Cyarisuta Life

Cyarisuta Life
Eps 17 : Reruntuhan Intuneric--Bagian 2


__ADS_3

Suara senjata yang bergesekan bergema memenuhi ruangan yang sangat gelap. Semakin lama permainan, Nobu semakin terdesak. Ia dipaksa mundur secara perlahan-lahan, sayatan-sayatan kecil yang Nobu berikan tidak mampu untuk membuat lawannya menjerit kesakitan, maupun mundur. “Selesai,” Lawannya itu bergumam kecil dengan suara berat yang mampu Nobu dengar. Dengan cepat Nobu melompat mundur ke belakang untuk menghindari serangan mematikan, yang membuat lawannya sedikit kaget. “Sepertinya pendengaranmu mengagumkan ya,” Lawan Nobu berbasa-basi untuk menarik perhatian Nobu, dan membuat celah, akan tetapi Nobu sama sekali tidak mempedulikan kata-katanya. Ia hanya bersiap untuk menahan serangan pedang lawannya dengan samurai di tangannya. Lawan Nobu menyerang Nobu dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat mata manusia, akan tetapi terlihat sangat lambat di mata Nobu. “Apa kecepatanmu selambat ini?” Nobu mengejek lawannya membuat lawannya sedikit merasa kesal, tetapi juga terkejut tercetak jelas di matanya. ‘Orang ini hebat sekali,' Batin Lawan Nobu yang mengakui kemampuan Nobu, padahal ia berada di tingkat kultivasi yang lebih tinggi dari Nobu.


Lawan Nobu melompat mundur ke belakang lalu memperkenalkan dirinya. “Namaku Azazael, Seorang Lieutenant Devil, senang bertemu denganmu lawanku,” Azazael memberi kehormatan bagi lawannya dengan tradisi iblis. Setelah itu, Azazael menyerang Nobu dengan ganas, cepat, dan tangkas. Nobu bahkan sedikit kewalahan dengan kemampuan berpedangnya sehingga pedang yang ia gunakan terlihat sangat banyak. Nobu hanya menghindari serangan di bagian vitalnya saja, lama-kelamaan Nobu bisa melihat bahwa pedang itu bergerak sangat lambat, berbeda dengan yang Risuta, dan yang lainnya lihat. Semakin lama, Nobu menangkis serangan demi serangan dengan mudah, perlahan-lahan ia membalikkan arus pertempuran. Sekarang permainan samurai Nobu lebih mendominasi yang membuat Azazael terkejut. Azazael berniat mundur akan tetapi Nobu tidak memberinya celah sama sekali. Perlahan-lahan tapi pasti, Nobu memberikan luka yang dalam kepada Azazael. ‘Terpaksa kugunakan ini,' Batin Azazael yang menunjukkan wajah terdesak di dunia nyata. “Fluens instar aquae,” Suasana yang tegang, namun indah serta menenangkan tercipta setelah Azazael menggunakan skill tersebut. Setiap serangannya setenang air, luka-luka di badannya juga perlahan pulih. Suasana itu membuat Nobu semakin terdesak, diliputi keinginan untuk menikmati suasana tersebut, konsentrasinya terpecah belah membuat ia membuka banyak celah bagi lawannya. Setalah Nobu diserang hingga pingsan, Azazael berniat untuk membunuh Nobu, Ryuu dengan cepat melempar kunai - kunai yang diberikan Risuta kepadanya, dan memecahkan konsentrasi Azazael, lalu menuju ke tempat Nobu, akan tetapi sebelum Ryuu sampai, Nobu langsung menendang lawannya hingga terpental ke belakang, dan memuntahkan darah.

__ADS_1


Mata Nobu yang awalnya berwarna hijau berubah menjadi berwarna merah ruby. Kekuatannya meningkat tajam dari Tingkat Tinggi Ke-2 menjadi Tingkat Tinggi Ke-8. Peningkatan yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat semua orang terheran-heran termasuk Risuta yang tidak bisa membaca status Nobu sama sekali. Bukan hanya itu aura kegelapan yang menyelimuti tubuh Nobu sangat pekat.


Nobu mengambil samurainya yang berada di dekatnya, lalu bangun dan menusukkan samurai tersebut di jantung Azazael, lalu inti iblis itu masuk ke dalam tubuh Nobu. Nobu membuka pintu menuju ruangan berikutnya, dan membantai satu demi satu lawan di Reruntuhan Intuneric. Perlahan-lahan aura kegelapan yang sangat pekat itu lenyap, menyisakan Nobu yang sudah membunuh 11 Iblis Tingkat Lieutenant Devil, dan 1 Tingkat Captain of the Devil. Ryuu dengan cepat membawa tubuh Nobu kepada Michi untuk diobati. Lalu Nius, Risuta, dan Gauma berniat memburu Iblis untuk mendapatkan intinya.

