
"Sayang, jangung bakar manis kamu sudah datang nih" seru Dama menghampiri Anes
"Lama, kamu mampir-mampir ya?" sungut Anes.
"Aku langsung pulang kok Nes, nggak mampir kemana-mana,, udah gih makan jagung bakarnya terus minum obat ya"
"Iya, kamu nggak beli?" tanya Anes.
Dama hanya menggeleng ia mengambil handuk lalucpergi ke kamar mandi.
Anes yang masih sibuk dengan jagung bakarnya seketika berhenti mengunyah karena melihat notif chat WA dari Resa.
Pikir Anes ini Resa mantan pacar Dama bukan sih, yang selingkuhannya Eza. batin Anes masih bergejolak dengan pikiran-pikiran aneh.
"Buka nggak ya chatnya?" Anes berpikir karena curiga dengan hp Dama.
lama Anes berpikir untuk membuka hp Dama atau tidak. tiba-tiba hp Dama berbunyi ada telpon dari Resa. Anes buru-buru mengangkat sebelum Dama keluar dari kamar mandi.
"Halo Dam, makasih ya tadi,, se enggaknya kamu nggak ngusir aku secara paksa" cerocos Resa.
"Berarti tadi Dama ketemu sama Resa?" batin Anes.
"Halo Dam kok diem aja sih, lagi sama istri kamu ya?" tanya Reaa yang semakin kurangajar.
"gue istrinya kenapa?" ucap Anes namun mash dalam hati.
suara air yang sudah tidak terdengar dari kamar mandi. Anes langsung buru-buru mematikan telpon Dama. dan mengembalikannya ke nakas. tak lama kemudian Dama keluar hanya menggunakan handuk kimono.
"Dasar, bilangnya nggak mampir-mapir tapi ketemuan sama mantan pantes aja lama" batin Anes kesal karena sudah di bohongi oleh Dama.
__ADS_1
Anes tidur membelakgi Dama. yang masih duduk di tepi ranjang sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Nes kamu sudah tidur? kok nggak nungguin aku" tanya Dama.
Anes yang masih menutupp matanya dan berusaha tidak menjawab ucapan Dama. ia kesal sebenarnya saat. ia tau Dama masih berhubungan dengan mantannya itu.
"Males nungguin orang. yang suka nipu" Dengus Anes dalam hati.
Anes yang masih memejamkan matanya kaget saat tau Dama tiduran sambil memeluk Anes. Anes yang sedikit kesal dengan sikap Dama berusaha sedikit melepaskan tangan. Dama dari. tubuhnya.
"Kamu belum tidur Nes?" tanya Dama sekali lagi.
Anes hanya diam. pura-pura tidur karena ia malas menanggapi Dama.
Dama yang sedikit merasa ada perubahan dari sikap Anes kemudian berusaha mendekati Anes. namun Anes. yang semakin didekati semakin berusaha menjauh.
"Nes kamu belum tidur?, kamu kenapa? apa aku punya salah? " tanya Dama yang sudah mulai kesal dengan sikap Anes yang semakin di sentuh semakin menjauh.
Anes yang mendengar ucapan Dama sedikit takut. karena kalau Dama. sudah marah bisa-bisa satu rumah kena dia.
Anes membuka matanya lalu dduk bersandar di tempat tidur.
"Kamu beneran tadi nggak ketwmu orang?" tanya Anes memulai pembicaraan.
Dama menggeleng. ia masih berkilah ia tak ingin Anes tau kalau Reaa mantan pacar Dama masih mengejar Dama.
"Kamu yakin? " ucap Anes bertanya sekali lagi dan memberikan kesempatan kedua. kalau Dama tidak cerita ia berarti berbohong sama Anes.
"Oh..." jawab Anes ber O ria saja.
__ADS_1
"Kamu masih pengen balikan sama mantan kamu?" tanya Anes namu dengan nada yang sedikit sinis.
"Kamu ada-ada aja sayang. aku sudah janji sama kamu kalau kita mulai hubgan dari awal." jelas Dama singkat karena memang Dama tak ada niatan untuk kembali pada Reaa.
"terus tadi kenapa Resa ngomong kalau ia berterima kasih sama kamu karena nggak ngusir dia?"
Dama masih berpikir sejak kapan ia menghubungi Resa. "Aku beneran Nes aku nggak nemuin Resa dari tadi. dia tadi emang ke kantor ku tapi aku nggak ngajak dia letemuan"
"dari tadi kek kamu ngomong berarti kan kamu ngijinin Resa masuk kantor kamu?" tuduh Anes ia cemburu karena Dama masih kontekan dengan Resa.
"Dia yang nyelonong masuk saat aku belum sampai kantor". Dama yang semakin bingung harus menjelaskan apa lagi agar istrinya itu percaya.
" Tadi Resa chat kamu aku nggak buka, terus dia telpon kamu tiba-tiba dia ngomong gitu." Anes yang masih sama ia bete karena mantan Dama.
Dama pun hendak pergi ke ruang kerjanya ia berencana menelpon orang suruhannya agar Resa tak berani mendekati Dama lagi.
Anes yang melihat Dama hendak pergi buru-buru menahan tangan Dama agar ia tak pergi.
" mau kemana Dam? aku minta maaf aku yang salah kamu jangan ninggalin aku senfirian di sini"
Anes yang merasa bersalah karena menuduh Dama yang tidak-tidak. padahal Dama tidak pernah menggubris Resa setela Anes datang ke kehidupannya. pikir Anes entah siapa yang berbohong dan entah siapa yang jujur terhadapnya. yang pasti Anes tidak ingin kehilangan Dama. Anes sudah mulai bucin terhadap Dama.
Anes memeluk Dama ia sudah mulai menangis mungkin karena efek habis kehilangan buah hati ia agak sedikit cengeng akhir-akhir ini.
Dama membalas pelukan Anes lalu mencium pucuk kepala Anes. "Aku nggak akan ninggalin Nes. aku mau kasih pelajaran sedikit untuk Resa."
"Haaa?" Anes tak mengerti dengan Dama bukannya ia menjelaskan malah mau ngasih Resa balasan.
#up satu episode kali ini karena maaf mimin lagi sibuk nyiiapin pernikahan#
__ADS_1
yang pasti jangan lupa like, komen bahkan vote jangan lupa ya happy reading guys.