
Eza yang mendengar kabar bahwa Sinta sudah tertangkap buru-buru mencari istrinya yang pergi ke kantor Dama. ia menelpon Resa sambil mengepak pakaian dan memesan tiket ke luar negeri.
ketika nada sambung sudah berhenti dan berganti dengan suara halo Eza langsung menyuruh Resa untuk kembali kerumah.
"Kenapa Za?" tanyanya Resa yang masih tak mengerti kenapa Eza menyuruhnya pulang.
"Sinta mati, sekarang kamu balik kerumah atau kamu aku tinggal disini sendiri!" Serunya lalu mematikan telpon.
#####
Dama kembali Surabaya ia tak ke kantor hari ini semua masalah kantor ia serahkan ke Tyas skretarisnya. ia malah ke kantor cabang melihat keadaan Anes dan memberitahukan hal ini pada Hendrik.
"Sayang" Seru Dama ke Anes yang tentu mendapat pelototan dari Anes. Dama tidak berpamitan tadi waktu berangkat dan itu membuat Anes kesal.
"Maaf ya tadi kan aku uda titip pesan sama papa dan mama!, perusahaan yang dibandung ada masalah dan itu harus aku sendiri yang menangani sayang" jelas Dama berbohong agar ia mengerti.
"Lain kali mbok ya ngabarin SMS kek WA kek kan bisa" dengus Anes.
"Maaf" ucapnya sambil mengelus pipi Anes.
"Hendrik ada di ruangannya kan?" tanya Dama selanjutnya.
Anes hanya mengangguk meng iyakan lalu Dama masuk ke ruangan Hendrik dengan santai.
__ADS_1
"Ndrik!" panggil Dama memanggil Hendrik yang sedang sibuk dengan laptopnya.
"Apa Dam lo mau curhat kagak ada waktu gue" timpal Hendrik.
"ye serius gue, gue dah nemuin posisi Sinta!"
ucapan Dama langsung membuat Hendrik menghentikan kegiatannya itu. "Diman?"
"Jangan disini ngomongnya ada bini gue" seru adama sedikit memelankan suaranya.
"Ok kita keluar" ajak Hendrik.
"Nes kamu hendel sebentar ya disini saya mau keluar beli popok buat suami kamu" ucap Hendrik bercanda yang langsung dapat plototan Dama.
Anes hanya berpikir akhir-akhir ini Dama sering menutupi sesuatu padanya apa karena setelah kejadian itu dan gue belum hamil ya makanya sifat Dama berubah ke gue, apa jangan-jangan bener lagi pikiran gue kalau Dama balik sama mantannya Resa!" ucap Anes dalam hati.
di sebuah hotel milik Dama ia langsung membuka kamar untuk membicarakan hal ini. ia butuh tempat yang tak bisa di dengar orang karena hal yang dilakukan Dama sudah termasuk kriminal.
"gimana ceritanya Dam?" buka Hendrik yang sudah semangat.
"Sugeng yang nemuin, ada dalang dari perbuatannya Sinta ini bener berhubungan dengan Resa sama Eza itu!" jelas Dama.
"Sekarang Sinta dimana?" tanya Hendrik sambil menyeruput kopi.
__ADS_1
"Dah mati kali" ucap Dama entrng.
"okay sekarang lo lagi cari Eza juga buat di habisin?"
Dama hanya mengangguk .
"Lo nggak pengen masukin dia kepenjara aja? dan ngancurin perusahaan dia?"
Hendrik hanya khawatir terhadap sahabatnya itu ia tak ingin Dama membunuh lagi.
Dama yang dapat ucapan daei Hendrik tak menanggapi ia hanya berpikir nyawa harus di balas nyawa. lalu Hrndrik pamit pergi kembali ke kantornya Dama masih ingin meng istirahatkan pikirannya di sana.
Anes yang melihat Hendrik kembali seorang diri tak melihat suaminya ia langsung menanyakan ke Hendrik.
"Pak maaf Dama langsung balik kerumah atau ke kantor?" tanya Anes dari raut wajahnya sedikit khawatir.
"Dama masih di hotel xxxx Nes katanya dia mau istrahat dulu. kamu mau susulin dia?"
pikiran Anes sudah tidak bisa berpikir positif ngapain Dama di hotel nggak balik. apa dia nyewa perempuan buat muasin dia.
"mending kamu susulin deh daripada pikiran kamu aneh-aneh" ucap Hendrik menyadarkan Anes dari lamunannya. Hendrik tau Anes memikrkan apa.
#happy reading up lagi pagi ini jangan lupa vote like and share ya#
__ADS_1