__ADS_1


Risuta bekerja sama dengan Nius, untuk membunuh para iblis tersebut. Gauma hanya mengawasi dari belakang, dan turun tangan apabila nyawa mereka dalam bahaya.


Risuta yang tidak ingin gegabah seperti sebelumnya hanya diam di tempat mengambil kuda-kuda untuk bertahan, sedangkan Nius sudah bersiap untuk bertarung. Wanita yang lebih pendek—sebut saja C, menyerang Risuta terlebih dahulu dengan cambuknya. Wanita yang lebih tinggi—sebut saja A, juga menyerang Risuta dengan gelombang air. Risuta menjadikan pedangnya sebagai tameng, sedangkan Nius mencoba menyerang dari belakang C, akan tetapi usahanya gagal. Ia ditendang oleh C sehingga terlempar ke belakang. Memanfaatkan konsentrasi C yang terpecah Risuta dengan cepat melakukan kondensasi elemen, dan menyerang mereka berdua sehingga mereka mundur. Nius juga sudah bangun dan mulai menyerang A dari belakang, A yang belum tidak menyadari hal tersebut mendapatkan pukulan beruntun dari Nius sehingga A melompat ke samping, dan terpisah dari C. Risuta, dan Nius saling menempelkan punggungnya, dan berjaga-jaga jika ada yang menyerang, serta saling melindungi satu sama lain.

__ADS_1


A dan C yang terlihat kesal menyerang dari samping kiri, dan kanan Risuta, dan Nius secara bersamaan, Nius membuat pelindung dari tanah di sekelilingnya dan Risuta sehingga Risuta dan Nius tidak terluka, tetapi pelindung yang dibuat Nius tidak bertahan terlalu lama dari serangan kedua orang itu. Risuta, dan Nius menyerang mereka berdua secara terpisah dengan keahliannya masing-masing. Nius menyerang A, sedangkan Risuta menyerang C. Setelah bertukar lebih dari sepuluh serangan, Nius terdesak dan hampir terbunuh, akan tetapi Risuta melindunginya dengan membuat kondensasi elemen untuk menyerang A, membuat A berdecak kesal dengan wajah dingin. Nius juga membuat beberapa kondensasi elemen dari tanah, lalu menyerang A. Risuta yang konsentrasinya terpecah, sedikit terpojok, tetapi mampu membalikkan arus dengan permainan pedangnya yang terlihat lumayan keren bagi Gauma, dan Michi, Ryuu yang baru datang dengan menenteng Nobu yang masih pingsan dan kehabisan energi. Cambuk milik C terlempar ketika bertukar serangan dengan Risuta untuk kesekian kalinya, memanfaatkan kesempatan itu, Risuta membunuh C sehingga kepalanya, beserta tubuhnya terpisah.


Disisi lain Nius menangkis serangan-serangan elemen dari lawannya, A. A belum menyadari bahwa saudarinya terbunuh, dan hanya terfokus pada pertarungannya dengan Nius. Meskipun Nius memiliki Tingkat Kultivasi yang jauh di bawah A, ilmu bela diri Nius, beserta kemampuan menghindar, maupun mengkondensasi elemennya mampu membuat ia setara dengan A. Setelah melihat mayat adiknya, A merasa marah, kesal, sedih, campuran rasa itu tergambar jelas dimatanya. A yang seperti itu, menyerang Nius secara membabi buta. Awal-awalnya serangan demi serangan membuat Nius semakin terdesak, apalagi ia hanya mampu memakai kuda-kuda bertahan untuk melindungi diri. Semakin lama, Nius menemukan banyak celah diantara serangan A, lalu mencoba mengalahkannya dengan celah-celah yang A buat sendiri. Akhirnya A berhasil dikalahkan oleh Nius. Risuta memiliki luka-luka yang tidak terlalu dalam di sekujur tubuhnya, sedangkan tangan Nius yang digunakan untuk bertahan sedikit bengkak. Setelah memakan pil yang dibuat Michi, mereka memburu siluman satu-persatu di Reruntuhan Intuneric. Beberapa juga diberikan kepada Michi yang tidak terlalu ahli bertarung, tetapi Michi membantu dengan menggunakan kunai-kunainya untuk memecah perhatian lawan dengan dirinya, lalu Risuta atau Nius akan mengambil kesempatan tersebut, dan melumpuhkannya, kemudian diberikan kepada Michi.

__ADS_1


__ADS_2