
perusahaan Dama menyewa satu bis untuk mengangkut semua pegawainya Dama duduk di depan dan disampingnya tentu saja Anes. saat perjalanan menuju pantai Kuta semua pegawainya bergunjing di dalam bis. bahkan grub whatsap pegawai rame.
iya mereka semua membicarakan Anes Dama yang mendengar mereka bergunjing agak risih. Dama yang biasanya cuek mendengar orang yang bergosip namun saat ini ia sangat ingin marah mendengar Anes yang di jelek-jelekan secara terang-terangan meskipun dengan berbisik tapi ia mendengar semua.
"Dam nggak usah di tanggepin ya!" cegah Anes
"tapi mereka ngomongin kamu, kamu istri aku bukan *******. dan mereka ngomongin kamu di depan aku. omongan mereka semua salah tentang kamu. atau aku batalin saja acara ini lalu kita kembali ke Surabaya. atau aku pecat merwka semua?"
Anes hanya tersenyum lembut " Udah ah Dam nggak papa biarin mereka ngomongin aku kayak apa aku pengen jalan-jalan dan ngeliat pantai itung-itung kita bulan madu lagi"
Dama mengelus rambut Anes ia tersenyum melihat sikap dewasa Anes.
sesampainya di pantai kuta Anes turun dengan Dama beserta rombongan kantornya.
"Kita kumpul lagi pukul 11 siang ya di parkiran" ucap salah satu penanggung jawab acara perusahaan.
"kita kesana yuk! " ucap Anes menunjuk pantai. Anes berlari dengan riang karena ia sangat senang apalagi melihat pantai.
"Pelan-pelan ingat kandungan kamu" teriak Dama.
__ADS_1
mereka bersua duduk di pasir pantai dan melihat pemandangan dengan damai. banyak bule-bule mengenakan bikini yang sedang berjemur.
"Aku beliin minum ya kamu tunggu sini" ucap Dama pada Anes. dan Anes hanya mengangguk.
dari kejauhan Sinta masih tetap mengawasi Anes ia semakin iri dengan ke uwuan yang di dapat Anes dari pak Dama.
Anes berjalan di tepi pantai hanya di bibir pantai membasahi kakinya dengan air laut.
Dama menghampiri Anes dan membawa dua botol minum.
hp Dama berdering tertera nama Resa yang menelpon. ia tak berkenan untuk menjawab telpon dari resa dan sms pun masuk.
#####
"Gimana liburannya Nes? sekalian bulan madu?" goda Hendrik pada Anes.
"Ish bapak apa-apaan!" sambil tersipu malu dengan perkataan Hendrik.
"saya denger dari Lina kamu jadi bahan gunjingan orang kantor ya?"
__ADS_1
"nggak pak biarin mereka bilang apa tentang saya, saya sudah biasa dapat omongan yang nggak enak"
"Baiklah, jadwal saya nanti siang gimana?"
"Nanti siang pak Hendrik cuma ada jadwal satu pak, nemuin calon istri yang di jodohkan sama orang tua bapak"
"Kencan buta lagi ya? padahal saya sudah punya orang yang saya suka loh Nes tapi sayangnya kesempatan saya sudah nggak ada sekarang" ucap Hendri sedikit curhat pada Anes.
"Yahh bapak kalau suka mah pepet terus, jangan nyerah sebelum dapat"
Hendrik mengacak rambut Anes dan tersenyum "yasudah saya kembali keruangan saya kalau begitu, jaga kandungannya biar Dama tambah sayang sama kamu" goda Hendrik lagi.
namun sayang hal tersebut dilihat oleh sinta si biang gosip dan biang keladi karena rasa iri pada Anes. Sinta lalu merekam momen saat Hendrik dan Anes sedang berbincang lalu tentu saja ia menyebarkan nya pada grub whataap kantor begitu juga pada Dama.
dengan caption "****** SEDANG BERMAIN LAGI"
"Aku yakin kali ini lo bakal diusir dari rumah pk Dama Nes. dan gue akan ngerebut Dama dari lo!" ucap Sinta samvil tersenyum sinis.
#ceritanya bagus gk sih kaya pengen berhenti nulis ini cerita. di mohon di dukung ya di vote dan like nya #
__ADS_1