DAMA

DAMA
Sepuluh


__ADS_3

mama Dama dengan semangat menghampiri menantunya yang sedang ber istirahat di kamar. ia juga menyuruh Dama keluar untuk membeli testpek.


"sayang, kamu sudah minum obat?" tanya mama Dama khawatir melihat Anes yang lemas dan tak kunjung membaik.


"Huek" Anes berlari ke kamar mandi. ia merasa mual dengan bau Dama.


Dama yang melihat Anes muntah-muntah merasa kasian. dan ia berpikir apa Anes hamil beneran.


"Ini ma tespeknya" Dama menyerahkan tespek pada mama nya lalu masuk dan duduk di tepi ranjang.


"Ma, Anes nggak mau Dama kesini bau badannya bener-bener bikin Anes mual" teriaknya dari dalam kamar mandi.


"Kamu keluar dulu deh sayang biar mama yang jagain sekarang"


"cih, kalau dia beneran hamil kenapa dia nggakmau deket-deket gue. itukan juga anak gue" rutuk Dama dalam hati.


mama menghampiri Anes kedalam kamar mandi "Sayang masih mual?"" sambil memijit tengkuk menantunya.


Anes menggeleng dan keluar dari kamar mandi, ia merasa lemas karena sudah berapa kali ia muntah gara-gara ada Dama.

__ADS_1


"sayang kamu tes kehamilan ya? mama khawatir kamu mual-mual gini takut nya hamil bukan kecapean" bujuk mama Dama.


batin Anes jangan sampai mama mertuanya tau kalau ia beneran hamil anak Dama.


"nggak usah ma Anes nggak papa. nih Anes sudah nggak muntah kan Anes cuma masuk angin kecapean. minum obat dari dokter nanti juga sembuh." kilah Anes.


"yasudah kalau gitu mama panggilkan dokter kepercayaan mama."


"tapi ma..!"


"Nggak boleh nolak, kamu dari tadi sudah minum obat dokter tapi bukannya membaik kok malah mual terus. apalagi kalau ada Dama" seperti biasa mama mertuanya harus di turuti.


Dua puluh menit dokter Santi kepercayaan keluarganya yang juga ternyata keponakan mama Dama datang. iya Anes melihat dokter ini saat pernikahannya dan mamanya memperkenalkan semua keluarga besarnya saat itu.


Santi yang setelah memeriksa Anes pun tersenyum. "Tante sayang siap-siap sebentar lagi di panggil nenek ya!" jelas Santi.


"Anes hamil" ucap mama Dama sumringah. yang langsung memeluk Anes.


sebenarnya Santi sudah tau saat ia masuk ke kamar dan melihat vitamin dan obat penguat janin yang berada di nakas. tapi santi tidak mau ikut campur masalah pribadi sepupunya dan kenapa istri Dama menyembunyikan kabar bahagia ini dari tantenya.

__ADS_1


Dama yang mendengar suara mamanya berteriak histeris karena kesenangan yang di inginkan mamanya terwujud Anes hamil namun bagi Dama kehamilan Anes apa bisa ia bertanggung jawab.


Dama yang melihat Santi turun senfiri tanpa mamanya. Dama lalu menghampirinya.


"San." panggil Dama


Santi menoleh pada Dam dan tersenyum" Selamat ya bentar lagi jadi ayah" ucap santi sambil menjabat tangan Dama memberi selamat.


Dama cuma nyengir "San istri gue beneran hamil?" tanya Dama sekali lagi memastikan.


"Iya, gue uda ngeresepin obat buat ngurangin mualnya. kan kasian lo ntar nggak bisa bobo bareng" ucap santi terkekeh.


Dama juga terkekeh mendengar penuturan Santi. pasti karena mamanya yang sudah bicara pada Santi kalau Anes tidak bisa dekat-dekat Dama karena baunya.


"makasih San " lalu mengantar Santi ke depan rumah.


"baiklah aku akan mencoba dan bertanggung jawab atas anakku" batin Dama mantap. meski ia tetap memikirka Resa namun saat ini ia tidak boleh egois ia akan sedikit demi sedikit belajar menjadi ayah yang baik unyuk anaknya.


#upnya agak lama dan nggak nentu ya guys juga banyak typo maaf#

__ADS_1


tapi jangan lupa di share like and vote yaa terimakasih


__ADS_2