinggi


• Menghindar penguasaan menengah keatas


• ???


[ Informasi Lebih Lanjut ]


Status


Nama : Arnius Daichi


Julukan : Teman Laki-laki Risuta dan Nobu, Anak Angkat Gauma, Saudara Kembar Michiko.


Ras : Manusia


Umur : 13 Tahun


Elemen : Tanah


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Tinggi Ke-1


Hewan Peliharaan :


•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-5


Keahlian :


• Bela diri penguasaan tinggi


• Mengkondensasi elemen penguasaan tinggi


• Menghindari serangan penguasaan tinggi


[ Informasi Lebih Lanjut ]


Status


Nama : Michiko Daichi


Julukan : Teman perempuan pertama Risuta, Nobu, Saudari kembar Arnius, Anak Angkat Gauma.


Ras : Manusia


Umur : 13 Tahun


Elemen : Tanah


Tingkatan Kultivasi : Tingkat Mahir Ke-9


Hewan Peliharaan :


•Hewan Peliharaan Tingkat Ke-4


Keahlian :


• Alkemis penguasaan menengah ke atas


• Racun penguasaan menengah ke bawah


• Kondensasi Elemen penguasaan tinggi


• Penggabungan Elemen penguasaan rendah


• Senjata Kunai penguasaan tinggi


• Menghindari serangan penguasaan rendah

__ADS_1


[ Informasi Lebih Lanjut ]


__ADS_2