DAMA

DAMA
Sembilan


__ADS_3

*saya up lagi ya langsung 2 episede mumpung semangat ngetiknya hehe!!*


"Sayang kamu makan dulu ya biar agak enakan nggak lemes terus minum obat. habis gitu lanjutin tidurnya" dengan membawa piring nasi dan segelas air putih.


Anes yang masih sakit terasa pusing kepalanya dan ingin muntah menolak.


"Ma Anes g nafsu buat makan"


"sesuap aja mama suapin ya"


Anes membuka mulutnya nasi sesuap pun masuk ia lalu minum obat yang di resepkan dokter tadi agar tidak pusing dan mual-mual.


"yasudah kamu lanjutin tidurnya biar agak mendingan ya!"


Anes mengangguk ia tak sanggup bangun dari tempat tidur. apa orang hamil seperti ini semua. ia memegangi perutnya yang rata dan berbicara sendiri pada anaknya.


"maafin mama ya, mama nggak tau harus berbuat apa nak" ucapnya sambil terisak. ia hanya bisa menangis sampai ia kelelahan dan tertidur.


seperti biasa Dama pulang kerja pukul enam sore. ia menyalami tangan kedua orang tuanya mencuci tangan lalu duduk di meja makan.


"Dam istri kamu lagi sakit kamu ngga mau manjain dia" goda papa Dama sambil menyuapkan nasi kemulutnya.


"Papa apaan sih. paling sakit karena kecapean kerja" ucap Dama dengan cuek.

__ADS_1


"Kamu itu ya mbok ya sedikit di kurangi cueknya.istri sakit kok cuma jawabnya cuek."


"Ini kamu bawain makanan ke kamar suapin Anes sampai mau makan." utus mama nya dan menyerahkan nasi dan minumannya.


"tapi ma Dama kan belum makan nanti ya setelah Dama makan"


" nggak ada tapi-tapian jangan makan kalau istri kamu nggak makan."


"iya-iya" rajuk dama lalu berlalu menuju kamarnya.


"Nes bangun gih kamu di suruh makan sama mama" sambil menggoyangkan tubuh Anes agar bangun.


"Aku nggak laper Dam. kamu pergi deh dari sini baumu tambah bikin aku mual terus"


"huek" Anes langsung berlari ke kamar mandi.


"aneh banget sih, biasanya juga pulang kerja fine-fine aja gue masuk kamar malah nggak pernah di tegor. ini di bilang bau malah pake muntah segala" batin Dama.


"Dama kamu keluar please aku beneran nggak kuat dengan baumu". teriak Anes dari kamar mandi.


" Lah emang gue bau apa ya? dari kamar mandi bisa kecium" batin Dama lagi. lalu keluar dari kamar menuju ruang makan.


"Anes sudah makan?" tanya mama nya sesampainya Dama di ruang makan.

__ADS_1


Dama menghedikkan bahu tak tau Anes mau makan atau tidak.


"kan mama suruh kamu jangan balik kalau Anes nggak mau makan" omel mama Dama.


"Ma, gimanana Dama bisa nyuruh Anes makan kalau Dama di usir dari kamar, katanya Dama bau Anes ngga mau deket-deket Dama" omel Dama.


"Iya Dam kamu bau asem belum mandi" goda papa Dama dengan mengendus tubuh anaknya.


"Pa, jangan-jangan Anes hamil!" ucap Mama Dama sumringah.


"Masak sih mah Dama sama Anes kan menikah baru dua bulan kok bisa hamil cepet gitu" ucap papa Dama agak nggak percaya.


"tapi kalau hamil bemeran tokcer juga anak papa" goda papanya lagi.


Dama yang mendengar percakapan kedua orang tuanya hanya tersenyum masam. "Anes hamil anak gue. masak iya gue nggak tsnggung jawab. tapi gue belum siap punya anak." ucapnya dalam hati.


batin Dama bergejolak ada perasaan sedih ada juga ingin bertanggung jawab namun ia belum siap batin.


"mama jangan buat pemikiran sendiri dong" ucap papanya menyangah pernyataan istrinya yang mengira Anes hamil.


"kita panggil dokter dulu atsu beli alat test kehamilan biar yakin." lanjut papa Dama.


*tunggu up selanjutnya ya guys*

__ADS_1


__ADS_2