DAMA

DAMA
Sembilanbelas


__ADS_3

"Dam istri lo!" Henddrik menelpon Dama di dalam ambulance. ia yang membawa Anes ke rumah sakit.


"Istri lo ..." suara Hendrik tertahan tak bisaa berbicara.


"Istri gue kenapa?" bentak Dama.


"Masuk rumah sakit" papar Hendrik.


Dama langssung berlari ke parkiran rasa jhawatirnya akan terjadi apa-apa pada isyrinya yersebut.


sesampainya Dama di rumah sakit ia langsung menelpon Hendrik.


"Istri gue dimana? dia baik-baik saja kan?"


"sedang di ruang oprasi Dam semoga saja Anes nggak papa" seru Hendrik.


Hendrik Dama beserta mama. dan ibu mertuanya. sudah datang mereka menunggu dokter yang keluar dari ruang oprasi. mama Dama menenangkan besannya yang meangis. dan Dama terlihat lemas.


selang beberapa jam dokter keluar dari ruang oprasi dan memanggil keluarga pasien.


"gimana dok keadaan mantu saya?" ucap mama Dama ia juga kwatir pada anes.


"Ibu Anes sekarang sudah melewati masa kritisnya. saya sudah berusaha semampu saya tapi saya tidak bisa menyelamatkan kandungannya. kandungannya sudah lemah dan karena kejadian ini ibu Anes keguguran. saya mohon maaf" jrlas dokter perempuan tersebut.

__ADS_1


Dama yang mendengar penjelasan tersebut seketika emosi "Anak saya meninggal maksud dokter?"


"Saya mohon maaf pak" ucap dokter wanita itu.


Dama mengacak rambutnya frustasi. dia kehilangan anaknya. Hendrik mencoba menenangkan Dama sambil menepuk pundak Dama.


"Sudah Dam iklasin, aku akan membantumu memenjarakan Sinta "


"Sinta..?" tanya Dama bingung.


"Iya istrilo habis berantem sama Sinta di toilet. dan Sinta mendorong Anes sayangnya perutnya terbentur westafel dan kepalanya terbentur ubin. ada saksi nya kok waktu itu saat kejadian."


"Terus lo ngapain masih disini? bukannya ke kantor polisi buat bikin laporan pegawai lo itu!" Bentak Dama.


####


"Biar bunda yang jaga Dam kamu kembali ke kantor saja" ucap bunda Anes mertua Dama.


"nggak usah bun Dama pengen liat Anes, bunda sama mama aja yang kembali kerumah sama nyiapin pakaian buat Dama nanti biar pak Tikno yang antar kesini"


"Yasudah kalau gitu mama sama bunda balik dulu kamu yang sabar ya sayang. iklasin anak kamu juga" ucap mama Dama dengan lembut.


"Iya ma, hati-hati dijalan"

__ADS_1


Dama memegang tangan Anes mengusapnya dengan lembut mencium keningnya juga. " Sayang cepet bangun ya, aku takut kamu kenapa-kenapa"


Dama tertidur di sofa rumah sakit karena. kecapean menjaga Anes seharian. tengah malam Anes tersadar melihat Dama yang tertidur ia juga tak tega membangunkn Dama.


"ini salah gue, coba aja gue nggak namggepi ocehan dari Sinta, gue nggak mungkin masuk rumah sakit gini."


Anes masih tak mengetahui bahwa dia sudah keguguran. saat ia memegang perutnya ada bekas jahitan disana ia tiba-tiba menjerit dan menangis.


Dama terbangun karena tangiaan Anes ia langsung memeluk Anes.


"Sabar yah uda iklasin aja" ucap Dama menguatkan Anes.


"Dam anakku, ini semua karena aku bodoh nggak bisa jaga anak kita"


"Husst nggak sayang ini uda jalannya, kita harus iklasin anak kita kamu kuat Nes aku yakin itu"


"Dama apa perjanjian pernikahan kita masih berlaku?" tanya Anes sambil menghapus air matanya.


Anes berpikir Dama akan menceraikannya setelah satu tahun pernikahan apa lagi ia juga sudah kehilangan anaknya.


"Kamu ngomongin apa? aku nggk akan menceraikan kamu Nes. ini cobaan buat kita. jadi aku mohon jangan pernah berpikir seperti itu. aku akan tetap bersamamu perjanjian pernikahan kita sudah tidak ada sayang!"


"Dama tapi aku takut kamu ninggalin aku karena kita sudah nggak ada anak "

__ADS_1


Dama memeluk Anes menghapus air matanya mencium kening Anes "Sudah ya jangan pernah berpikir seperti itu. kamu sekarang istrihat ya"


#happy reading ya vote like dan share jangan lupa#


__ADS_2