DAMA

DAMA
Sebelas


__ADS_3

"Mama seneng deh Nes bentar lagi mama punya cucu dari kamu" ucap mama Dama yang kegirangan.


Dama mengintip dari pintu yang terbuka takut Anes akan mual bila dekat-dekat dengannya.


"Mama turun dulu yah,Anes istirahat aja besok jangan masuk kerja dulu." ucap mama dama. lalu pergi meninggalkan Anak dan menantunya.


Dama masuk setelah mamanya keluar. lalu menutup pintu kamarnya.


"Aku akan menggugurkan anak ini" ucap anes dengan menahan tangisannya.


Ada perasaan sakit saat Anes mengucapkan kalimat itu. ia tak rela anaknya akan di gugurkan oleh ibunya.


"Apa kamu gila?" ucap Dama dengan mengepalkan tangannya menahan marah.


"Apa yang kau harapkan dari anak ini Dam, kamu tau hatimu nggak ada nama ku. hatimu cuma ada Resa. " ungkap Anes.


Dama hanya diam tak dapat menjawab memang benar semua yang di katakan Anes tentang dirinya. bahkan saat membuat anak saja yang di sebut bukan Anes tapi wanita itu yang bernama Resa.


"Ceraikan aku secepatnya Dam. dan aku akan menggurkan anak ini" tangis Anes akhirnya pecah ia tak sanggup sebenarnya. ia juga tak ingin mengggurkan anaknya sendiri.

__ADS_1


"Nes, aku minta maaf atas apa yang aku perbuat padamu. aku yang melanggar perjanjian kita. " ucap Dama sendu.


"dan satu lagi aku juga minta maaf aku tidak bisa menuruti perkataan mu!. ini darah dagingku juga aku akan bertanggung jawab atas anak ini."


"dan satu lagi aku akan mencoba menerima mu sebagai istri ku." lalu pergi dari kamar nya.


"Lo pikir gue tega nge gugurin kandungan gue sendiri, lo pikir gua nggak takut dengan masalah ini. gue benci sama lo Dam karena cuma Resa yang lo pikir"teriak Anes yang pasti masih jelas di dengar Dama.


iya Anes memang sedikit ada rasa pada Dama semenjak malam itu. namun Anes takut alasan nya sudah jelas karena Dama masih belum move on, dan Anes masih trauma.


****


ia lalu kembali ke kamar nya dan melihat Anes yang sudah tertidur dengan mata sembab. ia mengelus kepala Anes dan membelai pipi Anes dengan lembut.


"maafin gue ya Nes" lalu tertidur.


pagi nya suara telpon handphone Anes membangunkan Dama ia melihat Anes yang masih tertidur pulas di pelukannya. entah sejak kapan ia tidur dengan memeluk Anes. Dama meraih handphone Anes yang berada di nakas lalu mengangkat telponnya.


"Halo Nes, lo nggak masuk hari ini? gue di kasih tau sama pak Hendrik. enak banget sih lo mentang-mentang deket sama bos ijin langsung ke bos tanpa ke Hrd" cerocos Lina tanpa titik koma.

__ADS_1


iya yang menelpon Anes pagi-pagi adalah Lina.


"Anes masih tidur " lalu Dama mematikan telponnya sepihak. ia kembali tidur dengan memeluk Anes.


Lina yang mendengar suara laki-laki yang menjawab kaget. "Gila gue kira Anes polos tau nya bolos kerja indehoy sama pacar" ucap lina sendiri dengan senyum-senyum.


dikantor Lina yang otomatis menggantika pekerjaan Anes. "Lin nanti jangan lupa ya ikut saya nemuin klien." ucap Hendrik mengingatkan.


"Siap pak" jawab Lina.


di kantor Dama sedikit terlambat dan memundurkan jadwalnya. ia menelpon skretarisnya berniat meminta agar jadwalnya di mundurkan semua.


"Halo Yas saya hari ini agak siang datangnya tolong mundurkan jadwal saya ya, istri saya lagi ngambek soalnya" ucap Dama bercanda.


satu kantor Dama memang sudah mengetahui bahwa Dama telah menikah.


"Baik pak, pak tapi ini bapak ada tamu namanya Resa saya sudah suruh tunggu di ruangan bapak"


#up episodenya pelan-pelan ya mohon di maklumi dan jangan lupa like and share vote juga. happy reading#

__ADS_1


__ADS_2