DAMA

DAMA
Enam


__ADS_3

Hari libur seperti biasa Dama yang masih berkutat di ruang kerjanya. meskipun dirumah yang ia kerjakan cuma duduk di depan laptop sambil mengerjakan pekerjaannya.


dan Anes hanya duduk melihat acara televisi kartun doraemon. tanpa ada kegiatan yang berarti di dalam kamar. sampai suara mama Dama memanggil.


"Sayang apa kalian berdua sedang sibuk?" tanya mama Dama dari balik pintu kamar.


"nggak ma!" sahut Anes dan Dama bebarengan.


Anes beranjak dari tempat duduknya untuk membuka kan pintu. mama Dama masuk dan senyum-senyum.


"kalian kan sudah menikah apa tidak ada rencana liburan bulan madu?"


"Mama Dama lagi sibuk nggak ada waktu" saut Dama tiba-tiba.


"Sayang oma kamu di bandung katanya pengen ketemu Anes, kalian berdua kesana gih. sekalian bulan madu".


" Ma besok Dama ada urusan nggak bisa kemana-kemana" tolak Dama.


"urusan apa? kerjaan kan bisa di titipin sama pegawai kamu. mama nggak mau tau oma kamu pengen ketemu cucu mantunya. jadi kamu harus kesana nanti malam.!"


"Ma..." rengek Dama.


"Mama tidak menerima penolakan. sekarang kalian siap-siap"


mau tidak mau Dama menurut perintah mamanya.

__ADS_1


sekitar pukul tujuh malam mereka berangkat. perjalanan mereka dari Surabaya ke Bandung cukup jauh dengan menggunakan mobil.


dan seperti biasa di mobil mereka hanya diam tanpa ada perbincangan sama sekali.


sampai suara perut Anes yang lapar membuat Dama berbicara.


"Kita makan dulu, suara perutmu mengganggu konsentrasiku menyetir" ucap Dama kaku.


"Terserah kau saja" balas Anes tak kalah kaku.


pilihan Dama tertuju pada tukang nasi goreng pinggir jalan ia memberhentikan mobilnya lalu turun dan memesan dua porsi nasi goreng untuk mereka.


selesai makan mereka kembali melanjutkan perjalanan namun Anes buru-buru menyutuh Dama berhenti dan kembali ketempat nasi goreng tadi. handphonenya tertinggal disana.


"jadwal pak Hendrik disana lagi" sambil menepuk jidatnya.


kebiasaan Anes yang ceroboh dan pelupa selalu menghilangkan barangnya. seperti sekarang.


"yasudah besok kita beli handphone lagi. kamu sadar nggak sih ini jam berapa perjalanan kita masih jauh." Omel Dama.


Anes hanya melihat ke arah Dama lalu masuk kedalam mobil. seharian di mobil akhirnya mereka sampai bandung di rumah oma Dama pada pagi hari.


Anes yang lebih dulu masuk kedalam rumah disambut hangst oleh oma Dama.


"cucu mantu oma cantik sekali. nggak salah mereka menjodohkan kalian berdua." oma tersenyum menunjukan keriputnya.

__ADS_1


"Kalian pasti capek istirahatlah dulu di kamar." ucap oma Dama lembut.


Anes mengikuti Dama karena ia tak tau letak kamarnya dimana. Anes langsung membaringkan tubuhnya di kasur ia sudah sangat lelah karena perjalanan.


Dama tak langsung tidur ia masih melihat ponselnya karena ada panggilan dari Hendrik yang tak terjawab. ia lalu menelpon ulang hendrik.


"Lo kenapa telpon gue pagi-pagi ?" oceh Dama.


"Istri lo mana? " tanya hendrik.


"Dia tidur kecapean, hendphone Anes ilang semalem.emang kenapa sih? bukannya kemarin udah ijin nggak masuk kerja beberapa hari?".


" Pantes hp nya ngga bisa di hubungin"ucapnya sedikit lega setelah mendengar kabar Anes.


" Lo habis ngapain kok bisa Anes kecapean?" tanya Hendrik sedikit curiga.


"Udah deh ndrik lo ada perlu apa? serah gue dong mau ngapain aja istri-istri sapa!" balas Dama tak kalah sewot.


"Istri elo, tapi lo cuma manfaatin dia biar Resa balik ke elo, gue kemarin ketemu Resa sama tunangannya. percuma lo berharap Resa balik dia dah bunting aama cowoknya. mending lo jagain istri lo deh Dam daripada gue rebut"


entah kenapa hati Dama sedikit sakit mendengar pernyataan Hendrik barusan. Dama nggak menyangka Resa sampai seperti itu. bayang-bayang kenangan Dama dan Resa telintas kembali. Dama menjaga Resa tak pernah menyentuh wanita yang ia sayangi tapi kenapa Resa dengan laki-laki lain rela memberikan keperawananya.


"Udah-udah gue ngantuk" lalu mnutup telponnya sepihak.


*Up dua episode guys vote ya like and share. happy teding guys*

__ADS_1


__ADS_2